Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.172-Bab.43 (Wawancara eksklusif)


__ADS_3

King kembali membuka matanya, saat ia mendengarkan suara mobil papanya yang baru saja tiba di kediaman hardiansyah. Sejak tadi ia memang menunggu kedatangan sang papa untuk membicarakan sesuatu, yang menyangkut hubungannya dan Niana.


Pelahan King turun dari atas tempat tidur. Ia menoleh ke arah Niana yang di terangi cahaya remang-remang dari lampu tidur kamar, ia merasa lega karena Niana sudah tertidur. Dengan mengendap-endap ia sudah keluar dari kamar.


Suasana di luar kamar pun, sudah gelap dan sepi, karena Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. King menyalakan lampu untuk menerangi langkahnya turun ke lantai bawah.


Bertepatan saat ia sampai ke lantai bawah, Reyhan masuk bersama dengan pak kus yang berjalan di belakangnya. Reyhan nampak heran saat melihat King turun kelantai bawah di jam malam seperti ini.


"Pa, apa kita bisa bicara sebentar?" tanya King saat sudah berdiri di hadapan papanya.


"Apa tidak bisa besok, papa sangat lelah," ucap Reyhan.


"Hanya sebentar saja," pinta King memohon.


"Baiklah, kita bicara di ruang kerja papa saja." Reyhan dan King melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Reyhan yang ada di lantai dasar.


~


Sesampainya di ruang kerjanya, Reyhan langsung meletakkan tas kerjanya, membuka jas, dan mengedurkan dasinya. ia menghampiri King yang saat ini sedang duduk di sofa ruang kerjanya.


"Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan, hingga tidak bisa di tunda?" tanya Reyhan penasaran.


King menegapkan posisinya, menatap sang papa dengan sangat serius. Reyhan terlihat sangat lelah, namun ia masih berusaha untuk mendengarkan penuturan King.


"Aku hanya ingin minta izin ke papa ... besok aku akan menghadiri acar talk show saat jam makan siang kantor," ujar King.


"Untuk apa, bukannya kamu tidak mau masuk ke dunia entertainment lagi?" tanya Reyhan.


"Aku ingin mengklarifikasi masalah hubungan ku dan Niana yang saat ini masih menjadi kabar yang simpang siur, sebelum kabar lain kembali bermunculan, aku mau memperjelas semuanya," tutur King dengan sangat serius.


Lengkungan senyum Reyhan langsung tergambar jelas di wajahnya. Awalnya ia ragu jika King akan menjadi seorang pria yang baik untuk Niana, mengingat bagaimana cara hidup King yang dulu hanya tahu bersenang-senang tanpa sebuah tujuan yang jelas.


Semenjak pernikahan King dan Niana, Reyhan mulai bisa berbicara dengan baik dengan putranya itu, King tidak lagi membangkang, dan mulai menurutinya untuk belajar mengurus perusahaan.


Reyhan kembali menyandarkan tubuhnya, lalu melihat kearah King yang kini sedang menunggu jawaban darinya.


"Papa dan Uncle Ben, sudah merencanakan pesta pernikahan untuk kalian, sekaligus untuk mengumumkan pernikahan kalian, tapi jika kamu ingin melakukannya maka lakukanlah, papa mendukung semua keputusan kamu," ujar Reyhan.


King terseyum lega saat mendapatkan jawaban dari papanya. Sejak dulu ia selalu bertindak seenaknya tanpa memikirkan efek setelahnya. Tapi kini semua berangsur berubah, sebelum mengambil sebuah keputusan, ia ingin mendiskusikan dahulu dengan sang papa.


...****...


Matahari kembali menghangatkan bumi dengan cahayanya. Pagi ini Niana dan King berjalan menuruni tangga dengan tangan yang saling menggenggam erat. Mereka hendak pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama dengan keluarga.


"Ehm, romantisnya," kata Rachel dengan ekspresi wajah menggelitiknya.


"Jangan ganggu kakak Rachel," tegur Raya.


"Apa sih ma, cuma bercanda juga," ucap Rachel dengan wajah cemberut.


Niana dan King duduk bersebelahan. Sebagai seorang istri Niana melakukan tugasnya dengan baik, menyendokkan makanan untuk King, serta lauk pauk yang ada di atas meja makan. Raya dan Reyhan saling melirik saat melihat keharmonisan yang terjadi antara anak dan menantu mereka.


"Saka bagaimana tentang rencana kamu hari ini?" tanya Reyhan saat sudah selesai dengan sarapannya.


Mendengar hal itu King baru ingat, jika dirinya lupa memberitahu sang papa untuk merahasiakan hal ini dari Niana. Ia mencoba berpikir cepat, bagaimana caranya agar rencananya tidak bocor.


"Rencana apa pa?" tanya Raya tiba-tiba, membuat King semakin panik, dengan cepat King menimpali ucapan papanya.


"Oh i-iya pa, rencana rapat hari ini kan, semuanya berjalan dengan lancar, papa tenang saja," ucap King sambil mengedipkan sebelah matanya.


Reyhan sampai terperanga mendengar ucapan King, ia bingung kenapa King membahas tentang rapat. Melihat papanya kebingungan, King kembali mengedipkan matanya, sesaat akhirnya Reyhan mengerti, "Ahaha, i-ya bagus lah kalau begitu."


Akhirnya King bisa kembali bernafas lega, untung saja Niana sibuk meladeni Rachel dan tidak terlalu memperhatikan obrolannya dengan sang papa.


~


Setelah selesai sarapan, King, Niana, Rachel dan juga kedua orangtuanya, melangkah keluar teras. Di depan sana sudah ada tiga mobil mewah berjejer dengan rapi.


Satu mobil untuk mengantarkan Rachel ke sekolah, dan yang duanya lagi akan mengantarkan King dan Reyhan bekerja di tempat yang berada. King akan langsung ke gedung utama HRY group, sementara papanya akan menghadiri sebuah pertemuan penting di luar kantor.


"Sayang, aku akan menelpon kamu saat jam makan siang nanti, pastikan kamu mengangkat telepon dari ku," pinta King.

__ADS_1


"Memangnya ada apa?" tanya Niana bingung.


"Pokoknya angkat saja."


"Iya, iya."


Setelah mencium kening sang istri, King beranjak masuk kedalam mobil, tak lupa sebelum mobil melaju, King membuka kaca jendela mobil untuk melambaikan tangannya kepada Niana.


Mobil-mobil itu secara bergantian keluar dari kediaman Hardiansyah. Niana dan bersama mama mertuanya meangkah masuk kedalam rumah.


~


Saat sampai di gedung utama HRY group, King bisa melihat Joshua yang sudah menunggunya di depan lobby. ia beranjak turun dari mobil dan langsung menghampiri seorang pria yang bergelar manager, seketaris dan juga sahabat baiknya.


"Kamu sudah menunggu dari tadi?"


"Menurut kamu bagaimana, aku sampai kepanasan di sini," ucap Joshua kesal.


"Sudah jangan marah, ayo masuk." King berjalan maju kedalam dan di ikuti oleh Joshua.


~


Sesampainya di ruangan King, Joshua langsung meletakkan selembar kertas di hadapan King. Di atas kertas itu tertulis hal apa saja yang akan di tanyakan oleh pembawa acara talk show itu nanti.


Sebelum wawancara eksklusif itu di mulai, Joshua langsung meminta salinan pertanyaan-pertanyaan yang akan di tanyakan kepada King, untuk mencegah kalau-kalau ada pertanyaan yang merugikan untuk King nanti. Selama tiga tahun belakangan, Joshua sudah banyak belajar tentang dunia hiburan yang kadang menjebak para artis.


"Kamu baca saja, dan tandai pertanyaan yang tidak ingin di bahas di acara itu, mereka menerima semua keputusan kamu, malah mereka menawarkan agar Niana juga di undang," tutur Joshua yang sudah duduk di hadapan King.


King membaca setiap pertanyaan yang tertulis di kertas itu, sejauh ini ia tidak merasa keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Ia memberikan kembali kertas itu kepada Joshua.


"Sudah?" tanya Johua bingung, ia belum melihat King menandai apapun di atas kertas itu.


"Aku setuju dengan semua pertanyaan yang ada di kertas itu," ucap King dengan santai.


"Kamu serius, aku pikir kamu akan menolak salah satu pertanyaan yang membahas masa lalu mu dan Kinan," ujar Joshua.


"Aku ingin mempertegas semuanya, bukan hanya hubungan ku dan Niana tapi juga aku ingin memperjelas masalah Kinan," ujar King.


...***...


Niana dan mama mertuanya sedang menikmati makan siang bersama. Ia mengecek ponselnya namun belum juga ada telepon dari King.


"Nia, kamu kenapa?" tanya Raya yang duduk di hadapan Niana.


"Ah ini ma, King bilang akan menelpon tapi Nia tunggu-tunggu, tidak ada telpon masuk dari tadi." Bertepatan dengan itu, akhirnya ponsel Niana berdering juga.


"Nah itu ada panggilan masuk, dari King bukan?"


"Iya ma." Niana segera menerima panggilan telepon itu.


[Hallo]


[Sayang, aku akan menjadi bintang tamu di sebuah acara acara talk show di stasiun televisi XXX jam satu siang nanti, kamu harus menonton acara itu dari awal hingga akhir, tidak ada yang boleh kamu lewatkan sedikit pun, mengerti.]


[Acara talk show? Tapi]


Belum sempat Niana bertanya lebih banyak, King sudah mematikan panggilan telepon itu. Ia meletakkan kembali ponsel di atas meja makan, dan kembali melanjutkan makannya.


"Suami kamu bilang apa Nia, mama jadi penasaran?" tanya Raya yang sudah selesai dengan makanannya.


"Itu ma, King akan menghadirkan acara talk show, dia minta agar aku menonton acara itu dari awal hingga akhir, tanpa terlewatkan sama sekali," jawab Niana.


"Tumben sekali, padahal selama ini Saka tidak pernah mau menjadi bintang tamu di acara seperti itu, mama jadi penasaran, jam berapa acaranya," ujar Raya bingung.


"Jam satu ma, setengah jam dari sekarang," ucap Niana.


"Kalau begitu ayo kita pindah ke ruang keluarga, mama akan meminta pelayan untuk menyiapkan cemilan, kamu habiskan makanan kamu ya, mama kebelakang dulu." Raya beranjak dari tempat duduknya menuju dapur. Sementara Niana menghabiskan makanannya dengan cepat.


~


Jam sudah menunjukkan pukul satu siang, Niana, Raya dan semua pelayan rumah sudah berkumpul di ruang keluarga, dengan TV yang memutar saluran televisi tempat King akan menjadi bintang tamu.

__ADS_1


Raya sengaja mengajak semua pekerjanya untuk menonton bersama, agar lebih seru dan ramai, baik dulu ataupun sekarang, raya tetap lah wanita yang tidak membedakan status,harta dan tahta. kadang jika sendiri, ia akan makan bersama dengan para pekerjanya.


Sebagai seorang ibu dari seorang aktor terkenal, ini pertama kalinya setelah tiga tahun, akhirnya ia bisa melihat putranya di sebuah acara talk show, acara yang dulu selalu di tolak King dengan alasan ketidak nyamanan.


Acara talk show itu akhirnya di mulai, lain dari biasanya, di sebelah kanan layar televisi, tertera tulisan (Wawancara ekslusif King Raysaka Hardiansyah).


~


Dari balik layar,. King di temani oleh Joshua sedang duduk di ruang tunggu. King mulai terlihat nerfes dengan dahi yang terus berkeringat sejak tadi.


"Kamu benar-benar siap?" tanya Joshua memastikan.


"Aku sudah sejauh ini, kenapa kamu malah bertanya seperti itu!" ucanya kesal.


"Aku hanya tidak yakin, setelah tiga tahun bergelar aktor terbaik, baru hari ini kamu mau menerima tawaran wawancara seperti ini," ujar Joshua.


"Ini demi Niana, demi Niana," tegas King.


Cklek.


Seorang kru masuk kedalam ruangan itu dan langsung menghampiri King dan juga Joshua.


"Silahkan ikut saya, acara sudah di mulai," ucap kru itu.


King dan Joshua mengikuti langkah salah seorang kru itu. King berusaha menormalkan dirinya, agar acara itu berjalan dengan baik.


Tunggu, sebentar lagi dunia akan tau, siapa kamu," batin King.


~


King memasuki ruangan talk show, terdengar suara tepuk tangan mennggema di sekeliling ruangan itu. Suasana kembali hening saat salah seorang tim kreatif memberikan kode ke penonton agar lebih tenang.


Saat ini King sudah duduk berhadapan dengan salah seorang host yang wanita senior yang sudah melalang buana di dunia pertelevisian. Mungkin setelah ini karir sang host akan semakin meroket, karena berhasil mewawancarai salah satu aktor sekaligus pewaris kerajaan bisnis terbesar di Indonesia.


"Selamat siang, jujur saya bingung harus memanggil nama atau tuan muda, karena anda terlalu istimewa," puji host wanita itu.


"Panggil saja saya King," ucap King yang sudah lebih santai saat ini, meski rasa gugup itu masih ada.


Sang pembawa acara mulai menanyakan beberapa pertanyaan menyangkut keputusan King untuk hengkang dari dunia perfilman tanah air, dan juga ada beberapa pertanyaan menyangkut fansnya yang menggila atas keputusannya yang begitu mendadak.


King berusaha menjawab pertanyaan- pertanyaan itu dengan tenang, karena cara penyampaian pertanyaan dari host yang sangat baik, King bisa lebih santai dan tidak lagi merasakan gugup seperti di awal-awal. Ia pun terlihat santai saat menanggapi Konfrensi pers yang di adakan oleh Kinan Dira beberapa waktu lalu.


Sampai lah pada pertanyaan terakhir, sang host terlihat ragu-ragu untuk menanyakan pertanyaan yang satu itu. Karena pernyataan itu bisa saja menyebabkan ia di bully habis-habisan oleh fans King setelahnya.


Namun jika King menyambut pertanyaan itu dengan baik dan memberikan jawaban sesuai yang di harapkan, bisa di pastikan karir pembawa acara itu akan melesat.


"Ini pertanyaan terakhir untuk Anda ... bagaimana tanggapan anda tentang kabar yang baru-baru ini sedang viral. Kabar yang mengatakan jika anda baru saja melamar seorang wanita asal Singapura? dan juga kabar yang mengatakan jika anda hanya membuat sensasi agar kabar hubungan anda dan Kinan dira tertutupi?" tanya Host itu ragu-ragu.


King terdiam sesaat, dan itu membuat host wanita itu menjadi semakin gugup, ia takut King akan menolak, atau marah karena pertanyaan yang satu ini. King menghela nafas dengan cepat kemudian menatap ke arah kamera yang sedang menyorotinya.


"Seperti yang sudah saya jelaskan, saya dan Kinan Dira tidak mempunyai hubungan apapun. Wanita asal Singapura itu sebenarnya bukan wanita yang sedang saya lamar tapi wanita itu adalah .... istri saya."


Wajah host wanita itu seketika tercengang, bukan hanya dia, tapi seluruh orang yang ada di ruangan dan juga orang yang sedang menyaksikan acara itu, pasti sangat kaget mendengarkan penuturan King.


Setelah ini media sosial, Twitter, Instagram, Facebook dan lain-lain akan di penuhi dengan hastag #Kingsudahmenikah #WanitamisteriusistriKing dan sebagainya.


"Wahh, ini benar-benar kabar yang menghebohkan, apa anda bisa menjelaskan kenapa anda baru mengatakan hal ini sekarang dan siapa sih wanita yang paling beruntung itu?"


"Karena suatu alasan, saya baru bisa mengatakannya sekarang ... wanita itu benama Niana, Dia adalah istri saya yang sangat saya cintai dan dia juga adalah wanita yang paling cantik di dunia ini."


Seketika seisi ruangan menjadi heboh, bukan hanya di lokasi acara talk show, namun di kediaman Hardiansyah pun tak kalah hebohnya, baik Raya ataupun pelayan lain bersorak gembira, akhirnya resmi sudah Niana menjadi istri King Raysaka yang sepenuhnya.


"Selamat ya sayang, akhirnya semua orang tau siapa kamu," ucap Raya sambil memeluk Niana.


Niana hanya bisa diam terpaku, sepotong apel yang baru saja ia masuk kan kedalam mulutnya pun belum sempat ia telan, karena terlalu terkejut.


Apa aku sedang bermimpi, aku bahagia tapi apa dia tidak terlalu lebay mengatakan aku wanita yang paling cantik di dunia ini," batin Niana


Bersambung 💓


Terimakasih karena selalu mendukung saya sejauh ini, maaf atas ketelambatan up nya, untuk kedepannya saya akan berusaha sebaik mungkin, dan belajar sebaik mungkin. 🙏😊

__ADS_1


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊


__ADS_2