BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 159. Inner Circle 1


__ADS_3

Francoise marah ke Ibunya. Dia bilang dia tidak ingin menemuinya atau bicara dengannya sementara ini, aku menyerahkan padanya, aku tak akan mencoba apapun saat ini aku takut menyebabkan kemarahan Ibunya lagi.


"Kau sudah meneleponnya lagi?"


"Sudah, dan seperti kataku dia berkeras masih tak merubah keputusannya." Sara menghela napas mendengar kata-kata Francoise.


"Ya mungkin sebaiknya kita mundur dulu, tak ada gunanya juga berkeras untuk membujuknya. Nampaknya Ibumu bukan orang yang bisa dibujuk dengan kata-kata manis atau sikap baik." Mungkin setelah menunggu beberapa saat meredakan marahnya , dia bisa melihat anaknya bahagia. Cuma itu harapan Sara.


"Kau benar, sikap kerasnya sudah kukenal sepanjang hidupku. Tapi tidak, kali ini aku tak akan menurutinya lagi." Francoise terdengar terganggu, nampak frustrasi menghadapi Ibunya sendiri, sayangnya akupun tak bisa membujuknya. "Aku tak mengerti, apa karier begitu penting baginya di banding apapun, bahkan dia bersedia mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri."


"Baginya itu karena keluargaku tidak layak untukmu. Mungkin kita harus memberitahu Ibumu aku juga bekerja sebagai agen. Setidaknya aku punya pekerjaan selain penari striptease di matanya." Francoise tertawa miris dengan kata-kata Sara.


"Kau tak usah memikirkannya karena aku ragu dia akan terkesan, yang diinginkannya adalah seorang yang bisa menjamin dia bisa dicalonkan dengan mulus ke Secretary of Energy. Jadi betapa baiknya pun kau, selama kau tak dekat dengan seseorang yang bisa menjamin itu dia tak akan puas. Ayah Maureen dekat dengan bendahara partai, itu bantuan buatnya, jika dia bisa mendapatkan Maùrèen menjadi menantunya tentu saja bendahara partai akan merekomendasikannya." Francoise menjelaskan hubungan semuanya.

__ADS_1


"Jadi apa yang harus kulakukan."


"Tidak ada, kita tidak bisa memuaskan semua orang."


Ya benar, kita tak bisa memuaskan semua orang. Jadi sementara aku berhenti memikirkan bagaimana Ibu Francoise dapat menerima kehadiranku.


Sementara Allison, Nora dan Kate mengajakku hangout ke sebuah klub malam. Yang ternyata adalah tempat aku biasa bekerja.


Baru kali ini aku pergi bersama mereka di malam, karena biasanya aku bekerja. Lagipula selama hampir dua bulan belakangan aku bekerja di Miami. Tapi karena tak biro bilang aku tak boleh membocorkan pekerjaanku maka biasanya aku akan bilang aku bekerja di luar kota.


"Allison membawa pacarnya hari ini, ..." Kate yang bicara sekarang. Kate dan Nora sudah sampai duluan dan aku bisa bergabung dengan mereka di meja.


"Pacar baru."

__ADS_1


"Ohh benarkah." Kami semua antusias. Mungkin pria itu membawa seseorang juga ikut bersamanya, setidaknya kami punya teman baru untuk bicara. Itu akan menyenangkan.


"Oh itu Allison. Namanya pacarnya Alton Mason ..." Kate menunjuk seseorang yang datang bersama Allison.


Sesaat aku binggung, kenapa rasanya aku pernah melihatnya. Dimana? Aku mengumpulkan ingatanku yang tumpul, terlalu banyak yang pernah kutemui belakangan, aku tak bisa mengingatnya tapi aku pernah melihat orang ini. Entah dimana.


"Hei semuanya. Kalian sudah lama, oh ya Sara ini Alton Mason."


"Hallo, senang bertemu denganmu. Aku Sara Adams."


"Aku Alton Mason. Baru melihatmu..."


"Ah iya aku baru bergabung sekarang. Aku punya pekerjaan di luar kota." Mungkin nanti aku bisa mengingatnya di mana aku pernah bertemu dengannya.

__ADS_1


"Kau bekerja di mana."


"Aku di NYC ballet."


__ADS_2