Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.175-Bab.46 (Pesta resepsi pernikahan)


__ADS_3

Di sebuah hotel berbintang milik HRY group.


Gelaran pesta pernikahan mewah King dan Niana, akan segera di selenggarakan. Gulungan karpet merah terbentang sepanjang halaman hotel sampai ke depan lobby hotel. Para tamu dari berbagai kalangan sudah mulai berdatangan.


Lokasi pesta juga sudah di padati para pemburu berita, yang siap untuk meliput, mengabadikan momen, dan juga mewawancarai para rekan artis yang turut hadir. Malam ini akan menjadi malam bersejarah, dimana putra satu-satunya Reyhan hardiansyah sekaligus bintang papan atas, akhirnya secara resmi memperkenalkan istrinya.


Situasi di dalam Ballroom Hotel yang mampu menampung lima ribu tamu undangan itu, mulai di sesaki para tamu. Dekorasi yang tertata apik, membuat siapapun akan terpesona. Pesta pernikahan King dan Niana juga di berikan gelar pesta pernikahan termahal di Indonesia, di mana dana yang di habiskan tidak bisa di bayangkan jumlahnya, hanya untuk sebuah pesta satu malam.


~


Sementara itu, masih di gedung yang sama, Niana sudah selesai bersiap-siap. Sentuhan MUA profesional membuat kecantikan Niana semakin paripurna. Make up yang begitu flowles dengan gaun berwarna gold membuat kecantikan Niana semakin terpancar.


Niana duduk di depan cermin, memandangi penampilannya yang amat berbeda dari biasanya. Pernikahan impian yang sempat ia anggap tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya, dan pada hari ini, semua itu ia dapatkan.


Menikah dengan pria yang ia cintai dan juga mencintainya, gaun ala princes dengan sebuah crown bertahtakan berlian asli, kini menghiasi kepalanya. Semua hal yang dulu hanya dalam bayangan wanita cupu nan kutu buku, kini bertemu dengan seorang pangeran berkuda putih yang membawanya kedalam dunia yang penuh dengan cinta, mengubah sisi demi sisi hidupnya yang dulu abu-abu menjadi lebih berwarna.


Niana berdiri dari duduknya, dengan sedikit bersusah payah, karena gaun yang ia pakai cukup berat, di tambah lagi, sepatu yang menyelimuti kaki kecilnya, sangat tinggi.


"Nia, kamu mau kemana sayang?" tanya Jihan saat Nian berdiri dari duduknya.


"Ah tidak kemana-mana ma, aku hanya ingin duduk di samping mama," jawab Niana.


Niana melangkah menghampiri mamanya yang tadi sedang duduk di samping sang papa di sofa yang ada diruangan itu. Niana memposisikan dirinya duduk di tengah-tengah kedua orangtuanya.


"Mama, Daddy, terimakasih karena sudah mengirimkan King untuk Nia, akhirnya hari ini datang juga, pesta pernikahan yang selalu Nia impikan," ucap Niana menatap kedua orangtuanya secara bergantian, matanya pun mulai berkaca-kaca.


"Sayang jangan menangis, kamu pantas mendapatkan semua ini sayang," ucap Jihan sambil merangkul sang putri.


"Kamu tahu sewaktu papa berada di ruang ICU, kakek Anwar meberikan wasiat kepada papa dan papa Reyhan, pasti beliau punya alasan yang kuat, kalian memang di takdirkan untuk bersama," tutur Ben pada Niana.


"Terimakasih mama, Daddy, Nia sayang kalian."


Jihan dan Ben memeluk sang putri. Entah kenapa semua terasa begitu dramatis, lebih dramatis di bandingkan saat pertama kali mereka melihat Niana untuk pertama kali.


Ckelek.


Pintu ruangan itu terbuka, Ben dan Jihan melepaskan pelukannya dari Niana. Saat menoleh, ternyata di ambang pintu, King, Rachel dan kedua orangtuanya sudah berdiri di sana.


King tidak bisa bergerak karena terlalu terpana melihat kecantikan Niana yang begitu luar biasa. Jantung King berdetam-dentum tak karuan untuk yang kesekian kalinya.


"Saka, kamu kenapa berhenti sih, mama sama papa mau masuk," sahut Raya dari belakang.


"Oh iya ma, maaf." King kembali melanjutkan langkahnya, menghapiri sang istri yang kini sedang tersenyum kepadanya.

__ADS_1


Seakan mengerti, jika King ingin duduk di samping Niana, Jihan dan Ben segera berpindah posisi duduk. King duduk di samping Niana, tanpa mengatakan apapun, ia terus-menerus memadangi Niana, membuat Ben, Jihan, Raya dan Reyhan terkekeh karena tingkah King.


"Hey, sayang ... kamu kenapa?" Niana melambaikan tangannya di hadapan wajah King, karena King menatapnya sambil tersenyum-senyum sendiri dan hampir tak berkedip.


Karena tak juga mendapatkan respon dari King, Niana mencubit lengan King sampai akhirnya King mulai tersadar.


"Aww, sakit." King mengusap lengannya yang di cubit oleh Niana.


"Habisnya kamu memadangi ku sampai segitunya, apa make up ku terlalu tebal, apa terlihat aneh? Ayo katakan," kata Niana yang terlihat panik.


"Kak Nia sangat cantik hari ini, makanya kak King sampai seperti itu," sahut Rachel tiba-tiba.


"Terimakasih Acel," ucap Niana sambil mengusap kepala Rachel dengan lembut.


"Benar yang Rachel katakan, aku hampir terkena serangan jantung tadi," ucap King lebay.


"Haha, Kamu ini ada-ada saja King," sahut Jihan yang sudah terkekeh.


~


Ckelek.


Pintu kembali terbuka, Joshua melangkah masuk, menghapiri keluarga besar hardiansyah yang saat ini sedang mengobrol santai.


"Acara akan segera di mulai," ucap Joshua yang saat ini berperan sebagai penanggung jawab acara resepsi pernikahan King dan Niana.


...***...


Dengan iringan nada penuh cinta, Niana menggandeng lengan King. Langkah demi langkah mereka tapaki di atas karpet yang sudah di penuhi kelopak bunga yang berterbangan dari atas, ikut menyertai setiap langkah mereka.


Semua tamu berdiri untuk menyambut pasangan ratu dan raja sehari itu. Semua nampak terpesona karena untuk pertama kalinya melihat sosok wanita yang sudah di nikahi oleh King.


Akhirnya rasa penasaran mereka usai sudah. Sungguh melebihi ekspektasi, Niana dan King memang pasangan yang sangat serasi, sama-sama cantik dan tampan.


Dari arah kursi tamu, Kinan yang di temani managernya juga turut hadir, tanpa membawa rasa dendam yang dulu sempat menghapiri hati, dan membuatnya membenci Niana. Hari ini ia datang, ia ikut bahagia, karena King telah menemukan seseorang yang tepat. Tak ada lagi penyesalan tidak tertinggal, selain rasa turut bahagia. Ia juga siap menyusul King untuk mencari kebahagiaan sesungguhnya dan tidak larut dalam cinta lama yang menyakitkan.


Lain Kinan, lain pula Joshua. Ia memandangi Niana yang saat ini sedang berbahagia. Meski rasa itu sempat hadir, ia sudah mengikhlaskan semuanya. Tak ingin melawan hukum alam yang sudah di tentukan oleh sang pencipta. Ia yakin suatu hari nanti ia juga akan ada di posisi yang sama dan tentunya dengan wanita yang di takdirkan untuknya.


~


King dan Niana sudah duduk di singgasana. Mereka sama-sama menggedarkan pandangannya, kepada ribuan orang yang saat ini turut bahagia untuk mereka. Rasa gugup mulai menghampiri Niana, sungguh ia tidak terbiasa berada di hadapan ribuan orang seperti ini.


Menyadari hal itu, King menggenggam tangan sang istri, seolah menyalurkan energi lebih untuk istrinya. Mereka saling beradu pandang sejenak, membiarkan senyum yang terukir di wajah mereka saling menyapa lalu kembali menatap kedepan.

__ADS_1


~


Pesta itu berlangsung sangat meriah, para penyanyi top dalam negeri menjadi bintang tamu yang semakin memeriahkan suasana. Silih berganti tamu naik keatas panggung untuk mengucapkan selamat kepada Niana dan King. Tak lupa juga fotografer profesional yang bertugas, mengabadikan momen para tamu dan juga kedua mempelai.


Kinan dan Jessy sang manager melangkah naik keatas pentas. Niana dan Kinan saling melepar senyum, tak ada lagi tatapan kebencian yang sempat membatasi.


"Nia, King selamat ya, aku turut bahagia untuk kalian," ucap Kinan yang terdengar begitu tulus.


"Terimakasih Kinan," ucap Niana.


"Kamu juga harus bahagia," ucap King.


Ada rasa sesak yang tiba-tiba menghinggapi Kinan, saat mendengar ucapan King. Andai saja dulu ... ah sudahlah, semua sudah berlalu, Kinan hanya mendambakan kebahagiaan seperti King dan Niana, yang belum juga ia dapatkan semenjak putus dari Alex.


"Of course, aku akan segera menyusul kalian," ucap Kinan dengan yakin.


Niana memeluk Kinan yang terlihat sendu. Kinan pun membalas pelukan Niana padannya.


"Semua orang akan mendapatkan kebahagiaan pada waktunya, kamu akan segera mendapatkannya Kinan," tutur Niana sambil menepuk lembut punggung Kinan.


"Terimakasih Nia, maafkan aku atas semua kesalahanku," ucap Kinan dengan nada suara bergetar.


King hanya bisa tersenyum sambil memandangi kedua wanita yang ada di hadapannya. Wanita yang dulu ia cintai dan wanita yang sekarang sangat ia cintai. Waktu telah merubah segala sisi dalam hidupnya, meski dulu sempat terbelenggu oleh cinta pertama yang seakan tak berujung, namun pada akhirnya ia telah berlabuh pada cinta terakhirnya yaitu Niana.


...***...


Malam semakin larut, pesta semakin meriah. Salah seorang tim dari WO meminta Niana agar ikut mereka keruangan untuk berganti gaun. Sementara King masih di atas pentas untuk mengapa para tamu. Setelah nanti Niana selesai bersiap-siap, barulah giliran King untuk berganti pakaian.


~


Dengan di bantu dua orang tim dari Wo, Niana berjalan menuju ruangan ganti. Niana duduk di sebuah sofa sambil bersandar, rasanya kakinya akan segera patah karena telalu banyak berdiri.


"Nona, mohon tunggu di sini sebentar saya teman saya akan mengambil gaun di mobil, Kami akan segera kembali," ucap salah seorang dari tim WO.


Kini tinggallah Niana sendiri di ruangan itu. Niana memejamkan matanya sejenak untuk mengusir rasa lelah yang kini mengahampiri.


Ckelek.


Suara pintu terbuka, Niana membuka matanya perlahan lalu menoleh kearah pintu, "Kalian sudah kem-" Niana tidak melanjutkan ucapannya, karena yang ada di depan pintu saat ini bukanlah dua gadis yang tadi berpamitan dengannya.


Yang Niana lihat saat ini, adalah seseorang dengan tubuh gemuk, dengan Hoodie hitam dan juga masker hitam yang menutupi wajahnya. Wanita itu menatap Niana dengan tajam, tangannya pun mengepal erat terbelenggu amarah.


"Ka-kamu siapa?" tanya Niana terbatabata.

__ADS_1


Bersambung 💓


Jangan lupa like+komen+vote ya readers. 😳😳😳


__ADS_2