Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.153-Bab.24(Permintaan Rachel)


__ADS_3

Niana membuka mata sambil meregangkan tubuhnya, King masih di sana dengan mata terjaga semalaman, kantung matanya pun sudah menghitam karena tidak pernah tidur.


Saat ke sadarannya sudah seratus persen, Niana baru sadar jika semalaman ia tertidur sangat nyenyak dengan terus memeluk King. Buru-buru ia mengubah posisinya menjadi duduk, ia cukup kaget melihat kondisi King yang terlihat sangat mengantuk.


"Kamu tidak pernah tidur?" tanya Niana.


"Lebih tepatnya aku tersiksa dan tidak bisa tidur," ucap King dengan mata sayunya.


"Hah, tersiksa ... tersiksa kenapa?" tanya Niana lagi.


King tidak menjawab pertanyaan Niana dan langsung beranjak turun dari atas ranjang, " Aku akan tidur di kamar ku sebentar, tolong bangunkan aku satu jam lagi." King melangkah pergi meninggalkan kamar Niana, sementara Niana hanya menatap kepergian King dengan bingung.


~


Setelah selesai mandi, Niana keluar dari kamar dan hendak pergi ke dapur, membuat sarapan untuk King. Malam tadi ia tidak akan bisa tidur jika King tidak menjaganya semalaman, sebagai ucapan terimakasih Niana akan membuatkan sarapan yang berbeda dari biasanya.


Untung saja bahan-bahan makanan di dalam kulkas masih sangat lengkap, Niana berencana akan membuat sup, ikan saus asam manis, dan juga ayam goreng mentega. Makanan yang biasa Niana makan di Singapura adalah makanan buatan sang mama yang kini ia sudah kuasai.


Meskipun Jihan sibuk dengan pekerjaannya, setiap akhir pekan, Niana dan mamanya akan memasak bersama. Jadi tidak heran jika ia pandai memasak. Niana mengambil ikan, ayam wortel dan berbagai bahan-bahan lain, di lihatnya jam yang ada di dinding dapur menunjukkan pukul tujuh pagi, ia langsung bergegas mencuci semua bahan untuk di masak, karena ia berpacu dengan waktu.


~


Senyum puas langsung terpancar dari wajah Niana saat melihat hasil masakannya tertata rapi di atas meja makan. Ia membuka celemek yang ia pakai lalu bergegas pergi membangunkan King.


Saat membuka pintu kamar, Niana melihat King tertidur sangat nyenyak dengan posisi terlentang, sesuai perintah King, Niana akan membangunkan nya sekarang karena hari yang beranjak siang. Niat untuk membangunkan King sepertinya tidak akan berjalan lancar karena Niana tidak tega membangunkan King yang tertidur sangat nyenyak.


Niana beranjak duduk di samping king, menatap King yang saat ini sedang tertidur. Ia memberanikan diri untuk menyetuh wajah King dengan telunjuknya. Senyum Niana langsung terpancar saat tangannya berhasil menempel di wajah King.


Kamu benar-benar sangat lucu saat tidur dan kamu juga sangat tampan, pantas saja kamu bisa seterkenal sekarang," batin Niana.


Karena tidak ada pergerakan sedikit pun dari King, tangan Niana pun kembali menyentuh bagian lain wajah King, mulai dari hidung, mata, dan saat ia akan menyentuh bibir King, tiba-tiba saja King langsung menarik tubuh Niana, hingga posisi Niana berada di bawah King.


King mengunci kedua tangan Niana hingga tak bisa bergerak. Ia menyunggingkan senyumnya sambil terus menatap Niana.


"Ketahuan kamu ya, mencuri kesempatan saat aku sedang tidur," ujar King.


Jantung Niana mulai berdetak tak karuan, dalam situasi seperti ini, Niana sudah bisa menebak apa yang akan terjadi setelahnya.

__ADS_1


"Tolong lepaskan aku," ucap Niana panik.


"Tidak akan semudah itu," ucap King.


King semakin mendekatkan wajahnya, reflek Niana langsung memejamkan matanya, melihat hal itu King langsung terseyum, karena Niana seolah memberinya jalan untuk merasakan bibir manis itu lagi.


Tentu saja King tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, bibir mereka kembali menyatu untuk kesekian kalinya, kali ini Niana tidak sekaku saat pertama kali. deru nafas yang kian memburu, suasana pagi yang sangat dingin, membuat hasrat itu kembali muncul.


Ci*man King kian menuntut, semakin dalam, hingga eluhan kecil mulai terdengar dari mulut Niana. King melepaskan penautan keduanya, memberi kesempatan untuk Niana mengatur nafasnya. Dahi keduanya saling bertumpu, nafas tersengal-sengal.


Setelah beberapa saat King kembali menyatukan bibir mereka, hasratnya kian memuncak saat merasakan sesuatu di bawah sana sudah mengeras dan menuntut hak yang harusnya ia dapatkan sejak awal.


Serangan King berpindah ke leher Niana, Niana hanya bisa memejamkan matanya, menikmati sensasi yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. tangannya mencengkram erat bad cover saat King tanpa jeda melancarkan aksinya.


King mulai melepaskan kancing baju Niana satu persatu. Tak ada penolakan dan King tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, bra hitam yang di pakai Niana mulai terlihat, King semakin tidak sabar untuk mendaratkan serangan disana. Namun tiba-tiba saja, bel pintu berbunyi, sontak King langsung menghentikan aktivitasnya, dan mata Niana langsung terbuka.


"Ada orang datang (?)"


"Ah sial." Tinggal sedikit lagi, King akan mengakhiri masa keperjakaaanya tapi nampaknya semua harus kembali di tunda karena Niana sudah beranjak turun dari tempat tidur, merapikan rambutnya, dan juga bajunya.


King berjalan dengan lemas menyusul Niana yang sudah keluar terlebih dahulu, "Hampir saja, dan lagi-lagi harus gagal," gumam King dengan raut wajah kecewanya.


"Kak King!" seru Rachel saat melihat King berada di belakang Niana.


"Mama, papa," ucap King tak percaya, setaunya kedua orang tuanya akan sampai di bandara siang ini.


Niana dan King mencium tangan Raya dan Reyhan. Lalu mempersilahkan mereka untuk masuk.


"Baru saja king akan ke bandara, taunya sudah sampai," ucap King sambil duduk di hadapan kedua orangtuanya, sementara Niana beranjak ke dapur untuk membuat minuman.


"Iya penerbangan mama dan papa di percepat, tadinya mau langsung pulang ke rumah, tapi Rachel ngotot sekali mau mampir kemari,"ujar Raya.


"Papa lupa memberitahu kamu, karena semua serba mendadak," sahut Reyhan.


"Iya pa, tidak apa-apa."


"Aku kan sudah janji akan membawakan oleh-oleh untuk kak King dan Kak Nia,"tutur Rachel.

__ADS_1


"Benarkah, mana?" tanya King.


"Ini, sudah Rachel bungkus, yang ini untuk kakak dan yang satu lagi untuk kak Nia," jelas Rachel.


"Wah kak Nia juga dapat hadiah ya," ucap Niana sambil membawa nampan berisi tiga cangkir teh.


Niana meletakkan nampan itu di atas meja lalu memberikan satu persatu teh itu kepada kedua mertuanya. Niana melangkahkan kakinya duduk di samping Rachel.


"Ini hadiah untuk kak Nia, aku orang yang selalu menepati janji," ucap Rachel dengan bangganya.


"Iya terimakasih ya Rachel cantik," ucap Niana sambil menerima hadiah pemberian Rachel.


"Sekarang aku mau Kak King dan Kak Nia berjanji pada ku," pinta Rachel.


Janji? Memangnya janji apa sih?" tanya King penasaran.


"Aku mau kalian berjanji, akan segera memberikan ku keponakan, jika kembar lebih bagus," ucap Rachel yang sangat polos.


Tentu saja King dan Niana tidak bisa menjawab apapun, melakukan itu saja belum, bagaimana mungkin bisa punya bayi.


Andai kamu tidak datang, kakak bisa saja langsung mengabulkan permintaan kamu," batin King.


"Rachel kok ngomong gitu, siapa yang ngajarin," tegur Raya.


"Habis mama tidak memberikan Rachel adik, jadi kak Nia dan Kak king saja,"ujar Rachel.


"tuh kan ma, papa bilang apa, dua anak itu tidak baik, haha," ujar Reyhan sambil terkekeh sendiri.


"Apa sih pa ... Nia, jangan di dengar ya, pokoknya jalani saja, jika sudah rezeki tidak akan kemana.


"Iya ma ... oh iya,tadi Nia memasak, bagaimana jika kita sarapan bersama.


"Wah boleh tu, kebetulan papa sangat lapar."


Suasana apartement pagi ini menjadi lebih ramai dari biasanya, gelak tawa tak henti-hentinya tedegar, suasana seperti ini mengingat Niana dengan kedua orang tuanya yang jauh di sana.


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊


__ADS_2