
Sudah satu Minggu Raya melalui Fase morning sicknes yang amat menyiksa, setiap Ia membuka mata di pagi hari,ia akan merasakan mual yang teramat sangat lalu memuntahkan semua isi perutnya, Reyhan tak tinggal diam,ia membantu Raya dengan memijat-mijat tekuk leher Raya secara perlahan.
Dan selama satu Minggu pula Reyhan kebingungan saat Raya menginginkan hal-hal aneh dan lebih manja padanya,Seperti pagi ini setelah bersiap-siap untuk pergi ke kantor,Raya tiba-tiba ingin ikut ke kantor.
"Kamu benar ingin ikut?"Tanya Reyhan
"Iya sayang,Aku tiba-tiba rindu meja kerja ku,Rindu mengerjakan pekerjaan kantor"Ujar Raya
Reyhan meletakkan kedua telapak tangannya di pundak Raya, menatap istrinya dengan lembut "Sayang,Jika kamu Hanya ingin mengunjungi perusahaan,aku perbolehkan,tapi jika kamu ingin bekerja,Aku tidak akan Mengizinkannya, kasihan kan anak kita, kalau kamu terlalu capek"Ujar Reyhan
Ekspresi wajah Raya tiba-tiba berubah menjadi kecut,ia bahkan Berbalik membelakangi Reyhan.
"Hey..sayang, jangan marah, baiklah kamu boleh duduk di kursi meja kerjamu dulu, tapi kamu tidak boleh mengerjakan pekerjaan kantor, cukup melihat-lihat saja"Ucap Reyhan mencoba membujuk Raya.
Ekspresi wajah Raya Belum juga berubah,Namun sedetik kemudian ia mengangguk tanda setuju.
"Baiklah, Tapi meja kerja ku masih adakan,dan semua barang-barang yang ada di atas meja??"Ucap Raya menatap Tajam ke arah Reyhan
"A apa..oh itu, tentu saja,masih di tempat semula tidak bergerak sama sekali,Hehe"Ucap Reyhan berbohong padahal meja kerja Raya sudah lama di singkirkannya, karena Raya Sudah tidak bekerja lagi
Reyhan merengkuh bahu Raya lalu berjalan keluar dari kamar menuju lantai bawah, Terlihat Ben sedang duduk di sofa untuk menunggunya.
"Selamat pagi,kak Ben"Ucap Raya
"Emm.. Nona mau ikut?"Tanya Ben bingung saat melihat penampilan Raya yang seperti saat masih bekerja di kantor dulu.
"Iya, istriku hari ini ikut ke kantor"Ucap Reyhan
"Sayang,kamu tunggu di depan sebentar ya,Ada yang ingin aku bicarakan dengan Ben"Ucap Reyhan pada Raya
"Oh oke"Raya berjalan lebih dulu Menuju halaman depan, Sesampainya di halaman,ia mendapati Tika sedang menyirami tanaman,ia pun bergegas menghampiri Tika.
"Mbak tika lagi sibuk ya.."Ucap Raya sambil menepuk pundak Tika
"Eh Nona,Iya ini lagi nyiram Tanaman saja...Loh kok Rapi sekali,mau kemana?"Tanya Tika
"Mau ke perusahaan, Aku rindu mau bekerja lagi..Hehe"Ucap Raya
"Nona ini aneh sekali, Punya Suami sekaya Tuan Muda kok malah mau kerja "Ucap Tika
"Emm..aku juga tidak Tahu kenapa mbak, bawaan bayi kali ya,hehe"Kekeh Raya
"Sepertinya begitu, kenapa Nona tidak menunggu Tuan muda di dalam mobil saja, Nanti nona lelah jika terlalu lama berdiri"Ujar tika
"Aku tidak mau berangkat kantor dengan menggunakan mobil"Ucap Raya
"Lalu,Mau naik apa jika Tidak menggunakan mobil"Ucap Tika bingung
Raya hanya melebarkan senyumnya, dengan ekspresi wajah yang susah untuk di artikan.
Sementara itu di ruang Tamu, Reyhan dan ben terlibat obrolan yang cukup serius.
"Ben,Kembalikan lagi meja kerja Raya ke tempat semula,dia tiba-tiba ingin duduk di kursi meja kerjanya lagi"Ujar Reyhan
"Apa!, Tapi Tuan sendiri yang menugaskan saya untuk menyingkirkan meja kerjanya,Jadi saya menyuruh OB untuk membawanya ke gudang"Ujar Ben
"Aku tidak mau tahu.. sebelum aku dan istriku sampai di kantor,meja itu beserta isi-isinya harus berada di tempatnya semula"Ucap Reyhan
Apa aku seperti jin botol yang bisa mengabulkan setiap keinginan dengan sekali ucap"Batin Ben
"Baiklah Tuan, Saya akan usahakan"Ucap Ben pada akhirnya
__ADS_1
"Aku percayakan semuanya padamu"Ucap Reyhan sembari menepuk pundak Ben lalu berjalan keluar.
Ben mengambil ponselnya yang ada di saku celana,Lalu menelpon seseorang yang akan akan membantunya.
"Hallo,kamu dimana?"
"Saya sudah di kantor Tuan, mempersiapkan Ruangan, untuk Rapat pagi ini"
"Cari OB yang beberapa bulan lalu membawa meja kerja Nona Muda ke gudang,jika sudah menemukannya, segera kembalikan ke tempat semula,ini perintah langsung dari Tuan muda.. Semuanya harus siap dalam satu jam, mengerti!"
"Ba baik Tuan,Saya akan segera mencarinya"
Ben mengakhiri panggilan telepon itu,dan berjalan menyusul Reyhan yang sudah keluar lebih dulu.
"Sayang,Ayo kita berangkat"Ucap Reyhan saat menghampiri Raya yang sedang asik mengobrol dengan Tika,tak lama Ben juga sudah berada di sana, berdiri di samping Reyhan,sambil memberikan kode dengan jempolnya kepada reyhan bahwa Masalah meja sedang di atasi.
"Aku tidak mau berangkat dengan menggunakan Mobil "Ucap Raya
Reyhan dan Ben beralih menatap Raya dengan tatapan Bingung.
"Maksud kamu apa sayang"Ucap Reyhan
"Apa nona ingin Naik pesawat pribadi untuk berangkat ke kantor"Ucap Ben asal
"Oh,saya tahu Nona Raya mau Naik mobil listrik yang baru di beli Tuan besar ya"tebak Tika
Dengan Cepat Raya menggelengkan kepalanya, pertanda jika semua tebakan Ben, dan Tika itu salah, Membuat Reyhan Kembali mengerutkan keningnya.
"Lalu kamu mau ke kantor dengan apa sayang?"Tanya Reyhan
"Aku mau,berangkat Naik ojek online saja"Ucap Raya
"Apa!"Ucap Reyhan,ben dan Tika secara bersamaan
"Tentu saja..sayang itu sangat tidak aman di tambah lagi polusi udara yang tidak baik untuk kesehatan kamu dan anak kita"Ujar Reyhan
"Lebih baik Nona naik mobil saja"Ucap Ben
"Kak ben,ini bukan keinginan ku,ini keinginan anak ku,Memang apa salahnya naik ojek, sebelum menikah aku selalu naik ojek ke kantor"Protesnya pada Ben
Sementara itu Tika hanya bisa diam, mendengar keinginan Raya,biar ini menjadi urusan Ben dan Reyhan pikirnya.
"Sayang dengarkan aku,kita naik mobil saja ya"Ucap Reyhan menatap Raya lekat
"Aku tetap akan naik ojek,aku sudah memesannya lewat aplikasi"Ujar Raya sambil Cemberut
"Tidak boleh!"Tegas Reyhan
Raya Kembali menatap Reyhan dengan wajah masamnya, Matanya Mulai berkaca-kaca, karena ucapan Reyhan, Tentu saja Reyhan tidak tega melihat ekspresi wajah istrinya yang terlihat sedih.
Reyhan mengusap wajahnya dengan kasar,lalu menghembuskan nafas dengan berat.
"Baiklah,kamu boleh naik ojek"Ucap Reyhan dengan sangat terpaksa,Ben dan tika hanya bisa diam melihat perselisihan antar Suami istri ini
"Benar sayang.. Terimakasih"Ucap Raya lalu berhambur memeluk Reyhan
Tak lama suara klakson motor dari balik pagar terdengar "Itu pasti ojek onlinenya sudah datang"Ucap Raya
Pak satpam Membuka pintu pagar dan membiarkan ojek online itu masuk untuk menghampiri penumpangnya.
Reyhan pun kembali tercengang karena Tukang ojek online itu seorang Pria muda yang cukup tampan seperti Oppa-oppa korea.
__ADS_1
"Sayang aku berangkat duluan ya,kamu menyusul dari belakang saja"Ucap Raya yang sudah memasang helmnya
"I iya sayang.. kamu hati-hati, jangan terlalu dekat dengannya ya..haha"Ucap Reyhan sembari menahan diri
Setelah Raya naik ke atas motor Tukang ojek itu melaju pergi, keluar dari pagar yang menjulang tinggi,Tika juga pamit untuk kembali ke belakang.
"S*alan kenapa tukang ojek online itu seorang Pria!"Ucapanya kesal
"Maaf Tuan muda,bukanya Tukang ojek online memang biasanya laki-laki,malah banyak di antara anak kuliahan yang mencari penghasilan tambahan,"Ujar Ben malah membuat Reyhan semakin emosi
"Diamlah dan cepat susul Mereka, jangan sampai kita kehilangan jejak"Ucap Reyhan lalu berjalan dengan cepat di susul oleh ben.
Ben mengendarai mobil tepat di belakang Tukang ojek itu, Reyhan terus memperhatikan setiap tingkah dan gerak-gerik mereka masih dengan ekspresi wajah kesalnya.
"Ben.. kenapa mereka duduk terlalu mepet Seperti itu,Apa Raya tidak bisa mundur sedikit"Ucap Reyhan sembari terus memperhatikan Raya dari dalam mobil
"Jika Nona mundur,itu malah akan berbahaya Tuan, bagaimana jika nona jatuh"Ucap Ben
"Kamu benar juga"Ucap Reyhan
"Nah itu kenapa dia mengerem mendadak seperti itu..d*da raya kan jadi menempel di punggungnya,dia sepertinya sudah bosan hidup... cepat susul mereka,akan aku beri pelajaran Tukang ojek S*Alan itu"Ucap Reyhan dengan emosi, Membuat Ben semakin pusing.
"Tuan muda,Tadi mobil di depan mereka Tiba-tiba saja berhenti,jadi wajar jika tukang ojek itu mengerem,lagi pula Nona menahan Dengan tangannya,jadi punggung pria itu tidak menyentuh..."Ben tidak melanjutkan ucapannya karena terlalu susah untuk ia ucapkan,lidahnya terasa kaku saat akan mengucapkan kata d*da.
"Benarkah..Ehm.. tetap saja dia tidak boleh mengerem mendadak seperti itu"Ucap Reyhan lalu kembali bersandar di sandaran kursi mobil.
Sebaiknya ini terakhir Nona muda ngidam hal aneh seperti ini,jika ini berkelanjutan,aku bahkan tak berani membayangkannya"Batin Ben
.
.
.
.
.
.
Bersambung 💓
Maaf karena cuma bisa up Satu bab perhari, dikarenakan saya juga bekerja jadi hanya bisa menulis saat malam saja...🙏😢
Besok lanjut lagi ya..🙏
Jagan lupa like+komen+vote ya readers...
biar author makin semangat Up-nya..😊🙏
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung 💓