
Kenangan buruk itu tersimpan rapi di sudut hati Fahad, Yasmin tahu akan hal itu. Yasmin masih melanjutkan cerita tentang masa lalu Fahad kepada Nayla.
Bahwa, kakaknya itu tak pernah sekalipun menceritakan kesedihan hatinya setelah kepergian Aadil kepada siapapun. Tak pernah terlihat air mata ataupun kesedihan yang berlarut, yang ada hanya kemarahan di mata Fahad—hanya itu yang ia tunjukkan kepada semua orang.
Tak terlihat, bukan berarti semua keluarga tidak bisa merasakan kesedihan itu. Mereka tahu pasti, kemarahan itu juga sebagai bentuk kekecewaan dan kesedihan Fahad akan segalanya yang terjadi di dalam hidupnya.
Mantan istri Fahad ialah wanita karir. Sejak pertama perjodohan itu dibicarakan, Fahad dan semua keluarga sepakat mengijinkan istrinya itu untuk tetap bekerja. Fahad mengerti, menjadi wanita karir ialah impian istrinya itu. Dengan syarat, istrinya tidak akan pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan menantu.
Tanpa di rencanakan, istri Fahad hamil. Ya, sepasang suami istri itu sudah membicarakan masalah anak di awal pernikahan. Karena ambisinya yang sangat ingin menjadi model terkenal, wanita kelahiran Mumbai itu belum ingin mempunyai seorang anak.
Lahir di kota yang menjadi pusat hingar bingar dunia entertainment, membuat istri Fahad berusaha sekuat mungkin mengejar impiannya itu.
Saat sebuah tawaran menjadi model mulai banyak ia terima, tanpa sepengetahuannya, sang ibu sudah menjodohkannya dengan Fahad. Sama seperti Fahad, wanita itu tak bisa berkutik sama sekali. Ia harus menerima perjodohan tersebut.
“Selama pernikahan, istri Kak Fahad lebih banyak menghabiskan waktu di Mumbai dan New Delhi. Kak Fahad bisa mengerti itu semua. Ammi juga mengerti,” ucap Yasmin. “Kak Fahad nggak bisa pindah ke Mumbai, karena saat itu aku belum bisa membantu kakak di bidang bisnis saffron. Aku masih kuliah. Juga Kak Fahad belum membangun perusahaannya di New Delhi.” Sambungnya.
Perusahaan? Perusahaan apa? Tanya Nayla pada dirinya sendiri.
Nayla mencoba memahami keadaan yang harus Fahad lalui saat itu. Di mana pria itu selalu mengalah demi ambisi sang istri mengejar karirnya sebagai model.
Tanpa Fahad ketahui, sebenarnya Nayla juga berkeinginan untuk tetap berada di Indonesia setelah mereka menikah. Bukan karena Nayla ingin mengejar karirnya, toh ia hanya bekerja sebagai pelayan restaurant. Tidak ada yang special, pikir Nayla.
Yasmin masih bercerita tentang sosok wanita pertama yang pernah mengisi hati Fahad tersebut.Ya, Fahad mulai jatuh cinta karena perhatian yang di tunjukan wanita itu. Juga karena mereka terbiasa bersama.
Nyatanya, sikap perhatian dan biasa bersama saja tidak cukup untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Tatkala tidak ada rasa hormat di dalamnya, kapal itu pun mulai goyah jika nahkoda dan awak kapal tidak bisa bekerja sama.
__ADS_1
Sampailah pada kabar bahwa istri Fahad hamil. Menangis. Wanita itu menangis begitu ia tahu sedang mengandung anaknya sendiri. Selama beberapa hari, wanita itu mengurung diri dan tidak ingin menemui siapapun.
“Kak Fahad nggak pernah lelah membujuk istrinya. Berbicara selembut mungkin supaya istrinya itu bisa menerima kehamilannya.” Ujar Yasmin.
Memang, Fahad selalu ada di sisi sang istri. Memberi support dan mengatakan bahwa karirnya tidak akan terganggu dengan kehadiran seorang anak di antara mereka.
“Ada aku, jangan khawatir tentang apapun. Aku bisa pastikan, karir kamu nggak akan keganggu.” Bujuk Fahad kala itu.
Perlahan, istri Fahad bisa menerima kehamilannya. Dengan segala perhatian Fahad, ia pun merasa beruntung memiliki seorang suami seperti Fahad—yang selalu mendukung dan menghujaninya dengan cinta.
Tetapi, rasa cinta itu perlahan berubah seiring kesibukan yang dimiliki sang istri. Setelah usia Aadil tiga bulan, ibunya itu kembali bekerja di Mumbai. Ia akan pulang seminggu satu kali atau terkadang akan pulang tiga hari sekali setelah Fahad menelpon dan memarahinya tentang putra mereka yang masih membutuhkan seorang ibu.
Rekaman cctv. Fahad murka setelah melihat rekaman cctv yang menunjukkan bagaimana Aadil tercebur ke kolam renang. Di tambah dengan keras kepala istrinya yang masih tetap ingin bekerja setelah semua yang terjadi terhadap putra semata wayang mereka.
“Malam itu kita semua mendengar kemarahan Kak Fahad. Di kamar itu, Kak Fahad membanting apapun yang ada di depannya. Dia juga membakar pakaian istrinya, Kak. Aku, Yumna dan Ammi sangat ketakutan.” Yasmin bergidik ngeri mengingat malam yang mengerikan itu.
Yasmin menggeleng, “rumah itu udah di jual sama Kak Fahad. Tepat satu hari setelah pertengkaran mereka, Kak.”
Satu kalimat yang membuat Fahad tak bisa memaafkan istrinya tersebut. “Aku masih bisa hamil lagi, kan? Ada Hannah dan Ammi yang membantu mengurus anak kita nanti.” Ucap istri Fahad.
“Karir, karir, karir! selalu itu yang kamu pikirkan. Aku lelah, aku nggak bisa kayak gini. Kita bercerai!” teriak Fahad dengan lantang. Suaranya terdengar sampai ke dalam kamar Ammi, di mana ada Yasmin dan Yumna yang tengah ketakutan di sana.
“Tapi sekarang, Kak Fahad sudah kembali. Kakak ipar, kamu bisa membuat Kak Fahad kembali merasakan jatuh cinta. Aku sangat bahagia saat Kak Fahad mengatakan akan segera menikah lagi.” Yasmin tersenyum simpul.
“Enggak, Yasmin, bukan aku. Fahad sendiri yang ingin kembali bangkit dari keterpurukannya itu. Kalau Fahad nggak punya niat yang kuat, dia pasti nggak bisa melupakan masa lalunya.”
__ADS_1
“Tapi itu semua tetap dengan cinta darimu, Kak.” Yasmin tertawa, pun dengan Nayla yang ikut tertawa mendengar pernyataan Yasmin.
Apapun itu, kini Nayla juga merasa bahagia mendapat cinta dari seorang Fahad. Semua yang Yasmin ceritakan, sedikit banyak membuat Nayla mengenal Fahad lebih dalam.
Yasmin beranjak berdiri, “ingat, Kakak ipar, jangan sampai Kak Fahad tahu kalau aku udah cerita semuanya.” Ia memperingatkan.
“Pasti, Yasmin, jangan khawatir.”
***
Nayla memandangi foto Aadil. Senyum serta air matanya menyatu. Nayla tak bisa membayangkan, betapa sakitnya hati Fahad saat itu. Kehilangan seorang anak sungguh menyayat hati siapapun, tak terkecuali Fahad.
Aadil, putranya yang sangat menggemaskan, yang sedang dalam tahap tumbuh kembang itu kembali ke pangkuan sang pencipta dengan cara yang sangat mengerikan. Anak sekecil itu, kehilangan nyawa akibat ketelodoran ibunya sendiri.
Bukan keinginan ibu manapun mendapati anaknya kehilangan nyawa seperti itu. Tentu, ibu Aadil kala itu juga merasakan kesedihan dan kekecewaan atas dirinya sendiri. Tapi, lambat laun semua itu terlupakan berbarengan dengan ambisinya sebagai model.
“Hai, Aadil. Kamu mirip banget sama Papa kamu. Mata, hidung, senyum, semuanya foto copy-an Papa kamu.” Nayla tersenyum dengan air mata yang mengalir membasahi pipi serta hijabnya.
Nayla sama sekali tidak merasa kecewa kepada Fahad begitu ia mengetahui tentang masa lalu pria yang ia cintai itu. Nayla mengerti, betapa sakitnya hati Fahad selama ini. Kehilangan putra, hancurnya rumah tangga, semua itu menjadi alasan utama perubahan sikap Fahad.
Nayla tak pernah merasa dibohongi. Biarlah semua itu menjadi catatan hidup Fahad, yang mungkin akan lebih baik di simpannya seorang diri.
Fahad datang ke Indonesia, mencoba meraih hati dan juga cinta Nayla. Semua itu cukup menjadi bukti betapa pria itu sangat menghargai rasa cinta dan rasa sayang. Terlebih, pengalaman hidup, cinta, rumah tangga yang kelam kini menjadi pelajaran terpenting untuk Fahad.
Nayla tak keberatan dengan status Fahad yang seorang duda. Kalaupun Aadil masih hidup, ia juga tak akan mempermasalahkannya. Ia siap menjadi ibu untuk anak itu. Nayla yakin, apapun itu, rencana Allah memanglah yang terbaik.
__ADS_1
Cinta itu datang tanpa tahu tempat, waktu dan status seseorang itu sendiri. Tinggal bagaimana kita menerima dan memahami rasa cinta yang masuk ke dalam hati. Baik, buruk, hanya diri kita sendiri yang mampu mengolah cinta—agar yang salah bisa di perbaiki, dan yang baik akan lebih baik lagi.
***