
Pagi ini Raya datang lebih pagi karena Takut terlambat lagi seperti kemarin.
Gedung utama HRY group masih Nampak Sepi,ia pun memutuskan untuk duduk di Taman yang ada di halaman depan kantor.
Raya mengeluarkan ponselnya dari dalam tas,ia merasa Sedih Karena sejak kemarin Reyhan belum pernah menghubunginya,dan ia pun Ragu untuk menghubungi Reyhan lebih dulu, Kemarahan Reyhan Kemarin membuatnya Sedih sekaligus kecewa, Karena Reyhan begitu marah saat ia bersama Niko sedangkan saat Reyhan bersama Milen Raya hanya diam dan berusaha Menerima,toh memang Hubungan Mereka masih di Rahasiakan.
Setelah beberapa saat,Para karyawan mulai berdatangan,Raya pun Beranjak dari tempat duduknya.
~
Reyhan sedang dalam perjalanan menuju kantor,ia menatap layar ponselnya yang bertuliskan Nomor Ponsel Raya,ia masih Ragu mau menghubungi Raya Atau tidak, jujur ia masih merasa kesal terhadap Raya.
"Maaf Tuan muda,Saya hanya ingin mengingatkan jikaTuan Syahid, Investor dari Malaysia akan datang Hari ini"Ucap Ben sambil menyetir
"Kapan Pertemuan itu akan berlangsung?"Tanya Reyhan
"Besok Taun, Hari ini Beliau akan menginap di HRY Hotel"Jawab Ben
"Dia terkenal suka bermain Wanita, perusahaan Lain membujuknya dengan cara mengirimkan Wanita-wanita penghibur untuk melayaninya,Aku tidak ingin menggunakan Cara seperti itu,Kita akan cari cara yang lain"Ucap Reyhan
"Tentu Tuan Muda"Ucap Ben
~
Raya yang baru saja datang langsung duduk di kursi meja kerjanya, Memeriksa beberapa berkas yang harus di berikan kepada Reyhan pagi ini.
Tak lama suara pintu terbuka, Reyhan Masuk di ikuti oleh Ben,Raya pun langsung mengalihkan pandangannya berpura-pura sibuk dengan melihat dokumen-dokumen yang ada di Tangannya.
Reyhan yang baru saja tiba tidak melirik Raya sama sekali,ia Langsung berjalan melewati Raya dan Masuk kedalam Ruang kerjanya.
Raya Nampak sedih dengan sikap Reyhan yang begitu Cuek kepadanya,Ben yang menyadari konflik yang sedang terjadi langsung menghampiri Raya.
"Kamu yang Sabar,Tuan muda memang Tipe pencemburu berat,tapi tenang Saja,,, kekesalannya hanya akan berlangsung sebentar"Ucap Ben
"Huh...Ntahlah,saya bingung harus bersikap seperti apa, Sekertaris Ben..Apa bisa membantu ku?" Tanya Raya
"Apa itu'Ucap Ben
"Tolong berikan berkas ini kepada Tuan Reyhan"Ucap Raya
"Tidak.. kamu berikan saja sendiri.."Ucap Ben lalu berjalan menuju meja kerjanya
"Dasar seketaris jahat"Gumam Raya
"Apa kamu bilang..."Ucap Ben sambil melihat Raya
"Ahaha..Saya tidak mengatakan apa-apa, kalau begitu saya akan Memberikan Berkas-berkas ini kepada Tuan Reyhan sekarang"Ucap Raya lalu berjalan cepat menuju pintu Ruangan Reyhan, kemudian mengetuk pintu.
Tok Tok Tok
"Masuklah"Ucap Reyhan yang sedang sibuk memperhatikan layar laptopnya
Raya dengan Ragu-ragumenjalankan masuk dan Menghapiri Reyhan yang masih nampak sibuk.
"Maaf Mengganggu,Saya hanya ingin memberikan Berkas-berkas ini,Tuan tidak perlu Khwatir,Saya sudah memeriksanya sebelum di serahkan kepada Tuan"Ucap Raya
__ADS_1
"Taruh saja di Meja"Ucap Reyhan Cuek
"Baiklah.."Ucap Raya lalu menaruh berkas-berkas itu di atas meja kerja Reyhan
"Saya permisi"Ucap Raya lalu melangkah keluar
Saat Raya sudah keluar dari Ruangannya, Reyhan menghentikan aktivitasnya,ia mengusap wajahnya dengan kasar,ia juga bingung kenapa dia jadi seperti ini, Kepalanya mulai merasa pusing dan kantuk pun melanda.
Di lihatnya jam menunjukkan pukul Sembilan pagi, Reyhan akan menghadiri Rapat jam dua siang nanti,Ia pun memutuskan untuk pergi keruang istirahat yang ada di Ruang kerjanya, malam Tadi ia kurang tidur karena memikirkan Raya dan saat Raya sudah di depan mata egonya Kembali menguasai diri dan membuat dia bersikap Cuek kepada Raya,
Reyhan merebahkan tubuhnya di Atas Ranjang,Tak lama ia pun mulai tertidur.
~
Pukul dua belas siang,Ben dan Raya sedang sibuk mempersiapkan berkas untuk Rapat siang ini.
" tolong Berikan ini kepada Taun muda,dia harus memeriksa berkas ini sebelum Rapat"Ucap Ben
"Kenapa harus saya, seketaris Ben saja"Ucap Raya Menolak
"Saya sedang sibuk"Ucap Ben
"Huh..baiklah"Ucap Raya
Ben tertawa kecil melihat Raya yang nampak kesal.
Maaf raya,Tapi jika terus menghidar Masalah tidak akan terselesaikan,aku harap kalian segera baikan"Batin Ben
~
Raya mengetuk pintu tapi tak ada jawaban, Akhirnya Raya memutuskan untuk masuk kedalam.
Raya bingung, Kenapa Reyhan tidak berada di ruangannya setahu Raya Reyhan belum pernah keluar ruangan sejak tadi.
Karena merasa penasaran,Raya Melihat sekeliling Ruang kerja Reyhan,dan menemukan satu pintu yang tertutup rapat, dengan Ragu-ragu Raya membuka pintu itu,dan di lihatnya Di dalam Ruangan itu Reyhan sedang tertidur pulas.
Luar biasa, ternyata ada kamar di dalam sini,Tapi kenapa dia tidur di jam kerja seperti ini,Apa dia sedang Sakit"Batin Raya
Karena merasa Khwatir Raya pun mengendap-endap masuk untuk menghampiri Reyhan.
Raya Sedang berdiri di samping Ranjang, dengan perlahan ia duduk di pinggir kasur lalu mengulurkan tangannya untuk Menyentuh dahi Reyhan.
"Syukurlah tidak panas"Ucap Raya pelan
Baru saja Raya akan berdiri, Tapi Reyhan dengan cepat menarik tangan Raya hingga Raya kembali duduk di samping Reyhan.
"Lepaskan"Ucap Raya berusaha melepaskan tangannya
"Kenapa kamu selalu saja membuat aku kesal,melihatmu Seperti sekarang membuat aku semakin kesal,"Ucap Reyhan sambil menggenggam erat tangan Raya
Raya terdiam sejenak,ia menatap Reyhan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jika melihat ku membuat mu kesal,maka lepaskanlah tanganku,"Ucap Raya
Reyhan pun melepaskan genggamannya,Raya Beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Ranjang.
__ADS_1
"Tadinya aku masuk kesini karena Berfikir kamu sedang sakit, Tapi ternyata Aku sudah salah karena mengkwatirkan orang seperti mu"Ucap Raya lalu berjalan meninggalkan Reyhan
Reyhan memandangi kepergian Raya Sampai Raya menghilang dari Balik pintu.
~~
Raya sedang duduk melamun di kursinya,ia benar-benar tidak bersemangat,Ben dan Reyhan sedang pergi Rapat sedangkan ia memutuskan untuk tinggal karena masih merasa kesal dengan Reyhan dan ia beralasan kepada Ben jika ia sedang tidak enak badan.
Di tengah Lamunannya,Pak hardi dari ruang HRD datang untuk memberikan berkas penting, Melihat Raya sedang melamun,Pak Hardi pun menepuk meja dan membuat lamunan Raya buyar.
"e maaf pak,Ada perlu apa ya"Ucap Raya
"Cantik-cantik melamun, Hati-hati nanti kesambet"Ucap pak Hardi
"Ini Saya mau menyerahkan berkas penting kepada sekertaris Ben,berkas ini harus di berikan sekarang Kepada Tuan Syahid yang sudah berada di HRY Hotel"Ucap pak hardi lagi
"Gimana ya pak... Sekertaris ben dan Tuan Reyhan Sedang Rapat"Ucap Raya
"Berkas ini harus segera di berikan kepada Tuan Syahid, beliau ini investor dari Malaysia yang baru saja tiba,jika kita telat memberikan berkas ini, perusahaan bisa gagal mendapatkan investasi dari beliau"Ucap pak Hardi
Raya terdiam sejenak,.....
"hmm..Bengini saja pak ,Saya yang akan mengatarkan berkas ini kepada beliau,Nanti saya akan memberitahukan kepada Sekertaris Ben
"Baiklah.. Terimakasih Nona, Kalau begitu saya permisi"Ucap pak Hardi
"Iya pak sama-sama"Ucap Raya
Raya Bergegas mengambil tasnya dan amplop besar berisi berkas penting lalu beranjak pergi meninggalkan ruangannya,Tak lupa ia mengirimkan pesan singkat kepada Ben.
~~
Pukul tiga sore Rapat baru saja selesai, Reyhan dan ben meninggalkan Ruang Rapat,Saat dalam perjalanan kembali ke ruang kerja Reyhan,ben sambil berjalan memeriksa Ponselnya dan melihat ada pesan masuk,Ben segera membuka pesan yang ternyata di kirim oleh Raya.
*Sekertaris Ben,Saya sedang dalam perjalanan menuju HRY hotel untuk memberikan berkas penting kepada Tuan Syahid,Saya akan segera kembali*Isi pesan Raya
Ben menghentikan langkahnya,ia punya Firasat buruk tentang ini.
"Tuan muda"Ucap Ben
"Kenapa.."Ucap Reyhan menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat Ben
"Raya sedang dalam perjalanan menuju HRY hotel, Menemui Tuan Syahid"Ucap Ben
"Apa...!!"Ucap Reyhan
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG 💓