
Kinan menatap King tak percaya. Rasanya tidak mungkin King sudah menikah, kalau pun ia, kapan king menikah,. kenapa tidak ada kabar apapun yang teliput oleh media.
"Kamu bercanda ya?" tanya Kinan dengan senyuman sinisnya.
"Aku serius, jadi berhentilah mengeluh pada ku, karena mulai sekarang aku akan berusaha melupakan kamu," ujar King menatap Kinan dengan serius.
Kinan terdiam sesaat, menatap mata King sedang intens, seolah mencari jawaban dari ucapan King yang baru saja ia dengar. Kinan bisa melihat jika King serius dalam ucapanya. Entah kenapa ia tidak rela jika King menghapus perasaan yang sudah lama King simpan untuknya. Mungkin terdengar egois tapi Kinan juga menginginkan King, sama seperti ia menginginkan Alex.
"Siapa dia? Siapa gadis yang telah kamu nikahi, kamu tidak pernah mengatakan kepada media jika kamu akan menikah," ujar Kinan.
"Niana, gadis yang bersama ku sewaktu kita bertemu di Marina bay, aku memang belum mengumumkan pernikahan ku kepada media kerena suatu hal, jika kamu masih menganggapku sahabat mu, tutup mulut mu dan jangan katakan kepada siapapun," ujar King lalu membuka pintu mobil dan melangkah pergi.
Kinan masih diam terpaku di tempatnya, ia benar-benar tidak menyangka jika King sudah menikah. Ia pun tidak habis pikir kenapa King menikah dengan seorang wanita yang berpenampilan sederhana seperti Niana, jauh sekali dengan dirinya yang selalu tampil modis dan seksi.
~
Niana sudah berada di kediaman hardiansyah. Dirinya langsung di sambut hangat oleh Raya dan Reyhan yang memang sudah menunggunya sejak tadi. Raya memeluk Niana dengan erat, karena merindukan keponakan yang kini sudah resmi menjadi menantunya.
"Akhirnya yang di tunggu datang juga," ucap Reyhan sambil menepuk pundak Niana pelan.
"Onty dan Uncle apa kabar?" tanya Niana ramah.
"Kami baik-baik saja, ngomong-ngomong jangan panggil onty dan Uncle lagi dong, panggil kami sebagai mana suami kamu memanggil kami," tutur Raya kepada Niana.
"Baiklah, onty, eh mama maksudnya," kata Niana sambil tersenyum kepada kedua mertuanya.
"Karena sudah melihat anak menantu papa yang cantik ini, sekarang papa pamit berangkat ke kantor ya," ucap Reyhan kepada Niana dan Raya.
__ADS_1
"Iya, hati-hati ya sayang," ucap Raya lalu mencium tangan suaminya, begitu pula dengan Niana.
Setelah kepergian Reyhan, Niana dan Raya pergi ke taman belakang untuk minum teh dan mengobrol santai, selagi menunggu waktu makan siang.
"Nia tidak melihat keberadaan Rachel sejak tadi, dia sekolah?" tanya Niana pada Raya.
"Rachel, sepulang sekolah, dia pergi ke tempat lesnya, mungkin sore nanti," jawab Raya.
"Oh begitu." Niana mengangguk tanda mengerti.
"Bagaimana keadaan orang tua kamu Nia?" tanya Raya.
"Baik ma, seperti biasa Daddy sibuk dengan bisnisnya dan mama juga sibuk dengan kelompok arisannya," jawab Niana.
"Haha, mama kamu masih sama seperti dulu berkepribadian ceria dan gampang bergaul dengan siapapun ... usia kamu sekarang dua puluh tahun dan king, dua puluh tiga tahun, mama ingat sekali King lahir sehari setelah pesta pernikahan orang tua kamu. Waktu begitu cepat berlalu, kami tidak menyangka bahwa di masa depan kami akan menikahkan kalian berdua," ujar Raya sambil menoleh kearah Niana yang duduk di sampingnya.
Raya terdiam sambil menatap Niana, ia bisa melihat segurat kesedihan yang terpancar dari mata Niana. Raya mengerti jika Niana dan King pasti masih belum terbiasa dengan pernikahan dadakan ini, tapi entah kenapa Raya yakin jika Niana dan King memang di takdirkan untuk bersama selamanya.
~
Setelah makan siang berdua saja dengan ibu mertuanya, Raya meminta Niana untuk beristirahat di kamar King yang ada di lantai dua, kamar yang dulu adalah kamar Reyhan sewaktu muda, dan kini menjadi kamar King.
Niana membuka kamar King untuk pertama kalinya, sewaktu mereka menikah, ia dan King memang tidur di kamar yang ada di lantai bawah. Kamar King sama seperti kamar pria kebanyakan, banyak poster, foto, video game dan juga di sudut kamar ada sebuah lemari kaca yang berisikan penghargaan yang telah King capai selama tiga tahun menjadi seorang aktor film.
Langkah kakinya mulai berpijak kelantai kamar itu, ia memperhatikan semua foto yang tepajang di meja panjang yang ada di dekat TV, foto-foto King semasa kanak-kanak dan foto-foto semasa kuliah di California Amerika serikat, banyak terpajang di sana. Niana langsung fokus melihat lemari yang berisi penghargaan-penghargaan yang di raih King baik akademik maupun non akademik.
"Ternyata dia berprestasi juga," gumam Niana sambil memperhatikan piala-piala yang berjajar rapi di lemari kaca itu.
__ADS_1
Niana melihat jam di tangannya, yang menunjukkan pukul satu siang. Di waktu itu biasanya Niana beristirahat untuk tidur siang. Niana berpikir King pasti akan pulang malam, karena kesibukannya, jadi tidak ada salahnya jika ia tidur terlebih dulu sambil menunggu kedatangan King.
~
King dan sudah menyelesaikan syuting hari ini, setelah take terakhir yang tadi ia kerjakan. King sengaja masuk kedalam mobil terlebih dulu, sementara Joshua masih berbicara dengan sutradara mengenai permasalahan yang di alami King sewaktu syuting tadi. Bukan tanpa alasan, tapi King ingin menghidari Kinan untuk sementara waktu, berusaha menyakinkan dirinya jika ia benar-benar sudah siap untuk melupakan cinta pertamanya.
King melihat layar ponselnya yang tidak tertera ada pesan ataupun telepon masuk. King berharap Niana menelpon atau mengirimkan pesan untuknya. Tak lama Joshua masuk kedalam mobil, ia heran melihat King yang bertingkah sangat aneh hari ini.
"Kamu kenapa, hari ini seperti tidak konsentrasi, kamu mengulang take sampai puluhan kali saat adegan berciuman dengan Kinan, aku tahu ini ciuman pertama kamu selama bermain film, pasti kamu belum terbiasa ya, padahal itu kesempatan bagus tadi, kapan lagi kamu bisa benar-benar mencium cinta pertama kamu, dan kamu malah minta adengannya di skip, aku di ocehi habis-habisan oleh sutradara sialan itu," tutur Joshua sambil memijat-mijat kepalanya.
"Aku sudah memutuskan untuk melepaskan Kinan Jo," ujar King tiba-tiba.
"Apa! Kenapa, bukannya dulu kamu bilang akan memperjuangkannya hingga akhir," sahut Joshua.
"Aku sudah terlalu lama terjerat dalam ketidak pastian yang selalu berujung patah hati, aku sadar selama ini aku salah karena tidak pernah mendengarkan kamu," tutur King.
"Apa kamu mulai menyukai Niana?" tanya Joshua ragu-ragu.
King menoleh menatap Joshua yang terlihat menatapnya dengan sangat serius, " Aku juga belum tahu perasaan ku untuk dia menjadi seperti apa, saat ini aku hanya ingin fokus menghapus Kinan dari hati dan pikiran ku," jawab King sambil menatap nanar kearah jendela.
Joshua tak lagi bertanya ataupun menanggapi ucapan King. Joshua mempunyai firasat kuat jika hati King sekarang sudah mulai menoleh kepada Niana. Lalu bagaimana dengan nasib Joshua yang sudah terlanjur menaruh hati pada Niana.
Apa kamu bersungguh-sungguh akan melupakan Kinan, kalau iya, maka untuk pertama kalinya aku menyesal karena dulu pernah memeberimu saran untuk melepaskan Kinan, jika pada akhirnya, kamu ingin membuka hati kepada seseorang yang sudah terlanjur mencuri hatiku," batin Joshua.
Bersambung 💓
Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊😊
__ADS_1