
Pagi hari di rumah sakit Cendana. Niana sudah bersiap-siap untuk pulang ke kediaman Hardiansyah. Akhirnya ia bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
Tak ada orang tua dan juga mertuanya di sana, karena mereka sibuk mengatur acara untuk menyambut kedatangan Niana. Niana belum tau itu, ia nampak murung saat tidak juga menemukan mereka muncul dari balik pintu.
"Ayo kita pulang," ajak King pada Niana.
"Iya, ayo."
~
Sementara itu di ruang rawat Joshua. Ia masih terbaring di ranjang rumah sakit dengan mata yang sudah terbuka lebar. Menatap langit-langit dengan padangan kosong.
Saat ia membuka mata, Kinan sudah tidak ada, kemungkinan Kinan keluar dari ruangan itu pagi-pagi sekali, saat ia masih terlelap. Entah perasaan apa yang sedang menimpanya, sekali lagi ia merasakan getaran yang sama saat ia menyukai Niana dulu, hanya saja ini lebih kuat karena ia dan Kinan telah melalui fase first kiss.
Ckelek.
Pintu ruangan itu terbuka, sontak Joshua langsung menoleh kearah pintu, ia berharap yang muncul dari balik pintu adalah Kinan. Senyum itu langsung pudar seketika saat pada kenyataannya yang masuk adalah King dan juga Niana.
"Hy bro," sapa King pada Joshua.
Joshua menghela nafas panjang saat melihat King dan Niana bergandengan tangan. Apa seburuk ini nasib seorang jomblo yang masih berkelana mencari cinta.
"Masih pagi dan kalian sangat mesra sekali," ucap King dengan wajah memelasnya.
"Haha, itu derita mu."
"Selamat pagi kak Jo," sapa Niana.
"Pagi Nia, sepertinya kamu sudah lebih baik."
"Iya kak, untuk itu lah aku sudah di perbolehkan pulang."
Niana dan King duduk di kursi yang ada di samping Joshua. Niana melihat ke sekeliling ruangan, dan ia tidak melihat keberadaan Kinan.
"Kinan dimana kak?"
"Oh itu ... dia ada jadwal syuting pagi-pagi sekali jadi dia pulang," jawab Joshua.
"Kamu besok sudah boleh pulang kan?" tanya King.
"Iya, dokter bilang seperti itu."
"Aku akan menjemputmu besok," ucap King.
"Akhirnya kamu bisa di andalkan," ucap Joshua pada King.
__ADS_1
"Hey apa Maksudmu," sahut King.
"Sayang jangan seperti itu, ucapan Kak Jo memang benar, haha." Niana dan Joshua tertawa bersama-sama, sementara King memasang wajah cemberutnya.
Lama mereka mengobrol, King tak henti-hentinya menjadi bahan bulian Joshua dan Niana. King ingin sekali menyerang Niana saat ini juga karena gemas. Sayang sekali Joshua berada di antara mereka.
...***...
Saat di perjalanan pulang, Niana menatap setiap pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan, entah kenapa ia ingin sekali memakan makanan-makanan itu.
"Sayang apa bisa kita putar balik sebentar?" tanya Niana yang saat ini sudah menoleh kepada King.
"Untuk apa sayang?"
"Aku melihat sebuah gerobak yang bertuliskan gado-gado, itu makanan khas indo kan, aku ingin makan itu," tutur Niana.
"Gado-gado? Begini saja, nanti saat berada di rumah aku akan menyuruh koki untuk membuatkannya untuk mu,"
"Why? aku mau yang ada di sana, cepat putar balik, kita sudah terlewat jauh," ucap Niana dengan tatapan mata melotot tajam kepada King.
"Iya-iya."
King kembali memutar arah, menuju tempat penjual gado-gado yang sudah terlewat sekian kilometer. setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai, cukup susah mencari tempat parkir di sana karena ini sudah jam makan siang, banyak sekali para pegawai kantor yang makan di deretan penjual kaki lima.
"Bu, saya mau gado-gadonya dua ya," kata Niana kepada ibu-ibu paru baya penjual gado-gado itu.
"Siap neng, di tunggu bentar ya."
Ibu itu melangkah menuju gerobaknya untuk membuatkan pesanan King dan Niana. Dari kejauhan Niana terlihat sangat fokus memandangi kelihaian tangan ibu itu saat mengulek kacang di atas batu gepeng yang berukuran cukup besar.
Sebagai seorang anak horang kaya di negeri singa, ia tidak pernah melihat batu yang ternyata berfungsi untuk menghaluskan bahan makanan.
"Kamu kenapa?" tanya King saat merasa heran dengan tingkah Niana.
"Luar biasa, aku baru pertama kali melihat yang seperti itu," ucap Niana dengan pandangan yang tidak teralihkan.
"Maksudnya cobek?"
"Oh, jadi batu itu namanya cobek."Niana mengagunkan kepalanya tanda mengerti.
"Tapi kenapa kamu bisa tau?" tanya Niana bingung.
"Mama masih sering menggunakan alat tradisional itu untuk meracik sambal," tutur King pada sang istri.
"Wah aku baru tau, aku akan menanyakan langsung kepada mama nanti."
__ADS_1
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pesanan mereka datang juga, dua porsi gado-gado sudah berada di atas meja. King terlihat tidak menyukai makanan yang ada di hadapannya, karena ia tipe orang yang tidak menyukai makanan dengan bahan dasar sayur-sayuran.
"Emm, enak sekali sayang,ini di luar ekspektasi ku," ucap Niana saat indra pengecapnya mendeteksi rasa yang sangat enak.
"Aku tidak suka sayur, kamu habiskan saja." King mendorong piring itu kehadapan Niana.
"Kamu lahir di sini, dan kamu tidak menyukai makanan Nusantara, aku saja yang pendatang baru, sangat menyukai ini ... coba dulu baru bilang tidak suka," ujar Niana pada sang suami.
"Ayo buka mulutnya." Niana menyodorkan sendok yang berisi gado-gado, awalnya King menutup mulutnya rapat-rapat, namun saat melihat mata Nian melotot ia langsung membuka mulutnya dengan lebar.
King mulai mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya. matanya langsung berbinar-binar, karena ternyata gado-gado itu sangat enak. Sepertinya lidahnya sudah telalu sering di masuki junk food sehingga melupakan jika makanan khas negeri sendiri itu tidak kalah enak.
"Ehm, lumayan juga." King kembali menarik piring yang sudah ia dorong tadi. Niana hanya bisa menahan tawanya karena sikap gengsi King yang menurutnya sangat menggemaskan.
...***...
Mobil King memasuki halaman depan kediaman Hardiansyah. pak kus membukakan pintu mobil untuk Niana sementara Pelayan lain menurunkan barang-barang dari dalam garasi mobil.
"Tuan besar meminta Tuan muda dan Nona, untuk pergi ke taman belakang," ucap pak Kus.
"Baik pak terimakasih."
Dengan tangan yang saling bergandengan, mereka melangkah menuju taman belakang kediaman hardiansyah. Niana mengeryitkan dahinya saat melihat pintu keluar menuju taman yang tertutup tirai.
King bersikap seolah tidak tahu apa-apa, padahal ini adalah rencananya, meskipun sedikit terlambat karena Niana meminta untuk mampir makan gado-gado tadi.
Niana menggeser tirai itu dan matanya langsung terbelalak dengan sempurna.
"Surprise!!!!!"
Kedua orangtuanya, orang tua King dan juga Rachel sudah berada di sana. Bahkan untuk menyambut kedatangannya, taman itu sudah di hias sedemikian rupa. Rachel langsung berhabur memeluk Niana.
"Kak Nia, aku rindu sekali."
"Sama Kak Nia juga," ucap Niana.
"Selamat datang kembali sayang," ucap Raya sambil memeluk Niana, Jihan pun tak mau ketinggalan. Jihan bahagia karena anak semata wayangnya sudah kembali ceria.
"Ayo kemarilah, kita makan bersama, papa sudah lapar karena menunggu kedatangan kalian," panggil Reyhan.
Niana dan King memadangi banyaknya makanan yang berjajar rapi di atas meja panjang itu. Mereka saling menatap dalam diam, bagaimana cara menjelaskannya, perut mereka benar-benar sudah penuh karena memakan gado-gado yang porsinya sangat banyak.
Bersambung 💓
Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊.
__ADS_1