
Raya kembali ke meja kerjanya,ia Menghela nafas panjang saat melihat Tumpukan berkas di Atas meja kerjanya.
"Sepertinya Aku akan lembur Hari ini.."Ucap Raya lemas
"Kenapa Wajahmu seperti itu..?"Tanya Ben yang baru saja tiba
"Sekertaris Ben... Mengagetkan Saja"Ucap Raya kaget melihat kedatangan Ben
"Kamu belum menjawab,kenapa Raut wajahmu seperti..itu"Ucap ben seraya menirukan Raut wajah Raya
"Huh..Apa berkas-berkas ini harus selesai Hari ini juga?" tanya Raya
"Iya..Maaf ya, Sepertinya kita akan berkerja Lembur Malam ini"Ucap Ben
"Kenapa meminta Maaf..ini memang sudah tugas Saya,Harusnya saya yang minta maaf karena belum apa-apa sudah mengeluh"Ucap Raya
"Ah Sudahlah..Malam ini akan Saya belikan makanan Enak untuk mu..Setuju?"Ucap Ben
"Setuju.. Hehe"Ucap Raya Kembali bersemangat
~~
Reyhan benar-benar tidak tenang karena memikirkan Raya,sejak Tadi ia nampak gelisah,Meski miska berada di sana Tapi ia tidak bisa mempercayakan Ayahnya di jaga oleh Wanita jahat itu.
Miska sejak tadi hanya berbaring di sofa sambil menonton Tv, Sementara Reyhan masih setia duduk di Samping Ayahnya.
Di tengah kegelisahan Reyhan, terdengar suara pintu terbuka, Senyumnya langsung mengembang Melihat kedatangan Jihan.
"selamat sore Tante"Ucap jihan pada Miska
"Iya.."Ucap miska malas
"Hey kak Rey"Ucap Jihan yang menghampiri Reyhan
"Ikut aku ke depan sebentar"Ucap Reyhan lalu melangkah keluar Sontak Jihan langsung mengikuti langkah Reyhan
**
"Ada apa?"Tanya jihan
"Apa benar yang kamu katakan tadi siang?"Tanya Reyhan
"Memangnya apa yang aku katakan"Ucap jihan bingung
"Kamu bilang Banyak pria yang menggoda Raya"Ucap Reyhan
Jihan menarik sudut bibirnya mendengar Ucapan Reyhan, ternyata umpan yang ia lemparkan di makan juga.
"Hmm..Ya tentu Saja, Karyawan kantor pun juga banyak yang mengaguminya,Kalau kakak terus membuat Raya sedih, Bisa-bisa kak Rey tersingkirkan"Ucap Jihan
"Apa kamu bilang.. Tersingkirkan?Hey..Kakak mu ini Reyhan Hardiansyah yang tidak ada Tandingannya"Ucap Reyhan penuh emosional
"Ya sudah,lalu kenapa kak Rey sepanik ini, jika memang tidak tertandingi"Ucap Jihan
"Ah sudahlah....Apa dia juga sudah pulang kerja?" tanya Reyhan
"Belum.."Ucap Jihan singkat
"Apa.. Belum, kenapa?"Tanya Reyhan
"Memangnya kak Ben tidak memberi Tahu jika Raya dan kak Ben akan lembur malam ini"Jawab Jihan
"Apa..Raya dan ben akan lembur bersama.."Ucap Reyhan
"Kenapa Ucapan kakak seperti itu,kak Rey Fikir kak Ben akan macam-macam dengan Raya"Ucap Jihan
"Hey bocah.. Walau bagaimana pun ben laki-laki normal,bisa saja ia khilaf Melihat wajah cantik pacar ku"Ucap Reyhan emosional
"kak Rey benar-benar sudah gila..Gila karena Cinta..Kak Ben bukan pria seperti itu..Aku saja yang sudah pacaran beberapa bulan dengannya baru di cium Satu kali..."Ucapan Jihan yang lolos begitu saja dari mulutnya
Reyhan memicingkan matanya, Melihat tatapan Reyhan,jihan Sangat menyesal, kenapa ia bisa mengatakan hal seperti itu.
"Jadi dia sudah menciummu"Ucap Reyhan sambil berpangku tangan
"Ehmm..iya kenapa",Ucap Jihan tanpa melihat Reyhan
"Dasar bocah.. ingat jangan melakukan hal lebih dari itu"Ucap Reyhan tegas
"Iya-iya..Sudah ya,Aku mau masuk Melihat Paman
"Tunggu.."Ucap Reyhan
__ADS_1
"Apalagi???"Ucap jihan kesal
"Bisakah Aku Minta bantuan mu"Ucap Reyhan
Jihan memutar bola matanya Malas "Bantuan apa??"Tanya Jihan
Reyhan Tersenyum penuh Arti kepada Jihan.
~~
Malam telah tiba, setelah makan malam ,Ben dan Raya sibuk di meja kerja mereka masing-masing yang saling berhadapan.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, pekerjaan mereka hampir selesai.
"Apa berkas Rapat untuk Astara Group besok sudah kamu siapkan?" Tanya Ben kepada Raya
"Sudah, Tinggal di Foto copy saja,Saya Akan keluar untuk mengfotocopy berkas ini"Ucap Raya lalu bediri dari duduknya
"Berikan..Biar Saya saja,kamu tolong Salin data ini saja"Ucap Ben
"Baiklah"Ucap Raya lalu kembali duduk di kursinya
Ben beranjak pergi ke ruangan fotocopy.
Raya melihat jam di tangannya "Sudah jam delapan saja, bagaimana aku akan pulang Nanti,Naik Taxi pasti sangat mahal...Hufft"Ucap Raya malas
Suara pintu kembali terbuka,Raya yang sedang sibuk menyalin data ke laptopnya tetap fokus Melihat layar tanpa melihat siapa yang datang,ia fikir pasti itu Sekertaris ben.
"Saya hampir selesai meyalin data ini, Setelah itu apa saya boleh pulang.."Ucap Raya sambil fokus Melihat Layar laptopnya
"Tentu saja"
Jari-jemari yang tadi sibuk mengetik tiba-tiba terhenti.
Sepertinya ini bukan suara seketaris Ben"Batin Raya
Raya yang sejak tadi menunduk, mengerakkan kepalanya melihat kedepan, ia langsung tersentak kaget melihat pria di depannya bukanlah Sekertaris Ben melainkan Reyhan.
"Selamat malam..."Ucap Reyhan sambil tersenyum kepada Raya
"Sedang apa kamu disini?"Tanya Raya yang masih kaget dengan kedatangan Reyhan
"Tentu saja untuk menjemput pacar ku....Ayo"Ucap Reyhan sambil menarik Tangan Raya
"Ben yang akan melanjutkan pekerjaan mu, Sekarang ayo Ikut aku"Ucap Reyhan lalu kembali meraih tangan Raya agar berjalan mengikutinya
"tunggu sebentar,aku belum mengambil tas ku"Ucap Raya kesal
~~
Dalam perjalanan, Reyhan hanya diam dan fokus menyetir,
Suasana apa ini, kenapa dia diam saja"Batin Raya
"Kenapa hari ini kamu berdandan, tidak seperti biasanya?"Tanya Reyhan setelah sejak tadi hanya diam
Dia memperhatikan make up ku,, padahal ini sudah malam,Apa masih terlihat jelas, Tapi tidak mungkin aku mengatakan,Aku berdandan karena aku menangis semalaman,dan tidak bisa tidur membuat wajah ku menjadi kacau "Batin Raya
"Aku hanya ingin berpenampilan berbeda Saja"Jawab Raya
"Tidak berdandan Saja kamu sudah sangat cantik,jadi tidak perlu berdandan seperti itu, Aku tidak suka jika kamu di goda banyak Pria, Memikirkannya Saja Membuat aku kesal"Ucap Reyhan yang tetap fokus Melihat kedepan
"Dari mana kamu Tahu...?"Tanya Raya
"Jihan.."Ucap Reyhan singkat
Ah nona kenapa mengatakan padanya sih"Batin Raya
"Iya baik lah....o iya kita sebenarnya akan pergi kemana?"Tanya Raya
"Lihat saja Nanti.."Ucap Reyhan
~~
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai juga di sebuah Taman hiburan
"Wahh Taman hiburan... tapi kenapa kamu membawa ku kesini?"Tanya Raya
"Sejak kita pacaran, kita belum pernah berkencan, jadi aku membawa mu kemari karena dulu kamu bilang sangat menyukai Taman hiburan"Ujar Reyhan
pipi Raya seketika memerah mendengar ucapan Reyhan,"Benarkah..aku bahkan tidak menyadari jika kita belum pernah berkencan"Ucap Raya
__ADS_1
"Maaf,baru sekarang aku...."
"Sudahlah jangan dibahas lagi,Ayo kita masuk"Ucap Raya lalu menarik tangan Reyhan agar mengikutinya
Di dalam taman hiburan.
Raya yang sedang berjalan beriringan dengan Reyhan merasa sedikit heran karena taman hiburan itu sangat sepi sepertinya hanya ada mereka berdua.
"Kenapa di sini Sangat sepi,Apa tempat ini sudah tutup"Ucap Raya
"Tidak kok..."Ucap Reyhan dengan santainya
Seketika Raya langsung menghentikan langkahnya,Dan menatap Tajam ke arah Reyhan.
"Jangan-jangan kamu menyewa tempat ini?"Tanya Raya
"Ya begitulah..hehe"Ucap Reyhan lalu tertawa kecil
Raya terperangah mendengar ucapan Reyhan,
"Kamu kenapa terkejut begitu, Nikmati Saja ini adalah kencan pertama kita"Ucap Reyhan
"Bukan begitu,Hanya saja aku memikirkan berapa banyak uang yang kamu hamburkan..."Ucap Raya lemas
"Bahkan Jika kamu suka tempat ini,Aku akan memberikannya kepada mu Sebagai hadiah"Ucap Reyhan
"Heiss..haha..Memangnya tempat ini milikmu"Ucap Raya sambil terkekeh
"Memang iya, tempat ini memang milik ku"Ucap Reyhan
"Apa..!!"Ucap Raya semakin tercengang
"Ah,,, sudah lah,Ayo kita kesana"Ucap Reyhan Menunjuk wahana Bianglala
Raya masih sibuk dengan fikiranya sendiri, Melihat itu Reyhan langsung menarik Tangan Raya agar berjalan mengikutinya.
Sesampainya di depan wahana Bianglala.
"Ayo kita Naik.."Ajak Reyhan
"Tinggi sekali... Bagaimana kalau kita Naik itu saja"Ucap Raya sambil menunjuk Komedi putar
"Kita akan naik komedi putar Setelah ini...Ayo"Ucap Reyhan lalu menarik Tangan Raya
Saat sudah naik, Bianglala mulai berputar,Raya Nampak ketakutan,ia hanya memejamkan matanya, Melihat Raya seperti itu Reyhan yang duduk berhadapan dengan Raya mengengam kedua tangan kekasihnya itu.
"Jangan lihat ke bawah, lihat aku Saja"Ucap Reyhan
Pelahan Raya Membuka kedua matanya, "Huh.. Terimakasih, Sebenarnya aku takut ketinggian"Ucap Raya lalu tersenyum kepada Reyhan
"Raya..."Panggil Reyhan
"Iya.."Ucap Raya
"Maafkan aku atas kejadian di rumah sakit Waktu itu,"Ucap Reyhan penuh penyesalan sambil menggenggam kedua tangan Raya erat
"Oh itu.. Sudahlah aku sudah tidak memikirkannya lagi,"Ucap Raya berusaha menyembunyikan kesedihannya
"Kumohon tunggu aku sebentar lagi,aku berjanji..."
"Jangan janjikan apapun pada ku..Aku akan sangat sakit jika kamu tidak menepatinya,kita jalani saja.."Ucap Raya memotong perkataan Reyhan
Akhirnya Bianglala itu berhenti juga, dengan cepat Raya turun mendahului Reyhan.
baru beberapa langkah Raya berjalan, dari arah belakang Reyhan menarik tangan Raya, membawa Raya kedalam pelukannya.
" Akan buktikan kepada mu, jika aku serius dengan Hubungan ini,Aku Sangat Mencintai mu"Ucap Reyhan sambil mempererat pelukannya
Begitu juga dengan Raya ia mempererat pelukannya,ada bulir-bulir air mata yang jatuh begitu saja,ia meluapkan kesedihan yang sejak tadi ia Tahan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG 💓
Terimakasih atas dukungannya dengan terus setia membaca karya saya, Jangan lupa like dan komen..jika berkenan tolong berikan Vote,🙏 sekali lagi terimakasih banyak..❤️❤️