BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 121. Mary Aides 1


__ADS_3

Matilda mengirimkan pesan ke Francoise bahwa Maureen Markson muncul dan memcerca Sara. Francoise dengan cepat menelepon Matilda untuk mendapatkan keseluruhan cerita.


"Lain kali tak usah bukakan pintu untuk dia. Suruh saja dia pergi." Entah gadis itu tahu dari mana padahal Francoise sudah tak menanggapinya sejak lama entah kenapa dia bisa masuk lagi di sini.


"Mengerti Tuan." Matilda senang Tuannya memberikan perintah seperti itu, gadis tak sopan dan sombong itu memang tak perlu diberikan izin masuk.


Francoise kembali ke rumah malamnya dan langsung menemui Sara. Dia berharap gadis itu tak terpengaruh apa yang dikatakan oleh Maureen.


"Sayang, kenapa kau membiarkan Maureen masuk."


"Tak apa aku hanya ingin melihat apa yang ingin dikatakannya."


"Kau tak usah memperdulikan apa yang dikatakannya."


"Tidak, tentu saja aku tak perduli. Jangan khawatir aku tak akan mendengarkan apapun yang keluar dari mulutnya. Tapi dia akan melapor pada Ibumu. Mungkin Ibumu akan datang dan mengusirku." Pada akhirnya mereka memang harus menghadapi Ibunya Francoise, Sara pikir lebih cepat terjadi akan lebih baik.

__ADS_1


"Tidak, itu tak akan terjadi." Francoise dengan cepat menjawabnya.


Sara tak tahu apa yang harus dikatakannya, mungkin Francoise memang bisa mengusahakan persetujuan Ibunya, jadi dia lebih baik menunggu saja.


"Baiklah aku tahu akan mengusahakan yang terbaik. Kita coba saja oke." Seperti permintaan Francoise dia akan mencoba untuk bertahan dengan hubungan mereka. Sara mencoba percaya...


----------------


Sementara itu Maureen menelepon langsung Ny. Mary Aides. Ibu Francoise itu menerima teleponnya, berharap mungkin anaknya telah memutuskan hubungan yang lebih dekat ke Maureen. Gadis itu telah mendapat persetujuannnya.


"Aku baik Bibi, bagaimana kabarmu."


"Bibi baik, bagaimana hubunganmu dengan Francoise. Apa kalian sudah bersama lagi."


"Ah soal itu aku memang meneleponmu untuk ity Bibi. Sayangnya kami tidak mungkin punya kesempatan bersama lagi Bibi, Francoise menolakku untuk seorang pole dancer. Pole dancer itu bahkan sekarang tinggal di rumahnya." Maureen mulai menabur badai untuk Sara.

__ADS_1


"Pole dancer? Tinggal di rumahnya?!" Mary Aides langsung berdiri dari kursinya. Yang lalu adalah pembuat kue, sekarang adalah pole dancer, dia tidak mengerti bagaimana cara berpikir putranya itu.


"Benar Bibi, kurasa kami tidak punya harapan lagi, dia sudah tergila-gila dengan pole dancer itu."


"Aku tidak akan mengizinkan dia begitu gila." Dia merasa dia perlu mengurus ini, pole dancer, bagaimana dia bisa begitu gila jatuh cinta ke pengeruk harta seperti itu.


"Aku tak tahu Bibi, aku hanya menyampaikan padamu. Itu terserah padamu, aku sudah mengingatkan Francoise bahwa dia bukan wanita yang baik, tapi jelas saja dia tidak mendengarku."


"Kau tahu siapa nama wanita itu." Mary Aides berniat akan mencari sendiri datanya.


"Namanya Sara Adams, akan kikirim fotonya padamu Bìbi, dia dulunya soloist di NYC Ballet sebelum dia pindah ke pole dancer. Aku tak tahu alasannya mungkin uang di pole dancer lebih lancar. Yang jelas aku tak pernah mendengar hal baik tentangnya.


"Terima kasih kau memberitahu Bibi, Maureen. Jika kau punya Bibi ingin melihat data dan foto gadis itu."


"Tentu saja Bibi, akan kukirimkan padamu segera."

__ADS_1


Misi balas dendam Maureen selesai, walaupun dia tahu dia tidak akan mendapatkan Francoise dia tidak perduli, yang penting Sara juga tidak akan mendapatkannya.


__ADS_2