
King masih tertidur di atas sofa ruang rawat Kinan. Malam tadi ia terjaga sepanjang malam karena Kinan beberapa kali mengingau sambil menangis. Suara getar ponsel yang berada di atas meja membuat King terbangun dari tidurnya.
Di lihatnya layar ponsel itu dan tertera nama mama di sana, buru-buru ia mengangkat telepon itu, karena tidak biasanya mamanya menelpon pagi-pagi seperti ini.
[Hallo ma]
[King, apa benar Niana pulang ke Singapura, kenapa mendadak sekali]
[Apa! tidak ma, tidak mungkin]
[Tapi pagi ini mama mendapatkan pesan dari Niana, ia mengatakan akan pulang ke Singapura pagi ini, kamu ini sebenarnya dimana sih, kenapa bisa sampai tidak tahu.]
King diam terpaku, rasanya dunianya terbalik seketika. Ia masih tidak percaya dengan apa yang di katakan mamanya.
[Hallo king, kamu masih dengar mama]
Tanpa buang waktu, King beranjak pergi dari ruangan itu, meninggalkan Kinan yang masih tertidur lelap. ia berlari melewati lorong demi lorong, saat sudah berada di lift ia mencoba menghubungi Niana namun ponsel Niana sudah tidak aktif lagi.
"Siall!"
Sesampainya di halaman rumah sakit, ia baru ingat, kemarin ia datang ke rumah sakit menggunakan mobil Joshua, tentu saja mobilnya sekarang berada di kantor agensi. Lagi-lagi king mengumpat kesal, kenapa di saat-saat seperti ini ada saja penghalang untuk menemui Niana.
Di tengah ke bingungnya, mobil Joshua memasuki area rumah sakit. Buru-buru King menghadang mobil Joshua, bahkan ia hampir tertabrak karena tindakan cerobohnya.
"Hey, kamu gila ya, bagaimana jika aku menabrak kamu tadi," ujar Joshua yang sudah turun dari mobilnya.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kamu, lebih baik sekarang kamu antarkan aku ke bandara, Niana akan berangkat ke Singapura tanpa memberitahu ku," tutur King.
"Apa! Singapura ... baiklah, ayo cepat masuk."
Mobil Joshua melaju pergi meninggalkan halaman rumah sakit, King terlihat sangat gelisah, sampai Joshua heran sendiri melihatnya.
"Kenapa dia pergi tanpa memberitahu ku, sebenarnya ada masalah apa," ucap King sambil terus mencoba menghubungi Niana.
__ADS_1
"Sudah jelas kamu itu salah, bagaimana Niana tidak kabur, aku saja kesal mendengar cerita Niana malam tadi," ujar Joshua tiba-tiba.
King langsung menghentikan aktivitasnya, dan beralih menatap Joshua yang sedang fokus menyetir, "Apa maksud kamu?"
"Malam tadi Nia datang kerumah sakit untuk menemui kamu, dan kamu apa yang dia lihat ... dia melihat kamu berpelukan dengan Kinan. Aku melihatnya menagis di lorong rumah sakit, dan dia meminta aku menganyarnya pulang," tutur Joshua yang masih fokus melihat kedepan.
"Sial ... sial! Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini," ucap King sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kamu ingat ucapan ku waktu itu, aku akan merebut Niana jika kamu menyakiti hatinya, dan sekarang kamu benar-benar melakukannya," ucap Joshua sambil melirik kearah King.
"Jo, itu hanya salah paham, Kinan yang memelukku terlebih dulu, ia depresi dan aku hanya menenangkannya, aku tidak mungkin mengkhianati Niana," tutur King pada Joshua.
"Kamu tidak perlu menjelaskan itu padaku, tapi kamu harus menjelaskan semuanya kepada Niana, itu juga kalau pesawatnya belum berangkat."
...***...
Niana masih duduk di depan pintu keberangkatan, ia memadangi foto King yang ia dapatkan dari google. Ia baru sadar jika selama pernikahan mereka, ia dan King tidak pernah sekalipun berfoto bersama, dan foto pernikahan pun tidak ada.
Tak lama terdengar suara yang mengatakan jika pesawat XX akan segera berangkat. Niana menyeka air matanya, ia berdiri dari posisinya, dan mulai melangkah masuk ke dalam pintu keberangkatan.
Langkah kakinya berhenti sejenak, ia kembali menoleh kebelakang, berharap seseorang yang ia pikirkan tiba-tiba datang dan memeluknya, namun semua itu terasa semu, tidak ada orang yang ia pikirkan di sana, hanya ada orang lain yang sibuk berlalu lalang.
Niana kembali melanjutkan langkahnya, sepertinya ia memang harus pergi, pergi menenangkan pikirannya sekaligus menyelesaikan kuliah yang sebentar lagi akan mencapai akhir.
~
Akhirnya mobil Joshua sampai di parkiran bandara, King bergegas turun dan langsung berlari masuk kedalam, Joshua menyusulnya dari belakang.
Nia, aku mohon tunggu aku, kamu harus mendengarkan penjelasan ku, aku mohon jangan tinggalkan aku," batin King.
King dan Joshua sampai di depan pintu keberangkatan. King menggedarkan pandanganya, melihat ke sekeliling tempat itu, namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari di sana. King terduduk lesu di kursi yang ada di sana, ia berteriak dalam hati, dalam pikirannya, ia tidak bisa membiarkan Niana pergi sambil membawa kesalahpahaman yang tidak sempat ia jelaskan.
Joshua melangkahkan kakinya duduk di samping King. Pada akhirnya Joshua sadar, jika King benar-benar mencintai Niana dan begitu pula sebaliknya. Keberadaannya di antara hubunga Niana dan King hanya akan semakin mempersulit keadaan, Joshua menepuk pundak sahabatnya itu yang kini terlihat sangat frustasi.
__ADS_1
...***...
Sepulangnya dari bandara, Joshua mengantarkan King ke kantor agensi untuk mengambil mobil King, tapi baru saja King turun dari mobil, para wartawan sudah mengerumuninya. Para reporter itu menanyakan pertanyaan yang membuat King dan Joshua kaget.
"Tolong jelaskan, apa benar anda dan Kinan dira mempunyai hubungan spesial."
"Beredar kabar, jika anda adalah orang ketiga dari hubungan Kinan dira dan Alex anak dari pemilik MC group."
"Tolong berikan tanggapan anda atas berita ini."
King hanya diam tanpa mengatakan apapun, Joshua berusaha menghadang para wartawan itu, sementara King berjalan dengan cepat masuk ke kantor agensi untuk meminta penjelasan masalah berita panas tentangnya dan Kinan.
~
King dan Joshua masuk ke dalam ruangan direktur agensi, ia ingin bertanya tentang kabar miring yang tiba-tiba saja menimpanya. Saat masuk kedalam, King bisa melihat sang direktur yang juga terlihat stres menghadapi berita miring di tengah rencana penayangan film terbaru King.
"Kebetulan sekali kamu datang, duduklah," ucap sang direktur, King dan Joshua duduk berhadapan dengan sang direktur.
"Sebenarnya ada apa ini, kenapa kabar seperti inj tiba-tiba saja muncul?" tanya King bingung.
"Menurut sumber terpercaya yang ku punya, orang yang membayar media online untuk memuat berita ini, adalah Alex," tutur sang manager.
"Apa! Alex," ucap Joshua tak percaya.
"Sial! pria brensek!" ucap King sambil menedang kaki meja, membuat meja itu bergeser dari tempatnya.
"Semua projek iklan dan film kamu untuk musim depan, semua di cancel, gagal total!" tutur sang direktur.
King menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi. Dalam satu waktu, karir dan cintanya berantakan begitu saja. Ini benar-benar pukulan berat untuk King, bagaimana tidak, ia masih stres karena memikirkan Niana dan sekarang harus menerima kenyataan karirnya sedang di ujung tanduk.
Bersambung 💓
Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊
__ADS_1