
Juna keluar dengan senyum sejuta Watt nya.
"Selamat malam Rum. The love of my life."
Juna mengambil mic dan berjalan mendekati meja Rumi. Dia mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Rumi erat. Seakan tak ingin melepas tangan itu selamanya.
"Hai," Juna mematikan dan meletakkan mic yang dia bawa diatas meja.
"Happy birthday my lovely. Semoga keberuntungan selalu bersamamu. Kamu tahu kan kalau aku mencintai kamu."
Ibu tengok kanan-kiri, kalau tidak salah mantan besannya tadi mengatakan dua artis. Kok yang muncul cuman satu.
Juna mengambil lagi mic yang ada diatas meja, "saya akan mewujudkan cinta sejati saya pada wanita cantik ini malam ini."
Lalu Juna hening, diam, seperti memberi jeda untuk melepaskan beban berat.
"Saya harap tidak ada yang salah paham dengan keputusan yang saya ambil."
"Silahkan masuk ayah, ibu dan adik aku tercinta."
Rumi bergegas melihat ke arah pintu. Disana berdiri keluarga Juna dan masuk mendekati dirinya.
Ibu memeluk Rumi erat, "maafkan anak ibu ya Rum, meskipun sebentar dan baru sekali ibu bicara sama kamu, tapi ibu yakin kalau kamu wanita yang baik."
Lalu berganti adiknya Juna yang memeluk Rumi, "maafkan mas ku ya mbak, dasar laki-laki labil sebentar suka sama siapa sebentar kemudian pindah ke lain hati."
Sedangkan ayahnya Juna hanya mendekat sebentar dan menepuk bahu Rumi sekilas.
Rumi sama sekali tidak mengerti dengan situasi yang baru saja terjadi. Mas Juna menyukai wanita lain? dari kesimpulan yang dia dapat setelah ada bisikan tadi sih begitu.
"Ibu," Juna memandang Bu Narmi dengan tatapan sendu.
"Maafkan saya, karena saya harus mengembalikan Rumi pada ibu. Saya dan Rumi, kami berdua berhak untuk mencintai dan dicintai oleh orang yang memang benar-benar tulus."
Bu Narmi yang juga sama bingungnya sampai tidak bisa berkata-kata. Selama ini hubungan Juna dengan anaknya terlihat baik-baik saja. Tidak ada yang aneh, kenapa semua jadi begini.
"Maafkan saya, saya baru menyadari kalau saya mencintai orang lain."
"Dan Rumi wanita yang seharusnya menjadi calon istri saya juga berhak untuk mencintai dan dicintai oleh orang yang tepat."
"Sekali lagi mewakili keluarga besar, saya meminta maaf sebesar-besarnya atas apa yang akan saya lakukan hari ini."
Juna menundukkan kepalanya makin dalam.
Bu Narmi mendekati Juna, memeluk dan menepuk bahu laki-laki itu beberapa kali. Hanya satu bulan lebih Juna menyandang gelar sebagai calon menantu nya. Tapi satu bulan itu menjadi salah satu momen yang sangat membahagiakan.
Terlepas dari semua yang dikatakan Juna, Bu Narmi paham apa yang sedang terjadi. Siapa yang dimaksud Juna dengan lebih berhak mencintai dan dicintai.
Rumi masih mematung di depan Juna, sementara ibu memeluk laki-laki itu. Setelah ibu pergi, dia bisa melihat bening mata lelaki di depannya.
"Kita akan bicara nanti Rum. Akan aku jelaskan semuanya."
"Apakah kamu tahu mas, yang aku lakukan selama ini?"
Juna tersenyum, "itu tidak penting lagi. Aku akan mengajak keluargaku pulang, lanjutkan acara ini tanpa aku. Kita akan ngobrol nanti."
Dua ibu calon besan saling berpelukan erat. Saling menghaturkan maaf. Bisa apa orang tua kalau anak-anak yang memutuskan untuk saling melepaskan.
Yang tak kalah bingung adalah Yuni. Mata Yuni tak lepas memandang lelaki yang sekarang berjalan keluar restoran bersama keluarganya. Tapi dia tak mungkin bertanya pada temannya karena dia bisa melihat Rumi juga sama bingungnya.
Tak lama kemudian lampu sorot bergerak kearah sudut panggung tempat dimana tadi Juna keluar.
Rumi yang sebelumnya memperhatikan Juna keluar restoran bersama keluarganya beralih memperhatikan arah lampu yang menyoroti satu sudut di belakang panggung.
Dari sana terdengar suara 'tuk...tuk...' seperti suara ketukan yang berulang berirama. Yang terlihat pertama adalah ujung tongkat menyentuh lantai panggung diikuti dengan sesosok bayangan yang berjalan ke tengah panggung dan berhenti di depan standing mic.
Lalu terdengar suara Nehan menyanyikan sebuah lagu dengan iringan band lokal restoran...
Janganlah engkau membisu
Dengarlah detak jantungku
Maafkan salah langkahku
Tak mungkin kuulang lagi, ho
Kusadari
__ADS_1
'Kan arti cintamu
Aku masih cinta
Sirnakan ragumu
Aku masih sayang
Dengarkan, cintaku
Ku tak sanggup kehilangan lagi senyum manismu
Pada lirik ini Nehan berjalan mendekati Rumi. Semua ini membuatnya shock, Rumi tidak harus merasa bagaimana. Ingin marah dan menampar keras, tapi ada anak-anak yang pasti melihat.
Mau menangis tapi rasa haru yang hadir terkalahkan oleh rasa marah dan bingung yang masih dominan.
Hm, jangan hindari diriku
Beri kesempatan sekali lagi
Lihat saja, lihat, kasih
Kubuktikan hasrat kasih
Kusadari
'Kan arti cintamu
Aku masih cinta
Sirnakan ragumu
Aku masih sayang
Dengarkan cintaku
Ku tak sanggup kehilangan lagi senyum manismu, oh...
Tiba-tiba Nehan memeluk Rumi yang berdiri tepat didepannya. Seperti biasa sekeras apapun Rumi berusaha melepas kan diri, kekuatannya tak sebanding meskipun Nehan sekarang memakai tongkat.
Indah cinta kita
Kupastikan, kekasih
Cintaku hanya padamu
Cintaku hanya untukmu, uh-uh
Aku masih cinta
Sirnakan ragumu
Aku masih sayang
Dengarkan, cintaku
oh
(Aku masih sayang) oh-uh, oh-uh
(Dengarkan cintaku)
Ku tak sanggup kehilangan lagi senyum manismu
Ku tak sanggup kehilangan lagi senyum manismu
Nehan menetaskan air mata menjelang lagu berakhir.
Ku tak sanggup kehilangan lagi senyum manismu...
Sampai lagu berakhir, Rumi masih dalam pelukan Nehan dan menangis. Antara kesal dan rindu, cinta ternyata bisa memadamkan api yang sebenarnya ingin membakar habis mantan suaminya.
Tangan Nehan memeluk erat tubuh Rumi sambil membawa mic. Sedangkan yang satu nya memegang erat tongkat penyangga tubuhnya.
Ibu melengos melihat kelakuan Nehan dan Rumi.
Dasar! kalau sudah bucin, mau disakiti seperti apa ya akhirnya balik lagi.
__ADS_1
"Uti napa bunda sama ayah peluk-peluk, kan malu," celoteh Ken.
Seperti tersadar, tangan Bu Narmi dan tangan suster Eny menutup mata Ken dan Lita. Tapi karena terlanjur melihat, berkali-kali tangan Bu Narmi dan suster Eny ditarik dua balita itu.
"Aku ingin ketemu mas Juna dulu."
"Sssttt...mau kemana. Lihat itu dibelakang."
Rumi menengok ke belakang.
eh, bukannya tadi mas Juna pulang sama keluarganya, ya? kok dia jadi duduk berdua sama Yuni. Saling senyum pula.
Rumi menarik tubuhnya. Akhirnya Nehan mau melepaskan pelukannya.
"Banyak hal yang harus kalian jelaskan padaku!" Rumi melotot.
"Iya, nanti. Sekarang kamu mau balikan lagi sama aku kan?!"
Rumi mengangguk malu-malu. Harus dia akui, sakit hatinya terkikis waktu melihat Nehan harus berjuang antara hidup dan mati.
"Tapi banyak yang harus kita selesaikan dulu," tegas Rumi.
"Iya, aku tahu."
"Aku ingin mendekati mereka mas," Rumi menunjuk Juna dan Yuni dengan ujung matanya.
"Jangan bilang kalau aku diselingkuhi lagi, tadi ibu mas Juna bilang..."
"Sssttt...jangan dilanjutkan, dia itu laki-laki yang luar biasa baiknya. Aku malu kalau berhadapan dengannya."
"Tapi aku mau minta maaf..."
"Nanti akan ada waktu buat kita bicara bertiga. Bertiga! tidak boleh berdua antara kamu dan Juna saja."
"Cih!" decih Rumi.
Dari jauh Juna melihat Rumi sambil tersenyum. Memang hatinya harus dikorbankan sekali lagi. Tapi lebih baik sakit sekarang dari pada ketika nanti cinta semakin dalam. Sebelum ada pertautan jiwa yang membuat jalinan hati semakin kuat.
...***...
Juna dan Yuni
"Aku mau pergi berlibur, apa kamu mau menemaniku Yun?"
"Aku musti lihat jadwalku dulu tahu. Aku ini wanita karier yang sibuk."
"Jangan sok jual mahal Yun. Aku tahu kamu cinta mati sama aku. Kamu obral aja aku belum tentu mau tahu..." sambil tertawa kecil.
"ehem...," Yuni berdehem.
"Kalau dipikir-pikir aku memang sibuk, tapi semuanya punyaku sendiri, jadi aku punya banyak waktu untuk menemanimu liburan."
Juna meraih rambut Yuni dan mengacaknya sebentar. Yuni menunduk malu salah tingkah.
"Nggak usah lebay, Yun."
Lucu juga anak ini.
"Jangan ge'er ih..."
Juna berdiri dan mengulurkan tangannya, "ayo aku antar ke hotel tempatmu menginap."
Yuni menyambut tangan hangat itu.
"Aku masih tidur di kamar rahasia, kali aja kamu mau nyiapin nasi Padang dan ngelepasin sepatu aku."
"Cih, itu Pak Dul tahu yang melakukan."
"Pak Dul kok cantik."
Keduanya berjalan dalam keremangan menuju mobil yang terparkir. Entah bagaimana hubungan keduanya. Yang pasti dua-duanya ingin menghentikan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Mungkin tidak mudah tapi patut untuk dicoba.
...***...
Kalau kepo sama lagunya, itu lagu milik #Yana Julio# yang judulnya "Aku Masih Cinta"
Lagu lama ya, tapi cocok banget buat didengerin kalau lagi galau.
__ADS_1