
Siang ini, Kinan sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Ia sudah selesai mengganti pakaiannya, dengan pakain biasa, setelah kurang lebih tiga hari memakai pakaian rumah sakit.
"Kamu sudah siap?" tanya jessy yang saat ini sedang berada di depan Kinan.
"Iya, aku siap," ucap Kinan, dengan penuh keyakinan.
Sesuai rencana sebelumnya, hari ini Kinan akan melaksanakan konferensi pers di kantor agensinya. Beberapa hari ini, Kinan sudah memikirkan baik-baik apa saja yang akan ia katakan di depan media nanti.
Jessy membantu Kinan, membawa barang-barang, lalu keluar dari ruangan itu. Mereka akan segera pergi ke kantor agensi untuk menemui para pencari berita.
Sepanjang perjalanan, Kinan sibuk dengan ponselnya, ia mengahapus semua fotonya bersama Alex dan juga memblokir semua akun pertemanan dengan Alex. Ia ingin memulai hidupnya yang baru.
Hidup tanpa rasa takut, rasa sakit dan tentunya terbebas dari belenggu cinta Alex. Pagi tadi, jessy di temani pihak kepolisian pergi ke Apartement Alex, dan tentunya Alex sudah tidak ada di sana. hanya ada ponsel Kinan yang masih tergeletak di lantai apartement itu.
Menurut informasi yang di dapat dari sumber terpercaya, Alex pergi ke luar negeri malam hari setelah kejadian itu, pihak keluarga pun sulit untuk di temui, penjagaan di depan gerbang rumah orang tua Alex begitu ketat, hingga pihak kepolisian tidak bisa dengan mudah mengumpulkan informasi.
~
Akhirnya mobil yang di kendarai oleh Jessy sampai juga di parkiran kantor agensi. Kinan hendak turun dari mobil, namun Jessy langsung mencegahnya.
"Kamu benar, baik-baik saja setelah ini, mungkin karir kamu akan meredup?" tanya Jessy untuk memastikan lagi.
Kinan tersenyum kepada Jessy, "Aku sudah memikirkan ini secara matang, jika pun karir ku menjadi taruhannya, berarti itu bagian dari takdir yang harus aku jalani."
Kejamnya dunia entertainment memang sudah menjadi rahasia umum, sedikit saja skandal yang melibatkan seorang artis, maka karir pun akan seredup seiring dengan tidak adanya jobs yang datang.
Untuk terus tetap eksis, mereka harus berjuang dari nol lagi, mencari perhatian publik yang sudah terlanjur menilai mereka negatif.
~
__ADS_1
Saat memasuki lobby kantor,para reporter-reporter yang sudah menunggu sejak tadi, berhambur menghapiri Kinan yang baru saja masuk. Dengan sigap Jessy dan petugas keamanan kantor, menghalangi para repoter itu.
"Kinan akan bicara di ruangan Konfrensi pers, silahkan masuk keruangan yang sudah di sediakan dan tolong biarkan kami lewat,",tegas jessy kepada para reporter itu.
~
Ruangan konfrensi pers.
Suara jepret kamera menggema ke sekeliling ruangan, saat Kinan, Jessy dan juga direktur agensi, memasuki ruangan. Kinan menundukkan pandangannya, karena silau cahaya kamera yang tidak ada henti-hentinya.
Setelah puas mengambil gambar, akhirnya para reporter ia itu mulai tenang. Sang direktur pun mulai berbicara kepada awak media. Setelah itu ,kini giliran Kinan untuk buka suara.
Kinan menarik nafasnya secara perlahan, lalu menghembuskannya. Ia melihat banyaknya kamera yang kini menyorotinya, ia merasa sedikit gugup,namun itu tidak menyurutkan tekadny yang sudah ia pikirkan secara matang beberapa hari yang lalu.
"Sebelumnya saya Kinan dira, meminta maaf sebesar-besarnya, kepada masyarakat, atas berita bohong yang sempat Viral beberapa hari belakangan. Saya duduk di sini, untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya, fakta bahwa saya dan King tidak pernah berselingkuh apa lagi menjalin hubungan terlarang seperti kabar yang beredar. King adalah sahabat saya sejak duduk di bangku SMA dan dialah yang membantu saya, saat saya dalam keadaan tidak berdaya karena di aniaya oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab, dan orang itu adalah pacar saya, Alex Rudiant putra dari pemilik MC group," tutur Kinan dengan suara bergetar.
Suara jepretan kamera kembali terdengar, ini benar-benar berita yang sangat menghebohkan, setelah ini saham perusahaan MC group akan benar-benar anjlok. Bagaimana tidak, pewaris tunggal dari perusahaan konstruksi ternama, terjerat kasus hukum yang membawa nama Kinan dan juga King pewaris dari perusahaan terbesar nomor satu HRY grup.
"Bukti visum, sekara sudah berada di tangan pihak kepolisian, dan cepat atau lambat Alex Rudiart, akan segera di tangkap," tegas jessy.
"Dalam kesempatan kali ini, saya juga ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Hardiansyah, karena ikut terseret dalam berita bohong ini," tutur Kinan dengan sangat tulus.
~
Dari gedung utama HRY group, King dan juga Joshua sedang duduk di sofa ruang kerja King. Mereka fokus menatap layar televisi yang menayangkan secara live konfrensi pers itu.
Senyum terpancar dari wajah keduanya. Akhirnya Kinan sendiri yang menyelesaikan kesalahpahaman itu, akhirnya King bisa sedikit bernafas lega.
"Wah, akhirnya semuanya telah berakhir, apa rencana kamu setelah ini?" tanya Joshua sambil menoleh kearah King yang sedang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Aku hanya akan menghadiri penayangan perdana film terbaru ku, sekaligus aku akan mengumumkan jika aku akan rehat sejenak dari dunia perfilman," tutur King.
"Apa itu berarti kamu akan kembali bermain film lagi, suatu saat nanti?" tanya Joshua.
"Lebih tepatnya, aku akan mengembangkan perusahaan HRY grup di bidang perfilman, aku akan membangun bisnis di bidang produksi film, sebagai cabang baru dari HRY grup," tutur King kepada Joshua.
Sudah sekitar lima puluh tahun HRY grup merajai pasar bisnis di Indonesia, baik itu di bidang properti, pangan, konstruksi, dan juga perhotelan. Dan rencana King untuk mengembangkan bisnis sesuai bidan yang ia kuasai bukanlah hal buruk untuk kemajuan HRY group.
Dering ponsel mengalihkan perhatian King, dan ternyata telepon itu dari Kinan. Setelah keluar dari ruangan konfrensi pers, kinan langsung menghubungi King. Kinan mengajak King dan juga Joshua untuk bertemu di salah satu restaurant sekaligus makan siang bersama.
...****...
Di sebuah restaurant berbintang di pusat kota Jakarta, King, Joshua dan juga Kinan menikmati makan siang mereka. Ini adalah sebagai bentuk terimakasih Kinan atas bantuan King dan juga Joshua waktu itu.
"Kenapa kamu tidak mengajak Niana, aku ingin meminta maaf kepadanya?" tanya Kinan tiba-tiba.
King dan Joshua saling menatap sesaat, Kinan memang belum tau jika Niana balik ke Singapura karena kesalahpahaman yang terjadi. Kinan merasa bingung karena baik King ataupun Joshua tidak ada satupun yang menjawab pertanyaannya.
"Apa ada masalah?" tanya Kinan lagi.
"Ya, Niana melihat saat kamu memeluk King di rumah sakit waktu itu, dan dia langsung pulang ke Singapura tanpa memberitahu King, aku rasa dia benar-benar marah," ujar Joshua.
"Astaga, lalu bagaimana ini ... King kamu tidak menyusul Niana ke Singapura?" tanya Kinan panik.
"Aku pasti akan menyusulnya, tapi bukan sekarang, biarlah dia menenangkan diri terlebih dahulu."
"Lalu kapan?" tanya Kinan penasaran.
"Bulan depan, pas acara wisudanya, aku akan datang menjemputnya," ujar King.
__ADS_1
Bersambung 💓
Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊