
Ben masuk kedalam apartement jihan dengan susah payah karena kantong belanja yang ada di kedua tangannya. sudah seperti belanja bulanan saja pikirnya. Sementara jihan langsung masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian.
Ben berjalan cepat menuju pantry jihan untuk meletakkan barang-barang belanjaan mereka tadi,ia langsung duduk di kursi meja makan karena kelelahan. ia membuka jas yang sejak tadi ia pakai, kemudian mengedurkan dasi yang membuat ia semakin sesak.
Jihan sudah berganti pakaian dengan pakaian santai,ia tersenyum mendapati sang kekasih sudah berada di dapur dengan setumpuk barang belanjaan mereka.
"Capek ya kak?" Tanya jihan yang sudah berada di hadapan Ben.
"Emm ... sedikit."Ucap Ben
Jihan berbalik berjalan menuju kulkas untuk mengambil air mineral dingin. Kemudian menuangkan air kedalam gelas besar di atas meja makan. Ben menautkan kedua alisnya melihat isi gelas yang begitu Banyak.
"Kebanyakan ... Aku tidak terlalu haus."Ucap Ben
"Untuk kita berdua, biar makin romantis,satu gelas berdua,lalu satu piring berdua ...bukannya hal romantis itu berawal dari hal-hal kecil." Ujar jihan seraya meraih gelas yang ada dihadapannya,meneguk hingga tinggal tersisa setengahnya.
Ben meraih gelas itu lalu meminumnya hingga habis tak tersisa. Ia menatap jihan yang ada dihadapannya, entah apa yang ia fikiran.
"kenapa menatap ku seperti itu." Ucap jihan yang merasa aneh
"Apa hal romantis itu begitu di butuhkan dalam hubungan,apa tidak cukup dengan komitmen dan kesetiaan?" tanya ben
"Kak ben kuno sekali ... hal romantis itu perlu untuk hubungan tidak terasa hambar. Ya aku tahu kak ben tidak romantis ... kenapa aku menyukai kak ben yang tidak romantis sementara aku menyukai hal romantis, sampai sekarang aku belum tahu jawabannya. Hati dan otak ku tak satu frekuensi."Ucap jihan lugas
Ben berdiri dari posisinya. Berjalan mendekati Jihan yang tadi duduk di hadapannya. Kini ia sudah duduk di atas meja tepat di samping Jihan, meraih tangan jihan menggenggamnya erat, membuat jihan terpana seketika.
"Maaf aku masih belajar menjadi yang terbaik untuk kamu."Ucap ben dengan tatapan yang mampu melelehkan hati jihan.
"Kak ben ... Ucapan kak ben barusan itu so sweet sekali loh,hehe." Ucap jihan lalu terkekeh sendiri
"Sudahlah ... Kamu malah membuat ku malu."Ben langsung bediri dari posisinya, kemudian mengusap wajahnya kasar.
"Jadi diri sendiri saja ... aku suka kak ben apa adanya."Ucap jihan lugas
Ben tak bisa berkata-kata,ia hanya tersenyum seraya membelai pucuk kepala jihan.
"Katanya ada yang mau masakin aku ... jadi?"Tanya jihan sambil mendongak karena Ben sedang berdiri di sampingnya.
"Iya jadi .. tapi kamu jangan hanya duduk,bantu aku memotong bahan-bahannya."Ucap Ben
__ADS_1
"Siap chef ... hehe."Kekeh jihan
~
Jihan dan ben nampak serius mengerjakan tugas mereka masing-masing. Jihan tak menyangka jika ben mempunyai keahlian memasak tingkat dewa, sementara ia hanya bisa membantu memotong-motong sayuran saja, tiba-tiba merasa insecure dengan Ben yang serba bisa.
Ben meng grill daging di atas panggangan. Jihan terpana sejenak melihat asap dari daging yang ada di atas panggangan,lalu beralih menatap Ben.
"Sepertinya kak ben lebih berbakat memasak dari pada aku." debus jihan kesal
"Kamu juga bisa ... aku akan mengajari kamu lain kali."Ucap ben yang masih fokus dengan daging.
"Kak ben kan sibuk,memang ada waktu untuk mengajari aku?"Tanya Jihan
"Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk karena sejak Nona muda Berhenti bekerja aku jadi kewalahan. Tapi mulai besok aku sudah punya asisten baru, semoga saja kinerjanya bagus."Ujar ben
"Asisten baru?siapa?"Tanya jihan
"Aruni."Ucap ben singkat
"Aruni pengawal dan supir Raya?"Ucapnya semakin penasaran
"Dia cukup cantik dan ... "Ucap jihan menggantung
"Dan apa ... memangnya kalau dia canti Kenapa?" Tanya Ben
"Tidak apa" Ucap jihan singkat, kemudian kembali memotong Kentang di hadapan dengan kasar.
Ben memperhatikan tingkah jihan yang seketika berubah. Ia tahu jika jihN sedang cemburu namun gengsi untuk mengatakannya. Ben menarik tangan jihan agar Berbalik menghadapnya.
Jihan mengerutkan keningnya,saat ben Menariknya tiba-tiba"Kenapa?"Ucapanya
"Kamu cemburu?"Tanya Ben
Dengan cepat Jihan menggelengkan kepalanya. "Tidak, untuk apa aku cemburu"Ucap jihan penuh penekanan.
Ben tertawa kecil mendengar ucapan Jihan. Ben melangkah semakin mendekati jihan hingga tersisa beberapa sentimeter saja,deru nafas Ben terasa begitu hangat,jihan benar-benar merasa jantungnya akan lompat dari rongga dadanya saat tatapan mereka saling beradu.
"Jika cemburu katakan saja. Jika dia cantik bagimu tapi bagiku kamu lebih cantik."Ujar Ben Menatap lekat jihan, entah kenapa ia gagal fokus kali ini,dia juga pria normal yang setiap saat menginginkan sesuatu yang selalu ia anggap tabu.
__ADS_1
"Kak ben lagi belajar mengombal ya"Ucap jihan pelan
Ben tak bergeming,ia hanya fokus pada bibir merona yang terpampang nyata di hadapannya. Jihan menerka-nerka apa yang akan terjadi setelah ini,ia memejamkan matanya dan mulai menahan nafas saat ben semakin mendekat.
Satu detik,dua detik dan ... mata yang tadinya terpejam kini membulat sempurna karena indra penciuman jihan bereaksi saat mecium bau hangus yang berasal dari daging yang di grill tadi.
"Kak Ben dagingnya ... hangus!"Pekik jihan membuyarkan keromantisan yang hendak tercipta,gagal lagi, sebaiknya kalian segera menikah saja lah.
~~
Raya duduk bersandar di sandaran ranjang, perutnya terasa begah sekali karena kekenyangan,nafsu makannya benar-benar meningkatkan akhir-akhir ini,malam ini saja ia menghabiskan tiga porsi nasi goreng.
Reyhan tak berkomentar apapun saat sang istri. meminta lagi dan lagi,ia tahu sekarang makanan yang istrinya makan untuk memenuhi gizi dua orang yaitu raya dan calon anak mereka.
Reyhan reflek mengusap-usap perut raya yang masih rata.
"Sudah kenyang ya sayang."Ucap Reyhan
"Sayang ... "Ucap raya menggantung
"Kenapa sayang?" Tanya Reyhan yang sudah berbaring di samping Raya
"Jika terus seperti ini ... sepertinya aku akan menjadi gemuk."Ucap Raya yang membuat Reyhan tak bisa menahan tawanya.
"Ih kok malah ketawa,kamu sudah tidak suka lagi jika aku menjadi gemuk!"Raya menautkan kedua alisnya
"Aku tetap sayang, tetap cinta ... sepertinya kamu akan terlihat lebih ... "Reyhan mempraktekkan kata sexy dengan gerakan tangan."
"Apaan sih" wajah raya bersemu merah.
Reyhan membawa raya kedalam dekapannya,men*ium pucuk kepala Sang istri dalam. Reyhan menginginkan istrinya malam ini, gelora yang sudah beberapa Minggu tertahan demi sang buah hati,namun saat ini sepertinya ini sudah memasuki zona aman pikir Reyhan.
"Aku menginginkan kamu malam ini sayang. "Bisik Reyhan, Membuat Raya berdesir hebat.
Tak ada penolakan apapun dari raya,ia juga menginginkannya, Sentuhan Reyhan yang membuatnya candu. tanpa aba-aba Reyhan menelusuri setiap lekuk tubuh sang istri,begitu menuntut namun sangat lembut membuat Raya tanpa sadar mendesah saat mereka saling menyatu dalam kenikmatan dunia.
.
Bersambung 💓
__ADS_1
Jangan lupa+like+komen+vote ya readers 🙏😊