
Setelah selesai makan malam, Jihan bersiap-siap untuk menemani King ke toko perhiasan ternama di pusat kota Singapura. Ya, King akan membelikan Niana cincin, bukan hanya untuk Niana tapi untuk King juga.
Saat pernikahan waktu itu, King dan Niana belum mempunyai cincin perkawinan, sebagai tanda bukti jika mereka adalah pasangan suami istri. Jika pada awalnya terasa tidak penting memakai cincin perkawinan, namun kali ini King benar-benar ingin memulai dari awal lagi, merajut hubungan yang sebenar-benarnya dengan Niana.
Jihan melangkahkan kakinya menuruni tangga, ia sudah seperti maling yang takut ketahuan sang empunya rumah, langkahnya sangat berhati-hati, dengan mata yang terus melirik sana sini.
"Mama mau kemana?" tanya Niana yang sedang duduk di sofa yang ada di samping tangga.
Jihan kaget bukan main, rasanya ia baru saja ketahuan mencuri di rumah sendiri, " Huh, kamu Mengagetkan mama saja." Jihan berusaha bersikap senormal mungkin.
"Mama mau pergi?" tanya Niana penasaran.
"I-iya, mama ada janji dengan teman-teman arisan mama," ucap Jihan terbatabata.
"Sediri?" tanya Niana lagi.
"Di antar pak cik, seperti biasa," jawab Jihan.
"Mau Nia temani," tawar Niana.
"Ahaha, ti-tidak usah, kamu harus beristirahat, besokan acara wisuda," tolak Jihan.
"Oh begitu, ya baiklah, mama hati-hati." Niana berdiri dari posisinya dan medekati sang mama yang masih berdiri di ujung bawah tangga, "Kalau begitu Nia, naik keatas dulu ya ma, mau istirahat," ujar Niana pada sang mama.
"Ah iya, selamat istirahat ya sayang, mama juga mau berangkat ini, sudah hampir jam delapan malam," tutur Jihan pada Niana.
"Iya ma," ucap Niana.
Niana melangkah naik ke lantai dua, sementara Jihan melanjutkan langkahnya keluar dari rumah, menuju rumah sebelah. Malam ini ia dan juga raya akan menemani King untuk mencari cincin di sebuah mall terbesar di pusat kota.
Sesampainya di halaman depan rumah sebelah, Jihan bisa melihat Raya dan juga King sudah menunggunya di samping mobil.
"Maaf lama, kalian pasti sudah menunggu lama," ucap Jihan saat sudah berada di hadapan Raya dan King.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Jihan, santai saja," ucap Raya.
"Kak rey benar-benar tidak mau ikut?" tanya Jihan.
"Tidak, dia lebih memilih mengobrol dengan suami kamu dari pada ikut shopping," jawab Raya.
"Oh, Kak Ben ada di sini, aku kira dia di ruang kerjanya tadi," ujar Jihan.
"Mama-mama ku sayang, apa kita berangkat sekarang?" tanya King yang sejak tadi hanya diam sambil memperhatikan mama dan mama mertuanya mengobrol.
"Aduh sampai lupa, ayo berangkat sekarang," ucap Jihan.
Mereka masuk kedalam mobil yang di kendarai oleh Pak cik Rom. Pak cik menyalakan mesin mobil lalu melaju pergi keluar dari pagar rumah itu.
~
Niana Melangkahkan kakinya duduk di kursi meja belajarnya, ia meraih ponselnya yang ada di atas meja, sudah lama sekali ponsel itu tidak aktif, SIM cardnya saja sudah ia buang. Ia memasukkan sim card yang baru saja ia beli siang tadi, entah kenapa ia tiba-tiba rindu ingin melihat foto King meski hanya bisa ia lihat di media sosial King saja.
"Sudah berapa lama, kita tidak bertemu, sampai kamu memutuskan untuk berhenti bermain film pun, aku tidak tahu. Apa kabar kamu sekarang, apa status kita masih penting bagimu, atau kamu benar-benar ingin kita berpisah," gumam Niana sambil memandangi foto King.
Tanpa Niana sadari air matanya lolos begitu saja, ia masih amat cinta, bahkan rindunya sudah menggunung, tapi selama satu bulan ini Niana belum mendapatkan kejelasan apapun dari King, apakah hubungan mereka mau putus atau terus.
Kedua orang tuanya pun tidak pernah membahas tentang King selama satu bulan ini, hal itu membuat Niana semakin bingung tentang statusnya sebagai istri King.
~
Akhirnya Mobil yang di kendarai pak cik Rom sampai di basement sebuah Mall yang terletak di kawasan Orchard road.
Orchard Road adalah salah satu nama jalanan yang ada di Singapura. Jalanan ini memiliki banyak sekali toko emas dan berlian. Banyak turis dan warga lokal yang datang kesana.
Nama toko tersebut adalah Ion Orchard Mall. Jenis perhiasan yang ditawarkan di Ion orchard Mall juga bermacam-macam, mulai dari aksesoris yang terbuat dari emas, emas batangan, berlian, mutiara, hingga yang lainnya. Toko ini menawarkan produk dengan harga terjangkau hingga harga tinggi dengan produk bersertifikat, dan tentunya bergaransi.
Setelah menaiki beberapa tangga eskalator, akhirnya Jihan, Raya dan juga King sampai di toko yang di tuju, saat masuk kedalam, mereka langsung di sambut hangat oleh para pelayan toko yang sudah mengenal baik Jihan, sebagai salah satu pelanggan VVIP mereka.
__ADS_1
"Selamat datang Nyonya Jihan, apa yang nak saya bantu?" tanya salah satu pelayan toko.
"Saya mencari cincin kawin," jawab Jihan.
"Boleh ikut saya untuk koleksi terbaru toko kami nyonya," ucap pelayan toko.
Mereka mengikuti langkah pelayan toko itu, sampai di sebuah lemari kaca yang terpajang benda bening yang kilaunya membuat siapa saja jatuh cinta.
Pelayan toko itu mengeluarkan beberapa pasang cincin pernikahan terbaru yang mereka punya, Jihan, Raya dan King terpana melihat betapa bagusnya cincin-cincin itu.
"Ayo King, pilih lah," ucap Raya.
"Aku bingung ma, mama saja yang pilih," ujar King.
"Kamu saja, yang akan memakai cincinya kan kamu dan istri kamu," ucap Raya.
King melihat satu persatu cincin yang ada di atas meja, ia ingat jika Niana adalah tipe wanita yang sederhana, tentunya Niana tidak akan suka jika cincinnya terlalu berlebihan, apalagi jika berliannya sebesar biji jengkol, sudah pasti Nian tidak akan suka.
Pandangan King tiba-tiba terpaku pada sebuah sepasang cincin dengan disain yang sederhana dengan butiran kecil berlian menghiasi di tengahnya.
"Saya mau yang ini, apa bisa di tambahkan inisial nama di bagian bawah cincin ini?" tanya King pada pelayan toko.
"Boleh tuan, tapi apa calon istrinya tidak ikut, saya ingin mengukur ukuran jarinya," tutur pelayan toko itu.
"Ukur dengan jari saya saja, ukuran jari saya dan calon istrinya sama," sahut Jihan tiba-tiba.
"Oke nyonya, tunggu sekejap ya."
Pelayan itu pergi dengan membawa cincin yang akan di beli oleh King. King merasa tidak sabar untuk kembali menggetarkan hati Niana yang sudah satu bulan ini tidak ia singgahi, ia berharap dengan kejutan kecil yang akan ia berikan, mampu menebus masa-masa yang terbuang tanpa hadirnya di sisi Niana.
Bersambung 💓
Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊
__ADS_1