
Satu minggu berlalu begitu cepat. Hari-hari penuh kebahagiaan untuk Niana dan King semakin bertambah. Meskipun kedua orangtua Niana sudah pulang, Niana tetap merasa bahagia karena mendapatkan keluarga baru yang begitu menyayanginya.
Sudah beberapa hari ini Niana lebih manja kepadanya. Ada saja permintaan aneh Niana yang membuat King tercengang tapi juga bangga.
Mulai dari ingin berkunjung ke bawah jembatan tol, dan makan bersama dengan para anak pengemis yang ada di sana, dan naik ojek keliling Jakarta.
Dan siang ini, King pulang lebih cepat karena tiba-tiba Niana memintanya untuk membeli kerak telor di kawasan Monas. untung saja siang-siang seperti ini, ada saja yang menjual makanan itu.
Saat sampai di halaman depan kediaman hardiansyah, Niana langsung berhambur memeluk King dan langsung merebut kantong yang ada di tangan King.
"Wah, baunya harum sekali aku kedapur dulu ya."
"Iya sayang," ucap King sambil membelai pucuk kepala Niana.
Niana kembali melangkah masuk. King menghembuskan nafasnya dengan penuh kelegaan. Selesai lagi misinya membahagiakan sang istri. Baginya kebahagiaan Niana adalah prioritasnya saat ini, meski tugasnya sebagai pemimpin perusahaan sangatlah padat.
Saat akan masuk, tiba-tiba saja mama datang dari arah taman belakang menghampiri King.
"Loh saka kok sudah pulang?" tanya Raya.
"Oh ini ma, Nia minta di belikan kerak telor jadi aku pulang sebentar. Satu jam lagi aku akan kembali ke kantor," jawab King.
"Kerak telor? Niana akhir-akhir ini terlihat lebih doyan makan ya, aneh-aneh lagi, apa mungkin ....-"
"Mungkin apa ma?" tanya King penasaran.
"Mungkin saja Niana ... hamil."
King membulatkan matanya, apa ia Niana hamil, tapi Niana tidak mengalami morning sicknes seperti kebanyakan wanita hamil pada umumnya. Jika benar maka itu terbilang cukup cepat.
"Masa iya ma," ucap King tak percaya.
"Mama ini sudah pernah mengalami, jadi mama tau betul, kalau kamu mana paham."
King terseyum penuh arti. Tanpa bicara apapun lagi,ia melangkah cepat menuju dapur, meninggalkan sang mama yang masih berdiri di sana.
"Kalau Nia hamil, berarti sebentar lagi aku punya cucu," gumam Raya dengan wajah berbinar-binar.
~
King mempercepat langkahnya, menghapiri Niana yang sedang menikmati kerak telor itu sendiri di ruang makan. Ia terlihat sangat lahap sekali, sampai tidak menyadari jika King sudah duduk di sampingnya.
"Sayang," bisik King tepat di telinga Niana, membuat Niana terkesiap.
"Astaga, sayang kamu mengagetkan saja."
"Kamu suka makanan itu?" tanya King basa-basi sebelum bertanya lebih lanjut.
Niana menganggukkan kepalanya dengan mantap, "Iya, enak sekali. Besok aku mau apalagi ya ... nanti aku lihat di google dulu lah."
"Syukurlah kalau kamu suka."
"Sayang," panggil King lagi.
"Apa sih?"
"Apa kamu tidak merasa jika tingkah kamu akhir-akhir ini sangat aneh."
"Aneh? Maksud kamu apa sayang?"
" Ya, masa kamu tidak sadar kamu lebih banyak makan dan permintaan kamu juga aneh-aneh," ujar King.
Niana menghentikan aktivitasnya, ia meletakkan sendok di atas piring. Ia memicingkan matanya, King mengira jika Niana sudah mengetahui maksudnya, tapi ternyata ....
"Maksud kamu aku akan menggedut karena terlalu banyak makan, kamu tidak suka ya?" sahut Niana dengan wajah cemberutnya.
__ADS_1
King menepuk jidatnya sendiri, ternyata hormon wanita saat hamil juga mempengaruhi emosi yang menjadi lebih sensitif.
"Bu-bukan begitu maksud ku sayang ... mama bilang, mungkin saja kamu hamil," jelas King.
Niana membulatkan matanya dengan kedua tangan menutup mulut yang sudah terperangah, "Hamil?" ucap Niana tak percaya.
"Iya, mungkin saja kamu sedang mengadung anak kita," ucap King malu-malu.
Niana mengelus perutnya. Kenapa ia tidak pernah terpikir akan hal itu, ia pikir ia telat haid karena masih mengalami trauma akibat penyekapan di hotel waktu itu.
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit, untuk mengeceknya," tawar King.
"Apa tidak terlalu cepat? Aku takut kamu akan kecewa jika ternyata hasilnya negatif."
"Entah kenapa aku sangat yakin saat ini, apapun hasilnya nanti aku tidak akan kecewa kami tenang saja," ucap King.
"Baiklah."
"Ayo cepat habiskan kerak telornya, setelah ini kita pergi ke rumah sakit."
Niana menyingkirkan piring itu dari hadapannya. Setelah mendengar ucapan King masalah kehamilan, tiba-tiba saja ia merasa tidak lapar lagi,kini ia lebih merasa gugup.
"Kenapa, Kok tidak di makan?" tanya King pada sang istri.
"Aku sudah tidak lapar, tiba-tiba saja aku menjadi gugup,kita pergi sekarang saja," kata Niana yang sudah beranjak dari duduknya.
"Siap Tuan Putri."
~
Setelah selesai bersiap-siap, King dan Nian turun dari lantai atas secara beriringan. Tak lupa mereka menemui mama untuk berpamitan.
Saat ini Raya sedang berada di taman belakang untuk melakukan aktivitas rutinnya merawat bunga-bunga yang ada di sana.
"Loh, kalian mau kemana?"
"Ehm, mama masa lupa tentang hal tadi."
"Oh itu, baiklah mama doakan kalian mendapatkan hasil terbaik." Raya nampak sangat senang.
"Kalau begitu kami pergi dulu ma," ucap Niana.
"Iya sayang, kalian hati-hati di jalan ya."
Niana berbalik hendak pergi, namun tiba-tiba saja Rachel sudah berada di hadapan mereka. Rachel baru saja pulang dari sekolah, dan ia sudah tahu pasti mamanya berada di taman belakang, ia tidak menyangka Niana dan King juga berada di sana.
"Kak King dan Kak Nia mau kemana?"
"Ada deh, anak kecil tidak boleh tau," jawab King.
"Bye Acel, kak Nia pergi sebentar ya."
King dan Niana melanjutkan langkahnya. Sementara Rachel yang masih nampak kebingungan langsung menghampiri sang mama.
"Ma.. kak King dan Kak Nia mau kemana?" tanya Rachel yang nampak sangat penasaran.
"Nanti kami juga tau sayang, sana ke kamar ganti pakaian."
"Iiih mama juga nih, buat Rachel penasaran saja." dengan wajah di tekuk, Rachel kembali masuk kedalam rumah.
...***...
Sesampainya di rumah sakit, King dan Niana langsung di pandu oleh seorang perawat untuk masuk kedalam ruangan dokter kandungan. Sebagai salah satu pemilik saham terbesar di rumah sakit Cendana, tentu saja mereka tidak perlu mengantri untuk bertemu dokter.
Tangan Niana mulai berkeringat saat memasuki ruangan dokter kandungan itu. King tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Niana, bahkan saat mereka sudah duduk di hadapan dokter.
__ADS_1
"Akhirnya Tuan dan Nona datang juga," ucap dokter itu.
Niana dan King saling menatap satu sama lain, mereka sama-sama bingung mendengar ucapan sang dokter.
"Maksud dokter apa?"tanya Niana bingung.
"Jadi begini, sewaktu Nona di rawat minggu lalu, dokter yang menangani Nona memberitahu saya jika dari hasil pemeriksaan, ada perubahan hormon pada tubuh Nona yang biasa terjadi pada seorang wanita yang sedang mengandung, karena terlalu dini, maka saya dan dokter yang menangani Nona waktu itu, sepakat untuk tidak memberitahu Nona dulu, baru saja hari ini saya akan menelpon Tuan Reyhan dan ternyata tuan dan Nona sudah datang terlebih dulu," jelas dokter itu.
"Jadi istri saya benar-benar hamil dok?" tanya King yang nampak sangat antusias.
"Untuk memastikan kebenaran, mari ikut saya untuk USG,agar lebih jelas."
Niana melangkahkan kakinya naik ke sebuah brankar. Setelah ia berbaring, seorang perawat wanita menyikap baju kemeja Niana sampai seluruh bagian perutnya terlihat, setelah itu sang perawat juga mengoleskan gel yang terasa cukup dingin di kulit.
Dokter wanita itu menggantikan posisi sang perawat lalu mulai mengarah sebuah benda ke perut Niana yang terhubung ke sebuah layar yang berada tepat di samping sang dokter.
King menggenggam tangan Niana dengan erat, keringat mulai membasahi pelipisnya karena terlalu tegang. Yang di USG siapa yang tegang siapa, hehe.
"Bagaimana dok?" tanya King yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Sang dokter.
"Selamat ya Tuan dan Nona sebentar lagi akan menjadi orang tua," ucap Dokter yang juga ikut bahagia.
King langsung mencium kening sang istri. Bulir air mata langsung keluar dari sudut mata Niana. Ia tidak menyangka, Tuhan begitu cepat memberikan mereka anugerah terindah.
"Sayang, a-aku hamil," ucap Niana yang sudah berderai air mata.
"Iya sayang, anak kita sekarang ada di sini," ucap King sambil mengelus perut Niana.
Senyum dokter itu kembali mengembang, saat ia melihat sesuatu yang tidak biasa di rahim Niana. Ia menoleh kearah King dan Niana yang sedang berbahagia.
"Maaf Tuan, Nona karena saya harus mengatakan ini ... dari yang saya lihat ternyata ....-"
"Ternyata apa Dok?" tanya King. Wajah Niana dan King kembali menegang seketika.
"Karena ternyata ... kantung janinnya ada dua."
"Ma-maksudnya, anak kami kembar dok?" tanya King memastikan.
"Benar sekali Tuan."
King dan Niana kembali menatap, dan saat ini King sudah tidak bisa menahan air matanya, ia menagis bahagia sambil memeluk sang istri. Rasa bahagia yang saat ini mereka Rasakan kini bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya, karena dua janin yang baru saja hadir di rahim Niana.
...***...
King dan Niana berjalan sambil bergandengan tangan, memasuki sebuah area pemakaman. Setelah pulang dari rumah sakit tadi. Mereka memutuskan untuk mengunjungi sang pemberi wasiat.
Ya, sejak hari pemakaman itu, mereka belum sempat untuk datang mengunjungi Kakek Anwar. Kakek yang telah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan.
Dengan bekal sekeranjang bunga dan air, mereka duduk bersimpuh di samping pusara sang Kakek. Entah kenapa Niana menjadi sangat emosional, saat mengingat sang Kakek.
Baik King ataupun Niana, mereka menyesal karena sempat mempermainkan pernikahan yang menjadi wasiat terakhir sang kakek. Dan pada akhirnya wasiat itu adalah sebuah jalan untuk mereka saling mencintai satu sama lain.
Niana dan King menaburkan bunga di atas pusara sang Kakek, Niana beberapa kali menyeka air matanya. King mengusap lembut pundak sang istri, berusaha menguatkan, meski sebenarnya ia juga merasakan sesak di dadanya saat bayangan wajah sang kakek, memenuhi pikirannya.
Kek, terimakasih karena sudah mengirim Niana untuk King. Aku mencintainya dan kami sebentar lagi akan memiliki buah cinta kami. King yakin dari sisi manapun kakek sedang menyaksikan kebahagiaan kami. Terimakasih kek, batin King.
Kisah Niana dan King telah memasuki akhir episode. Author akan fokus melanjutkan Kisah Joshua dan Kinan yang akan di bumbui konflik dan berakhir di kursi pelaminan.
Nantikan terus update terbarunya ya, karena hanya tersisa beberapa bab saja untuk TAMAT.
Aduhh, author melow nih kalau ngomongin soal TAMAT. 😢😢😢
Bersambung 💓
Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊
__ADS_1