Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.154-Bab.25 (Alex yang kembali berulah)


__ADS_3

Prankk prank


suara barang-barang pecah belah berhamburan di atas lantai. Kinan hanya bisa tertunduk dengan kedua tangan menutupi telinganya. Rasa takut itu kembali lagi, setelah hampir tiga bulan tak pernah ia rasakan.


Alex lagi-lagi berulah, karena beberapa hari ini Kinan menjauhinya, sifat kasarnya itu kembali muncul, janji tinggilah janji, sesuatu yang sudah mendarah daging tidak mungkin bisa di rubah begitu saja. Sudah berulang kali Alex berjanji untuk berubah dan sudah berulang kali pula ia mengingkarinya.


Kinan baru saja tiba di apartemen alex dan ia langsung di sambut tamparan keras dari kekasihnya itu. Saat marah, rasa iba Alex seakan sirnah begitu saja. Kini yang tinggal hanyalah amarah yang meluap-luap.


"Hentikan!" teriak Kinan saat Alex tidak henti-hentinya memecahkan barang-barang yang ada di depannya.


"Dasar wanita si*lan kamu pikir kamu bisa begitu saja lari dari ku," ucap Alex sambil menangkup kasar wajah Kinan dengan sebelah tangannya.


Air mata Kinan mengalir seiring rasa sakit akibat perbuatan kekasihnya itu. Bukan cuma fisik, tapi hatinya juga ikut sakit. Ia menyesal karena menuruti permintaan Alex untuk datang ke apartement.


"Kamu sengaja menjauhi aku kan, karena kamu memdekati King ... seharusnya kamu berpikir panjang sebelum ingin bermain di belakang ku!" teriak Alex lalu kembali membanting sebuah vas bunga yang ada di atas meja.


Dengan tubuh yang terasa remuk, Kinan berusaha bangkit dan berdiri dari posisinya. Di lihatnya Alex yang kini menatapnya dengan tajam, dadanya terasa sesak, batinnya sudah cukup lama tertekan, ia ingin bebas dari belenggu cinta Alex.


"Seharusnya sejak awal aku mendegarkan omongan King, sekarang Aku sudah muak, aku benci, kau brensek!" teriak Kinan.


"Dasar wanita si*alan!"


Bug.


Alex kembali mendaratkan pukulan di wajah Kinan, hingga Kinan jatuh tersungkur di atas lantai. Darah segar mengalir dari dari hidungnya. Kinan menangis sejadi-jadinya, namun Alex malah membenci suara tangis Kinan, ia menendang tubuh Kinan hingga berkali-kali dan akhirnya kesadaran Kinan mulai hilang.


Amarah yang sudah memuncak membuat Alex tanpa ragu memperlakukan Kinan dengan sangat tidak manusiawi. Ia cinta tapi dengan cara yang salah. Satu hal yang paling Alex benci dari kehidupan Kinan yaitu profesi Kinan sebagai model dan aktris.


Alex masih berdiri di hadapan Kinan yang sudah tidak sadarkan diri. Ia mulai panik saat melihat Kinan tak lagi bergerak. Jika Kinan kenapa-napa, ia takut masuk penjara. Buru-buru ia keluar dari apartemen itu, sampai ia lupa untuk kembali menutup pintu.


~


Kedua orang tua King dan juga adiknya Rachel baru saja pulang. Niana membersihkan meja makan, lalu mencuci piring. King yang baru selesai mandi, pergi menghapiri Niana. Rasanya ia ingin mengajak Niana untuk memulai semua yang belum terselesaikan.


"Nia," panggil King yang sudah berada di belakang Niana.


"Apa?" tanya Niana yang tetap fokus mencuci piring.


"Urusan kita belum selesai," ucap King ragu-ragu.

__ADS_1


Niana menghentikan aktivitasnya saat mendengar ucapan King, "Maksudnya?"


"Ah kamu tidak peka sekali," ucap King kesal.


Baru saja Niana akan bicara ponsel King tiba-tiba berdering, ia melihat layar ponselnya yang tertera nama Joshua di sana. Rasanya ia masih malas berbicara dengan Joshua tapi apa boleh buat, ini semua demi keprofesionalan dalam bekerja.


[Ya, kenapa?]


[Rapat akhir untuk penayangan film akan segera di laksanakan, aku tunggu di kantor agensi sekarang]


King belum berbicara apapun, Joshua sudah mematikan panggilan telepon itu. King mengumpat kesal karena ulah Joshua, Niana sampai mengerutkan keningnya saat melihat tingkah King.


"Kenapa?" tanya Niana.


"Aku harus ke kantor agesi sekarang ... bersiap-siap lah, malam ini aku tidak akan melepaskan mu," ucap King lalu berjalan dengan cepat meninggalkan dapur.


Niana hanya diam sambil memandangi kepegian King, wajahnya bersemu merah karena ucapan King tadi. Niana masih mengingat jelas apa yang terjadi pada mereka di kamar pagi ini. meski malu-malu, Niana juga merasakan hal yang sama dengan King.


...****...


Akhirnya King sampai di kantor agensinya, ia melihat Joshua yang berdiri di samping mobil, menunggu kedatangannya. King melangkah mendekati Joshua, rasanya benar-benar begitu canggung, karena ia tidak biasanya bertengkar dengan sahabatnya itu.


"Tidak, baru saja, ayo masuk," ucap Joshua lalu melangkah mendahului King.


King tidak mau ambil pusing, biarlah Joshua kesal padanya, karena ia pun juga masih merasa kesal dengan Joshua. King dan Joshua masuk kedalam ruangan rapat. Semua tim, dan juga aktor dan aktris pendukung sudaj ada disana, tapi King tidak melihat keberadaan Kinan.


"Kinan tidak datang?" tanya King pada asisten sutradara.


"Itu dia, kami sudah berusaha Menghubungi Kinan tapi tidak ada jawaban.


Entah kenapa perasaanya menjadi tidak enak saja, saat Kinan tiba-tiba tidak datang tanpa alasan. King mencoba menyingkirkan pikiran buruknya, meskipun ia sudah tidak mencintai Kinan, tapi sebagai seorang sahabat ia masih mengkhwatirkan Kinan, apa lagi jika mengingat Alex yang begitu tempramental.


Rapat kali ini akan membahas, tentang penayangan perdana film terbaru di mana King dan Kinan sebagai pemeran utamanya. Sang sutradara mulai memutar film itu, untuk mencari apa saja kira-kira kekurangannya.


~


Jam menunjukkan pukul empat sore, King keluar dari ruangan rapat. Tiba-tiba saja ponsel King berdering, di lihatnya panggilan telepon dari Kinan. King menghentikan langkahnya dan langsung mengangkat telepon itu.


[Hallo]

__ADS_1


[King ... to-tolong aku]


[Kamu kenapa? Sekarang kamu di mana]


[Apartement Alex]


King bisa mendengar jika Kinan sedang menangis seperti menahan sakit. Ia tahu pasti terjadi sesuatu yang tidak baik kepada Kinan. Bertepatan dengan itu, Joshua berjalan melewati King.


"Jo!"


"Apa?"


"Sepertinya Kinan di pukuli lagi oleh Alex, dia menelepon ku barusan," tutur King.


"Ah pria brensek itu lagi, kita ke Apartemennya sekarang."


King dan Joshua berjalan dengan cepat menuju parkiran. Bukan hanya King yang menjadi saksi kebiadaban Alex tapi Joshua juga, ia sudah beberapa kali melihat dengan mata kepalanya sendiri, kondisi Kinan setelah di pukuli oleh Alex.


King dan Joshua kini dalam perjalanan menuju apartement Alex. Joshua dan King melupakan sejenak permasalahan di antara mereka karena suatu hal yang emergency.


~


Mobil Joshua sampai di basement apartement tempa Alex tinggal, ia dan King berjalan dengan cepat menuju lantai dua puluh di mana unit apartment Alex berada.


King nampak semakin khwatir saat dari kejauhan ia melihat, pintu apartemen Alex yang terbuka. Ia berlari di ikuti Joshua dari belakang. King masuk kedalam apartement itu. Saat berada di dalam, King dan Joshua kaget melihat barang-barang yang berantakan dan pecahan-pecahan barang ada di mana-mana.


Mereka mencari keberadaan Kinan, dari ruang tamu , ruang keluarga dan sampai di dalam sebuah kamar, ia menemukan Kinan bersimbah darah sedang terbaring meringkuk di atas lantai. Saat ini Kinan dalam kondisi sadar namun sangat lemah.


"Kinan, kamu tidak apa-apa," ucap King sambil memposisikan Kinan bersandar di dadanya.


"K-king, aku di ...."


Kesadaran Kinan kembali hilang, King benar-benar tidak menyangka jika Alex bisa sekeji ini. Kondisi Kinan bahkan sangat parah dari bayangannya, ini lebih dari kejadian sebelum-sebelumnya.


"Kita dia bawa kerumah sakit sekarang,"ucap Joshua yang juga terlihat sangat khwatir.


Bersambung 💓


Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2