BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 113. Back to NYC


__ADS_3

Sebuah nomor yang tak kukenal muncul di ponselku. Aku tak tahu siapa tapi tetap kuangkat.


"Sara bagaimana keadaanmu? Ini Nora dan Kate." Ternyata Nora yang meneleponku. Sebuah kejutan yang menyenangkan saat aku bosan di rumah sakit ini.


"Ohh halo Nora, Kate, aku masih di rumah sakit, mungkin dalam dua hari aku akan kembali ke NY. Kalian sudah sampai di NY bukan." Ternyata dua gadis itu ingat padaku, aku sedikit tidak menyangka mereka akan meneleponku.


"Iya tentu saja kami sudah sampai. Dua hari lagi? Apa kau punya seseorang membantumu di NY? Di mana kami bisa mengunjungimu nanti." Mereka bahkan berniat mengunjungiku, padahal aku hanya melakukan tugasku. Tapi rupanya mereka menganggapnya sebagai hubungan personal.


"Ada, kalian baik sekali, aku tak apa. Ini sudah tugasku..."


"Jangan berkata begitu Sara, jika tak ada kau yang begitu berani, hari ini kami mungkin tak pernah menginjakkan kaki lagi di NY. Kami ada di sini karena kau telah begitu berani. Kau bahkan bukan agen resmi tapi kau mengambil bahaya begitu jauh untuk kami." Kate yang sekarang bicara.


"Kau juga berani Kate, jika kau tidak berteriak menarik perhatiannya saat itu kita sekarang hanya akan tinggal nama." Jika Kate tak berteriak saat itu aku sama sekali tak punya kesempatan menembak.

__ADS_1


"Yang jelas kita bertiga sehidup semati saat itu." Nora menimpali. Kami tertawa bersama.


Kami berumur sama entah bagaimana mereka menjadikanku teman begini, aku sekarang merasa walaupun tugas ini mempertaruhkan nyawa tapi jelas apa yang kudapat juga sebanding.


"Oh ya kau tinggal dimana? Siapa yang akan merawatmu di NY? Jika kau sendiri kami bisa meminta perawat ikut tinggal membantumu." Mereka sampai menawarkan perawat, mereka baik sekali.


"Hmm kekasihku bilang aku harus tinggal bersamanya."


"Sara, kau bekerja di mana." Kate yang bertanya sekarang.


"Aku? Aku pole dancer." Mungkin setelah mendengar pekerjaanku mereka akan berubah pikiran untuk menjadikanku teman? Aku penasaran.


"Wow pole dancer?!"

__ADS_1


"Iya sebelumnya aku soloist di NYC Ballet. Baru setengah tahun ini aku pindah pfofesi." Mereka terdiam sesaat.


"Mungkin aku salah bukankah NYC Ballet nampaknya lebih prestigious dari pole dancer? Jangan tersinggung Sara, bukan maksudku meremehkan pekerjaanmu yang sekarang." Nora bertanya dengan penasaran, iya semua orang akan bertanya begitu, aku tak meyalahkannya, apalagi image pole dancer memang taj baik.


"Uangnya lebih besar. Ibuku menderita diabetes, aku perlu banyak uang lebih banyak. Itu juga yang membuatku jadi agen." Aku akan memberitahu mereka aku bukan orang di kelas seperti mereka, aku akan jujur dan tidak akan pura-pura mampu berada di level mereka. Jika mereka menerimanya dan tetap menjadikanku teman itu bagus tapi jika tidak juga tidak apa-apa, mereka sudah berterima kasih dengan sangat pantas.


"Begitu rupanya."


"Aku cerita ini bukan berarti aku minta bantuan keuangan dari kalian, biro membayarku dengan baik."


"Tidak kami hanya berpikir kenapa kau mau berganti profesi dari ballet ke kontemporer, lagipula itu perubahan yang sangat drastis, aku tahu ballet aku pernah belajar bagi penari sekelad NYC ballet adalah pekerjaan dari umur 5 tahun. "


"Iya kau benar. Aku merindukan ballet setiap hari kurasa."

__ADS_1


__ADS_2