Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps:43(Pekerjaan baru)


__ADS_3

Satu bulan berlalu semenjak Raya memutuskan untuk berhenti bekerja di kediaman Hardiansyah.


Suasana pagi sudah di sibukkan dengan keributan yang di buat oleh Reyhan,Pak mus dan Ben berjalan dengan cepat menuju kamar Reyhan.


Sepertinya Reyhan kembali menjadi Reyhan yang dulu, begitu dingin,angkuh, dan pemarah.


"Ada Masalah apa Tuan muda?"tanya Ben


"Ben, Ada apa dengan sarapan pagi ini,kenapa semua terasa Hambar,Aku tidak ingin memakai pakaian ini,dan lihat ini sepatu ini sangat berdebu...Pak mus dari mana bapak mendapatkan pelayan ini dia sama sekali tidak becus bekerja"Ucap Reyhan dengan kesal


Pelayan wanita itu hanya diam sambil menunduk karena takut dengan Teriakan dan makian dari Reyhan.


"Maaf tuan muda,Saya akan mencarikan Tuan pelayan baru"Ucap pak mus


"Tidak usah, Semuanya Sama saja, tidak ada yang becus"Ucap Reyhan lalu pergi menuju kamar mandi dan menutup pintu dengan keras


Ben memijat-mijat keningnya, kepalanya Menjadi pusing karena tingkah Reyhan.


Pak mus menghela nafas panjang,ia berjalan keluar lalu menuruni tangga bersama pelayan wanita yang baru saja satu hari bekerja di rumah itu, sementara Ben pergi ke ruang kerja Reyhan untuk menyiapkan berkas-berkas untuk Rapat pagi ini.


"Kamu kembali lah ke belakang,Maaf karena..mulai besok kamu tidak bekerja di sini lagi"Ucap pak mus


"Saya juga tidak ingin bekerja di sini lagi tuan,Tuan muda itu sangat kejam sekali"Ucap pelayan yang wanita itu lalu pergi meninggalkan pak mus


"Kenapa anak itu membuat keributan sepagi ini, membuat aku pusing saja, Suara teriakannya terdengar kemana-mana"Tanya miska yang tiba-tiba saja datang menghampiri pak mus


"Maaf nyonya, Sepertinya Tuan muda Tidak Puas dengan kinerja pelayan baru itu"Ucap pak mus


"Dia memang tidak waras"Ucap miska


"Kapan Tuan besar pulang dari luar kota?"Tanya miska lagi


"Malam ini Nyonya"Ucap pak mus


"Baiklah, Tolong antarkan Sarapan ku ke kamar"Ucap miska


"Baik nyonya"Ucap pak mus lalu melangkah pergi


~~


"Apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan?"Tanya Paman yang sudah selesai memakan sarapannya

__ADS_1


"Belum paman, Tenang saja aku pasti akan menemukan pekerjaan baru hari ini"Ucap Raya


"Kamu yang semangat.. Paman harus ke pabrik sekarang dan jangan lupa kunci pintu"Ucap paman


"Iya paman, Hati-hati di jalan dan jangan lupa minum obat"Ucap Raya


~~


Raya duduk di halte bus yang ada di depan Lorong,sambil tertunduk lesu, Memegangi Amplop besar berisi Surat lamaran kerjanya,ia sudah pergi kesana sini tapi belum juga mendapatkan pekerjaan.


Tabungannya juga sudah mulai menipis,Raya selalu berusaha bersikap sesantai mungkin saat di depan pamanya, padahal ia sangat stres karena belum juga mendapatkan pekerjaan di tambah lagi baru saja putus cinta.


"Sedang apa kamu di sini?"Tanya seseorang yang tiba-tiba saja datang


Raya mendongakkan kepalanya keatas dan Melihat seorang pemuda tampan yang sedang berdiri di depannya, orang itu adalah Niko.


"Tuan..eh Maksud Saya kak Niko"Ucap Raya


Niko ikut duduk di samping Raya.


"Sepertinya kamu sedang banyak fikiran,sampai tidak menyadari kedatangan ku"Ucap Niko


Raya menghela nafas berat "Iya..itu karena Saya belum mendapatkan pekerjaan"Ucap Raya lirih


"Benarkah,Saya mau"Jawab Raya Antusias


"Kalau begitu Ayo ikut aku,"Ajak Niko


"Tunggu.. Apakah itu kantor cabang HRY group?"Tanya Raya


"Iya..Kenapa?"Tanya Niko


Raya kembali duduk dan tertunduk lesu,Niko langsung menyadari maksud Raya.


"Tenang saja, Reyhan Jarang sekali ke kantor cabang itu,dia tidak akan Tau kamu bekerja di sana"Ucap Niko


"Apa benar begitu?"Tanya Raya


"Iya.. Percayalah,Untuk apa aku berbohong,"jawab Niko


Kalau aku menolak,Aku Tidak tahu harus mencari pekerjaan dimana lagi, lebih baik aku terima Saja,lagi pula itu hanya kantor cabang,dan dia juga jarang ke sana"batin Raya

__ADS_1


"Baiklah Saya mau"Ucap Raya


~~


Niko dan Raya pergi menuju kantor cabang dengan mengendarai mobil Niko, Kantor cabang tersebut tidak terlalu jauh dari Tempat Tinggal Raya,Hanya butuh waktu dua puluh menit untuk sampai ke Sana.


Sesampainya di kantor,Niko langsung pergi menuju Ruangan Manager utama yang tidak lain adalah Jihan.


"Hey..Kak Niko,Ayo silahkan duduk"Ucap Jihan Sambil mempersilahkan Niko dan Raya duduk di sofa yang ada di Ruangannya


Raya terus Melihat Jihan,ia seperti tidak asing Dengan Wajah Wanita cantik Itu.


Wanita inikan Sepupu Reyhan yang pernah ke kediaman Hardiansyah,iya..dia yang datang langsung memeluk Reyhan waktu itu"Batin Raya


"Kak Niko Tumben kesini,dia siapa, Pacar kak Niko ya"Tanya jihan sambil melihat Raya


"Bukan..dia teman ku, Untuk itu lah aku kemari,Aku dengar di kantor ini membutuhkan Staf baru, jadi aku merekomendasikannya"Ucap Niko


"Ini surat lamaran Saya, Sebagai pertimbangan"Ucap Raya sambil menyodorkan sebuah Amplop besar yang berisi surat lamaran kerja dan beberapa lampiran lainnya


Jihan membuka Amplop besar itu,ia membaca setiap lembar kertas,


"Kamu hanya lulusan SMA"Ucap Jihan


"I..Iya, Tapi Saya bisa mengoperasikan komputer dengan baik "Ucap Raya merasa gugup


"Hmm.. persyaratannya kurang memenuhi kriteria,Tapi karena kamu di rekomendasikan langsung oleh Kak Niko,Aku akan memberikan kesempatan untuk kamu, Selama Satu bulan, Jika hasil kerja kamu bagus..Kamu akan menjadi pegawai tetap"Ujar Jihan


"Terimakasih Nona,Saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh, Agar tidak mengecewakan Nona,"Ucap Raya dengan gembira


"Terimakasih, Jihan... Kapan Raya bisa mulai bekerja?"Tanya Niko


"Besok kak..."Ucap Jihan


"Baiklah kalau begitu,kami permisi dulu"Ucap Niko


"Sekali lagi terimakasih banyak Nona, Karena sudah memberikan kesempatan kepada Saya"Ucap Raya


"Jangan panggil aku Nona, Panggil saja Jihan,kita ini seumuran"Ucap Jihan


Raya hanya tersenyum Tanpa menjawab,Raya dan Niko beranjak Meninggalkan Ruangan itu,jihan juga ikut mengantar Raya dan Niko sampai ke depan, Mereka berjalan beriringan.

__ADS_1


"Gadis itu sangat cantik, Kenapa tidak kak Niko jadikan pacar Saja"bisik Jihan pelan sambil berjalan di samping Niko


Niko tidak menjawab Jihan,dia hanya tertawa kecil mendengar Ucapan Jihan, Jauh di dalam Lubuk hatinya dia memang begitu mendambakan Raya, Tapi ia Tahu luka di hati Raya belum sembuh sepenuhnya,Niko masih menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya kepada Raya.


__ADS_2