Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.180-Bab.51 (Kinan dan Joshua)


__ADS_3

Malam semakin larut, Joshua sudah terlelap dalam tidurnya. Setelah ciuman itu, Kinan tidak bicara apapun. Kinan yang baru saja tiba di ruang rawat Joshua, melangkah duduk di samping Joshua, ia masih setia memandangi Joshua.


Ingatan Kinan pun kembali berputar saat kejadian itu. Kejadian yang membuatnya menjadi bingung, kesal namun tak sampai membenci.


...Flashback on...


Kinan mendorong tubuh Joshua agar menjauh darinya. Nafasnya tersengal-sengal karena ternyata Joshua cukup lihai dalam berciuman hingga bisa mendominasi.


"Kamu ini apa-apaan!" seru Kinan pada Joshua.


"Maaf, maafkan aku ... aku juga bingung kenapa aku menjadi seperti ini," tutur Joshua dengan wajah memelasnya.


"Sudahlah, aku akan menganggap kejadian ini tidak pernah terjadi." Kinan beranjak dari tempat duduknya, lalu melangkah pergi dari ruangan itu. entah kemana ia akan pergi, yang jelas ia ingin menenangkan diri dari rasa syok yang baru saja ia dapatkan.


Joshua hanya bisa memandangi kepegian Kinan tanpa bisa mengejar dan menjelaskan semuanya, karena kondisi yang tidak memungkinkannya untuk melakukan hal itu.


~


Kinan memilih untuk duduk di kursi tunggu yang ada di lorong rumah rumah sakit. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Bibirnya masih merasa kesemutan karena serangan tiba-tiba yang di berikan Joshua. Entah sudah lama atau bagaimana, saat ciuman itu, Kinan sempat terlena, ikut menikmati beberapa saat sampai ia sadar jika itu adalah sebuah hal yang tidak benar, untuk seorang yang berstatus sebagai TEMAN.


Tiba-tiba Kinan teringat jika ia belum menjenguk Niana yang di rawat di lantai bawah. Ia pikir lebih baik pergi ke sana saja.


~


Cklek.


Kinan membuka pintu ruang rawat Niana secara perlahan, ia mengintip sebentar untuk memastikan siapa tahu saja ia masuk di waktu yang tidak tepat.


Kinan bisa melihat Niana dan King sedang mengobrol bersama. Untunglah ia tidak masuk di saat sepasang suami istri itu sedang bermesraan atau semacamnya.


"Selamat malam," sapa Kinan saat kembali melangkah masuk kedalam.


Niana dan King menoleh kearah pintu, mereka berdua terseyum saat mendapati Kinan yang berdiri di ambang pintu.


"Kinan, kenapa berdiri di situ, masuklah."


Kinan melangkah medekati Niana dan King, "Apa ini terlalu malam untuk menjenguk?"


"Ah tidak Ki, santai saja," ucap Niana pada Kinan.


"Bagaimana kondisi Joshua?" tanya King.

__ADS_1


Kinan terdiam sebentar, mencoba berpikir apa yang akan ia katakan kepada King, tidak mungkin ia mengatakan hal yang terjadi antara ia dan juga Joshua.


"Ah itu, dia sudah tidur. Jadi aku ingin menjenguk Niana sebentar," jawab Kinan pada akhirnya.


"Terimakasih Kinan, karena sudah datang kemari," ucap Niana.


"Iya, Nia, kamu sudah nampak lebih baik hari ini."


"Aku sudah lebih baik. Besok aku sudah boleh pulang."


"Syukurlah."


"Ki, duduk lah ... aku akan keluar sebentar untuk membeli minuman," ujar King.


"Oh baiklah."


King meraih dompet dan jaketnya untuk pergi ke sebuah minimarket yang ada di seberang rumah sakit. Sekarang tinggalah Niana dan Kinan saja yang ada di ruangan itu.


"Kamu pasti sangat sibuk ya, aku melihat iklan terbaru mu di televisi hari ini," ucap Niana.


"Emm, tidak juga, sekarang kamu lebih terkenal di bandingkan aku," ucap Kinan.


Kinan terseyum tanpa menimpali ucapan Niana. Ia baru sadar, kenapa King dengan cepat bisa berpaling kepada Niana, selain cantik, Niana mempunyai kepribadian yang baik dan juga ceria.


"Kinan, hello kok bengong." Niana melambaikan tangannya di depan wajah Niana.


"Ah iya, maaf," ucapnya saat sudah tersadar.


"Kamu seperti sedang memikirkan sesuatu, apa kamu punya masalah?" tanya Niana tiba-tiba.


Kinan hanya tertawa kecil mendengar ucapan Niana. Ia berpikir sejenak, apa ia ceritakan saja kepada Niana tentang peristiwa itu, tapi rasanya terlalu dini untuk mengumbar hal yang belum pasti.


"Tidak ada Nia, aku hanya kelelahan saja."


"Aku salut sama kamu, di saat lelah pun kamu masih mau, menjaga Kak Jo."


"Kalian sudah lama kenal?" tanya Niana tiba-tiba.


"Emm lumayan lama, dia dan King sudah seperti amplop dan prangko, selalu menempel kemana-mana. Kamu tau tidak di awal-awal karir King, sempat beredar kabar Hoax jika King dan Joshua menjalin hubungan terlarang, haha, jika mengingat itu, aku selalu ingin tertawa."


"Haha, benarkah. Aku tidak bisa membayangkannya."

__ADS_1


Kinan dan Niana mengobrol cukup lama, banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari masalah kehidupan dan masalah percintaan. Tak ada lagi rasa sungkan, canggung di antara mereka, baik Kinan ataupun Niana mereka sudah melupakan yang terjadi di masalalu. Mulai hari ini dan seterusnya mereka akan menjadi teman baik.


Ckelek.


King sudah kembali masuk dengan membawa sebuah kantong plastik di tangan kirinya. Bertepatan dengan itu Kinan hendak pamit untuk kembali ke ruang rawat Joshua.


"Loh, aku baru saja membeli minuman," ucap King saat mengetahui Kinan hendak pergi.


"Ini sudah larut, aku cukup lelah dan ingin beristirahat," ucap Kinan.


"Terimakasih ya Ki, lain kali kita mengobrol lagi," ucap Niana pada Kinan.


"Bisa di atur," ucap Kinan pada Niana.


"King, aku pergi dulu." Kinan melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat Niana. King hanya bisa memandangi punggung Kinan yang perlahan menghilang dari balik pintu. Rasanya percuma saja ia mengantri untuk membeli minuman dan di ke rumuni para emak-emak yang meminta foto dengannya, jika pada akhirnya seperti ini.


"Huh, aku sudah membeli ini dan dia langsung pergi," oceh King.


"Sudah jangan marah, sini untuk aku saja makanan dan minumannya," pinta Niana.


"Eits tidak boleh sayang, kamu belum boleh makan dan minum sembarangan," ucap King sambil menjauhkan kantong plastik itu dari sang istri.


Niana hanya bisa merengut, dengan tatapan mata yang tajam menusuk. Melihat itu King langsung bergerak cepat memeluk dan mencium pipi Niana.


"Bagiamana jika makan aku saja," tawar King dengan tatapan anehnya.


"ih Sayang, jangan nakal ya," ucap Niana dengan wajah yang bersemu merah.


...Flashback off...


Kinan membetulkan posisi selimut Joshua agar lebih tinggi, hawa di ruangan ini cukup dingin, padahal AC tidak menyala. Ia kembali duduk di kursi yang ada di samping Joshua, memandangi dua buah kelopak mata yang masih setia tertutup. Tiba-tiba saja ia salah fokus ke bibir merah muda dan sedikit tebal milik Joshua, buru-buru ia menggelengkan kepalanya, mencoba menyingkirkan pikiran negatif yang menghantui kepalanya.


"Apa yang sebenarnya kamu pikirkan hingga bisa berkata seperti itu, jangan membuat orang menjadi salah paham, tapi anehnya kenapa aku tidak marah," ucap Kinan pelan.


Karena tidak mau terlalu larut dalam khayalan anehnya, Kinan beranjak dari kursi menuju sofa besar yang ada di ruangan itu. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, dan mulai memejamkan mata. Meskipun ia juga tak yakin bisa tidur malam ini.


Tanpa Kinan sadari dari atas ranjang rumah sakit, Joshua membuka matanya sedikit, ia menoleh kearah Sofa di mana Kinan berbaring. Senyum lebar langsung terukir di wajahnya Joshua. Sejak tadi ia hanya berpura-pura tidur saja. Ia tidak menyangka Kinan akan mengucapkan hal itu, yang berarti ia masih mempunyai kesempatan, untuk membuat hati Kinan yang telah mati suri kembali berdenyut.


Bersambung 💓


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2