Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.170-Bab.41 (butuh pengakuan)


__ADS_3

Niana berjalan keluar dari Mall dengan lemas, entah kenapa ia masih memikirkan ucapan Kinan dan juga Rachel. Padahal semuanya hanya masalalu, sekarang King sudah menjadi miliknya.


Sesampainya di basement Mall, Niana dan Rachel hendak mengahampiri pak Rian yang sudah menunggu mereka di dalam mobil. Namun langkah keduanya berhenti saat dari arah belakang sebuah mobil membunyikan klakson Denso sangat kuat.


Sontak saja Niana dan Rachel menoleh ke kebelakang. Rachel langsung bersorak gembira saat mobil yang ada di belakang mereka adalah mobil King.


Dengan gaya ala arti Korea, King turun dari dalam mobil, mungkin siapapun aka terpana melihat ini, tapi lain halnya dengan Niana, ia tidak punya cukup tenaga untuk mengangumi ketampanan sang suami.


"Kak King!" Seru Rachel lalu berhambur memeluk sang kakak.


Niana Melangkahkan kakinya dengan lemas untuk menghampiri King dan juga Rachel. King langsung mencium kening sang istri saat sudah berada di hadapannya.


"Kamu habis jalan-jalan dengan kak Nia, tidak mengajak kakak," ucap King.


"Kakak itu sibuk, emang punya waktu, huh," Sahut Rachel.


Niana hanya diam tanpa bicara apapun ia sibuk dengan pikirannya sendiri. Entah kenapa ia menjadi semakin sensitif, semenjak jatuh cinta untuk pertama kalinya. King mengerutkan keningnya saat melihat Niana hanya diam dan melamun.


"Nia kamu kenapa?" tanya King pada Niana.


"A-apa, aku tidak apa-apa," ucap Niana yang baru tersadar dari lamunannya.


"Kamu dan Rachel pulang dengan ku saja, aku akan mengatakan pada pak Rian dulu." King beranjak pergi, melangkah mendekati mobil yang di dalamnya terdapat pak Rian yang sedang duduk sambil mendengarkan musik.


Rachel memperhatikan Niana yang terlihat murung. Rasa bersalah mulai muncul dari gadis kecil itu. ia benar-benar tidak tidak bermaksud untuk membuat Niana sedih.


Apa yang harus aku lakukan sekarang, kak Nia pasti sedang sedih," batin Rachel.


~


Sepanjang perjalanan, Niana hanya diam tanpa bicara apapun, ia menatap nanar kearah jendela mobil, memandangi sela-sela kota Jakarta yang nampak sangat padat merayap di sore hari.


Dalam hati ia bertanya-tanya, sebenarnya secinta apa King padanya, jika dulu King mencintai Kinan hingga belasan tahun, berarti cinta King untuk Kinan sangat besar. Ia pun jadi ingat ucapan Rachel tadi, bahwa semua ia sudah pasti tahu jika King sangat menyukai Kinan, meskipun tak berbalas.


Pikirannya menjadi kacau sendiri, padahal ia sedang bahagia karena ia dan King kembali bersama, sekarang ia mengharapkan sebuah pengakuan di hadapan semua orang. Niana mulai memejamkan matanya, untuk menghilangkan semua pemikiran jelek, yang bisa membuat kembali menimbulkan masalah baru untuk hubungan mereka.

__ADS_1


Niana mulai telelap di alam mimpi, padahal sebentar lagi mereka akan sampai di kediaman Hardiansyah. King melirik istrinya, ia merasa bingung karena Niana tiba-tiba saja terlihat murung dan juga diam sejak tadi.


~


Mobil King berhenti tepat di depan teras utama kediaman Hardiansyah. Ia menoleh kearah Niana yang masih tertidur, bahkan saat ini terlihat sangat lelap, King jadi tidak tega untuk membangun Niana.


"Kak, aku keluar duluan ya," ucap Rachel.


"Iya, kamu langsung mandi ya," kata King sambil menoleh kearah Rachel.


"Iya kak."


Rachel beranjak turun dari mobil, kini tinggal Niana dan King saja yang berada di dalam mobil. King kembali menoleh kearah sang istri, ia mengusap lembut wajah cantik istrinya yang nampak sangat polos saat tidur. Baru setelah itu ia beranjak turun dan langsung membuka pintu mobil tempat Niana duduk.


King mengangkat tubuh Niana ala bridal style, kepala pelayan yang berada di sana hanya bisa melihat tanpa bisa membantu. Sudah pasti King tidak mau ada yang menyentuh Niana selain dirinya.


Satu demi satu anak tangga King naikki, dahinya sampai berkeringat saat sampai di atas. Ia langsung menggerutuki dirinya sendiri karena setelah sampai di atas ia baru ingat jika di rumah itu ad Lift, ya sudah lah ya sudah telanjur hihi.


King melanjutkan langkahnya masuk kedalam kamar, dan langsung membaringkan tubuh Niana di atas tempat tidur. ia juga membuka slim bag dan sepatu yang di pakai Niana, benar-benar suami berbakti.


Rasanya tenggorokan King begitu kering ia merasa baru saja selesai berolahraga menaiki tangga sambil menggendong Niana yang beratnya hanya empat puluh delapan kilo saja.


~


King berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum, salah seorang pelayan wanita menghampirinya, " Ada yang bisa say bantu tuan?"


"Tidak bi, saya hanya ingin minum saja," jawab King.


"Oh begitu, jika perlu sesuatu silahkan panggil saya tuan," ucap pelayan itu.


"Iya bi, terimakasih."


Pelayan wanita itu pergi dari hadapan King. King membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral. Senyum King langsung mengembang saat sang mama datang menghampirinya.


"Baru pulang?" tanya Raya yang juga baru saja tiba.

__ADS_1


"Iya ma, mama dari mana?" tanya King balik.


"Dari acara organisasi amal, biasalah," ucap Raya sambil membuka kulkas dan juga mengambil sebotol air mineral.


"Niana dan Rachel sudah pulang?" tanya Raya sesaat setelah meneguk air di tangannya.


"Sudah ma, Rachel sedang di kamarnya, dan Niana tertidur saat berada di mobil, jadi aku menggendongnya masuk, mungkin dia lelah," tutur King.


"Iya Niana pasti sangat lelah, tapi kamu harus tetap membangunkannya untuk makan malam nanti.


"Iya ma, oh iya papa berpesan jika mungkin papa akan pulang larut malam, mama bisa tidur lebih dulu, jangan menunggu," ujar King.


"Huh, papa kamu kasihan sekali, entah kapan dirinya bisa bersantai, cuma mengambil libur beberapa hari dan kerjaan langsung menumpuk," keluh Raya.


"Mama tenang saja, sebentar lagi, papa akan bisa besantai dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan mama," ujar King.


"Terimakasih ya saka," ucap Raya.


"Kalau begitu aku kembali ke kamar ku dulu ya ma."


"Iya, jangan lupa bangunkan Niana untuk makan malam bersama jam tujuh malam nanti," ujar Raya.


"Iya ma." King Melangkahkan kakinya keluar dari dapur. sementara sang mama memilih untuk duduk di kursi yang ada di dapur itu, setiap kali Reyhan lebur rasa cemasnya kembali muncul.


King hendak berjalan menaiki anak tangga, namun tiba-tiba Rachel datang menghampirinya dan mengajaknya untuk duduk di sebuah sofa yang ada di samping tangga.


"Kamu mau bicara apa?" tanya King penasaran.


"Ini sangat penting, ini menyangkut kak Nia," ucap Rachel.


"Maksud kamu apa? coba jelaskan sama kakak."


"Jadi begini, tadi sewaktu aku dan kak Nia jalan-jalan di mall, kami tidak sengaja bertemu kak Kinan. Mereka saling mengobrol cukup lama, setelah kak Kinan pergi kak Nia menghapiri ku dania tanya, "Rachel kenal sama kak Kinan?" Terus aku jawab, "Iya kenal lah, kak King kan dulu sangat suka dengan kak Kinan, semua orang juga tau" Nah aku keceplosan kak, sepertinya kak Nia sedih karena hal itu, aku jadi tidak enak," tutur Rachel dengan wajah penuh penyesalan.


King Menghembuskan nafasnya dengan berat, ada saja masalah kecil yang mewarnai hubungan percintaannya.

__ADS_1


Bersambung 💓


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊


__ADS_2