
Riuh tepuk tangan dari Ratusan Tamu seakan Tak Terdengar oleh Reyhan,ia sedang fokus mencari Raya di kerumunan orang.
Sementara Milen yang berada di sampingnya, tersenyum penuh kebanggaan di depan para Tamu.
"Baiklah mari kita dengarkan Kata sambutan dari Tuan Reyhan Hardiansyah"Ucap pembawa Acara tersebut sambil menyodorkan sebuah Mic Kepada Reyhan
Reyhan meraih Mic yang di berikan oleh pembawa acara tersebut.
"Sebelumnya Saya ucapkan terimakasih kepada keluarga Besar HRY group atas kehadirannya,Saya Reyhan Hardiansyah baru saja mengemban Tugas baru sebagai CEO baru HRY group menggantikan Ayah Saya, Untuk kedepannya saya Mohon Bimbingan dari kalian semua karena Tanpa Kalian semua HRY group tidak akan sebesar sekarang, Dan tentunya Pesta malam ini bukan hanya untuk Saya Tapi untuk Kalian Semua, Terimakasih"Ujar reyhan
Riuh tepuk Tangan Kembali menggema di Ballroom hotel itu, Reyhan yang berada di atas pentas Kembali mencari keberadaan Raya.
Wajahnya berubah menjadi serius Saat Tatapan matanya menangkap sosok wanita yang ia Cari sedari Tadi,Raya sedang duduk berdampingan dengan Niko dan mereka terlihat sedang mengobrol dengan Akrab dan Reyhan sedikit terganggu dengan pemandangan itu.
~~
Acara pembukaan pesta sudah selesai, sekarang waktunya Jamuan Makan Malam,Anwar di temani Miska mengajak Reyhan dan Milen untuk bertemu Kolega bisnis mereka.
Sementara Tidak jauh dari Sana Raya,Niko dan beberapa teman Raya yang Lain sedang duduk sambil menyantap makan malam mereka.
"Tunangan Tuan Reyhan Cantik banget ya"Ucap Dita
"Nona Milen itu juga pewaris tunggal MC group..udah cantik kaya lagi, sempurna"Ucap Bobby sambil mengunyah makanannya
"Menurut aku mereka memang serasi, kalau menurut kamu gimana Ray?"Tanya Meysa
Raya yang sedari tadi hanya diam, langsung menghentikan Aktivitas makannya "Iya mereka sangat serasi"Ucap Raya datar
"Raya,Nanti Aku antar pulang ya"Ucap Niko tiba-tiba mengalihkan pembicaraan
"Tidak usah kak,Aku pulang Sama Nona Jihan"Ucap Raya
"Nanti aku telpon Jihan, Pokoknya Kamu pulang dengan ku"Ucap Niko
Dita,Meysa dan Bobby tersenyum-senyum sendiri melihat perhatian Niko kepada Raya.
~~
Malam semakin larut, Acara sudah hampir selesai, satu-persatu tamu mulai meninggalkan area pesta.
Dita,meysa dan Bobby berpamitan kepada Raya dan Niko untuk pulang terlebih dulu.
"Sekarang sudah hampir jam sepuluh,Ayo aku antar pulang sekarang "Ajak Niko
"Sebentar Aku hubungi Nona Jihan dulu"Ucap Raya
Baru saja Raya akan menelpon Jihan, Tapi jihan sudah menelepon terlebih dulu.
"Nah ini Nona jihan telepon"Ucap Raya kepada Niko
Raya langsung menerima panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
Raya:Hallo Nona
Jihan: Hallo Ray..Aku sedikit tidak enak badan Apa bisa kamu menemui aku sekarang di kamar 207,Tapi jangan ajak orang lain,Aku tidak ingin orang lain melihat ku dalam kondisi lemah
Raya:Apa..iya tentu Saja Nona,Saya segera kesana.*Mematikan Panggilan
"Kak Niko Tunggu Sebentar,Saya harus menemui Nona jihan sekarang..dahh"Ucap Raya
Belum sempat Niko berkata apa-apa,Raya sudah Berjalan Meninggalkannya,ia pun hanya bisa diam sambil menatap kepergian Raya Sampai Raya menghilang dari pandangannya.
~
Raya berjalan dengan menyusuri Lorong-lorong untuk mencari kamar 207, Sesampainya di kamar 207 yang di katakan jihan,ia sedikit heran karena kamar tersebut tidak terkunci.
Kenapa pintunya terbuka,Nona Jihan..Apa terjadi sesuatu"batin Raya
Karena merasa Khwatir Raya langsung masuk kedalam kamar tersebut.
Sesampainya di dalam ia semakin bingung karena tidak ada siapa-siapa.
"Nona..Nona jihan..Nona dimana"Ucap Raya
Saat sedang sibuk mencari,dari arah belakang seseorang tiba-tiba saja memeluknya.
Sontak Raya langsung panik dan berteriak.
"Aaaaakkk.. Lepas aku Kamu Siapa"Ucap Raya
"Kamu... Lepaskan aku"Ucap Raya Sambil Berusaha melepaskan diri
Reyhan tidak menuruti permintaan Raya,ia tetap memeluk raya dengan erat.
"Maafkan Aku"Ucap Reyhan lirih
Raya yang tadi berusaha melepaskan diri kini Mulai melemah.
"Maaf, Untuk apa?"Tanya Raya
"Maaf karena aku sudah membuat mu terluka lagi dengan menggandeng tangan Wanita lain dihadapan mu"Ucap Reyhan
"Kamu tidak perlu minta Maaf kepada ku, Seharusnya kamu minta maaf kepada Tunangan mu, karena kamu memeluk Wanita yang bukan siapa-siapa kamu"Ucap Raya
"Kamu terlihat sangat cantik malam ini"Ucap Reyhan sambil membalikkan posisi badan raya agar menghadapnya
"Apa ini semua rencana mu agar aku pergi kemari?"Tanya Raya
"Iya..Aku sudah bilang kita pasti akan bertemu di pesta ini,Apa kamu tidak ingin mengucapkan selamat secara langsung kepada ku"Ucap Reyhan sambil melihat Raya lekat
Posisi mereka sangat dekat hingga Raya menjadi gugup, dengan menahan segala kegugupannya ia memberanikan diri menatap mata Reyhan.
"Saya ucapkan selamat kepada Anda Tuan muda..Sudah kan kalau begitu aku akan pergi sekarang,Aku sudah berjanji akan pulang dengan kak Niko tadi"Ucap Raya lalu melangkah kakinya melewati Reyhan
__ADS_1
"Tunggu dulu"Ucap Reyhan Sambil mengengam pergelangan tangan Raya menarik Raya kedalam dekapannya dan dengan Cepat langsung mendaratkan Ciuman dibibir Merah muda itu, Reyhan ******* bibir Raya dengan lembut.
Raya berusaha melepaskan diri tapi Sentuhan Reyhan benar-benar membuatnya Candu,Rasa Rindunya seakan tidak ingin melepaskan diri dari Sentuhan Reyhan, Ciuman itu berlangsung cukup Lama sampai Reyhan Melepaskan tautan bibir mereka karena merasa Raya sudah kehabisan Nafas.
"Jangan pergi bersamanya, Atau kamu akan melihat aku semakin gila,"Ucap Reyhan di telinga Raya
Raya menjauhkan diri dari tubuh Reyhan,Air matanya tumpah membasahi pipinya "Dasar egois,Tolong menjauhlah dari ku..Aku benci kamu,Aku benci karena persaan Cinta ini aku benci..."Ucap Raya lalu berlari keluar dari kamar hotel itu.
Raya berjalan keluar hotel, Niko yang berada di depan pintu Hotel,kaget melihat Raya yang keluar dengan keadaan menangis.
"Ada apa?Apa yang terjadi?"Tanya Niko panik
"Tidak ada apa-apa, Jangan bertanya apapun lagi dan tolong Antar aku pulang"Ucap Raya sambil terisak
~~
Pukul dua belas malam,
Di dalam kamar hotel, Reyhan duduk termenung memikirkan Raya yang Pergi dalam keadaan menangis.
Aku bahkan tidak bisa mengejar mu dan menenangkan mu,aku memang pengecut,Aku sudah terlalu sering menyakiti mu, mungkin kamu benar aku memang egois, karena terlalu mencintaimu dan menginginkan mu sampai aku tidak sadar, Semakin aku mendekat maka kamu akan semakin tersakiti"Batin Reyhan
Reyhan berdiri dari duduknya,ia keluar dari kamar itu,ia mengambil ponselnya di dalam saku Celana untuk Menelpon Ben.
Reyhan:Siapkan mobil,aku ingin pulang sekarang
Ben:Baik tuan
Reyhan berjalan keluar dari hotel yang sudah nampak sepi,ia bisa melihat Ben sedang berdiri di samping mobil untuk menunggunya.
Saat sedang berjalan untuk menghampiri Ben ,tiba-tiba saja dari arah belakang dengan gerakan yang sangat cepat seseorang menggunakan baju serbah hitam dan topeng Menusuk Perut Reyhan lalu berlari meninggalkan tempat itu menggunakan sepeda motor.
Ben yang melihat kejadian tragis itu langsung berlari menghampiri Reyhan yang sudah berlumuran darah,ia tidak lagi perduli untuk mengejar si penusuk itu, yang ia perdulikan adalah keselamatan Reyhan.
"Tuan muda..Tuan muda apa anda baik-baik Saja,Tolong sadarlah"Ucap Ben panik sambil menutup luka di perut Reyhan
Reyhan sudah tidak sadarkan diri, dengan cepat Ben menghubungi Rumah sakit untuk memberikan pertolongan.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG 💓
__ADS_1