
Di sebuah ruangan, dua orang bertubuh kekar Sedang berdiri di depan Sukmawan yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Apa yang harus kami Lakukan untuk Anda Tuan"Ucap salah satu pria itu
Sukmawan mengeluarkan sebuah foto di laci meja kerjanya.
"Tiga hari lagi akan di adakan pesta di hotel XX untuk CEO Baru HRY group,Habisi orang yang ada di foto ini,Jangan sampai kalian Membuat kesalahan, Mengerti"Ucap Sukmawan
"Baik Tuan,Kami Mengerti"Ucap kedua pria itu secara bersamaan
Kedua pria bertubuh kekar itu pergi meninggalkan Ruangan kerja Sukmawan, Sementara Sukmawan yang masih duduk di kursi kebesarannya, tersenyum Licik, Bayangan kematian Reyhan sudah memenuhi Fikiranya,ia tidak lagi bisa menahan diri untuk menghabisi Reyhan seperti ia menghabisi Ibu Reyhan dulu.
Kita lihat saja bagaimana kamu akan bertahan setelah ini"Batin Sukmawan
~
Bagiamana dengan pekerjaan mu di kantor itu, Sepertinya kamu sangat senang bekerja di sana"Ucap Paman Raya Sambil memakan Sarapannya.
Raya yang sedang duduk terus mengaduk-Aduk makanannya sambil melamun Sampai tidak menyadari jika Pamanya sedang berbicara.
Raya masih memikirkan kata-kata Niko malam Tadi,ia bingung harus bersikap seperti apa jika bertemu dengan Niko.
"Raya..Raya..kamu dengar paman bicara?"Ucap paman sambil melambaikan tangannya di depan wajah Raya
"Apa..paman bilang Apa"Ucap Raya yang baru saja Sadar dari lamunannya
"hm..Kamu ngelamunin apa?"Tanya Paman
"Nggak ada paman, Kalau gitu Raya berangkat Duluan ya"Ucap Raya lalu beranjak pergi
Sesampainya di halaman depan rumahnya,Raya kaget melihat Reyhan sudah berada di sana,berdiri di samping mobilnya.
"Selamat pagi"Ucap Reyhan Sambil terseyum
"Kamu.. kenapa kesini lagi?"Tanya Raya
"Aku hanya ingin memastikan kamu sampai kantor dengan selamat,Ayo Masuk"Jawab Reyhan
"Tidak.. aku akan Naik bus saja"Ucap Raya
"Eh Nak Reyhan,Mau jemput Raya ya"Ucap paman Raya yang tiba-tiba saja datang dari dalam
"Selamat pagi paman,iya saya kesini mau jemput Raya"Ucap Reyhan
"Lalu kenapa belum berangkat"Ucap paman
"Paman"Ucap Raya yang mulai merasa kesal
"iya paman kami akan segera berangkat"Ucap Reyhan
Reyhan menggenggam tangan Raya,dan menariknya masuk kedalam mobil, Sementara Raya yang merasa kaget berusaha melepaskan tangannya Tapi Reyhan tidak menghiraukannya, Paman Raya Hanya Tertawa kecil melihat tingkah mereka.
__ADS_1
~
Di dalam mobil,Raya terus melihat ke luar jendela, Sementara Reyhan yang sedang Menyetir sesekali melirik ke arah Raya.
"Sore ini,Aku jemput kamu di Halte"Ucap Reyhan
"Nggak usah"Ucap Raya yang masih melihat ke arah jendela
"Kenapa?kamu sangat sudah janji kemarin, Kalau kamu tidak mau,Aku akan kerumah mu dan mengatakan kepada paman mu Kalau aku Sangat Mencintai kamu"Ucap Reyhan
"Apa.. jangan,iya baiklah aku tunggu di halte"Ucap Raya
"Gitu dong...."Ucap Reyhan lalu membelai pucuk kepala Raya
Raya nampak terkejut dengan tindakan Reyhan, jantungnya Tiba-tiba saja be berdetak sangat kencang,Apa ini karena ia masih mencintai Reyhan,ia melirik kearah Reyhan yang sedang menyetir.
Masih senyaman dulu, Kalau kamu terus begini mungkin aku tidak akan bisa melepaskan kamu"Batin Raya
Setelah beberapa saat,Mobil Reyhan berhenti di halte bus yang tidak jauh dari kantor cabang.
"Maaf karena Aku tidak bisa mengantar kamu sampai ke kantor"Ucap Reyhan
"Tidak apa-apa, Aku akan turun sekarang,Terimakasih atas tumpangannya,"Ucap Raya
Raya berusaha melepaskan Sabuk pengaman tapi entah kenapa Sangat susah sekali, Reyhan yang melihat Raya sedang kesusahan dengan cepat mendekati Raya untuk membantunya.
Lagi-lagi Reyhan berhasil membuat Raya semakin gugup, Posisi mereka sangat dekat Sekarang,Wangi maskulin dari tubuh Reyhan membuat Raya kaku seketika.
Tak butuh waktu lama untuk Reyhan bisa melepaskan Sabuk pengaman itu,ia mengubah posisinya menjadi bersitatap dengan Raya, sangat dekat hingga Raya merasa tidak bisa bernafas dengan baik.
karena Merasa Reyhan semakin mendekat, dengan cepat Raya memalingkan wajahnya.
"Ehm..aku harus pergi sekarang,"Ucap Raya lalu dengan cepat Turun dari mobil
Reyhan diam terpaku,ia mengusap wajahnya dengan kasar, Entah apa yang ada di fikiranya Tadi, mungkin karena Reyhan Terlalu merindukan Raya.
~
Reyhan sudah Sampai di parkiran Gedung Utama HRY group,saat akan turun dari mobil, tiba-tiba saja Milen datang dan langsung Masuk ke mobilnya.
"Sedang Apa kamu disini?"Tanya Reyhan yang merasa kaget dengan kedatangan Milen
"Orang tuaku Mengundang kamu dan keluargamu untuk makan Malam hari ini dan sore ini kamu harus mengantar aku belanja"Ucap Milen
"Aku akan datang untuk makan malam,Tapi mengantar kamu belanja aku tidak Bisa,Aku ada janji dengan seseorang"Ucap Reyhan
"Siapa?Apa dia lebih penting dari ku"Ucap Milen
"Tentu Saja,dia sangat penting bagiku"Ucap Reyhan
"Aku tidak perduli dengan siapa kamu akan pergi Karena Pertunagan kita tidak ada hubungannya dengan itu,kamu tahukan"Ucap Milen
__ADS_1
"Aku tidak Tahu,"Ucap Reyhan dingin
Milen semakin kesal mendengar Jawaban Reyhan"Kalau kamu benar-benar tidak tahu,itu Masalah mu, yang pasti kerugian keluarga mu adalah kerugian HRY group, Jemput aku sore ini,atau kamu akan menyesal"Ucap milen lalu keluar dari mobil Reyhan dan melangkah pergi
Reyhan memukul kemudinya dengan kesal,Milen benar-benar sudah mulai mengancamnya dengan menggunakan Nama group.
Reyhan keluar dari mobil lalu berjalan menuju Lift khusus yang ada di basemen tersebut.
Sesampainya di atas Reyhan Masuk ke ruang kerja ayahnya yang sebentar lagi akan menjadi Ruangannya,ia duduk di hadapan Ayahnya yang sedang sibuk menatap layar laptopnya.
"Ayah aku tidak ingin melanjutkan pertunagan ku dengan Milen"Ucap Reyhan
"Apa maksudmu?"Tanya Anwar
"Milen..dia sekarang sudah keterlaluan,dia memaksa ku untuk menuruti keinginannya dengan cara mengancam,Aku benar-benar tidak menyukai gadis itu"Ucap Reyhan
"Apa!.. Reyhan,dia tunanganmu,Kamu harus belajar menerimanya mulai sekarang"Ucap Anwar
"Tapi Ayah aku tidak mencintainya,Aku menyukai orang lain,dan aku tidak bisa Melepaskannya karena aku sangat mencintainya"Ucap Reyhan
Anwar berdiri dari kursinya,ia menghampiri Reyhan dan Menarik kerah baju reyhan.
"Anak kurang ajar,Kamu Tahu Milen adalah wanita terbaik yang ayah pilihkan untuk mu, berani-beraninya kamu mengatakan hal seperti itu kepada Ayah,Katakan siapa gadis itu?"Tanya Anwar dengan wajah yang sudah sangat kesal
"Aku akan Memberitahukan kepada Ayah,jika ayah setuju pertunagan ku di batalkan"Ucap Reyhan
Prakk..Satu Tamparan keras mendarat di wajah Reyhan "Jangan pernah bermimpi, ayah tidak akan Pernah setuju Dengan permintaan mu itu,Malam Ini kita akan Makan Malam dengan keluarga milen di restaurant YY, bersikap baiklah, Kalau kamu melakukan kesalahan,Ayah tidak akan pernah memaafkan kamu,"Ucap Anwar
~
Di ruangan staf keuangan
bobby,Dita dan meysa sedang asik mengobrol Tentang pesta besar yang akan di adakan HRY group, Sementara Raya hanya memperhatikan saja,Tanpa ikut berkomentar.
"Tiga hari lagi adalah acara peresmian CEO Baru HRY group,dan semua karyawan dari kantor pusat dan Kantor cabang akan di undang"Ucap Bobby
"Aduh.. jadi nggak sabar pengen liat pak Reyhan CEO baru kita yang gantengnya kebangetan itu"Ucap meysa
"Sayangnya dia udah Tunangan "Ucap Dita
"Kan Cuma tunangan,selama janur kuning belum melengkung,masih bisa di sikat.. Haha"Ucap Bobby
"Haha, benar juga kamu Bob,Tapi tetap aja pak Reyhan mana mau Sama karyawan biasa kayak kita,"Ucap Meysa
"Eh Ray kok Kamu diam aja dari tadi"Ucap Dita
"Eh,aku nggak papa kok,Kalian Semua mau pergi ke pesta itu?"Tanya Raya
"Jelas lah Ray..Kapan lagi kita di undang di acara sebesar itu"Ucap Bobby
"Kamu datang kan?"Tanya Dita
__ADS_1
"Aku belum Tahu, Kita lihat saja Nanti"Ucap Raya lalu meminum Minumannya
Apa aku harus pergi,tapi apa yang harus aku pakai,aku tidak punya baju pesta,lagi pula pasti di sana ada Reyhan dan Tunangannya,"Batin Raya