Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Ep.136-Bab.10 (Mode on)


__ADS_3

Niana dan King sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Niana. Pagi tadi salah seorang pegawai Ben, mengantarkan mobil untuk King dan Niana pakai. Ben tahu pagi ini Niana akan pergi ke kampusnya tapi sebelum itu Niana akan mampir telebih dahulu ke rumah, untuk mengambil beberapa berkas yang berkaitan dengan skripsi nya.


Hari ini adalah hari terakhir Niana dan King berada di Singapura, besok pagi, mereka harus kembali ke Indonesia, karena King yang sudah sering kali di telpon oleh Joshua masalah produser yang menginginkan King untuk segera menyelesaikan beberapa scan akhir dari film terbarunya.


Sesekali King, melirik kearah Niana yang sedang sibuk menunjukkan jalan untuknya. Malam tadi menjadi malam yang tidak akan King lupakan seumur hidupnya. Malam dimana, ia tidak bisa tertidur sepanjang malam karena ulah Niana.


Flashback on.


Sekitar pukul dua dini hari, guling pembatas yang berada di antara keduanya kini telah berakhir tragis di lantai kamar. Niana yang memang sangat abstrak saat tidur, terberingsut memeluk King yang ia kira bantal guling.


Kesadaran King mulai muncul saat Niana semakin mengeratkan pelukannya dengan tangan yang meraba kemana-mana. King menatap Niana yang kini sedang memeluknya dengan erat. Saat hendak menjauhkan Niana darinya, tanpa di duga, tangan Niana menyenggol sesuatu di bawah perut King, yang tadinya dalam mode off, kini beralih ke mode on.


" Dasar k-kau," ucap King dengan terbata-bata, saat ia merasakan naluri laki-lakinya muncul seketika. Pria mana yang tidak tergoda saat situasi seperti ini.


Dengan perlahan, ia mengangkat tangan Niana agar menjauh dari posisi yang tidak tepat itu. Akhirnya ia bisa bernafas lega meski yang di bawah sana masih dalam mode on.


King melirik Niana yang tertidur dengan nyenyak sambil memeluknya. Tidak King pungkiri Niana begitu menggemaskan di saat seperti ini, meski Niana tidak sadar saat melakukannya.


Entah apa yang di pikiran king, bukannya menjauhkan Niana darinya, ia malah meletakkan kepala Niana di atas lengannya lalu ikut memeluk istrinya itu dengan erat. Hatinya berdesir aneh, ia juga tidak tahu kenapa, tapi rasanya begitu hangat dan nyaman.


Sepertinya King tidak akan bisa memejamkan matanya lagi saat ini, karena menahan sesuatu yang begitu berat untuk seorang laki-laki. Mungkin akhirnya King menyadari jika, pelukan seorang wanita selain Kinan juga mampu membuatnya merasa nyaman, ketimbang harus terus mengharapkan sesuatu yang telah menjadi milik orang lain.


Apakah dengan kehadiran Niana, cinta king yang begitu besar untuk Kinan, perlahan akan pupus, seiring berjalannya waktu? Siapa yang tahu, kalau pun ia, King harus cepat menyadari perasaan itu, sebelum perjanjiannya dan Niana jatuh tempo.

__ADS_1


Flashback off.


...****...


Pagi ini King nekat untuk menyetir mobil, meskipun ia tidak tahu jalan mana yang harus ia tempu untuk sampai ke rumah orang tua Niana. Untung saja Niana masih dengan sabar Mobil menghadapi sikap keras kepala King. Niana saat ini bertindak sebagai penunjuk Jalan untuk King. tak lama mobil BMW itu, memasuki kawasan Orchard/River Valley. Sebuah perumahan elit yang berada di ibukota Singapura.


Niana beranjak turun dari mobil, dengan di ikuti oleh King setelahnya. Niana menekan kode pintu untuk masuk kedalam rumah itu, tanpa memerlukan kunci lagi. Saat berada di dalam, King menggedarkan pandanganya ke sekeliling ruangan yang di penuhi bingkai-bingkai foto. Namun yang paling mencuri perhatiannya adalah figura besar yang terpampang foto kakeknya Anwar Hardiansyah.


"Eh kalian sudah datang," sapa Jihan yang baru saja turun dari lantai atas.


Niana langsung berhambur memeluk mamanya, tak lupa Jihan juga memeluk King setelahnya. Jihan sangat senang karena akhirnya King berkunjung juga kerumahnya, ini kali pertama King menginjakkan kakinya di rumah itu. Siapa sangka kunjungan pertamanya adalah saat dimana ia resmi mejadi menantu dari Jihan dan Ben.


"Bagaimana bulan madunya?" tanya jihan pada keduanya.


"Ehm tentu saja sangat luar biasa." King yang menjawab pada akhirnya, ia tidak bisa menunggu Niana yang memberikan jawaban. Niana hanya tersenyum sambil manggut-manggut.


"Ma, aku mau naik ke atas dulu, ada beberapa berkas yang harus aku ambil," ucap Niana pada Jihan.


"Aku ikut," Sahut King tiba-tiba.


King merasa akan lebih aman jika ia ikut Niana naik kelantai atas, ketimbang harus menunggu di ruang tamu, dan do tanya oleh Jihan masalah bulan madu yang tidak terjadi sama sekali.


"Iya silahkan, tapi ingat ya, ini masih pagi loh, hehe," ucap Jihan lalu terkekeh sendiri.

__ADS_1


King dan Niana saling melihat satu sama lain. Mereka mengerti apa yang di maksud oleh Jihan. Hal ini semakin meyakinkan keduanya untuk tinggal di apartemen saja setelah pulang ke Indonesia, karena mereka yakin jika mereka di kediaman Hardiansyah, pasti cepat atau lambat semuanya akan ketahuan.


King mengikuti langkah Niana naik ke lantai dua rumah itu. King kagum dengan arsitektur bangunan yang sangat ikonik. Tepat di ujung tangga sebelah kiri, pintu kamar Niana berada. Niana membuka pintu dan King malah masuk terlebih dahulu. Kamar yang minimalis dengan warna dark white yang mendominasi.


"Bagus juga kamar kamu, apa aku boleh tidur disini?" tanya King tanpa menunggu persetujuan Niana, ia sudah melompat naik ke atas tempat tidur.


"Hey, kita akan pergi sebentar lagi, jangan tidur," sahut Niana dari arah meja belajarnya.


"Tidak aku hanya berbaring saja," ujar King pada Niana.


Niana tidak menjawab apapun, ia Hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah abstrak King. Saat ini ia sedang menyusun data-data yang akan ia bawa ke kampus nanti, sampai Niana tak sadar jika ia hampir satu jam melakukan itu.


Saat melihat jam di dinding kamarnya, matanya langsung membulat karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, ia hampir terlambat karena terlalu asik meyusun data. Niana menoleh kearah King yang berada di atas tempat tidur. Ia mengeryitkan dahinya saat mendapati King yang tertidur dengan pulas.


Niana melangkah duduk di samping King, ia heran kenapa King tertidur di jam seperti ini, apa malam tadi King kurang tidur, pikirnya. Lama Niana memperhatikan wajah King dengan intens. Entah kenapa ia menjadi seperti ini, tanpa sadar Niana menyentuh pipi King dengan jari telunjuknya, senyum manis langsung terukir indah di wajah Niana.


Kamu berhenti menyebalkan saat sedang tertidur seperti ini," Batin Niana.


Karena tidak mau, mengganggu tidur King, akhirnya Niana berangkat sendiri ke kampus yang tidak jauh dari rumah.


Bersambung 💓


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2