
Niana dan King kembali ke Marina bay. Jihan memberitahu Niana jika mereka akan makan malam bersama malam ini di sebuah restaurant berbintang yang ada di Marina. Sekaligus menyaksikan secara langsung perhatian tahun yang akan mempertontonkan pesta kembang api dari puncak gedung Marina bay sands, malam ini pula, adalah malam terakhir Niana dan King berada di Singapura.
Hari masih siang, King pikir, ia masih sempat untuk menikmati sensasi berenang di sky park yang berada di lantai 57 gedung Marina bay sands. Kolam renang iconic yang berisikan air hangat, sangat cocok untuk membenarkan tubuh yang sedang letih.
King membuka kopernya untuk mengambil celana untuk renang dan juga pakain ganti. Saat hendak pergi, ia hampir saja bertabrakan dengan Niana yang hendak masuk kedalam apartement, sehabis membeli beberapa cemilan di supermarket yang ada di Marina.
"Mau kemana?" tanya Niana penasaran.
"Mau berendam di air hangat, biar pikiran fresh dan tidak marah-marah terus," sindir King pada Niana.
"Ya sudah sana, kenapa malah berdiri disitu," sahut Niana emosi.
"Gimana mau lewat kalau kamu berdiri di situ," ucap King kesal.
Niana tak memberikan respon apapun lagi, ia menggeser posisi agar King bisa keluar. Niana memadangi kepergian King sedang wajah cemberut, sebenarnya ia juga ingin ikut tapi, King tidak mengajaknya dan juga ia tidak bisa berenang jadi percuma saja.
...**...
Akhirnya King sampai di lantai lima puluh tujuh, tempat sky park itu berada. King nampak kaget saat melihat orang masuk dengan menggesekkan kartu kamar, sedangkan King lupa membawanya, ingin kembali turun, namun begitu jauh, untung saja ia membawa ponselnya, jadi ia bisa menghubungi Niana untuk mengantarkan kartu kamar.
King meraih posel yang ada di saku celananya, kemudian mencoba untuk menghubungi Niana. Wajah King nampak lega saat mendengar suara Niana dari balik telepon.
[Ada apa?]
[ Tolong antarakan kartu kamar ke lantai lima puluh tujuh, aku tidak masuk tanpa kartu itu.]
[Tidak mau!]
[ Tolong lah, kalau tidak aku akan membocorkan masalah perjanjian kita kepada kedua orang tua mu.]
[Hey! Apa kamu gila ... baiklah tunggu sebentar, aku akan segera kesana.]
King mengakhiri panggilan itu dengan senyum sumbringah yang terpancar dari wajahnya. Kenapa ia tidak pernah berpikir untuk menggunakan cara ini untuk mengacam Niana, dia baru sadar jika mengerjai Niana begitu mudah. King hanya menggertak saja, mana mungkin ia berani mengatakan hal itu kepada kepada kedua orang tua Niana.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Niana muncul dengan tergesa-gesa, ia berdiri di depan King sambil berusaha menormalkan dirinya, "Ini kartunya." Niana menyodorkan kartu kamar itu kepada King.
"Kamu tidak mau ikut masuk, pemandangan di sini sangat indah loh," tawar King.
Niana berpikir sejenak, jika bukan sekarang, mungkin ia akan lama baru kembali lagi ke Marina bay, padahal ia tinggal sejak kecil disana tapi sekalipun ia tidak pernah berpikir untuk pergi ke Marina untuk sekedar menikmati daya tarik utama Marina bay, yaitu kolam renang iconic yang membentang di puncak gedung, memberikan sensasi seakan sedang melayang di udara. Ia hanya sering melewati gedung 57 tujuh lantai itu tanpa penasaran untuk memasuki nya.
__ADS_1
Sky park, Marina bay sands.
Sumber foto: by Google.
Niana mengikuti langkah King untuk masuk kedalam, ia menggedarkan pandanganya, melihat pemandangan dari puncak Marina yang begitu indah. Rasanya Niana menyesal karena baru bisa kemari sekarang. King merasa senang karena situasi kolam yang terpantau sepi, hanya ada beberapa orang saja.
"Kamu tidak mau berenang?" tanya King pada Niana.
"Tidak, kamu saja," jawab Niana.
"Baiklah, tolong pegang tas ku ini, jangan sampai hilang," kata king sambil menyodorkan tas tangannya yang berisi ponsel, dompet dan juga pakaian gantinya.
Niana menerima tas itu tanpa bicara, ia melangkah duduk di sebuah kursi pantai yang ada di depan kolam renang itu. King melompat masuk kedalam kolam renang, tubuhnya begitu terasa nyaman saat merasakan air hangat yang kini membalut tubuhnya.
King baru merasakan bagaimana serunya berlibur sejenak, melupakan semua kesibukan yang selama ini menemani hari-harinya. Semenjak ia di sibukkan dengan popularitasnya sebagai seorang aktor film yang sedang naik daun, dan tugas-tugas perusahaan yang di berikan oleh papanya Reyhan sebagai latihan agar kelak ia siap untuk mengambil tahta sang papa menjadi pewaris HRY grup, King tidak punya waktu untuk bersantai walau seharipun.
Reyhan memang tidak membatasi kegiatan King, namun ia sudah memperingati King sejak awal, jika Kelak Reyhan sudah sudah pensiun, mau tidak mau, Suka tidak suka, King harus menggantikan posisi sang papa dan mundur perlahan dari dunia hiburan.
King menepi ke pinggir kolam, memadangi Niana yang sedang duduk santai di kursi yang ada di hadapannya saat ini. Tiba-tiba ide jahil muncul di kepalanya. Entah kenapa King menjadi senang mengerjai Niana, akhir-akhir ini.
"Nia!" seru King.
Niana yang tadinya sedang memainkan ponselnya, kini beralih melihat kearah King, " Ada apa?" tanyanya.
"Iya, sebentar," sahut Niana lalu mengambil handuk yang ada di dalam tas King. Niana berjalan mengahampiri king yang berada di tepi kolam, ia menyodorkan handuk itu kepada King dan langsung di terima oleh King.
"Apa bisa kamu membatu ku naik, aku agak kesusahan," pinta King lagi.
Niana memutar bola matanya malas, karena banyaknya permintaan King yang sudah seperti raja saja ( mentang-mentang namanya king huhu). Niana mengulurkan tangannya kepada King, dan di sinilah tingkah jahil King di mulai.
King malah menarik tangan Niana hingga tercebur ke dalam kolam. Setelah itu king naik duduk di tepi kolam sambil menyaksikan Niana yang kini tercebur ke dalam kolam.
"Hahahaha, prank," ucap King dengan senang.
"Tolong aku ... aku tidak bisa berenang!" teriak Niana sambil berusaha untuk tetap berada di atas dan tidak tenggelam. King memang tidak tahu jika Niana mempunyai trauma saat kecil yang membuatnya takut untuk belajar berenang kembali.
"Ah kamu mau mengerjai aku balik, aku tidak akan tertipu, haha," ucap King lalu tertawa terbahak-bahak.
Tawa King langsung terhenti saat melihat gerakan Niana yang kian melemah, lalu perlahan-lahan Niana tegelam kedalam air. Karena merasa panik, King langsung melompat kedalam air, menyelam untuk mencari Niana yang kini tenggelam.
Gerakan King semakin cepat saat ia melihat Niana yang sudah tidak sadar di bawah air. King meraih tubuh Niana dan membawanya ke permukaan, lalu mengangkatnya naik ke tepi kolam.
__ADS_1
Rasa panik King semakin menjadi saat Niana tidak juga membuka mata, orang-orang yang berada di sana berhambur mengelilingi King dan Niana.
King berusaha melakukan pertolongan pertama dengan melakukan CPR. Namun sepertinya tidak berhasil, King memeriksa denyut nadi dan pernafasan pernapasan Niana yang masih terasa normal, lalu kenapa Niana juga bangun.
"Beri nafas buatan saja," ucap salah seorang pengunjung kolam renang itu, memberi saran kepada King.
King baru ingat tentang cara yang satu itu. Ia terdiam sejenak, sambil menatap bibir Niana yang kini nampak pucat. King mencoba membuang pikiran negatifnya, ia melakukan ini untuk menyelamatkan Niana dan menyelamatkan dirinya sendiri agar kecerobohannya.
King mulai menyatukan bibirnya dengan bibir Niana, terasa begitu lembut dan dingin. King menghebus nafas kedalam mulut Niana hingga beberapa kali percobaan.
"Uhuk, uhuk." Akhirnya Niana sadar juga, ia memuntahkan semua air yang berada di dalam mulutnya.
Akhirnya King bisa bernafas lega, karena melihat Niana akhirnya sadar juga. King menjatuhkan tubuhnya duduk di atas lantai, kakinya begitu lemas karena kejadian mengejutkan itu.
"Kamu baik-baik saja," tanya king Khwatir.
Niana berusaha mengatur nafasnya sambil memandangi King yang kini berada di hadapannya dengan rasa kesal yang teramat sangat, "Kamu pikir, aku akan baik-baik saja setelah apa yang kamu lakukan!" teriak Niana pada King, membuat orang-orang yang mengelilingi mereka, menjadi terkejut.
"Maaf aku benar-benar tidak tahu jika kamu tidak bisa berenang," ucap King penuh penyesalan.
"Maafkan lah dia Nona, jika bukan karena nafas buatan darinya, Nona tidak akan sadar seperti sekarang," ucap salah seorang pengunjung itu.
"Tunggu ... jadi kamu memberiku nafas buatan?" tanya Niana memastikan.
King tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya. Ia bisa menebak jik Niana pasti akan marah kepadanya.
"Ka-kamu ... kenapa kamu memberi nafas buatan! Dasar kamu." Nuansa berdiri dari posisinya duduknya dan berjalan dengan cepat menuju pintu keluar. Dengan cepat King menyusul Niana.
"Niana dengarkan aku dulu," ucap king sambil menahan tangan Niana yang hendak membuka pintu.
"Aku sedang tidak ingin bicara apapun dengan mu," tegas Niana
"Aku melakukan itu untuk menyelamatkan kamu, tidak ada maksud lain," tutur King.
"Jika kamu tidak menarik ku masuk kedalam air, aku tidak mungkin tenggelam seperti tadi, kamu ... kamu telah mengambil ciuman pertama ku, yang selama ini aku jaga seumur hidup ku!" hardik Niana lalu melanjutkan langkahnya keluar dari area sky park.
King masih diam mematung di tempatnya, ia berpikir sejenak, meskipun itu hanya nafas buatan, tapi ia bisa merasakan kelembutan dari bibir Niana. Sama saja jika mereka sedang berciuman.
Ini yang pertama kali untuk mu, dan kamu pikir aku tidak. Ini juga pertama kalinya untuk ku," Batin King.
Bersambung 💓
__ADS_1
Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊