Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.15 (Hidupmu bukanlah milikmu)


__ADS_3

Raya keluar dari kamar Reyhan dengan wajah yang sudah memerah seperti udang rebus,ia berjalan dengan cepat lalu menuruni tangga.


Sesampainya di bawah ia bertemu dengan Ben yang akan naik ke lantai atas


"Selamat pagi Nona"


"Hey Tuan berhentilah memanggilku nona,Saya hanya pelayan di rumah ini,jika ada yang mendengar Saya bisa kena masalah, panggil saja Raya,oke"


"Baiklah, Dimana Tuan muda?"


"Dia masih di kamarnya,owh iya Tuan apa saya boleh Bertanya sesuatu?"


"Apa itu?"


"Tuan muda,apa dia sering mengalami depresi atau penyakit semacamnya?"


"Tidak,memangnya kenapa?"


"Benarkah, Sudahlah lupakan saja, anggap tidak pernah bertanya"


"Baiklah,saya akan naik ke atas sekarang"


"Ya pergilah,"


Tuan ben itu sama dinginnya dengan bosnya.ehh sekertaris Ben bilang,tuan muda tidak sedang mengalami depresi atau semacamnya,kenapa dia tiba-tiba saja memeluk dan mencium ku seenaknya, lalu mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal, padahal dia bersikap sangat kejam sebelumnya, dan bodohnya Jatungku selalu berdebar kencang saat dia melakukan hal gila itu,benar-benar menjengkelkan"ucap Raya dalam hati

__ADS_1


~


Reyhan sedang dalam perjalanan menuju galeri lukisan,Hotel yang sebentar lagi akan launching mendapatkan sedikit masalah karena sang seniman menolak menjual lukisan yang sebelumnya sudah di sepakati akan di beli oleh Reyhan.


Reyhan langsung turun tangan menyelesaikan masalah ini,Lukisan itu sangat penting, karena Akan menjadi ikon utama dari hotel tersebut.


Sesampainya di galery, Reyhan langsung di sambut oleh anak sang seniman, Reyhan langsung menanyakan keberadaan tuan jo tapi orang itu mengatakan jika ayahnya sedang pergi.


"Pergi, kemana?"


"Saya kurang tau juga Tuan, ayah saya memang sering bepergian secara tiba-tiba,Tanpa memberi tahu siapa-siapa"


"Kapan dia akan pulang?"


"Baiklah,katakan padanya kalau aku datang, suruh dia untuk menemuiku"


"Baik Tuan"


Reyhan beranjak pergi meninggalkan galeri, tiba-tiba saja ia bertemu dengan Niko di tempat itu.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Tanya Reyhan


"Apa kau lupa,selain bekerja di perusahaan mu,aku juga seorang pencinta seni"


"Ya tentu saja aku mengingatnya, nikmatilah waktu mu"ucap Reyhan Lalu melangkah meninggalkan Niko

__ADS_1


"Apa kau punya waktu, untuk minum kopi dengan mantan sahabat mu ini"ucap Niko


Reyhan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Niko


~


Di sebuah Cafe tak jauh dari galeri, Reyhan dan Niko sedang duduk berhadapan,


"Apa yang ingin kau bicarakan?"Tanya Reyhan to the point


"Haha..Menarik sekali, sekarang kau bahkan lebih terkenal dari pada artis,Namamu menjadi trending Topik di semua media sosial, Haruskah aku meminta tanda tangan mu sekarang"ujar Niko


"Apa kau sedang mengejekku,"ucap Reyhan


"Mana mungkin aku mengejek anda Tuan muda, walau bagaimanapun kita dulunya adalah teman"ucap Niko


"Kita memang teman sebelum Ayahmu merusak hidup ku,Apa aku boleh mengajukan Satu permintaan kepada mu"pinta Reyhan


"Apa itu?"


"Aku tau ayahmu menginginkan HRY group ia menggunakan adiknya sebagai senjata utama,ia meracuni otak ayahku dengan hal-hal gila,dan Kau tau hari ini aku Gagal membeli sebuah lukisan yang sangat terkenal,aku tau ayahmu di balik semua ini,ia berusaha menjatuhkan aku, bisakah kau menghentikan nya?"


"Rey...Kapan kau dan aku, pernah menjalani kehidupan yang bisa kita sebut sebagai kehidupan kita sendiri?,Saat aku mulai terjun di dunia kejam milik ayahku,kehidupan ku bukanlah milikku lagi,bahkan aku kehilangan sosok Teman"ujar Niko lalu menyeruput kopinya


Reyhan Hanya terdiam menatap Niko yang ada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2