
Raya baru saja tiba di rumah sehabis mengunjungi Pamannya,ia kembali mengingat perkataan pamanya tadi yang mempunyai maksud yang sama dengan keinginan ayah mertuanya, Yaitu anak.
"Aruni.. Terimakasih untuk hari ini"Ucap Raya dari belakang
"Iya Nona sama-sama"Ucap aruni dari kursi kemudi.
"Apa kamu akan langsung pulang?"Tanya Raya
"Tidak Nona,saya bekerja paruh waktu di sebuah cafe saat malam hari"Ucap Aruni
"Kamu Rajin sekali ya,Kalau begitu aku langsung turun saja kamu tidak usah membukakan pintu untuk ku... Sampai jumpa besok"Ucap Raya lalu beranjak turun.
Raya Melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah,Pak mus sudah berada di sana untuk menyambutnya.
"Tuan muda sudah pulang Nona,Tuan muda mengatakan jika Nona sudah pulang,Nona di minta untuk menemui Tuan muda di rooftop"Ucap pak mus
"Aa begitu ya pak.. Tumben sekali suami saya sudah pulang.hehe, Kalau begitu saya naik ke atas dulu ya Pak"Ucap Raya
"Iya Nona"Ucap pak mus menunduk hormat
Raya melangkahkan kakinya menuju lantai dua, setelah itu ia harus masuk ke perpustakaan baru lah ia bisa naik ke Rooftop,memang sedikit berbelit-belit karena tempat itu khusus untuk mereka saja,Hanya beberapa orang saja yang tahu seperti pak mus dan dan juga Ben.
Sesampainya di Rooftop Raya langsung di sambut pelukan hangat dari sang suami tak lupa sedikit kecupan singkat di dahinya.
"Kamu baru pulang sayang"Ucap Reyhan yang masih setia Memeluk istrinya
"Iya sayang,Maaf aku tidak menyambut mu pulang kerja,kamu tumben sekali pulang jam segini, Biasanya malam hari baru kamu tiba di rumah"Ujar Raya
"Aku sengaja ingin pulang cepat agar bisa lebih cepat bertemu kamu"Ucap Reyhan Sambil mencubit pipi Raya
"Hehe... Tapi Kenapa kamu mengajak aku kemari?"Tanya Raya penasaran
"Emm.. Entahlah setiap aku ingin mengenang masa-masa indah kita,Aku pasti mengingat tempat Ini"Ujar Reyhan
Raya berjalan mendekati pinggir balkon, menikmati udara segar menerpa kulitnya di susul Reyhan yang langsung memeluk Raya dari belakang.
"Bagaimana kabar paman"Ucap Reyhan sambil men*ium Rambut Raya
"Emm..paman sangat suka dengan pabrik yang kamu berikan,sampai ia memilih untuk tinggal di sana,Aku meminta paman untuk menikah lagi tapi kamu tahu apa jawabannya"Ucap Raya
"Apa itu?"Tanya reyhan
"Paman bilang kebahagiaan terbesarnya saat ini adalah bisa melihat aku menjadi seorang ibu"Ucap Raya sambil terus menatap lurus ke depan
"Kita kan masih berusaha,kamu jangan terlalu memikirkan hal itu,jika sudah waktunya kamu pasti akan hamil sayang"Ucap Reyhan
"Iya aku tahu sayang,hanya saja tiba-tiba Aku kembali mengingat ibuku,aku hanya mengingatnya sedikit,namun aku tak akan pernah melupakan perjuangannya saat melahirkan aku"Ujar Raya
Reyhan menjatuhkan kepalanya keatas pundak Raya, mempererat pelukannya, pikirannya jauh terbang Mengingat wajah sang ibu yang masih lekat dalam ingatannya.
__ADS_1
Ibu,Apa ibu juga sama seperti Raya saat belum hamil aku,Apa ibu juga begitu mengharapkan kehadiran ku di dunia ini sama seperti aku dan istriku sekarang"Batin Reyhan
Perkataan Raya tadi benar-benar membawanya kembali mengingat ibunya wanita yang begitu berharga baginya sama seperti Raya saat ini,
meski ia juga kehilangan ibu namun nyatanya ia masih sempat merasakan kasih sayang ibunya sampai ia beranjak remaja,berbeda dengan Raya yang masih anak kecil polos dengan ingatan yang belum kuat untuk menampung memori indah bersama seorang ibu.
"Sayang?"Ucap raya saat merasa suaminya tak bergeming Sejak tadi
"Hem,Iya sayang"Reyhan kembali tersadar dari lamunannya
"Kamu kenapa melamun?"Tanya Raya
"Aku juga tiba-tiba Mengingat ibu ku sayang"Ucap Reyhan
"Sepertinya Menjadi seorang ibu itu sangat menyenangkan ya, Bagaimana jika kita konsultasi ke ahli kandungan saja sayang"Ujar Raya
"Apa kamu sudah setidak sabar itu untuk menjadi seorang ibu?"Tanya Reyhan
"Emm entahlah, mungkin naluri seorang wanita yang sudah menikah pasti mengharapkan itu kan"Ujar Raya
"Haha..kamu ada-ada saja,Aku adalah sumber daya utamanya untuk mewujudkan itu semua"Ucap Reyhan dengan senyuman jahilnya
"Ih Sayang kamu apaan sih,"Raya berbalik lalu memukul dada suaminya
"Sakit Sayang,Oke kalau begitu aku akan mengosongkan jadwalku Minggu depan untuk konsultasi ke dokter kandungan"Ujar Reyhan
"Iya sayang sama-sama"balasnya
"O iya sayang,Apa aku boleh belajar menyetir mobil?"Tanya Raya ragu-ragu
"Menyetir? untuk apa,kan sudah ada Aruni"Ucap Reyhan
"Justru karena itu,setiap aku di antar oleh aruni,Aku Memperhatikan cara dia menyetir dan menurutku sangat keren sekali saat seorang wanita bisa mengendarai mobil, berbeda saat kak ben atau supir kamu, Terlihat biasa saja"Ucap Raya
"Terserah kamu saja,Nanti ben akan mencarikan driver yang berpengalaman untuk mengajari kamu "Ujar Reyhan
"Sayang,kan ada Aruni,dia sudah cukup berpengalaman kok, bukannya untuk menjadi supir pribadi ku dia menjalani berbagai macam tes"Ujar Raya
"Betul juga,Baiklah..aku setuju,tapi sebelum itu kamu harus punya mobil baru dulu"Ujar Reyhan
"Apa!..Kan di garasi banyak mobil Sayang, Pakai yang ada saja, lagi pula aku baru belajar"ucap Raya bingung
"itu hadiah untuk kamu, besok Ben akan mengantarkan kamu ke showroom mobil, kamu pilih sendiri yang kamu mau"Ucao Reyhan
"Hahaha..kamu bercanda ya,kamu kira membeli mobil seperti membeli permen karet,"Ucap Raya tak Percaya, namun Reyhan tak menjawab dan hanya tersenyum lalu kembali memeluk istrinya
Sepanjang hari,Raya mengira ucapan untuk membeli mobil baru yang di Ucapkan suaminya hanya candaan semata,tapi pagi ini Reyhan membuktikan ucapannya.
Raya diam mematung dengan mata tak berkedip.
__ADS_1
"Silahkan nona pilih,Mobil seperti apa yang nona inginkan"Ucap Ben yang sedang berdiri di samping Raya sambil berpangku tangan.
Ya pagi ini setelah sarapan Ben benar-benar membawanya pergi ke showroom mobil.
"Kak Ben,Ayo kita pulang saja,aku tidak mau mobil baru,Aku hanya ingin belajar menyetir saja,bukannya ada banyak mobil di garasi, kenapa aku harus selalu di kagetkan dengan hal seperti ini saat aku menginginkan hal sepele dan malah di besar-besarkan,huh"Protes Raya kepada Ben yang berada di sampingnya namun hanya di respon dengan senyuman oleh Ben.
"Silahkan di pilih saja,Atau saya yang akan memilih,dan kalau itu mobil pilihan saya tentunya yang berkisar puluhan milyar"Ucap Ben dengan senyum jahilnya
"Apa puluhan Milyar..Huftt, Baiklah aku akan memilih "Ucap Raya
"Mari Nona saya antar untuk melihat-lihat koleksi terbaru kami"Ucap seorang sales yang bertugas
"Ahaha..Carikan aku mobil yang paling biasa di sini,ya yang biasa-biasa saja"Ucap Raya
"Mari nona, Tuan"Ucapanya
Raya dan ben mengikuti langkah sales itu,Raya memperhatikan setiap mobil yang berjajar,dan matanya melirik sebuah mobil yang tidak terlalu besar dengan design yang sangat cocok untuk di kendarai oleh seorang wanita dan menurutnya tidak terlalu mencolok.
"Sepertinya aku ambil yang ini Saja"Ucap Raya
"Baiklah kita ambil ini"Ucap Ben
"Ngomong-ngomong,mobil ini berapa harganya?"Tanya Raya pada sales itu
"2,5 Milyar nona..."Ucapanya
"Apa!!!..du dua ko ma ..."Raya bahkan tak bisa menyelesaikan ucapannya
"Kami ambil mobil yang ini, antarkan ke kediaman Hardiansyah siang ini juga"Ucap Ben menyelesaikan Tugasnya saat ini.
"Tentu saja Tuan"Ucap
"Kak Ben"Ucap Raya tak percaya.
"Selesai kan, Kenapa harus bingung memilih mobil di showroom milik suami Sendiri"Ucap Ben pada Raya membuat Raya Semakin tercengang.
Sebenarnya suami ku sekaya apa?, yang aku tahu hanya tentang dirinya saja tapi tidak kekayaannya"Batin Raya
.
.
.
.
Bersambung 💓
Jangan lupa like+komen+vote biar aku makin semangat berkarya ya readers 🙏🙏
__ADS_1