BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 110. Back to NYC


__ADS_3

Aku terbangun sendiri. Nampaknya sekujur tubuhku terbalut perban. Kaki badan dan lengan. Jam dèlapan malam? Kurasa tadi aku tertembak jam dua mungkin jam tiga.


Ada tombol untuk memanggil perawat di kasur aku menekannya.


"Nona, selamat malam. Bagaimana perasaanmu?" Seorang perawat dengan ramah segera masuk dan menyapaku. Dia memeriksa infus dan peralatan yang lekat pada tubuhku.


"Kebas. Tak sakit. Entahlah mengantuk." Baru kali ini aku di opname seperti ini seumur hidupku dengan cerita luar biasa, melawan drug dealer Mexico, tiga peluru. Aku tak tahu apa aku beruntung atau sial?


"Anda baru bangun dari operasi itu hal yang wajar. Dokter akan memeriksa Anda sebentar lagi."


"Apa ada Tuan Thomas ada di sini? Dia satu-satunya orang yang kukenal di negara asing ini."


"Dia ada di sini, dia tadi menunggui Anda, dia bilang dia pergi mencari makan malam, mungkin sebentar lagi dia akan ke sini. Nona ingin makan sedikit, saya bisa membantu, sebentar saya akan minta dokter mengecek Nona." Makanan nampaknya sudah diantarkan, aku di kamar perawatan yang baik, ini VIP room. Mungkin Franco sudah tahu keadaanku?


"Iya baiklah, aku mau makan nanti, terima kasih perawat." Aku harus makan dan cepat pulih, aku tak ingin Mom tahu aku cedera begini. Jika dia tahu aku ditembak, aku tak tahu bagaimana menjelaskannya.


Perawat itu pergi. Tak lama pintu kamarku terbuka. Ternyata Thomas.

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu?" Dia duduk di sampingku.


"Baik kurasa, masih hidup setidaknya." Aku sudah bisa tertawa sekarang. Dia tersenyum.


"Maaf aku membawamu ke misi ini tanpa persiapan apapun, setidaknya aku harus melatihmu menembak nanti. Aku benar-benar lalai. Dan seharusnya aku mempertimbangkan ini dari kemarin. Tapi prestasimu bisa membunuh dua orang itu luar biasa."


"Soal itu, jika aku mengingatnya lagi mungkin aku tak bisa tidur."


"Jila kau tidak menembak, kau yang akan mati. Lagipula mereka sicarios, mereka tahu apa resiko mereka. Kau tak usah merasa bersalah."


"Ya soal itu juga termaksud. Baiklah aku mau belajar menembak atau taktik melarikan diri. Tapi nampaknya aku tak bisa berkelahi."


"Tak apa, Kita hanya tak beruntung di saat-saat terakhir. Tadinya aku pikir kita pulang dengan selamat. Bukan salahmu. Kau sudah melakukan yang terbaik."


"Kau melakukan pekerjaanmu dengan baik."


"Terima kasih boss. Kau juga boss yang baik."

__ADS_1


"Bagaimana gadis-gadis itu?"


"Mereka sudah kembali ke NY, orang tua mereka di NY semua. Tapi mereka bilang akan mengunjungimu di NY nanti."


"Hmm...anak-anak orang penting itu. Mereka punya perisai dan sendok emas di depan mereka."


"Ya, begitulah. Tapi mereka punya tali untuk membuat kita naik perlahan-lahan." Thomas berkata bijak, tak perlu kesal bahwa kami bukan bagian dari 'the have' setidaknya jika mengikuti mereka akan ada sebuah bantuan yang kami dapatkan.


"Kau benar juga." Aku setuju, itulah kenapa aku mengikuti Francoise awalnya. Walaupun akhirnya aku jadi kekasihnya.


"Kekasihmu bilang dia akan ke sini. Francoise maksudku. Ponselmu, dia bilang kau harus meneleponnya jika kau sudah baik. Aku sudah memberitahu padamua dokter bilang kau baik-baik saja walaupun kau tertembus 3 peluru tak ada yang kema bagian penting."


"Oh begitu, harusnya dia tidak usah ke sini."


"Kau nampaknya memang beruntung. Kekasih yang sangat perhatian dan berkuasa." Aku tertawa kecil.


"Aku hanya kekasihnya. Ibunya tidak akan menyetujui kami, dalam beberapa saat kami akan putus. Dia harusnya berpasangan dengan wanita seperti Nora Austin."

__ADS_1


🦠🦠🦠400


__ADS_2