
Tatapan mereka saling beradu, wanita gemuk itu bahkan tak menjawab pertanyaan Niana. Perasaan Niana mulai tidak enak, perlahan ia bangkit dari duduknya, mundur secara perlahan. Semakin Niana mundur, wanita itu semakin melangkah maju.
"Kamu hanya wanita asing, sedangkan aku sudah menemani perjalanannya dari awal karirnya. Seharusnya kamu tidak pernah muncul sebagai benalu yang mengubah jalan hidup King." Wanita itu berbicara dengan nada penuh amarah, matanya pun memerah, seakan menyimpan dendam yang begitu dalam.
"Apa maksud kamu, aku tidak mengerti?" tanya Niana yang semakin merasa bingung.
Tangan wanita itu mengepal semakin erat. Ia menggerakkan tangannya, meraih sesuatu dari balik saku hoodie hitam yang ia pakai. Saat ia mengeluarkan tangannya, sebuah senjata t*jam berupa b*lati yang sudah berada di tangannya.
Niana menutup mulutnya dengan tangan kanannya, matanya membulat tak percaya. Ia sudah mengerti jika dirinya sedang dalam bahaya. Wanita asing yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya ini sangat amat menyeramkan baginya.
Mata Niana mulai berkaca-kaca, ia berteriak dalam hati, seolah memohon agar King cepat datang untuk menolongnya. Wanita itu semakin bergerak maju, dan Niana semakin memundurkan langkahnya, sampai pada akhirnya ia sudah membentur tembok.
"Saya mohon jangan mendekat!" teriak Niana, tubuhnya bergetar hebat, merasakan ketakutannya sendiri.
Di hari paling Bahagianya, tidak ia sangka dirinya akan melalui momen-momen mengerikan ini sendiri. Dengan gerakan cepat wanita itu mengarah senjata t*jam itu ke leher Niana, melekat, hanya saja belum sampai melukai.
"Diam! Atau kamu akan lihat sejauh apa aku berbuat nekad!" hardik wanita gemuk itu pada Niana.
Seketika tubuh Niana menjadi kaku, air matanya keluar dari sudut netra hitamnya yang di lapisi softlens berwarna grey. Ia sungguh berharap, seseorang muncul dari balik pintu untuk menolongnya.
"Ka-katakan, se-sebenarnya kamu siapa, kenapa kamu begitu membenci ku?" tanya Niana dengan nada suara bergetar-nya.
"King adalah milikku, dan kamu tiba-tiba datang dan menghacurkan semuanya! Aku lebih dari sekedar fansnya, aku mengorbankan banyak hal demi mendukung karirnya, kenapa kamu datang kedalam kehidupannya dan membuat karirnya hancur!"
Akhirnya Niana mengerti, jika wanita yang ada di hadapannya ini adalah seorang fans fanatik dari King. Tidak dapat dipungkiri bahwa selebritas merupakan salah satu unsur penting di industri hiburan. Karena memang pada dasarnya, seorang idola di butuhkan sebagai inspirasi, panutan dan juga motivasi hidup.
Seseorang yang mengidolakan sosok tertentu cenderung akan mencontoh perilaku orang yang diidolakannya. Tak jarang, kondisi ini berujung pada hilangnya identitas diri karena terlalu terpengaruh dengan karakter idolanya.
Perasaan memiliki yang berlebihan terhadap idola pada akhirnya juga menjadi salah satu faktor yang dapat mengancam kesehatan mental dan membahayakan diri. Kondisi ini dapat terjadi karena fans telah masuk dalam taraf kecanduan yang dapat ditandai dengan tindakan-tindakan terlalu ingin tahu dengan kegiatan serta aktivitas sang idola, kebiasaan menguntit, hingga tak mau ketinggalan secuil informasi pun dari sosok idolanya.
Mengidolakan seseorang sejatinya merupakan perilaku yang normal. Namun, menjadi hal yang perlu diwaspadai ketika kebiasaan tersebut berubah menjadi aktivitas yang mengarah pada tindak kejahatan seperti pelanggaran privasi, penipuan, bahkan sampai menyakiti diri sendiri atau orang lain demi sosok yang diidolakan. Selayaknya manusia, para idola tetap memiliki kehidupan pribadi dan tak luput dari kesalahan.
Hal seperti itu lah yang terjadi pada wanita yang saat ini menganggap Niana adalah parasit yang harus pergi dari kehidupan King. Senjata t*jam itu semakin melekat erat di leher Niana, hingga mulai menorehkan sedikit luka yang terasa perih.
__ADS_1
Wanita itu mengubah posisinya menjadi di belakang Niana, dengan senjata t*jam yang tetap berada di leher Niana.
"Jangan memberontak, ikuti aku dan menurut lah," bisik wanita itu pada Niana.
Niana hanya bisa diam, dengan air mata yang tidak henti-hentinya keluar. Wanita itu membimbing Niana keluar dari ruangan ganti. Dengan mata yang terus melirik kanan kiri, memastikan kondisi aman saat ini.
~
Sementara itu di lokasi pesta, King bersama dengan kedua orangtuanya dan juga kedua mertuanya sedang mengobrol dengan salah satu tamu penting yang saat ini ikut hadir di pesta pernikahan King dan Niana.
Sudah sejak tadi mereka menunggu untuk melihat Niana, tapi Niana tak kunjung selesai berganti pakaian.
"Apa istri King masih lama? Kami harus segera pulang," ucap salah seorang tamu penting itu.
"Ah maaf Tante, Om, kalau begitu saya akan menyusul istri saya ke ruang ganti, mohon tunggu sebentar," ucap King.
"Cepat bawa Niana kemari?" ucap Reyhan berbisik.
King menarik tangan Joshua agar menjauh dari teman-temannya itu. Ia membisikkan sesuatu ke telinga Joshua, " Sejak tadi Niana belum kembali, temani aku ke ruang ganti."
Joshua tak menjawab apapun kecuali anggukan pelan sebagai kode untuk menyetujui permintaan King. Akhirnya mereka pergi bersama menuju ruang ganti, tempat Niana berganti pakaian.
~
Sesampainya di ruangan ganti, tanpa berpikir panjang, King langsung membuka pintu itu. Rasa cemasnya kian bertambah karena sosok istri yang ia cari tidak ada di sana, hanya ada dua orang gadis karyawan dari WO yang juga nampak kebingungan.
"Dimana istri saya!" seru King.
Kedua gadis itu menundukkan kepalanya, mereka benar-benar tidak tahu harus berkata seperti apa. Mereka juga baru saja tiba di ruangan itu dan Niana sudah tidak ada.
"Ka-kami juga tidak tahu tuan, kami meninggalkan Nona Niana di sini sebentar untuk mengambil gaun, dan saat kami kembali Nona sudah tidak ada," tutur salah seorang gadis itu.
Araaggggg.
__ADS_1
King mengerang kesal sambil menedang sebuah kursi yang ada di dekatnya. kedua gadis itu berlutut di depan King, menyesali kecerobohan mereka yang meninggalkan Niana sendiri. King tidak menghiraukan dua gadis itu, ia melangkah menuju toilet yang ada di dalam ruangan itu dan toilet itu kosong, perasaannya semakin tidak tenang.
"Kalian berdua berdiri lah, cari Nona Niana sekarang," pinta Joshua pada dua orang gadis yang nampak sangat ketakutan.
Saat kedua wanita itu melangkah keluar dari ruangan, Joshua menghapiri King yang masih berdiri di ambang pintu toilet.
"Lebih baik kita pergi ke pusat keamanan sekarang, pasti di setiap sudut gedung ini terdapat CCTV, kita pasti bisa menemukan jejak Niana," tutur Joshua.
"Kamu benar, ayo."
Joshua dan King Melangkah dengan cepat. Degup jantung king semakin menggila, rasanya baru saja ia melihat sang istri yang nampak sangat bahagia, dan sekarang menghilang tanpa jejak.
...***...
Sesampainya di bagian pusat kemananan hotel, King yang di dampingi Joshua menatap fokus layar monitor yang di kendalikan oleh salah seorang petugas keamanan. Petugas keamanan itu, mulai memcari dimana posisi Niana saat ini.
Akhirnya rekaman itu ketemu juga, King terlihat sangat marah, khawatir, lemas semua menjadi satu saat ini, ia mencengkram erat sandaran kursi tempat petugas keamanan itu sedang duduk. Bagaimana tidak marah, di dalam rekaman itu, terlihat seorang wanita gemuk mengarahkan senjata t*jam ke leher Niana sambil terus berjalan, dari rekaman CCTV, terlihat wanita itu mengarah hendak keluar gedung hotel.
"Cepat perintahkan semua petugas keamanan untuk menutup akses keluar gedung ini!" seru King dengan mata yang memerah dan juga berkaca-kaca.
"Baik tuan."
Gedung hotel dengan tiga puluh lantai itu, memang saat ini sedang tidak beroperasi, karena hotel ini sudah di booking khusus untuk acara King dan Niana. Lorong-lorong, koridor hotel semua nampak sepi, karena semua pegawai hotel kini berada di ball room hotel.
Situasi semakin mencekam, para petugas keamanan bergerak cepat, menutup semua akses keluar dari gedung hotel itu. Sementara di lokasi pesta, semua masih nampak bergembira, tertawa bahagia karena menghadiri acara pernikahan termewah tahun ini, tanpa mereka sadari sang pengantin wanita sedang dalam acaman bahaya.
Bersambung π
Terimakasih untuk para readers yang selalu setia mengsuport author receh iniβΊοΈ komentar kalian, baik itu positif ataupun negatif saya jadikan motivasi untuk semakin belajar dan belajar.
Kisah Niana dan King akan memasuki lima bab akhir, akan saya update setiap hari satu bab mohon pengertiannya, karena author sedang mempersiapkan novel terbaru yang akan segera rilis juga di awal Oktober π Terimakasih, saranghae πβ€οΈ
Jangan lupa like+komen+vote ya readers ππ
__ADS_1