BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 62. Suspected Already


__ADS_3

"Mengusahakan suaka?!"


"Kau bisa mengusahakannya bukan? Jika keadaannya menburuk. Dia baik padaku, kasihan dia, aku merasa bersalah padanya..."


"Kau pikir aku setingkat menteri. Semuanya serba bisa, kenapa aku harus mengusahakan suaka untuknya. Dia mata-mata musuh US, kenapa aku harus perduli padanya dan kenapa kau begitu perduli padanya?" Nada suaranta nya malah tak suka.


"Kasihan Nicholai, ..." Aku merenung sambil berjalan, mengingat bagaimana orang di seberang sana berteriak padanya.


"Kenapa kau kasihan padanya, dia hanya memanfaatkanmu! Kau gampang sekali kasihan pada orang, apalagi orang seperti dia. Kau tak mengerti dia itu mata-mata Rusia.Yang hanya harus dipertimbangkan adalah bisa tidak dia melakukan tugasnya!" Aku malah dimarahi panjang lebar.


"Aku hanya bertanya, dia baik, bagaimana jika dia dibunuh, dia penari yang hebat, dia juga sangat memikirkan orang lain. Jika kau tak mau membantu tak apa aku bisa bertanya pada Thomas. Aku hanya bertanya kenapa kau memarahiku panjang lebar." Aku menjauh darinya sekarang, malas dimarahi lagi, aku hanya bertanya kemungkinannya malah dia marah padaku.


Aku berjalan pergi ke luar bagian imigrasi. Francoise menyusulku tak lama.


"Ayo kuantar pulang."

__ADS_1


"Kau masih mau memarahiku, aku pulang sendiri saja." Kesal karena tiba-tiba dia mamakai nada tinggi untuk pertanyaan biasa.


"Aku tidak marah, aku hanya memberitahumu kau terlalu cepat kasihan pada orang, tak ada gunanya kau kasihan pada agen Rusia itu."


"Dia dulu membantuku terlepas dia agen Rusia."


"Dia dulu memanfaatkanmu bukan membantumu! Kenapa kau tidak mengerti juga logika sederhana itu. Mungkin dari awal membantumu dia sudah menargetkanmu!" Aku diam. Terserah dia mau berkata apa lebih baik kuhindari dia sekarang, yang dia lakukan hanya memarahiku. Yang tahu Nicholai itu aku.


"Kenapa diam?" Francoise malah bertanya kenapa aku tak menjawabnya lagi.


"Apa yang harus kukatakan?"


"Aku tak mau bertengkar denganmu." Aku menjawabnya singkat.


"Jangan sampai dia meminta apapun padamu. Bantuan apapun yang dia minta itu harus lewat aku nantinya, kau sangat mudah dipengaruhi. Jangan terlalu baik hati menjadi manusia, kau juga harus mempertimbangkan dia adalah mata-mata Rusia, semua yang dia lakukan adalah untuk kepentingan Rusia." Dia masih menceramahiku panjang lebar. Aku diam saja tidak mau mendengarnya. Baiklah, intinya dia tak mau menolong karena dia membenci agen Rusia itu.

__ADS_1


"Iya-iya baiklah. Apapun yang kau bilang." Aku menyerah menghadapinya.


"Nampaknya kau sudah terpesona padanya." Aku langsung menghadapkan diriku pada Francoise.


"Apa maksud perkataanmu? Aku tidak terpesona padanya."


"Itu jelas bukan, kau terpesona dengannya, kalian lama bersama, begitu dekat satu sama lain, menghayati kisah cinta, bukan hal yang mengherankan kau jadi punya perhatian lebih padanya. Kau sudah jatuh cinta padanya?" Sekarang dia membuat tuduhan tak berdasar.


"Tidak sama sekali, darimana kau mendapatkan pikiran seperti itu." Aku terkejut dengan tuduhannya tentu saja.


"Ohh Benarkah tidak atau kau hanya tak sadar." Francoise terus mengejarku untuk memuaskan rasa penasarannya.


"Sekali kubilang tidak ya tidak!" Aku menaikkan nadaku juga karena dia membuat tuduhan yang tidak masuk akal ltu."


"Kalian pernah tidur bersama?"

__ADS_1


"Ya Tuhan apa yang sebenarnya kau pikirkan. Aku dan Nicholai hanya partner menari, tidak ada hubungan seperti yang kau pikirkan."


"Benarkah dengan gerakan seintim itu? Kau tidak tergoda padanya. Jujur saja kalau kau pernah tidur dengannya." Aku kesal terus menerus di tanya hal yang tidak pernah aku lakukan.


__ADS_2