Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.40(Biarkan aku pergi)


__ADS_3

Raya masih terdiam melamun di kursi Taman belakang, Fikiranya masih terfokus pada sosok Wanita yang menemui Reyhan.


Di tengah lamunannya, Seseorang datang dan mengangetkannya,


"Hey"Ucap ayu sambil menepuk pundak Raya


Raya yang larut dalam lamunan seketika Terperanjat kaget,ia pun langsung menoleh ke belakang


"Ayu.., Ngagetin aja..."Ucap Raya Sambil mengelus dada


"Hehe habis aku perhatiin kamu lagi ngelamun.. emang ngelamunin apa sih?"Tanya Ayu


"Nggak ada apa-apa,Aku cuma capek aja"Jawab Raya


"Ya udah kamu istirahat di kamar sana"Ucap Ayu


"Aku udah mendingan kok sekarang,O iya Tamu Tuan muda sudah pulang Atau belum?"Tanya Raya Ragu-ragu


"Belum, Wanita itu Siapa ya, apa dia yang Akan di jodohkan dengan Tuan muda?"Ucap Ayu


"Ntah lah,"Ucap Raya


"Kalau kamu udah ngerasa baikan,Bantu aku bersih-bersih di Lantai dua yuk"Ajak ayu


"Oke Ayo"Ucap Raya


~


Di lantai dua


Lantai dua Kediaman Hardiansyah,Ada banyak Ruangan di pantai atas ini,Ada lima kamar dan beberapa Ruangan lain seperti perpustakaan, Ruang kerja Reyhan, tempat Karaoke dan sebagainya.

__ADS_1


Raya dan Ayu Naik kelantai atas dengan membawa peralatan bersih-bersih mereka.


"Ray,kamu bersihin perpustakaan y.. Rapiin buku-buku yang baru aja Datang Tadi,Aku mau bersihin jendela yang ada di sudut Sana"Ucap Ayu


"O oke.. kalau gitu aku langsung ke perpustakaan"Ucap Raya lalu melangkah pergi


Sesampainya di depan pintu perpustakaan Raya tidak langsung masuk begitu Saja,ia diam sejenak menatap pintu tiba-tiba bayangan saat ia bersama Reyhan di perpustakaan itu tiba-tiba saja menghinggapi Fikiranya.


Setelah beberapa saat,Raya menghela Nafas berat,lalu meraih gagang pintu lalu masuk kedalam.


Raya kembali tediam saat melihat setiap Sudut Ruangan itu,iya teringat saat Reyhan mengerjainya Menyusun buku-buku ke dalam Rak yang ternyata semua buku itu adalah buku lama yang akan di buang.


Raya terseyum tipis Mengingat kejadian itu,


Terlalu banyak kenangan di sini,aku akan sangat merindukan tempat ini"Batin Raya


Saat matanya sedang sibuk memperhatikan setiap sudut Ruangan, Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah pintu yang menuju Rooftop.


Sesampainya di atas, Hembusan angin langsung menerpa kulit Raya.


Raya mendekati pagar pembatas melihat pemandangan dari atas yang sangat indah.


"Aku juga akan merindukan tempat ini"Ucap Raya Sambil memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang terus menimpa Kulitnya


"Apa kamu tidak merindukan aku"Ucap Reyhan yang tiba-tiba saja sudah berada di tempat itu juga


Raya langsung berbalik, melihat sosok yang ada hadapannya sekarang,Raya nampak salah Tingkah,ia berusaha menghindari Tatapan mata Reyhan.


"Maaf Saya harus Turun sekarang... Permisi"Ucap Raya lalu beranjak pergi melewati Reyhan yang masih diam di tempatnya


Reyhan mengepalkan kedua tangannya, karena Raya yang selalu saja menghidar darinya, Reyhan membalikkan badannya ke arah Raya yang akan segera pergi"Dasar pembohong!"Ucap Reyhan dengan Nada suara yang cukup tinggi

__ADS_1


Raya Menghentikan langkahnya,lalu berbalik melihat Reyhan "Apa.. Pembohong?"Ucap Raya


"Iya kamu pembohong,Kamu bilang kamu akan bertahan di sisiku, nyatanya sekarang kamu mau meninggalkan aku,O aku Tau apa ini semua Karena Niko,Apa kamu meninggalkan aku karena si brensek itu,Kamu Menyukainya kan,iya kan, Ternyata penilaian ku selama ini salah,Kamu mungkin tak sepolos yang aku bayangkan"Ucap Reyhan dengan tatapan dingin,


Rasa cemburu, kekecewaan dan kemarahan menjadi satu, Reyhan mengeluarkan semua isi hatinya, Tanpa sadar kata-katanya sudah menyakiti Hati Raya


Mata Raya berkaca-kaca mendengar semua tuduhan yang di sampaikan Reyhan,ia mengepalkan kedua tangannya, Mencoba menahan sesak di dadanya, dengan segala kekuatan ia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar,tapi dinding pertahanan Raya tidak sekuat itu, air matanya tumpah membasahi pipinya,ia menundukkan kepalanya agar Reyhan tidak melihat ia menangis,ia tetap diam tanpa mengeluarkan satu katapun.


Reyhan mendekati Raya yang masih diam di tempatnya, "Kenapa kamu Hanya diam, tidak bisakah kamu menjelaskan, kenapa kamu menunduk begitu,Ayo lihat aku!"Ucap Reyhan lalu medekap Wajah Raya dan mengarahkan wajah Raya agar Melihatnya


Reyhan kaget melihat Raya yang ternyata sedang menangis,ia melepaskan kedua tangannya dari wajah Raya,Rasa bersalah tiba-tiba saja datang, Reyhan mulai tersadar jika emosi dan kecemburuannya sudah menyakiti Raya.


"Maafkan aku,Aku tidak bermaksud,Aku hanya"


"Tidak perlu minta Maaf"Ucap Raya tiba-tiba memotong perkataan Reyhan


Dengan Mata yang masih berkaca-kaca Raya memberanikan diri untuk menatap Reyhan


"Ada hal yang tak harus di katakan tapi harus di Mengerti,Tuduh lah aku sepuas mu, jika itu akan membuat kamu lebih baik, Tapi Tolong Kalau kamu ingin Aku bahagia,Lepakan aku, Biarkan aku pergi,dan Lupakan aku "Ucap Reyhan Raya yang sudah terisak


Reyhan hanya terdiam dan terus menatap Raya dengan tatapan yang susah untuk di artikan.


Raya melepaskan Kalung yang ada di lehernya,Kalung yang di berikan oleh Reyhan saat menyatakan cintanya kepada Raya,Raya meraih telapak Tangan Reyhan lalu meletakkan Kalung itu.


Reyhan terus saja diam Tanpa bisa mengatakan apapun lagi.


"Hari ini hari terakhir aku di sini,Jaga diri anda baik-baik Tuan muda"Ucap Raya lalu beranjak pergi meninggalkan Reyhan


Reyhan menatap kalung yang berada di telapak Tangannya, ia menggenggam kalung itu dengan Erat.


Apa aku benar-benar harus merelakan mu di saat aku benar-benar sudah sangat mencintai mu"Batin Reyhan

__ADS_1


__ADS_2