Cinta Dari Facebook

Cinta Dari Facebook
Bab 35 S2


__ADS_3

Fahad berdiri di samping istrinya. Sepanjang acara, dia tidak pernah melepas genggaman tangannya pada Nayla. Fahad ingin seluruh keluarga dan teman-temannnya melihat kebahagiaannya selama ini.


Hanya ada satu orang yang tidak menyukai kehadiran Nayla. Siapa lagi kalau bukan Bibi Farida? Dia selalu menatap tajam pada Nayla. Semakin Nayla takut, semakin erat pula genggaman tangan suaminya. Nayla pamit pada Fahad, dia ingin mengambil Shazia dari Hannah. Fahad mengangguk dan menyuruhnya untuk segera kembali.


“Hannah, kemarikan Zia. Dia pasti sangat merepotkanmu,” kata Nayla sembari mengambil alih sang putri dari gendongan Hannah.


“Tidak, Nyonya. Nona kecil sama sekali tidak merepotkan saya.”


“Punya anak itu diurus, jangan mengandalkan orang lain!” sahut Bibi Farida. Nayla memandang Bibi Farida dengan tatapan heran. Begitu pula dengan Yumna dan Hannah. Bisa-bisanya Bibi Farida mengatakan hal seperti itu di depan beberapa tamu yang lain. Ya, kini pandangan beberapa orang yang di dekat dengan mereka sontak memandang Nayla.


Nayla yang sadar menjadi pusat perhatian pun memilih pergi untuk kembali bersama suaminya, dia tidak ingin merusak acara bahagia Yasmin.


“Apa dia istrinya Fahad?” tanya salah satu tamu pada Bibi Farida yang tak lain ialah teman Ammi. Nayla dapat mendengarnya, tapi dia tetap memilih berjalan pergi, menghindari keributan dengan Bibi Farida.


“Bukan, dia tamu di sini. Mana mungkin istrinya Fahad wanita seperti dia,” jawab Bibi Farida tanpa rasa malu.


“Bibi!” seru Yumna. “Bibi ini bicara apa?” sambungnya.


Nayla yang masih bisa mendengar suara Yumna itupun memutar langkahnya kembali. “Dia itu menantu di rumah ini, kenapa, Bibi, mengatakan dia cuma tamu di sini!” seru Yumna.


Nayla semakin mempercepat langkahnya. Dengan Shazia yang berada digendongannya, dia menarik lengan adik ipar bungsunya itu. “Yumna, sudah. Ayo, kita pergi,” ajak Nayla.


Hannah mengambil Shazia, dia membawa gadis berpipi gembul itu ke lantai atas, kembali ke kamarnya.


“Kakak ipar, bibi udah keterlaluan! Aku nggak bisa diam kalau kakak ipar dihina seperti itu!” gadis bertubuh ramping itu sudah tak bisa mengendalikan emosinya, tatapan mata tajam itu mengarah kepada sang bibi.


“Yumna, jangan merusak hari bahagia Yasmin. Sudah ayo kita ke atas!” Nayla menarik paksa Yumna, menjauh dari semua orang. Bibi Farida menatap penuh kemarahan pada Nayla dan Yumna. Dia merasa sudah di permalukan di hadapan para tamu undangan.


Sepasang kaki melangkah mendekat pada Bibi Farida. Semua orang tahu, sosok itu ialah Fahad—suami Nayla.


“Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan ini kepada kalian semua. Acara bahagia atas pertunangan adik saya harus sedikit rusak karena ucapan dari bibi saya ini,” ucapnya lantang sembari menatap pada Bibi Farida.

__ADS_1


Yasmin memeluk ammi dari samping, ia menggenggam erat jari jemari amminya. Sementara Adnan, dia hanya diam dengan tatapan penuh tanda tanya akan apa yang terjadi di hadapannya, di pesta pertunangannya.


“Saya Fahad Malik Khan. Dan, wanita yang bibi saya sebut adalah tamu itu sebenarnya adalah istri saya. Nayla Fahad Khan! Dia berasal dari Indonesia, dia sudah tinggal di India selama lebih dari dua tahun. Kami sudah mempunyai seorang putri yang bernama Shazia Fahad Khan,” semua orang hanya diam, mendengarkan dengan seksama apa yang diucapkan sang tuan rumah. Namun, ada beberapa dari mereka yang berbisik. Fahad dapat dengan jelas mendengarnya.


“Mungkin mereka saling mengenal lewat sosial media, jaman sekarang kan sudah biasa mengenal pria luar negeri dari media sosial seperti itu. Aku yakin Nayla itu pasti yang maju duluan agar di persunting oleh Fahad.”


“Ya, kami saling mengenal lewat sosial media.” Fahad kembali bersuara begitu ia mendengar bisikan orang-orang yang menghina istrinya.


“Saya sangat sulit untuk memperistri dia, dia tidak mau menikah dengan saya. Karena apa? Karena katanya saya ini orang kaya dan perbedaan budaya kita menjadi salah satu penghalangnya. Huh!” Fahad tertawa kecil mengingat bagaimana susahnya meyakinkan istrinya tersebut. Bahkan sampai sekarang Nayla masih tetap merasa dirinya tidak pantas berada di sisinya.


Fahad melanjutkan kalimatnya. “Dia istri saya, menantu rumah ini. Istri kebangganku, menantu kebanggaan ammi—”


“Dan kakak ipar kebanggaan dan yang terbaik untuk aku dan Yumna,” tukas Yasmin yang mendapat senyuman dari Fahad.


“Baik, saya rasa sudah cukup penjelasan saya. Tapi jika ada yang ingin kalian tanyakan, silahkan, saya akan menjawabnya. Jadi tolong jangan menggunjing di belakang saya.”


Hening beberapa detik.


Fahad menghampiri Adnan beserta keluarganya, meminta maaf atas apa yang sudah terjadi.


“Sudahlah, Kak, apa yang kamu lakukan itu sudah benar. Jangan merasa sungkan,” tutur Adnan. Begitupun dengan kedua orang tua Adnan yang bisa memaklumi apa yang terjadi. Fahad memang harus melakukan itu sebagai bentuk rasa hormatnya kepada sang istri, memberikan penjelasan pada semua orang agar tidak ada yang salah paham mengenai istrinya.


Bibi Farida yang merasa malu serta marah itu pun memilih pergi dan masuk ke kamarnya. Di ikuti Naseer—putranya.


***


“Kakak ipar! Kenapa membawaku pergi dari sana? Aku masih ingin berteriak di depan Bibi Farida!” Yumna hendak keluar kamar, namun dengan sigap Nayla bisa menahan lengan Yumna.


“Yumna, jangan membuat keributan. Jangan merusak acara pertunangan Yasmin dan Adnan. Nggak enak sama keluarga Adnan, ada banyak tamu juga,” tutur Nayla dengan lembut. Sebenarnya dia juga ingin sekali marah, namun mengingat ini adalah acara penting Yasmin, dia pun memilih diam.


Nayla sudah cukup sabar, selama ini Bibi Farida tidak pernah sedikitpun bersikap baik dan ramah padanya. Tapi untuk kali ini, dimana Bibi Farida mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang tamu, membuat hatinya semakin sakit sekaligus malu. Banyak pasang mata yang melihat ke arahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


Tapi, semarah apapun Nayla, dia tidak mungkin bisa berbicara kasar dan melawan pada Bibi Farida. Nayla b masih menghormatinya sebagai orang tua, juga tidak ingin membuat Alammi khawatir dengan segala argumen antara dirinya dengan Bibi Farida.


“Yumna, sudah. Jangan melawan bibi, dia juga orang tua kita.”


“Tapi bibi sudah keterla—”


“Yumna,” tukas Nayla.


Yumna memandang Nayla, kakak iparnya ini selalu berhasil membuatnya diam dengan segala perintahnya. Yumna tahu betul bagaimana sikap dan sifat Nayla, kakak iparnya itu akan berpikir ribuan kali untuk membawa kemarahan di dalam hati dan pikirannya.


Yumna selalu mengingat pesan Nayla, “Semuanya akan berjalan dengan baik jika kita selalu mengedepankan keihklasan dan pikiran yang selalu positif. Sebaliknya, semuanya akan berhenti bahkan hancur jika sedikit saja kita menyelipkan kemarahan disetiap apa yang kita lakukan. Ikhlas memang sulit, yang berbicara pun kadang juga sulit untuk ikhlas. Tapi, apa salahnya jika tetap mencoba untuk ikhlas dan membuang kemarahan untuk kebaikan diri kita sendiri.”


Begitulah pesan Nayla kepada kedua adik iparnya. Terutama pada Yumna yang belum bisa berpikir secara dewasa.


“Kakak ipar.”


Nayla memeluk Yumna, mengelus lembut punggung adik iparnya itu. “Sudah, nggak usah diambil hati ucapan bibi. Aku saja nggak ambil pusing,” bohongnya. Nayla tetaplah manusia biasa, ada rasa kecewa dan sakit di hatinya jika mengingat semua perbuatan dan sikap Bibi Farida kepadanya. Tapi, Nayla lebih memilih mengesampingkan itu semua. Dia merasa tidak ada gunanya jika terus mengingat rasa sakit itu.


“Minta maaf sama bibi, kamu harus janji nggak bakal ngomong dengan nada tinggi kayak gitu lagi,” sambung Nayla, melepaskan pelukannya pada Yumna.


Yumna mengangguk lalu tersenyum pada kakak iparnya yang merapikan anak rambutnya ke belakang telinga.


***


Alhamdulilah. Kita bisa bertemu dengan hari raya idul fitri di tahun ini. Semoga kita bisa bertemu dengan bulan Ramadan dan hari raya idul Fitri di tahun mendatang bagi yang menjalankannya.


Bagaimanapun keadaannya, kita patut bersyukur bukan?


Semoga pandemi ini segera berakhir, jadilah masyarakat yang patuh pada anjuran pemerintah agar kita bisa segera melakukan semua aktifitas dengan normal kembali.


Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin :)

__ADS_1


@ummy_wachida_


__ADS_2