
"Ayo kita keluar...ini sudah sore dan kamu belum makan apapun"ajak Reyhan pada Raya
"Aku tidak Lapar,.."Ucap Raya lalu kembali menyadarkan kepalanya di sandaran kursi
"Jangan bohong..Ayo"Ucap Reyhan Lalu Menarik Tangan Raya agar berjalan mengikutinya
Reyhan Menghentikan langkahnya, Saat melewati meja kerja Sekertaris ben
"Ben..Aku akan pergi makan siang ,Apa Reporter yang berada di lobby sudah kamu Bereskan?"Tanya Reyhan
"Sudah Tuan, Situasi di bawah sudah Steril"Ucap Ben
"Kerja bagus..kamu dengar kan apa yang Ben katakan"Ucap Reyhan pada Raya
"Iya.."Ucap Raya
~
Ting...Suara pintu lift terbuka, Reyhan dan Raya berjalan keluar dari lift sambil bergandengan tangan.
"Astaga...Aku lupa Mengambil Ponsel ku,Kamu tunggu sebentar di sini,Aku tidak akan lama"Ucap Reyhan
"Ya baiklah, Jangan lama"Ucap Raya
"Iya, Sebentar saja"Ucap Reyhan lalu pergi meninggalkan Raya untuk mengambil ponselnya
Raya berfikir Reyhan akan lama jadi ia mencari tempat duduk untuk menunggu Reyhan,Raya beranjak pergi Lalu duduk di sebuah Sofa yang ada di dekat lobby.
Sambil menunggu ia memaikan Ponselnya,Selang beberapa saat Ada Dua orang pegawai wanita yang juga ikut duduk di sana mereka mulai berbisik-bisik meski tetap terdengar juga oleh Raya.
@*@
"Dia orangnya...dia kan asisten Sekertaris Ben"
"Dia Memang Cantik, Pantas saja dia bisa menjadi asisten Sekertaris Ben padahal dia tidak lulusan universitas hanya Lulusan SMA ternyata ada Tuan muda Reyhan di belakangnya"
"Secantik apapun dia tetap saja tidak sebanding dengan Nona Milen...Haha"
"Haha...Ayo kita pergi dari sini"
@*@
Dua orang karyawan tersebut beranjak pergi, tinggallah Raya di sana dengan semua kesedihannya saat mendengar gunjingan yang di tunjukkan kepadanya,dua orang karyawan Wanita itu seperti segaja Berbicara agak keras agar Raya mendengarnya
__ADS_1
Raya tertuduk diam,ingin Rasanya ia Lari saja dari sini,Namun ia tidak bisa, Setelah ia dan reyhan berkomitmen untuk menikah dan mempublikasikan Hubungan mereka,ia juga harus menjadi Tebal kuping mendengar semua komentar orang,meski ia tak menampik jika hatinya sangat teluka mendengar segala komentar negatif tentangnya.
Ini baru awalnya saja, mungkin sekarang aku masih merasakan hati ku sakit mendengar ucapan mereka,Tapi Nanti aku akan terbiasa"Batin Raya
Raya segera menyeka air matanya.
Di Balik dinding yang ada di belakang Raya, Reyhan mencengkeram erat kedua tangannya,ia sudah cukup lama berada di Sana, Cukup untuk mendengar semua hinaan yang di tunjukkan untuk wanita yang sangat ia cintai,Dan tentu saja Reyhan tidak akan tinggal diam.
"Ben...aku ingin kamu mengurus sesuatu.. Sekarang!"Ucap reyhan saat menelepon sekertarisnya
~~
"Bagaimana makanannya...enak?"Tanya Reyhan pada Raya
"Enak... Restaurant ini biasanya Ramai, kenapa sekarang sepi sekali,Hanya ada kita berdua"Ucap Raya sambil melihat sekeliling Ruangan restaurant tersebut
Aku sengaja membooking seluruh restaurant ini,Agar kamu bisa makan dengan Nyaman"Batin Reyhan
"Mungkin karena sudah Sore"Ucap Reyhan
"O..iya ya... Biasanya restaurant ini sangat Ramai saat jam makan siang"Ucap Raya
"Sayang..."Ucap Reyhan
"Setelah kita menikah, Lebih baik kamu berhenti bekerja Saja,"Ucap Reyhan
"Jujur aku sangat suka bekerja di kantor, Tapi jika kamu mau aku berhenti, Aku akan berhenti"Ucap Raya
"Terimakasih Sayang"Ucap Reyhan
"Iya Sayang, Sama-sama"Ucap Raya
~~
Di Sebuah Ruangan yang cukup besar semua Karyawan HRY Group di kumpulkan,Para karyawan mulai kebingungan, untuk Apalagi mereka di suruh berkumpul.
Tak lama Ben memasuki Ruangan itu dengan wajah penuh amarah.
"Selamat sore semuanya...Saya mengumpulkan kalian semua di sini Untuk memperlihatkan kepada kalian semua Hal apa yang akan saya lakukan jika Kalian tidak bisa menjaga lisan kalian...Heni Oktarani dan Chelsea Wijaya dari Staf bagian HRD silahkan maju kedepan"
Dua orang pegawai wanita itu Maju kedepan dengan wajah yang sudah pucat dan ketakutan.
"Kalian Tahu apa kesalahan yang sudah kalian lakukan?"Tanya Ben
__ADS_1
kedua wanita itu saling berpandangan sejenak lalu kembali menunduk "tidak Tuan"ucapanya bersamaan
Pakkk....Pakkk
Ben mendaratkan Tamparan di wajah kedua wanita itu,para karyawan lain nampak Kaget, Situasi berubah menjadi semakin Mencekam.
"Barani-Beraninya kalian menghina Calon istri dari atasan kalian sendiri...Dan asal Kalian Tahu bukan Raya yang mengatakan hal ini kepada saya Tapi Tuan Reyhan sendiri,Tuan muda mendengar Sendiri Semua Hinaan yang kalian tunjukkan untuk Raya...!!...Saya sangat Marah dan saya sangat kecewa kepada Kalian,Apa kalian bisa bayangkan bagaimana perasaan Taun muda Reyhan mendengar Ucapan kalian itu, Mungkin Raya hanya diam Tapi Tuan muda dan saya sendiri akan bertindak Tegas..!!"Ujar Ben dengan penuh amarah
"Ampuni kami Tuan.."
"Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi"
Ucap kedua wanita itu sambil bersimpuh di hadapan Sekertaris Ben.
"Di sini saya mewakili Tuan muda Reyhan Hardiansyah, Memutuskan Mulai Hari ini kalian Di pecat,HRY group tidak butuh karyawan bermulut sampah serti kalian"Ucap Ben dengan lantang
"Hiks..Hiks.. Tolong jangan pecat kami Tuan"
"Iya Tuan..Beri kami kesempatan...Hiks Hiks"
Kedua wanita itu menangis tersedu-sedu di hadapan Sekertaris Ben.
"Kalian semua lihat..Apa yang akan terjadi jika kalian tidak bisa menjaga Sikap kalian..Ini adalah peringatan keras untuk kalian semua... Kalian MENGERTI..!!?"Ucap Ben dengan lantang
"Kami Mengerti..."Ucap Para karyawan secara bersamaan.
Di antara Kerumunan karyawan,Jihan sedang sibuk memperhatikan Ben, tidak seperti karyawan lain yang sudah nampak ketakutan,ia malah terpesona melihat kekasihnya.
Kak ben keren sekali saat sedang marah.. Rasanya Aku Ingin menciumnya sekarang.... hihi..aku ini pasti sudah Gila"Batin jihan yang meronta-ronta
.
.
.
.
.
.
Bersambung 💓
__ADS_1