
Semua orang heboh atas putusnya hubungan putra putri konglomerat yang mereka anggap sebagai pasangan serasi.
Di sebuah Cafe, tempat Jihan dan Ben sedang menghabiskan waktu makan siang bersama,semua orang yang ada di cafe itu fokus Melihat ke layar TV, termaksud Jihan dan Ben.
Jihan terperanga mendengarkan penyampaian Milen di hadapan media, bagaimana tidak,jihan Tahu betul jika Milen lah yang selalu mengejar Reyhan.
",Cihh...Dia benar-benar ular,siapa yang di putuskan dan memutuskan... benar-benar tidak bisa di percaya",decak Jihan kesal
"Sudahlah Habiskan makanan mu,Aku harus ke Rumah sakit setelah ini"Ucap Ben datar
"Apa paman akan pulang hari ini..?"Tanya Jihan
"Iya... Dokter haris bilang Tuan besar sudah bisa pulang sore ini,,"Jawab Ben
"Kalau begitu aku ikut ke rumah sakit ya..."Ucap Jihan
"Bukannya kamu masih harus bekerja setelah ini"Ucap Ben
"Ah iya, aku Lupa... kalau begitu aku akan kesana sendiri setelah pekerjaan ku selesai"Ucap Jihan
"O iya Apa Raya masuk kantor hari ini?"Tanya Ben yang memang belum pergi ke kantor sejak pagi karena menghadiri pertemuan penting,lalu makan siang bersama jihan dan nanti harus ke Rumah sakit lagi.
"Iya..Tadi pagi aku bertemu dengannya di Lobby"Jawab Jihan
"Sering-seringlah bersama dia dan membantunya..."Ucap Ben
"Iya, Aku tahu..."Ucap jihan
"Kak Ben..."Panggil Jihan
"Apa?"Saut Ben
"Setelah melewati ini,Apa mungkin Kak Rey akan segera menikah dengan Raya?"Tanya jihan
"Ya bisa jadi ,jika restu Tuan besar sudah di dapatkan.. kenapa?"Tanya Ben balik
"Hmm..Apa setelah mereka,kita akan menyusul"Ucap jihan Malu-malu
"Aku belum ingin membicarakannya... Sekarang aku harus pergi,Aku akan menghubungimu lagi nanti..bye"Ucap Ben lalu dengan Cepat melangkah pergi
"Tapi kak...Aku Masih ingin bicara"Ucap Jihan
Ben tidak bergeming,ia melambaikan tangan sambil tersenyum sebelum Ben masuk kedalam mobil, Jihan Menatap kepergian Ben dengan Rasa kecewa,setiap Jihan membicarakan hal itu,Ben pasti akan menghindar Atau mengubah topik pembicaraan, Jihan mulai merasa jika Ben tidak benar-benar mencintainya.
Harusnya Jihan sudah kembali ke kantor,Tapi entah mengapa moodnya tiba-tiba berubah,ia masih duduk diam terpaku sambil menatap layar ponselnya yang terpampang Foto Ben.
__ADS_1
Apa hanya aku yang terlalu mencintaimu, sedang kamu tidak...salahkah jika aku berharap kita bersama untuk selamanya, Kenapa kak Ben selalu bersikap dingin bahkan setelah kita pacaran...Aku Benar-benar kecewa"Batin Jihan
~~
Sementara itu suasana di ruang Rawat Anwar Hardiansyah tiba-tiba berubah mencekam.
Miska yang baru saja tiba, Langsung terdiam ketika mendengar ucapan Talak dari Anwar yang masih terbaring di ranjangnya.
"A..Apa maksudmu Sayang, Kenapa kamu berkata seperti itu,Apa salah ku"Ucap miska terbata-bata
Reyhan Tak mampu berkata apa-apa,ia pun juga terkejut dengan ucapan Ayahnya,Anwar kembali menatap miska dengan sorot mata tajam.
"Aku sudah benar-benar bodoh mempercayai jika anak dalam kandungan mu itu adalah anak ku.."Ucap Anwar tegas
Tubuh miska tiba-tiba menjadi beku,ia ingin mengelak Tapi dia tak bisa, karena baru kali ini suaminya itu marah kepadanya.
"Apa maksud Ayah anak yang di kandungnya itu bukan adik ku?"Tanya Reyhan
"Iya...malam sebelum ayah masuk Rumah sakit...
@Flashback@
Di Ruang kerja Anwar,Miska yang baru saja masuk langsung menghampiri Anwar yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Sayang mau aku buat kan kopi?"Tanya miska yang sudah duduk di samping Anwar
"Aku hanya ingin memanjakan suami ku"Ucap Miska
"Baiklah.. kalau begitu Terimakasih ya"Ucap Anwar sembari tersenyum kepada Miska
"Tunggu sebentar aku akan segera kembali"Ucap Miska lalu beranjak pergi
Anwar Kembali meraih buku di atas meja, Tapi tiba-tiba pandangannya teralihkan pada ponsel yang tergeletak di samping buku itu,..ya itu adalah Ponsel milik Miska.
Ntah kenapa Anwar begitu penasaran dengan isi ponsel istrinya,sejak dulu Miska selalu menolak jika Anwar ingin melihat Ponsel itu.
Anwar mencoba Membuka kunci,ia pun menebak-nebak password Ponsel itu, setelah beberapa kali mencoba, ia teringat sesuatu..ia mencoba memasukkan kata kunci yang terlintas di fikiranya,dan benar saja terbuka.
Rasa penasarannya tiba-tiba muncul saat melihat aplikasi Chatting yang di gunakan Miska.
Anwar tercengang melihat, isi obrolan istrinya itu dengan seorang pria yang nampak seperti pasangan kekasih sangat mesra dan intim, keterkejutannya tidak sampai di situ, setelah menelusuri lebih dalam ia semakin tercengang membaca percakapan yang membahas tentang anak yang di kandungan miska adalah anak lelaki tersebut.
Rasa penasaran Anwar buyar saat mendengar suara pintu yang akan terbuka, buru-buru ia meletakkan kembali ponsel tersebut.
Meski ia sudah mempunyai bukti,ia mencoba menahan semuanya dan bersikap senormal mungkin,ia ingin mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya.
__ADS_1
Miska datang dengan secangkir kopi di tangannya...dan setelah itu Anwar Tak ingat betul apa yang terjadi, setelah meminum kopi pemberian Miska,ia langsung merasa pusing dan ambruk.
~~
"Jangan-jangan dia jugalah yang meracuni ayah,Haris bilang jika serangan jantung ayah itu di picu Suatu zat Racun yang secara tidak Sengaja masuk ke tubuh ayah"Ujar Reyhan
"Apa...iya ayah baru ingat setelah minum kopi pemberiannya ayah langsung pusing dan melemah.."Ucap Anwar
"Apa maksud mu...Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu,Sayang percayalah,Aku tidak melakukan hal seperti itu"Ucap miska sambil megengam tangan suaminya
"Lepaskan aku...Aku tidak ingin lagi melihat wajah mu... perceraian kita akan segera di urus oleh pengacara ku, jangan harap kamu mendapatkan Harta gono gini dari ku.. sepeserpun tidak akan ku berikan"Ucap Anwar dengan emosi sambil menarik Tangannya
"Sekarang keluar!!!!"Teriak Anwar
"Ayah tahanlah,"Ucap Reyhan mencoba menenangkan ayahnya
Para penjaga yang berjaga di depan pintu ruang Rawat Anwar Hardiansyah,menyeret Miska keluar.
"Sayang dengarkan aku dulu...akkkkk lepaskan aku Sayang tolong aku....."Teriak miska meronta-ronta minta di lepaskan.
Anwar memalingkan wajahnya,ia sangat amat kecewa dan tak mau lagi menatap Miska,Baginya menikahi Miska adalah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan.
Jelas sekali ia sangat berbeda dengan mendiang ibu Reyhan, yang begitu bijaksana dan penyayang, yang selalu menyisihkan uangnya untuk kepentingan anak yatim-piatu, Sedangkan Miska selalu berfoya-foya dengan membeli perhiasan dan barang bermerek.
Kini tinggallah Reyhan dan ayahnya di ruangan itu.
"Rey..."Panggil Anwar
"Iya ayah"jawab
"Nanti sebelum pulang kita mampir ke makam ibu mu dulu ya"Ucap anwar
"baiklah Ayah"Ucap Reyhan
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung 💓