
1 bulan kemudian...
Raya baru saja tiba di kantor, ia berjalan menuju pintu lift,Tak lama Reyhan datang mengangetkannya dari belakang.
"Selamat Pagi Cinta"Bisik Reyhan sambil merangkul Raya
Raya langsung terperanjat kaget,ia melepaskan rangkulan Reyhan dan melihat sekelilingnya,untung Saja Susana masih sepi.
"Sudah saya bilang kalau sedang di kantor, jangan memanggil saya seperti itu.. walau bagaimanapun Anda atasan saya di sini,Tidak enakkan jika di lihat orang..sana..sana jaga jarak"Usir Raya
Reyhan langsung memasang wajah cemberutnya,Ada rasa kecewa saat mendapat penolakan dari Raya,ia benar-benar tak mengerti kenapa Raya masih ingin menutupi hubungan mereka kepada semua orang yang ada di kantor ini, bahkan Raya Menolak untuk di antar jemput olehnya.
Tak lama pintu lift terbuka,Raya dan Reyhan pun bergegas masuk kedalam lift.
Di dalam lift, Reyhan pun kembali memdekati Raya,ia mendorong tubuh Raya hingga bersandar di dinding lift, Sekarang Raya berada di antara kedua tangan Reyhan.
Raya nampak kaget dengan tindakan Reyhan, ia berusaha melepaskan diri,Tapi Reyhan malah semakin mendekatkan diri,Raya Melihat ke atas di setiap sudut lift,ia takut ada CCTV di lift ini,dan untung saja tidak ada,ia pun kembali menatap Reyhan.
"Ada apa?"tanya Raya
Dengan cepat Reyhan Mencium kekasihnya lalu mengigit bibirnya hingga membuat Raya meringis karena merasakan sakit pada bibirnya.
"Apa yang kamu lakukan"Ucap Raya
"Cepat Atau lambat, semua orang akan Tahu tentang Hubungan kita, setelah pertemuan keluarga Minggu depan,Aku akan segera mengumumkan rencana pernikahan kita,aku sudah benar-benar lelah main kucing-kucingan seperti ini,Jika bukan permintaan mu, Sudah lama aku mengumumkan tentang hubungan kita kepada semua orang"Ucap Reyhan dengan kesal
Reyhan Kembali keposisinya semula, Sementara Raya masih diam mematung sambil bersandar di dinding lift tersebut.
Tak lama pintu lift terbuka, Reyhan Melangkah lebih dulu lalu di ikuti oleh Raya.
Sesampainya di dalam,Raya langsung duduk di kursi Meja kerjanya, Sementara Reyhan berlalu masuk kedalam Ruangannya,Ben yang sudah datang sejak pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan berkas Rapat, Ben sedikit heran melihat bibir Raya yang mengeluarkan darah.
"Bibir kamu berdarah"Ucap Ben
"Benarkah,Ah ini pasti karena kepentok tembok tadi"Ucap Raya lalu tersenyum kepada Ben
"Benar tidak apa-apa?"Tanya Ben
"Iya benar, Sudah lah"Jawab Raya
"baiklah,oh ya Raya...Apa aku boleh bertanya sesuatu"
"Apa itu ?"Tanya Raya
"Satu bulan belakangan ini Jihan sangat cuek dengan ku..Apa dia menceritakan sesuatu kepada mu?"Tanya Ben
"Tidak ada,Nona Jihan memang nampak Murung Akhir-akhir ini,Apa anda melakukan kesalahan sehingga Nona jihan Marah?Tanya Raya balik
__ADS_1
"Kesalahan..."Ucap Ben yang mulai berfikir, kesalahan apa yang sudah ia perbuat hingga Jihan marah seperti ini,Memang dasar ben tipe pria tidak peka,dia bahkan tidak menyadari jika sudah melakukan kesalahan
Raya sampai bosan menunggu Ben yang sedang memikirkan kesalahannya.
."Tuan pikirkan saja dulu ya.. nanti kalau sudah Tahu,baru saya kasih saran lagi.. sekarang saya mau ke ruangan Tuan Reyhan dulu.
"Ya baiklah.."Ucap Ben
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar..
"Masuk.."Ucap Reyhan yang masih fokus pada layar laptopnya
Raya memasuki Ruang Kerja Reyhan,ia berjalan mendekati Reyhan untuk memberikan berkas-berkas untuk Rapat siang ini.
"Ini berkas untuk Rapat siang ini Tuan,"Ucap Raya sambil menyodorkan Berkas tersebut ke atas meja Reyhan.
"Nanti saya periksa, kamu boleh keluar"Ucap Reyhan tanpa melihat Raya
Raya mengerutkan keningnya,ia bisa merasakan jika Reyhan sedang marah.
Pasti karena kejadian di lantai bawah tadi,Apa perkataan ku salah...ah sudahlah abaikan Saja"Batin Raya
"Baiklah Tuan "Ucap Raya lalu melangkah pergi,keluar Ruangan itu.
Raya yang melihat Reyhan, langsung bergegas berdiri untuk mengikuti langkah Reyhan, Tapi baru saja ia akan melangkah Reyhan sudah bersuara.
"Ben yang akan menemani ku ke ruang Rapat,kamu selesaikan saja laporan
mingguan, hari ini saya akan memeriksanya"Ucap Reyhan sambil melirik tajam kearah Raya
Ben langsung melihat kearah Raya,ia bisa merasakan perang dingin antara dua sejoli di depannya ini, masalah ia dan Jihan saja sudah membuat kepalanya mau pecah, Sekarang malah di tambah masalah Tuan mudanya dan calon Nona mudanya.
"Ben" Ucap Reyhan
"Iya Tuan muda"Ucap ben lalu beranjak mengikuti langkah Reyhan
Raya menatap kepergian Reyhan dengan bingung,Apa Semarah itu Reyhan padanya,hanya karena masalah kecil saja.
~~
Jam kerja sudah selesai,Raya pun bersiap untuk pulang, Hari ini benar-benar begitu berat bagi Raya, karena Reyhan yang bersikap acuh padanya.
Raya melangkahkan kakinya keluar dari gedung utama HRY group,namun langkahnya terhenti saat sebuah mobil Alphard berwarna putih berhenti tepat di depannya.
Karena Takut,Raya memundurkan langkahnya, terlihat seorang pria berjas hitam keluar dari kursi kemudi.
__ADS_1
"Permisi Nona Raya,Saya di tugaskan oleh Tuan besar untuk menjemput Anda"Ucap orang itu
"Tuan besar..Tapi untuk apa,dan saya akan di bawa kemana?"Tanya Raya
"Silahkan masuk Nona"Ucap pria itu lalu membukakan pintu mobil untuk Raya
Meski sedikit Takut, Akhirnya Raya memutuskan untuk masuk kedalam mobil itu.
~
Dalam perjalanan,Raya hanya diam Tanpa Bertanya lagi, karena ia tahu akan mendapatkan jawaban yang sama.
Raya ingin sekali menghubungi Reyhan,Tapi mengingat Reyhan yang masih marah kepadanya, Raya pun mengurungkan niatnya tersebut.
Setelah setengah jam perjalanan, Akhirnya mobil tersebut berhenti di sebuah Restaurant Chinese food,Pria itu membukakan pintu mobil untuk Raya.
"Mari nona,Tuan besar sudah menunggu"Ucap pria itu
mendadak jantung Raya berdetak semakin cepat,ada rasa cemas dan Takut yang menghampirinya Seketika.
Reyhan memberitahunya jika pertemuan keluarga akan di laksanakan Minggu depan Tapi kenapa Ayah Reyhan ingin menemuinya, Fikiran Negatif pun mulai membayangi Raya,Apa Ayah Reyhan sebenarnya tidak setuju,Atau mungkin Ayah Reyhan akan menyuruh Raya untuk meninggalkan Reyhan,masih banyak lagi di Fikirkannya saat ini.
"Silahkan masuk Nona"Ucap pria itu membuyarkan lamunan Raya Seketika.
"Ah iya, Terimakasih"Ucap Raya lalu melangkah masuk kedalam sebuah Ruangan khusus untuk Tamu VVIP di restaurant tersebut.
Raya bisa melihat seorang Pria paruh baya sedang duduk membelakanginya.
Apa yang harus aku lakukan sekarang,sudah terlambat untuk kabur, Bagaimana aku bisa menghadapinya sendirian"Batin Raya
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung 💓
(Aku kembali lagi setelah hampir satu bulan, sekarang aku siap untuk berkarya lagi, menuntaskan episode-episode akhir, terus Tungguin Up selanjutnya, Terimakasih atas dukungannya 😘😘😘😘)
__ADS_1