
Reyhan sedang berada di dalam ruang kerjanya,ia melihat jam yang ada di tangannya Menunjukkan pukul empat sore,ia bangkit dari tempat duduknya lalu beranjak Meninggalkan Ruang kerjanya.
Ben yang sedang duduk di kursinya dan mengerjakan beberapa berkas Melihat Reyhan akan pergi,ialangsung bergegas menghampirinya.
"Maaf Tuan,Saya hanya Ingin mengingatkan kalau Tuan harus pergi bersama Nona Milen"Ucap ben
Reyhan mengembuskan napasnya dengan kasar "Apa sekarang kamu juga sudah memihak Ayah ku"Ucap Ben
"Maaf Tuan Saya hanya menjalankan perintah"Ucap ben
"Aku harus menjemput Raya sekarang"Ucap Reyhan
"Tapi Tuan,Nona Milen sudah menunggu Anda di Lobby"Ucap Ben
"Apa!,Sial.. Baiklah kamu kembali lah bekerja,Aku akan menemuinya sekarang"Ucap Reyhan
Reyhan beranjak pergi dari ruang kerjanya dan Masuk ke lift untuk turun kelantai dasar.
Sesampainya di bawah, Benar Saja Milen sudah berada di sana duduk di sebuah Sofa yang ada di Lantai bawah, Reyhan Terlihat semakin kesal melihat Milen,ia langsung menghampiri milen .
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan"Ucap Reyhan
Milen yang melihat kedatangan Reyhan langsung berdiri dari duduknya"Tidak ada,Aku hanya tidak yakin kamu akan menjemputku,jadi aku datang kemari"Ucap Milen
"Kamu ini benar-benar....Huftt.. baiklah Aku akan mengantarkan kamu belanja"Ucap Reyhan
"Kalau begitu Ayo berangkat"Ucap Milen lalu Melingkarkan tangannya ke lengan Reyhan
~
Sementara di Halte bus Raya sedang duduk menunggu kedatangan Reyhan, Entah kenapa ia begitu menantikanya.
Sesekali ia melirik jam di tangannya dan melihat kearah jalan, Tapi mobil Reyhan belum Terlihat juga.
Tak lama Ponselnya berdering tanda pesan masuk dari Reyhan,Raya membuka isi pesan tersebut yang bertuliskan(Maaf,aku tidak bisa menjemputmu hari ini),Raya nampak sedikit kecewa karena Reyhan tidak Jadi menjemputnya.
Seharusnya aku tidak berharap dia akan datang"Batin Raya
Di tengah kegalauannya,ia di kejutkan dengan suara klakson mobil,Raya menatap lurus ke depan dan melihat orang itu adalah Niko.
Niko turun dari mobilnya dan menghampiri Raya, Sementara Raya merasa gugup karena iya Kembali teringat telpon Niko malam itu.
"Apa kamu mau pulang kerja?"Tanya Niko
"Iya,Kak Niko sedang apa di sini?"Tanya Raya
"Aku dari danau buatan dan aku melihatmu duduk sendirian di sini,Ayo aku antar pulang"Ucap Niko
"Ti tidak usah..Aku Naik bus saja,kak Niko pasti Capek Kalau harus putar Balik lagi"Ucap Raya
"Kamu kenapa, sepertinya ada yang Aneh,Kamu Kelihatan gugup"Ucap Niko
"Aku tidak apa-apa kak,"Ucap Raya
Apa kak Niko lupa dengan ucapanya di telepon Malam itu,Tapi syukurlah jika dia tidak ingat"Batin Raya
"Kalau begitu Ayo aku antar pulang"Ucap Niko
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu"Ucap Raya
Raya berharap Niko benar-benar lupa dengan ucapanya malam itu,ia menyukai Niko sebagai teman dan ia tidak ingin Menjadi Canggung antara ia dan Niko karena Masalah ini.
~
Pukul tujuh malam,di sebuah restoran Mewah keluarga Reyhan dan keluarga Milen sedang duduk sambil menyantap makan malam mereka.
Miska melirik kearah Milen,ia benar-benar tidak suka dengan kehadiran Milen,Tapi ia harus berpura-pura bahagia di depan Semua orang.
"Milen Benar-benar Cantik malam Ini"Ucap Miska
"Tentu Saja,Aku tidak salah memilih Calon menantu kan"Ucap Anwar
"Iya sayang,kamu benar-benar pandai mencari calon menantu"Ucap Miska Sambil tersenyum penuh kepalsuan
"Terimakasih Om dan Tante, Reyhan yang Memilih kan Gaun ini untuk ku tadi"Ucap Milen
Reyhan melirik kearah Milen yang ada di sampingnya,ia benar-benar tidak habis fikir, Sejak kapan ia yang memilihkan gaun itu, yang ada dia hanya diam dan tidak memperdulikan Milen saat sedang memilih Pakaian di Mall sore Tadi.
"Benarkah,Tapi Sepertinya Reyhan tidak menganggap Milen begitu cantik"Ucap Mamanya Milen
"itu tidak benar.. Reyhan Memang tidak pandai mengekspresikan perasaannya kepada wanita, karena sifatnya yang sedikit dingin, Tapi sebenarnya dia sangat menyukai Milen"Ucap Anwar
"Syukurlah kalau begitu"Ucap Papanya Milen
"O iya sebentar lagi, Pesta perayaan untuk Reyhan akan di laksanakan di hotel Milik HRY group,Saya berharap Milen akan mendampingi Reyhan di acara itu"Ucap Anwar
"Tentu Saja om, Dengan senang hati"Ucap Milen
Apakah Raya marah atau sedih itulah yang ada difikirkan Reyhan sekarang.
~~
Di dalam kamar,Raya sedang berbaring di kasurnya sambil memandangi langit-langit kamarnya.
Raya masih memikirkan Reyhan yang batal menjemputnya Sore Tadi.
Seharusnya aku senang dia tidak datang, kenapa aku malah terus memikirkannya,apa aku harus menghubunginya,Ah tidak, tidak boleh,"Batin Raya
Jam menunjukkan pukul 11 Malam,Raya sudah mulai mengantuk,matanya mulai terpejam sampai suara dering ponsel mengejutkannya.
Ia terbangun dan menatap layar ponselnya, yang tertera Panggilan telepon dari Reyhan,ia mengucek-ngucek matanya siapa Tahu ia sedang salah lihat, Tapi benar saja Panggilan telepon itu dari Reyhan.
Raya:Ada Apa?
Reyhan: Keluarlah,Aku di halaman rumah mu sekarang,
Raya langsung berdiri dari tempat tidurnya karena kaget,ia mengambil jaketnya lalu bergegas keluar dari kamarnya,ia mengintip dari jendela yang ada di ruang tamu,ia terkejut karena Reyhan benar-benar berada di depan rumahnya.
Raya merapikan Rambut dan pakainya, lalu membuka pintu untuk menghampiri reyhan,ia berjalan menghampiri Reyhan,ia berusaha bersikap setenang mungkin.
"Ada apa kamu kemari?"Tanya Raya
"Menurutmu kenapa?.. Tentu saja karena Aku Merindukanmu"Ucap Reyhan
"Kamu ingin bicara di sini atau di dalam mobil kamu tinggal pilih, karena aku tidak akan membiarkan kamu pergi sebelum kita bicara"Ucap Reyhan lagi
__ADS_1
Raya menatap Reyhan sambil tertawa kecil.
"Kenapa kamu tertawa?"Tanya Reyhan karena merasa bingung
"Aku senang"Ucap Raya
"Apa"Ucap Reyhan
"Aku bilang aku senang"Ucap Raya
"Benarkah?"Tanya Reyhan
"Ya Jangan biarkan aku pergi,Aku tidak akan pergi"Ucap Raya
Reyhan Menatap Raya dengan bingung, Reyhan mengira Raya akan marah kepadanya tapi nyatanya sebaliknya.
"Sebenarnya aku Tadi ada urusan yang.."Ucap Reyhan menggantung
"Sepertinya aku juga merindukan mu,Ayo kita bicara di dalam mobil mu saja"Ucap Raya lalu berjalan masuk kedalam mobil Reyhan, dengan ekspresi kebingungan Reyhan ikut masuk kedalam.
Reyhan duduk di kursi kemudi,ia menatap Raya yang ada di sampingnya dengan ekspresi kebingungan.
"Apa pekerjaan mu Sangat berat hari ini"Ucap Reyhan
"Kenapa,Apa aku Terlihat seperti orang Frustasi,"Ucap Raya lalu Tertawa kecil
"Ini sudah larut malam, Waktunya semua orang untuk pergi ke alam mimpi,dan kamu ada di sini,Aku menganggap semua ini adalah Mimpi, Karena hanya di dalam mimpi aku bisa sedekat ini dengan mu"Ucap Raya lagi
Reyhan memundukan pandangannya, mendengar ucapan Raya.
"Aku selalu ingin melakukan hal ini"Ucap Raya lalu menyederkan kepalanya dan memejamkan matanya di pundak Reyhan, Reyhan nampak kaget dan gugup karena tindakan Raya
"Jangan hanya sandarkan kepalamu, Tapi sandarkanlah hati mu kepada ku"Ucap Reyhan
"Aku berharap bisa tapi di dunia Nyata itu sebuah k mustahilan,kamu hanya mimpi bagi ku"Ucap Raya
"Raya..Apa bagimu aku hal buruk di hidup mu?"Tanya Reyhan
"Berhentilah bicara atau kamu akan membangunkan ku dari mimpi ini, karena saat aku terbangun Aku tidak akan bisa bersandar seperti ini,Jadi diamlah sebentar saja"Ucap Raya Sambil memejamkan matanya
Reyhan Melirik Raya yang sedang bersandar di pundaknya,ia hanya bisa diam karena ia Takut jika ia bicara lagi Raya benar-benar akan pergi.
Waktu menunjukkan pukul tengah malam,Raya membuka matanya dan mengubah kembali tubuhnya ke posisi Semula.
"Apa kamu tadi benar-benar tidur"Ucap Reyhan
"Hm,Apa pundak mu sakit"Ucap Raya
"Tidak"Ucap Reyhan
"Aku sudah bagun sekarang..o iya Tadi kamu bertanya,Apa kamu bagian dari hal buruk dalam hidup ku...Tidak, Kamu adalah hal terbaik dalam hidup ku, Tapi bagaikan Bulan kamu nampak dekat Tapi sebenarnya kamu sangat Jauh, begitulah kamu bagi ku.. Terimakasih, Sekarang aku sudah bagun Dari mimpi ku,Aku harus pergi,dan menjalani hidup ku sekarang,Aku berharap kamu juga menjalani kehidupan dengan baik"Ucap Raya lalu berbalik, untuk Membuka pintu mobil.
Tapi belum sempat ia membuka pintu mobil, Reyhan sudah memegang lengannya,Sontak Raya Kembali berbalik menatap Reyhan.
"Aku harus seberapa dekat dengan mu agar kamu bisa percaya pada ku... Jangan hanya percaya bahwa aku begitu jauh saat kamu belum mencobanya,Raya tetaplah di sisiku,Aku Sangat Mencintai kamu"Ucap Reyhan
Mata Raya berkaca-kaca mendengar ucapan Reyhan,Ia tak lagi mampu berkata apa-apa,ia terus menatap Reyhan dan begitu pula sebaliknya Reyhan menatap Raya dengan penuh harap.
__ADS_1