Cinta Dari Facebook

Cinta Dari Facebook
Bab 73


__ADS_3

Berkali-kali Fahad mengatakan kepada Nayla agar tetap tenang dan ia berjanji akan selalu berada di sampingnya. Fahad mengerti, dunianya memang sangat baru bagi Nayla. Ia tidak ingin memaksa, hanya saja ... jika istrinya itu tidak melangkah satu langkah saja, bagaimana ada rasa berani dan nyaman untuk tetap berada di sampingnya—berada di dunia bisnis yang ia geluti.


Mobil sudah berhenti di parkiran area hotel yang cukup ternama di kota tersebut, Fahad yang sudah turun lebih dulu itupun menengadahkan tangannya untuk mengajak istrinya ikut turun. “Tenang, Sayang, teman-temanku tidak suka makan daging manusia.”


“Fahad, ih!” Nayla berseru kesal. Sejak berangkat tadi, jantungnya berdegup kencang, seolah ia sedang berada di medan perang. Ya, berperang dengan rasa takut dan rasa mindernya. “Lawakan kamu nggak lucu!” imbuhnya kemudian.


“Lagian siapa yang lagi ngelucu?” Fahad tersenyum seraya meraih tangan Nayla, mengajak istrinya itu untuk segera keluar dari mobil. “Kamu itu cantik, pakai dress Anarkali ini jauh kelihatan lebih cantik, jadi ... jangan takut dan minder lagi.” Fahad merapikan pasmina Nayla agar menutupi dadanya dengan sempurna.


“Tapi—”


“Kamu ikut masuk atau aku kunciin di dalam mobil semalaman?!” ancam Fahad.


“Jahatnya, tak berperike-istri-an.” Nayla berucap penuh penekanan.


“Eh, lucu!” Fahad tertawa hingga hingga terlihat giginya yang putih dan rapi.


Memasuki ballroom hotel, Fahad dan Nayla disambut dengan sorot lighting yang tiba-tiba saja menghujani tubuh mereka berdua. Lampu utama ballroom memang dibuat sedikit redup, agar lighting bisa terlihat cantik saat menyambut mereka.


Suara MC ikut menyambut mereka. Ucapan selamat sebagai pengantin baru pun diterima Fahad dan Nayla. Gemuruh tepuk tangan dari semua orang yang sudah hadir menandakan ikut berbahagia dengan pernikahan Fahad. Namun, terlihat seorang pria yang duduk seorang diri, ia sama sekali tidak ikut bertepuk tangan, justru sorot mata sinis yang ia lemparkan untuk Fahad.


Beberapa teman datang dan menyalami Fahad, ada juga yang memberi pelukan. Bukan hanya pria, ada wanita yang juga memeluk Fahad. Terkejut, sudah pasti Nayla terkejut. Bagaimana bisa ada wanita lain yang memeluk suami orang tepat di depan mata sang istri. Sudah pasti hatinya sangat panas, namun Nayla berusaha untuk tidak menunjukkannya, ia takut membuat malu Fahad.


Fahad mengajak Nayla untuk duduk, tak lama ... Sahil dan Sanju datang lalu bergabung bersama mereka. Acara inti pun dimulai, mereka yang bersuara merdu menyumbangkan lagu. Ada pulang yang menari bersama istri dan teman yang lain.


Sejauh ini, Nayla merasa nyaman. Selain Fahad yang selalu berada di sampingnya, mengenalkannya dengan teman-teman kuliahnya, juga ada Sanju yang menemaninya.


Tak lama, Sanju permisi ke toilet, sementara Sahil ... ia beranjak untuk menyapa temannya yang lain. “Sayang, aku ambilin minum dulu, ya.” Nayla mengangguk, ia mengatakan kepada Fahad agar cepat kembali.


Baru saja Fahad pergi, seorang pria terlihat mendekati Nayla. Pria tersebut menanyakan nama dan asal negara Nayla. “Apa kamu dari Malaysia?” tanya pria tersebut.

__ADS_1


Nayla menggeleng, “saya dari Indonesia.”


Ranveer mengangguk. Ya, pria tersebut adalah Ranveer. Melihat Fahad yang berjalan kembali ke meja Nayla, Ranveer pun segera beranjak berdiri dan pergi. Sorot mata tajam keduanya bertemu untuk beberapa saat.


“Dia ngapain ke sini?” Fahad bertanya kepada Nayla sembari menaruh di meja dua gelas minuman yang baru saja ia ambil.


“Nggak ngapa-ngapain, dia cuma nanya nama sama asal negaraku aku.”


Fahad mendengar jawaban Nayla,namun matanya mengarah kepada Ranveer yang melempar senyuman sinis kepadanya.


Nama Fahad dipanggil oleh MC agar ia bersedia untuk menari bersama Nayla. Bahkan, MC tersebut mendatangi meja Fahad dan menarik sepasang suami istri itu untuk turun ke lantai dansa. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan Fahad dan Nayla kecuali menari dengan terpaksa.


“Jangan takut, lihat mataku, kamu pasti bisa.” Fahad menarik pinggang Nayla agar tubuh keduanya semakin rapat. Fahad menuntun kedua tangan Nayla agar berada di lehernya. Lagu Hey Shona yang dinyanyikan oleh Shaan dan Sunidhi Chauhan pun dimainkan. “Kamu tau lagu ini, kan?” tanya Fahad yang dijawab anggukan kepala oleh Nayla. “Ikuti langkahku, Sayang.”


Fahad dan Nayla pun mulai menari. Diluar dugaan Nayla, ia bisa mengikuti semua ketukan tarian Fahad yang sangat baik. Suaminya itu pandai menari, sebuah kejutan untuk Nayla. Sama halnya dengan Fahad, ia dibuat terkesima dengan tarian Nayla. Istrinya itu menari layaknya seorang penari sungguhan.


Ditengah-tengah lagu, ada beberapa pasangan yang ikut menari bersama mereka. Nayla dibuat heran, pasalnya ... mereka mengikuti gerakan tariannya bersama Fahad.


Tepuk tangan terdengar meriah begitu musik dan tarian mereka selesai. Nayla dan Fahad pun kembali ke meja, diiringi suara MC yang memuji penampilan semua pasangan yang menari.


Pujian dilontarkan Fahad untuk sang istri, “hebat banget istriku ini, bisa nge-dance juga ternyata. Selama ini aku ketipu, dong?”


“Ketipu gimana? Katanya suruh lihat mata dan ikutin langkah kamu, jadi, ya ... gitu. Kamu juga hebat!” Nayla mengacungkan kedua jempolnya untuk Fahad.


“Fahad dari dulu emang suka nge-dance, Nayla.” Sahil yang duduk di hadapan Nayla dan Fahad pun bersuara. “Kalau soal dance couple, Fahad emang jagonya. Tanya aja, udah berapa cewek yang dia ajak nge-dance.”


“Shit!!” Fahad mengangkat satu tangannya, seperti akan memukul Sahil setelah mendengar pernyataan sahabatnya itu. “Jangan bikin rumah tangga orang rusak!” ujarnya kemudian.


Sahil tertawa puas, pun dengan Sanju. Nayla juga tertawa, tapi pandangan matanya tidak berpaling dari Fahad. Suara tawa mulai surut, Nayla pun bertanya kepada Fahad. “Emang, iya? Berapa cewek yang udah nge-dance sama kamu?” Nayla bertanya.

__ADS_1


“Hah?” Fahad gelagapan.


Sahil dan Sanju kembali tertawa melihat wajah Fahad. “Dari awal kuliah sampai lulus, kira-kira ada 15 cewek yang dia ajak dance.” Sahil kembali bersuara.


“Kenapa nggak digenapin 20 cewek, Fahad?” Nayla kembali bertanya penuh penekanan.


“Sialan, Sahil!” maki Fahad kepada Sahil yang masih saja menertawakannya.


Setelah beberapa saat saling melempar candaan, Nayla pun permisi ke toilet. Sanju hendak mengantarnya, namun Nayla menolak dengan mengatakan bahwa ia tidak akan lama.


Melihat Nayla ya g batu keluar dari toilet, Ranveer menghampiri dengan tangan yang memegang segelas air. Ia berjalan dengan cepat lalu menabrak tubuh Nayla, sontak air yang ia bawa pun tumpah membasahi dress Nayla.


“Oppss! Dressmu basah.” Ranveer berujar, nada suaranya terdengar seperti meledek. “Maaf, Nona, tempat seperti memang tidak cocok untukmu, jadi lebih baik ... kamu pergi saja dari sini.”


Nayla menatap Ranveer dengan bingung, apa sebenarnya maksud dari pria itu. Nayla tak mempedulikannya, ia kembali masuk ke toilet, membersihkan dressnya yang sedikit basah itu.


Ranveer tersenyum puas melihat Nayla yang berjalan menjauh darinya. Ia berbalik, menatap Fahad sembari mengacungkan gelas kosong yang masih berada di genggaman tangannya.


Suara musik sudah berhenti, dapat dipastikan bahwa Fahad mendengar apa saja yang diucapkan pria itu kepada istrinya. Sejak Ranveer menabrak istrinya, Fahad berdiri dan hendak menghampiri keduanya, namun Sahil mencegahnya agar tidak terjadi keributan.


Fahad berjalan melewati Ranveer, ia berniat menyusul Nayla untuk mengajaknya pulang. Namun, langkahnya terhenti tatkala mendengar penuturan dari Ranveer yang menghina istrinya. Ranveer mengatakan bahwa ia sudah tau siapa Nayla yang sebenarnya, gadis berpendidikan rendah, yang hanya menginginkan suami kaya agar bisa mengangkat derajatnya.


Fahad membalikkan badannya, ia hendak membuat perhitungan dengan Ranveer, namun lagi-lagi Sahil mencegahnya. “Jangan hiraukan, ajak Nayla pulang saja, jangan sampai dia dengar semua ini.”


Terlambat, Nayla sudah mendengar dan menyaksikan semuanya. Ia berdiri sedikit jauh dari Fahad. Semua orang tidak menyadari kehadirannya, kecuali Ranveer. Pria itu melihat Nayla yang baru saja keluar dari toilet. Ya, oleh sebab itu Ranveer mengatakan semua itu dalam bahasa Inggris agar Nayla juga mengerti.


“Kamu menceraikan Mahira yang berpendidikan, yang pantas diajak ke tempat seperti ini dan malah menikahi Nayla yang,” ada jeda sesaat sebelum Ranveer melanjutkan kalimatnya.


Mahira? Mantan istri Fahad bernama Mahira? Nayla membatin.

__ADS_1


***


__ADS_2