
Minggu Pagi yang cerah, Hari libur yang di tunggu Raya,hari ini dia bisa pulang menemui Pamanya.
Sementaradi Meja Makan Keluarga Hardiansyah, Terlihat Anwar Hardiansyah dan istrinya Miska sedang sarapan Bersama Dengan Reyhan.
Tak ada yang berbicara, Hanya suara gesekan garpu dan sendok di atas piring yang terdengar.
Miska melirik ke arah Anak tirinya itu,ia menyeringai licik, seperti menemukan cara untuk membuat Reyhan kesal,ia Menghentikan aktivitas Makanya,dan mulai bicara
"Sayang aku punya kabar gembira untuk mu"ucap Miska kepada Anwar
"Apa itu?"tanya Anwar
"Sepertinya Aku sedang Mengandung"ucap Miska
Reyhan tersedak mendengar pernyataan Miska,ia buru-buru meminum air yang ada di meja makan.
"Benarkah,apa kamu sudah memeriksakannya?"Tanya Anwar Antusias
"Iya sudah sayang, kemarin dokter Nisa kemari Memeriksa ku"jawab Miska
"Syukurlah,jaga kandungan mu baik-baik ya, Reyhan apa kau tidak mengucapkan Selamat atas kehamilan ibu mu"ucap Anwar
"Ibu, Siapa?...owh iya aku Lupa jika sekarang Aku Memiliki seorang ibu, Selamat Atas kehamilan anda IBU"Ucap Reyhan dengan nada suara yang sedikit kesal
"Jaga sikap mu Reyhan, Mulai Sekarang lebih Sering-sering lah menemui dan memperhatikan ibu mu, walau bagaimanapun bayi yang di kandungnya adalah adik mu"ucap Anwar
"Benarkah,Aku boleh lebih sering menemui mu IBU"ucap Reyhan sambil tersenyum licik
"Tentu saja, aku Akan sangat senang,"ucap Miska dengan tatapan tajam mengarah ke Reyhan
"Kata orang,jika seorang wanita sedang hamil dia hanya boleh melihat dan mendengar yang bagus-bagus saja, untuk melahirkan bayi yang baik,Apa dengan Sering bertemu dengan ku bayi itu akan terlahir dengan hati yang baik?, sepertinya tidak,Coba pikirkan, Bagaimana kalau ada dua pembuat Onar di rumah ini,Tentu itu akan sangat tidak baik,jadi sepertinya aku tidak boleh muncul di hadapanmu sampai bayi itu lahir"ucap Reyhan sambil tersenyum licik
"Reyhan, Hentikan"ucap Anwar tegas
"Tenang lah ayah,aku sudah selesai di sini,Aku akan ke kamarku"ucap Reyhan yang sudah berdiri dari tempat duduknya
Reyhan beranjak menaiki Tangga menuju kamarnya, Wajahnya memerah karena kesal, sesampainya di kamar ia membanting Lampu tidur yang ada di samping ranjangnya Sambil berteriak kesal.
Lima Tahun sudah ibu pergi meninggalkan aku,dan wanita sialan itu sudah menjadi parasit selama 4 tahun,dan Kenapa sekarang ia Mengandung anak ayah,apa dia punya rencana di balik kehamilanya"ucap Reyhan dalam hati
__ADS_1
~
Reyhan sedang duduk di ruang kerjanya bersama sekertaris Ben,Tak ada pembicaraan
Karena suasana Hati Reyhan yang kurang baik,ia Sampai tidak bisa berkonsentrasi bekerja, Reyhan memutuskan untuk pergi ke Makam ibunya di temani Ben.
"Antar aku ke Makam ibuku, sekarang"perintah Reyhan
"Baik Tuan"ucap Ben
~
Di dalam Mobil
"Maaf Tuan muda,besok adalah acara Ulang Tahun Nona Keysa,Apakah anda akan hadir"Tanya Ben
"Ntah lah,"ucap Reyhan singkat
"Maaf tuan, Kalau menurut saya,Anda harus datang, karena kalau anda tidak datang Nona keysa akan Menganggap anda belum Move on darinya,Anda harus menunjukkan kalau anda sudah baik-baik saja sekarang"
"Apa kau sedang mengejekku!!, kalau aku datang sendiri dia malah akan mengira aku belum bisa melupakannya"
"Apa perlu saya menyewakan seorang wanita untuk menjadi pacar pura-pura anda?"
*
Keysa adalah Cinta pertama reyhan,sudah 1 Tahun sejak perpisahan mereka, Keysa lebih memilih kariernya sebagai model dari pada Menikah dengan Reyhan, Karena keysa merasa belum siap,Hal itu membuat Reyhan murka dan memutuskan berpisah dengan Keysa.
~
Di dalam perjalanan, Reyhan hanya terdiam Sambil memandang ke arah jendela, tiba-tiba saja ia melihat seorang wanita yang tidak asing, Wanita itu adalah Raya, Reyhan Melihat Raya sedang di tarik Oleh dua orang Pria yang bertubuh Kekar.
Raya Nampak meronta-ronta, ingin Melepaskan diri, karena merasa ada yang tidak Beres, Reyhan memerintahkan Ben untuk menghampiri Raya dan ke dua lelaki itu.
"Hey,apa yang Sedang kalian lakukan", teriak Reyhan
"Tuan Muda,tolong Bantu saya"ucap Raya yang sudah terisak
"Jangan ikut campur, wanita ini tidak bisa melunasi hutang-hutangnya, jadi dia harus menanggung akibatnya"ucap salah Satu pria bertubuh kekar itu
__ADS_1
"Memangnya,berapa hutangnya?"Tanya Reyhan
"200 juta"
"Aku akan Melunasi hutangnya sekarang juga ,Tapi lepaskan dia,..Ben Ambilkan Tas ku"ucap Reyhan lagi
"Baik Tuan"ucap Ben
Reyhan mengambil satu lembar cek dan menuliskan Angka 200 juta di sana, Lalu menyerahkannya pada kedua pria tersebut.
Kedua pria itu Melepaskan Raya dan mereka pergi Dari tempat itu,Raya berlari menuju Reyhan,ia Menunduk, Tangannya gemetar karena takut.
"Masuklah lah ke dalam Mobil"Perintah Reyhan
"Tidak Tuan,saya akan pulang sendiri"
"Apa kau berani membantah ku sekarang,Masuk,ini perintah!"
"Maafkan saya tuan,Baik saya akan masuk
~
Reyhan memutuskan menunda perjalanan ke makam ibunya dan memilih memutar Arah untuk pulang ke rumah.
Sementara Raya Merasa sangat canggung berada satu mobil dengan Reyhan,ia melirik ie Arah Reyhan yang sejak tadi Hanya terdiam.
Aku harus berterimakasih kepadanya,walau bagaimanapun dia sudah Melunasi Hutang-hutang ku, Tapi bagaimana cara Mengatakannya, melihat ekspresi wajahnya saja sudah membuat aku merinding, Tapi aku harus tetap mengucapkan terimakasih kepadanya"ucap Raya dalam hati
"Tuan muda,saya Mengucapkan terimakasih, karena anda sudah menolong saya tadi"
"Itu tidak Gratis,kau harus membayarnya"
"Apa,,,,Eh Maksud saya,ia Tentu saja tuan,Saya akan Menyicil semua hutang saya"
"Aku tidak ingin uang mu,Aku ingin kau membayar dengan cara lain"
"Maksud anda tuan?"
"Nanti kau akan Tau sendiri,"
__ADS_1
Wajah Raya Seketika menjadi pucat,
Apa yang di inginkan dia dari ku,bukan uang? terus apa.. jangan-jangan dia menginginkan,Aah tidak-tidak,tidak mungkin"ucap Raya dalam hati