BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 26. Party 2


__ADS_3

"Aku tidak ingin terlibat denganmu, kau terlihat complicated, tapi anggap saja aku mencari cara berterima kasih padamu. Sejujurnya memang saat itu aku mencari pinjaman."


"Sudah kubilang aku tak mengharapkan bayaran."


"Aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk kebaikanmu. Lagipula aku menyukaimu."


"Kau menyukaiku , tapi tak ingin terlibat denganku?" Sebuah pertanyaan yang diajukan dengan senyum penasaran padaku.


"Tidak, terlibat denganmu berarti berharap denganmu.  aku tak mau berharap dengan orang sepertimu." Pernyataanku membuat dia menatapku dengan senyum kecil di bibirnya.


"Orang sepertiku...?"


"Tuan Donatur, kau punya terlalu banyak wanita. Kau anti komitmen bukan? Tapi kau bersikap baik hati padaku, aku tertolong, aku serius saat kubilang aku memperlakukan uangmu sebagai pinjaman. Nanti akan kukembalikan."


"Sudah kubilang aku tak mengharapkan kau membayar apapun."


"Bahkan Victor penata tariku tak datang menjenguk Ibuku, tapi kau malah datang menjengukku. Aku tersanjung kau sangat baik hati, aku sedikit tak percaya kau menjenguk Ibuku dan bicara begitu banyak dengannya. Itu seperti aku sangat dihargai..." Dia tertawa kecil.


"Kau tak merasa aku memanfaatkanmu?"


"Tidak. Anggap saja casual karena aku juga menginginkannya, tak ada hubungan apapun setelahnya, mungkin hanya teman seperti kau bilang." Aku tersenyum agar terlihat meyakinkan.p


Maafkan aku karena sebenarkan kau targetku untuk 40,000 dollar. Buat orang sepertimu 40.000 dollar bukan sesuatu yang besar, tapi bagiku itu berharga setahun gajiku, cukup untuk memulai banyak hal.


"Kau membuat musuh karena mengajakku berdansa."


"Aku tak perduli, bukankah aku memang tidak akan punya kans ke principal."


"Kau penari partner yang dipilih Nicholai Manturov, kenapa kau bilang kau tak punya kans."


"Memang tidak, yang akan maju ke principal adalah Katya. Aku sudah tahu itu dari kemarin, memang aku tak ada harapan, aku tidak menyalahkan orang lain." Dia diam sebentar. Melihatku mengucapkan kata-kata itu dengan cukup ringan, padahal itu sudah meremukkanku.


"Itu pasti mengecewakan."


"Aku tak cukup baik, itu saja. Itu keputusan Philippe, kesalahan ada di diriku sendiri." Aku tersenyum, mencoba sok kuat, padahal aku sudah menyerah di bidang ini.


"Kau tak perduli nasibmu di sini, kau merencanakan sesuatu? Kau ingin mengundurkan diri?"

__ADS_1


"Apapun yang kulakukan tak perlu kau kuatirkan. Bukan masalahmu..." Dia menatapku.


"Jadi benar kau ingin mengundurkan diri. Bukankah lebih baik menunggu kesempatan promosi berikutnya?"


"Mungkin. Akan kupikirkan nanti..." Aku lebih baik mengubah pembicaraan. "Menurutmu aku cantik."


"Siapa yang bilang kau tak cantik."


"Kalau begitu aku pergi bersamamu malam ini. Jadilah pelipur laraku, setidaknya aku bisa menang dari Maureen." Ini adalah alasan putus asa. Setidaknya aku tidak datang padanya tanpa alasan yang jelas.


"Boleh ..."


Dia menyetujuinya? Apa ini artinya obatnya bekerja dengan benar?


"Kau mau pergi sekarang?" Aku langsung bertanya untuk menyelesaikan pekerjaan ini.


"Sekarang?"


"Maureen sedang melihatku, mungkin mengaetmu di depannya adalah kemenangan dari principal cantik itu. Membuatnya kesal menyenangkan." Aku tertawa dengan ideku sendiri.


"Kau ada permusuhan dengannya?"


"Kau tidak punya kekasih?"


"Kekasihku adalah ballet, kehidupan sosialku secara menyedihkan berkutat di sini. Mungkin aku harus mencoba Tinder nanti." Aku tertawa kecil. "Maaf, aku hanya mengeluh sedikit, seperti yang kubilang, masalahku bukan masalahmu. Pekerja seni seperti kami kadang terlalu idealis." Aku menarik tangannya keluar dari lantai dansa, dia menurutiku.


"Kau yakin soal ini?" Dia bertanya lagi.


"Apa kau sedang menolakku atau kau takut aku merencanakan sesuatu dengan prinsip kebebasan komitmenmu Tuan Civil?"


Aku tersenyum dan membiarkan tanganku menyentuh pinggangnya dengan akrab, berharap dalam hati dia tidak menolakku atau proyek ini gagal sama sekali. 40,000 dollarku akan melayang, dimana lagi aku bisa mendapatkan 40,000 dollar.


"Kau sangat berani Kitri.."


"Aku hanya bersenang-senang."


"Kau tidak akan menyesal?"

__ADS_1


"Kau terlalu banyak omong kosong, ingin kencan atau tidak? Jika tidak aku akan pergi, kau bisa kembali ke Maureen." Aku merajuk, merasa aku telah berusaha tapi nampaknya dia tak menangapiku. Kuputar badanku meninggalkannya, hilanglah 40,000.


Itu sedetik sebelum dia menarik tanganku lagi dan memimpin jalan. Aku berhasil.


"Kemana?"


"Keatas." Pesta dansa ini memang diselenggarakan di hotel berbintang lima. Tak lama untuk mendapatkan kami berjalan di lorong hotel menuju kamar kami.


Ternyata Nicholai benar...


"Tak mungkin dia menolak obat perangsang itu." Nicholai mengatakannya sendiri padaku. "Kau mau mencobanya? Efeknya akan membantumu..."


"Membantuku..."


"Itu mudah, dua orang yang sedang saling membutuhkan akan melakukannya lebih mudah, itu juga banyak menghindarkanmu dari kecurigaan."


Aku ragu, tapi dia benar juga. Ini akan menghindarkanku dari kecurigaan.


"Aku mau." Sebuah softgel bulat berisi cairan bening tiba di tanganku. "Telan itu sebelum kau tiba di ruangan pesta."


Dan efeknya terasa sekarang, seluruh tubu*hku punya perasaan sedikit se*ntuhan saja akan membuatku mengera*ng.


Saat pintu kamar kami tertutup, dia melihatku sebagai mangsa. Tangannya menc(engkram pinga*nggku dan bibi*rnya menyerbu bibirku. Obat ini juga bekerja dengan baik padaku, bahkan aku sangat menginginkannya sekarang.


Aku berdebar, Nicholai berkata dia harus menciumku, obat kedua harus masuk jika tidak ini tidak akan berhasil. Sekarang dia menciumku, tahap kedua rencana ini berhasil.


"Pelan-pelan Kitri..." Aku tak sabar merasakan kulitnya, kubuka kancingnya dengan terburu-buru, obat ini membuatku benar-benar kelabakan. Tubuh beroto*tnya yang tecetak di balik kemej*anya membuatku tak tahan untuk ikut merasakannya.


"Aku mau kau..." Kubuang baju itu ke lantai, tubuh padatnya membuatku menggigit bibirku sendiri.


"Kau memang bersemangat dan kau se*x*y, aku menyukaimu." Sentuhan kecilpun membuatku mengerang, sekarang aku tak bisa menahan sesuatu yang membuatku ingin menyentuhnya segera.


"Dan kau ... mengejutkan... "


"Kau menyukai kejutanmu?" Dia menyentuhkannya ke gaun pestaku yang tipis, dan membuatku otomatis menger*ang.


"Aku suka."

__ADS_1


"Aku mau kau segera."


Merasakan dirinya dibawah sana sudah siap. Aku tahu kenapa wanita-wanita itu menyukainya sekarang, dirinya yang lain dibawah sana yang akan bekerja itu sangat memuaskan ukurannya.


__ADS_2