BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 177. Incident 6


__ADS_3

"Kau membawaku ke sini lalu apa? Menculik Ibuku? Kau tak takut di tangkap polisi?" Sara menertawakan Maureen yang merasa menang telah berhasil menculik Sara.


"Kau benar-benar tak takut aku akan membunuhmu?"


"Jadi kau mau membunuhku?" Sara bertanya sambil tersenyum lebar ke Maureen.


"Apa kau tak takut apapun?" Pertanyaan Maureen membuat Sara tertawa. Sekarang Sara adalah agen, dia bahkan yakin Thomas ada di sekitar sini sekarang dengan timnya. Dia dalam perjalanan menemui Thomas dan walaupun ponselnya dibuang ke tong sampah oleh penculiknya gelang GPS nya ada di sini.


Jadi bisa dipastikan Thomas tahu sekarang dia ada di mana.


"Kau akan berhadapan dengan polisi karena menculik orang, kau bahkan sangat bodoh menggunakan propertimu sendiri menawanku. Apa kau berpikir tidak ada CCTV di gedung itu, lalu apa mereka tidak bisa mengenali orang-orang dan mobil penculik. Kenapa kau sangat bodoh.

__ADS_1


"Kau pikir ada yang tahu kau di sini? Kau lihat luasnya halaman dan bangunan ini, bahkan dari jalan utama kau tak bisa melihatnya karena tertutup pepohonan. Aku mengubur mayatmu pun di sini tak ada yang tahu. Aku tahu kau memang hanya memiliki kabin bernaung kecil di NYC, nikmati pemandangan ini, karena kau memang tak pernah mempunyai rumah seperti ini. Lagipula aku tak berniat membunuhmu, aku berniat menyiksamu dan Ibumu yang sangat kau sayangi itu." Telinga Sara sakit mendengar anak orang kaya ini menyombongkan hartanya.


"Baiklah-baiklah, kau memang kaya dan bisa menculik siapa saja, terus apa maumu sekarang."


"Minta maaflah padaku, cium kakiku dengan baik. Atau kubawa Ibumu yang sakit-sakitan itu ke sini dan kupukul dia." Sara tak percaya apa yang dia dengar.


"Kau pikir aku budakmu? Kau berani menyentuh Ibuku akan kuhajar kau" Sebuah tamparan menghantam wajah Sara, dan tamparan lainnnya seakan dia belum puas. Sara meradang marah.


"Kau menang perlu dihajar sampai mati bitc*h. Hajar dia." Seorang dari penculik itu maju ke depan Sara, dan Thomas sudah cukup melihat dan mendengar, dia tak akan membiarkan Sara di sentuh oleh tukang pukul itu.


"Bergerak." Dengan perintah Thomas belasan orang yang mengurung area itu sekarang maju.

__ADS_1


"Angkat tangan, NYC Police!" Semua orang membeku sekarang, empat orang preman itu tak punya suara lagi untuk dikeluarkan.


"Apa-apaan ini. Bagaimana bisa kalian ..." Maureen benar-benar tak mengerti bagaimana orang-orang ini bisa muncul disini? Apa Sara tahu dia akan menculiknya? Bagaimana dia tahu?


"Kau binggung bukan?" Sara tersenyum dengan manis ke Maureen. Dia tak akan tahu bagaimana kejutan tak menyenangkan ini datang padanya. Karena dia tak akan pernah memberitahu bahwa dia adalah agen.


"Sayang sekali kau harus menyimpan kebingunganmu Maureen, tapi akan kukatakan padamu, orang yang kau remehkan mungkin punya banyak hal yang tak kau tahu. Tapi karena kau terlalu sombong kau akan menerima hukumanmu."


"Apa kau menjebakku? Maureen bertanya dengan berbagai pikiran kacau berkumpul di pikirannya.


"Aku menjebakmu? Kurasa kau yang menjebak dirimu sendiri. Sekarang kau yang harus membayar dengan penjara, tak ada yang bisa kau lakukan lagi."

__ADS_1


Maureen Markson dia tak akan pernah tahu jika orang yang ingin diculiknya adalah agen yang sedang bertugas sampai kapanpun.


__ADS_2