Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.132-Bab.6 ( Foto siapa itu?)


__ADS_3

Salah satu mimpi Niana di usia dua puluh tahun adalah meraih peringkat master di bidang Engineering and Technology. Ia bahkan sudah menulis listnya di buku catatan hariannya.


Niana bukanlah seperti wanita pada umumnya yang mengutamakan hubungan percintaan di di masa remaja. Namun ia mementingkan cita-cita bukan cinta.


Sekarang mereka sedang dalam perjalanan ke Marina bay. Niana memperhatikan penampilan King yang sedang duduk di sampingnya, dari ujung kaki sampai ujung kepala. Memang jelas mencirikan seorang bintang muda yang sedang naik daun. Tapi sungguh Niana tidak menyukai dunia yang di masuki King. Dunia di mana tidak ada privasi, penuh pencitraan demi mempertahankan popularitas.


Pak cik Rom memasuki area Marina bay sands. Niana dan king langsung turun, sementara barang-barang mereka akan di urus oleh pak cik Rom. Saat masuk ke lobby, seorang pria paru baya mengahampiri mereka.


"Apa betul, Nona dan tuan ini, anak menantu puan Jihan?" tanya pria itu.


"Iya benar, pak cik kenal mama saya?" tanya Niana.


"Pasti lah kenal, siapa yang tak kenal orang tersohor macam mereka," ucap pria itu dengan sangat antusias.


King hanya mengangguk-angguk mendengar percakapan antara Niana dan pria paru baya yang ternyata merupakan manager dari Marina bay sands. Lagi-lagi karena koneksi, tidak perlu reservasi apalagi menunggu untuk mendapatkan kamar. King dan Niana langsung di antara ke lantai tiga puluh dimana kamar VVIP yang di sediakan untuk mereka.


Niana memasuki kamar yang mereka. Kamar itu benar-benar kamar khusus untuk pengantin baru. Di atas ranjang di penuhi bunga mawar, dengan aroma terapi yang menyeruak. King langsung melompat berbaring di atas ranjang, hingga kelopak-kelopak bunga yang tadinya berbentuk lambang hati kini berhamburan.


"Bagaimana jika kita pesan satu kamar lagi?" tawar Niana sambil duduk di samping tempat tidur.


"Untuk apa?" tanya King.


"Aku tidak bisa tidur bersebelahan dengan kamu lagi, aku kapok mendapat tamparan dan tendangan dari kamu," ujar Niana dengan wajah cemberutnya.


King langsung mengubah posisinya jadi duduk bersandar, ia menatap Niana sambil berpangku tangan. Niana di tatap seperti itu, sontak mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


"Kamu pikir hanya kamu saja ... aku juga terkena tendangan dari kaki panjang mu itu, bahkan aku lebih rugi, karena wajahku ini adalah aset," oceh King karena merasa tidak terima Niana menyalahkannya.


"Ya sudah, kita sama-sama menderita, kalau begitu kita pesan satu kamar lagi untuk kamu," ucap Niana kesal.

__ADS_1


"Oke, tapi sebelum itu, aku mau mandi dulu," kata King sambil beranjak turun dari atas ranjang, lalu melangkah menuju kamar mandi.


Niana melangkahkan kakinya menuju kopernya yang berada di sudut ruangan itu. Niana melihat sebuah dompet yang tergeletak di atas lantai, sepetinya milik King. Niana membungkukkan badannya untuk mengambil dompet itu dan saat dompet sudah di tangan, selembar foto tejatuh dari dalam dompet.


Karena penasaran, Niana memungut foto itu, dilihatnya wajah seorang wanita cantik yang sedang berpose manis dengan King, terpampang di sana. Wanita dengan rambut coklat dan berkulit putih, cantik, dengan lesung pipi di bagian kiri wajahnya. Niana berkata dalam hati, apa wanita yang ada di dalam foto itu adalah foto pacar King.


Niana menghilangkan pikiran itu dari kepalanya. Baginya terserah saja, ia tidak perduli dan untuk apa dia memikirkan hal pribadi King, toh mereka sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing-masing.


Sesaat Niana memandangi lagi foto itu, kemudian ia memasukkannya kembali ke dalam dompet King. Jangan sampai King memergokinya melihat foto itu.


Ckelek.


Pintu kamar mandi terbuka, reflek Niana langsung menoleh ke arah kamar mandi. Matanya membulat seketika, saat melihat King yang sedang bertelanjang dada, dengan hanya memakai boxer pendek, berdiri di depan pintu kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Aaaakkk.


Mendengar teriakkan itu, King langsung berjalan dengan cepat menghampiri Niana yang kini sedang berdiri dengan kedua tangan menutupi wajahnya.


"Kamu kenapa?" tanya King penasaran.


Meski ia menutup mata, Niana bisa tahu jika saat ini King berdiri di dekatnya. Ia berusaha untuk menjauh, namun sepertinya Niana salah mengambil langkah hingga ia hilang keseimbangan dan ia jatuh tepat menimpa tubuh King, karena posisi yang tidak siap, King pun terjatuh ke belakang.


Bugh.


Kini mereka terjatuh kelantai, dengan posisi Niana berada di atas tubuh King. Niana bisa merasakan tubuhnya tidak sakit, malah terasa begitu hangat, dengan aroma yang begitu fresh yang menempel di hidungnya.


Perlahan Niana membuka matanya, dan saat membuka mata padanngan matanya langsung beradu dengan mata King. Ia diam terpaku sesaat, saat dari dekat bisa melihat mata coklat king, deru nafas King begitu terasa menimpa kulit wajahnya. Untuk pertama kalinya ia sedekat ini dengan seorang laki-laki.


"A-apa kau tidak mau turun, kau berat," ucap King terbata-bata, jujur ia gugup saat Niana memadanginya seperti itu, dan sepertinya King harus meralat ucapannya jika dada Niana hanya sebesar bola tenis meja. Di situasi seperti ini, Ia bisa merasakan jika lebih besar dari itu.

__ADS_1


Niana langsung beranjak dari posisinya. Ia merasa malu karena sempat kehilangan fokus saat memandangi mata King tadi. King pun langsung berdiri dari posisinya. Niana kembali menundukkan padangannya saat melihat King kembali mempertontonkan roti sobek yang terpampang nyata di perut sixpack itu.


"Pakailah pakaian mu, setelah itu kita temui resepsionis untuk memesan kamar, aku akan menunggu di luar," tutur Niana lalu melangkah dengan cepat keluar dari dalam kamar.


King menatap kepergian Niana dengan bingung, bagi pria yang lama tinggal di California Amerika serikat, King sudah biasa berpenampilan seperti itu saat di rumah ataupun di pantai.


Sementara Niana hanyalah anak rumahan yang jarang keluar hanya untuk menghadri sebuah party, atau berlibur bersama teman-temannya. Niana lebih memilih menghabiskan waktunya dengan belajar, mendengar musik dan memasak.


Setelah selesai bersiap-siap, King keluar dari kamar. Ia menghampiri Niana yang sedang duduk di kursi yang ada di sudut lorong.


"Ayo turun," ajak King.


Niana mendongak melihat King yang kini berdiri di hadapannya. penampilan King sangat mencolok sekali dengan pakaian ala Korean style, bisa-bisa jika Niana berjalan dengan King orang akan menyangka jika ia adalah asistennya King, bukan pacar apalagi istrinya.


Lihatlah, dia ini anggota boyband Korea atau apa, kenapa mencolok sekali, Batin Niana.


"Kita hanya mau ke lobby, kenapa rapi sekali," kata Niana sambil berdiri dari posisinya.


"Aku terbiasa tampil perfectsionis dalam berpenampilan," terang King.


"Ya terserah lah, ayo," ucap Niana lalu melangkah pergi mendahului King.


Niana tidak mau berjalan beriringan dengan King dengan kondisinya yang masih acak-acakan sementara King sudah seperti model saja.


Bersambung 💓


Lanjut nanti siang ya kakak-kakak. Terimakasih untuk semua dukungannya.


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊😊

__ADS_1


__ADS_2