BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 114. Back to NYC


__ADS_3

Aku kembali ke NY tiga hari kemudian. Thomas menemaniku sampai kembali lagi. Aku sangat berterima kasih padanya.


"Nanti kutelepon lagi, semua biaya perawatan nanti kami tanggung di rumah sakit langgananmu. Dan aku ajukan pengantian cuti kerjamu, pasti bisa." Dia langsung memberikan janjinya yang kurasa bisa kupercayai.


"Iya baiklah, terima kasih Thomas."


Dia membawaku sampai keluar bandara bersama seseorang petugas yang membawakanku kursi roda dan bertemu Francoise yang sudah menunggu.


"Tuan Franco, saya mengantar sampai di sini saja. Biro akan menanggung semua pengeluaran medis dan cuti bekerja Sara."


"Iya terima kasih Tuan Thomas."


Thomas pergi, Francoise mendorong kursi roda sampai ke mobil yang terparkir di area penjemputan di depanku.


Dia membantuku naik ke mobil. Lalu menghadapkan aku ke depannya. Aku tak tahu kenapa dia bersikap begitu.

__ADS_1


"Apa?"


"Menginaplah di rumahku, agar aku bisa merawatmu." Aku sejenak tak mengharapkan ini.


"Tak usah, aku di apartmentku saja."


"Di rumah ada orang yang bisa melihatmu. Jadi kau tak sendiri." Apa rumahnya semacam punya banyak pelayan? Aku tak terbiasa dengan kehadiran pelayan itu membuat tak nyaman.


"Tapi..."


"Kau tak memperbolehkanku menjemputmu ke Mexico, jadi kali ini kau akan tinggal bersamaku. Di apartment tidak ada yang membantumu. Bagaimana jika kau kesulitan."


"Alasan yang tidak bisa diterima." Dia tersenyum. "Harry, ke rumah." Dia memerintahkan sopirnya. Aku mungkin perlu bantuan beberapa saat tapi dokter bilang dalam dua minggu harusnya aku sudah bisa berlatih menjalankan otot kaki. Tadinya aku mau minta Nicole membantuku.


Dia membawaku ke rumahnya. Apa dia tidak berpikir hubungan kami mungkin tak berhasil. Kenapa dia maju begitu jauh. Aku takut jika kami putus aku harus melepasnya dengan deraian air mata karena sangat merindukannya, harusnya dia tak begini baik padaku.

__ADS_1


"Masih sakit?" Dia bertanya dengan simpatik.


"Kakiku sementara belum bisa dipakai untuk bergerak terlalu banyak. Thomas bilang dia akan menyewa kursi roda dan mengirimnya segera untukku. Aku harus ke dokter, dia juga mengirim nama dokter rehab medic di biro. Nanti aku minta tolong Nicole untuk menemaniku."


"Ada aku kenapa harus Nicole."


"Kau perlu bekerja, aku tak seharusnya membuatmu tertahan karena aku." Dia melihatku dan diam, aku mungkin menyinggungnya karena tak mau bergantung padanya.


"Aku saja, tak usah Nicole." Dia menjawab dengan singkat, mungkin sekarang aku tak usah membantahmya saja. Aku punya perasaan dia tersinggung dengan kediamannya.


Kami menuju daerah Upper West Side Manhattan, ini sangat mahal, dia punya rumah di sini? Jika menyewa rumah di sini harga per bulannya mungkin diatas 15.000 dollar, aku tak tahu, yang jelas aku tak pernah membayangkan daerah mahal yang punya rumah dari brownstone seperti ini, harga yang hanya bisa dibayar oleh orang yang berpunya.



Lingkungan termahal di NYC adalah Noho, Hudson Yards, Tribeca, Central Park South, dan Nolita, dan harga jual rata-rata kepemilikan property di semua area ini di atas $3 juta dolar. Seperti uang kamu duga sebagian besar warga New York yang kaya tinggal di Manhattan. Sebagai kota dengan sewa termahal semua

__ADS_1



Kau tahu, aku merasa tempatku bukan di sini. Aku sama sekali merasa tak nyaman. Kenapa aku bisa ada di sini, mungkin ini mimpi yang akan segera berakhir.


__ADS_2