
Wajah Raya nampak bersemu Merah, kejadian Siang Tadi masih terbayang-bayang di ingatanya Membuat Sena tersenyum-Seyum sendiri.
Jam sudah menunjukkan tengah malam,Tapi Raya masih terjaga,ia Masih duduk bersandar di Ranjang,ia melirik kanan dan kiri ,Tika dan Ayu sudah tertidur pulas, Tiba-tiba ponselnya bergetar Tanda pesan masuk dari nomor tidak di kenal.
Raya membuka isi pesan itu,ia Terlihat heran dengan isi pesan itu.
Nomor tidak dikenal:Apa kamu sudah tidur?
Karena penasaran Raya membalas pesan itu.
Raya:Ini siapa?
Setelah beberapa saat,Tidak ada balasan dari nomor itu,Raya kembali meletakkan ponselnya di nakas,Ia berfikir mungkin hanya salah sambung atau orang iseng saja.
Raya merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menarik Selimut menutupi tubuhnya, Namun baru saja ia akan memejamkan Mata, ponselnya kembali berdering tapi kali ini bukan pesan melainkan sebuah Panggilan telepon dari nomor yang tadi mengirimi Raya pesan.
Dengan Ragu-ragu Raya menerima Panggilan itu,dan mendekatkan Ponsel ke telinganya
"Hallo,ini siapa?"Ucap Raya berbisik agar tidak menggangu tidur Tika dan ayu
"Keluarlah ke Taman belakang, Sekarang"Ucap seseorang di balik telepon
Raya menutup mulutnya dengan sebelah tangannya karena tak percaya dengan suara yang baru saja ia dengar,Suara itu adalah Suara Reyhan.
Bagaimana ia bisa lupa kalau mereka belum betukar nomor telepon,Tapi tunggu dulu dari Mana Reyhan mendapatkan Nomor ponsel Raya.
Raya memakai Jaketnya lalu mengendap-endap keluar dari kamar,Suasana Sangat hening karena semua orang sudah tertidur, Tinggal lah Satpam yang berjaga di pintu gerbang utama yang masih terjaga.
Setelah Sampai di Taman halaman belakang,ia melihat ke sekeliling Tapi tidak menemukan sosok yang ia cari,Raya sempat berfikir jika Reyhan Hanya mengerjainya,ia pun berbalik ingin kembali masuk, Namun tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan menariknya masuk kedalam suatu Ruangan yang sangat Gelap, Orang itu mendudukkan Raya di sebuah kursi yang ada di ruangan itu.
Raya meronta-ronta untuk melepaskan diri,Tapi ia tidak bisa karena kalah kuat,Di tengah kepanikannya, Lampu tiba-tiba saja Menyala,Nampak lah Seorang pria Tampan bertubuh tinggi ternyum kepada Raya, Siapa lagi kalau bukan Reyhan.
__ADS_1
Raya menghembuskan Nafasnya kasar,ia Merasa kesal kepada Reyhan.
"Ternyata anda tuan! Mengagetkan Saya Saja,Saya kira anda orang jahat yang akan Menculik saya"Ucap Raya dengan Nafas yang masih tersengal-sengal
"Haha,Maafkan aku,Apa kamu sungguh Takut"Tanya Reyhan
"Tentu saja....Tapi ini Ruangan apa Tuan dan kenapa anda membawa Saya kemari tengah malam begini, Jangan-jangan...Anda jangan macam-macam ya!"Ucap Raya penuh Rasa Curiga
"Bhahahah,Apa Maksud mu macam-macam?Apa di fikiran mu itu hanya ada hal-hal Negatif saja...dasar kelinci!"Ucap Reyhan sambil terkekeh
"Kenapa anda malah tertawa?Saya Hanya tidak mau terjadi hal yang tidak-tidak,Kita hanya berdua di sini,Dan Anda ini Masih Laki-laki Normalkan?"Ucap Raya dengan Tatapan sinis Sambil berpangku tangan
"Wahh.. Sepertinya otak mu sudah tidak beres,Apa saat berjalan kemari kamu tejatuh hingga kepalamu terbentur"ucap Reyhan
"Tidak"ucap Raya singkat
"Lalu kenapa di fikiran mu hanya ada hal-hal seperti itu,Aku memang lelaki normal,Tapi aku Tahu batasannya,Aku membawamu kemari karena ini tempat yang paling aman untuk kita bertemu, Para Satpam-Satpam itu pasti sedang berkeliling sekarang"Ucap Reyhan kesal
"Berikan ponselmu.."pinta Reyhan sambil menyodorkan Tangannya
Tanpa banyak bertanya Raya memberikan ponselnya kepada Reyhan, dengan cepat langsung di Raih oleh Reyhan.
Reyhan mengotak-atik ponsel Raya sambil tersenyum-senyum,Raya menjadi penasaran dengan apa yang sedang di lakukan Reyhan.
"Apa yang sedang anda lakukan?"Tanya Raya
"Aku hanya sedang menyimpan Nomor ponsel ku di sini, Mulai Sekarang Kamu harus Membalas setiap aku mengirim pesan Atau pun menelepon,Awas saja kalau kamu tidak membalas dan mengangkat telepon dari ku",Ucap Reyhan masih sibuk berkutat dengan ponsel Raya
"Bagaimana mungkin saya terus memegang ponsel saat bekerja Tuan,Pak mus Selalu mengawasi setiap pelayan di rumah ini"Ucap Raya
"Aku tidak mau Tahu"Ucap Reyhan lalu mengembalikan Ponsel itu kepada Raya
__ADS_1
"Huh..Anda ini benar-benar egois"Ucap Raya menatap kesal kepada Reyhan
"Tapi kamu suka kan?"goda Reyhan sambil mengangkat kedua Alisnya
"ehmm..dari mana anda mendapatkan nomor ponsel saya?"Tanya Raya mengalihkan pembicaraan
"Dari Ben,Owh iya Saat sedang berdua seperti ini, Jangan Pangil aku Tuan Ataupun Anda,Sebut saja Aku,kamu, Pokoknya Bahasa yang lebih Santai saja"ucap Reyhan
"Saya tidak bisa,"ucap Raya
"Kenapa?.. Sekarang kita pacaran,"
"Walau bagaimanapun anda Majikan saya, dan akan tetap seperti itu"Ucap Raya sambil menunduk
"Apa maksud mu..?"Tanya Reyhan merasa bingung dengan ucapan Raya
"Saya dan anda sangatlah Jauh berbeda, Sampai Saat ini saya mengira saya hanya bermimpi bisa di cintai oleh seorang seperti Anda Tuan"ujar raya masih sambil menunduk
Reyhan meraih dagu Raya mengalihkan pandangan Raya agar menatapnya,
"Dengarkan Aku baik-baik,aku cinta sama kamu,dan aku tidak perduli dengan status mu, Sekarang Aku sedang bekerja keras untuk bisa membuat kamu Menjadi milikku seutuhnya,Aku Hanya meminta agar kamu tetap berada di sisiku sampai saatnya tiba,Apa kamu mau menunggu aku?"Reyhan menatap lekat Raya berusaha mendapatkan Jawaban dari Raya
Raya Memejamkan matanya,menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya, kemudian dia ia mengangguk pelan sambil tersenyum kepada Reyhan.
Reyhan membalas senyuman Raya lalu membawa Raya kedalam pelukannya.
Saat ini Reyhan Memang Sedang bekerja keras untuk menjadi seorang penerus HRY group dengan upayanya sendiri Tanpa harus mengandalkan orang licik Seperti Sukmawan untuk mencari dukungan.
Walaupun ia sadar jika anggota direksi dan para pemegang saham mayoritas adalah orang-orang yang memihak kepada Sukmawan Tapi Reyhan yakin ia bisa merubah fikiran mereka hingga mereka bisa memberikan dukungannya kepada Reyhan.
Sampai saat itu tiba Reyhan berharap Raya tetap berada di sisinya untuk mendukungnya.
__ADS_1