
Raya sedang berada di ruangan Pak mus,ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu,ia memberanikan diri untuk mengajukan pengunduran dirinya.
"Apa!Kamu ingin berhenti bekerja, Tapi kenapa?"Tanya pak mus
"Saya Terus kepikiran Paman saya yang sakit-sakitan Pak,Saya hanya ingin lebih sering bersama paman saya"Jawab Raya
"Apa kamu sudah mempertimbangkan keputusan mu,?"Tanya pak mus lagi
"Sudah pak,Saya sudah mempertimbangkan semuanya sebelum saya menemui bapak"Jawab Raya
"Baiklah kalau begitu, Tapi jika kamu berubah fikiran,kamu boleh Kembali bekerja kembali di sini, Jujur saya sangat menyukai kinerja kamu, Tapi saya Tetap menghormati keputusan mu,Besok kamu boleh pergi"Ujar Pak mus
"Terimakasih pak, Kalau begitu Saya Permisi"Ucap Raya lalu pergi meninggalkan Ruangan itu
~~
Reyhan duduk di tepian ranjang sambil terus menatap kalung yang ada di Tangannya.
"Harusnya saat dia memutuskan untuk pergi,Aku mengejarnya dan mempertahankannya,Tapi aku hanya bisa diam tanpa bisa melakukan Apapun,Aku benar-benar benci situasi ini"Ucap Reyhan
Di tengah kegalauannya, tiba-tiba ponselnya berdering, Reyhan langsung meraih ponselnya yang berada di atas meja di samping Ranjangnya.
Reyhan:Hallo,ben ada Apa?
Ben:Saya sudah mendapatkan informasi yang anda inginkan..
Reyhan: Bagaimana hasil penyelidikannya,?
Ben:Saya Sedang dalam perjalanan pulang,Saya akan jelaskan Setelah Saya tiba di rumah
Reyhan: Baiklah aku tunggu
~~
__ADS_1
Ben sudah tiba di kediaman Hardiansyah, Wajahnya nampak Sangat tegang,ia seperti sedang menemukan sebuah Rahasia besar yang selama ini terkubur,Ben berjalan menuju lantai Atas, sesampainya di atas dia langsung masuk ke Ruang kerja Reyhan.
Nampak Reyhan sudah tidak sabar mengetahui informasi yang di ketahui oleh Ben, Reyhan dan ben duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Bagaimana,Apa kamu sudah menemukan bukti tentang penyebab kematian ibu ku?"Tanya Reyhan
"Tadi Saya menemui dokter forensik yang menangani kasus ibu anda dulu,dia mengatakan jika kematian ibu Tuan adalah murni kecelakaan,tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun zat berbahaya di tubuh ibu anda tuan"Ucap ben
"Apa hanya itu yang kamu Tau?"Tanya Reyhan
"Bukan hanya itu Tuan,Saya juga menemui penyidik dari kepolisian itu di rumahnya, Awalnya dia bersikap biasa Saja Tapi saat saya menyebut nama ibu anda Wajahnya Tiba-tiba Menjadi pucat,Saya Mencoba membujuknya untuk mengatakan yang sejujurnya,Tapi dia Hanya diam, Sepertinya dia di Ancam untuk menutup mulut,Tapi saat Saya akan pergi dia memberikan Saya sebuah Alamat,dia bilang itu adalah Alamat Seorang Saksi yang berada di tempat kecelakaan,si penyidik itu tidak sempat menyelidiki siapa Saksi itu karena kasus kecelakaan ibu anda langsung di tutup"Ujar Ben
"Alamat,Apa kamu sudah mengetahui di mana alamat itu?"Ucap Reyhan semakin penasaran
"Saya akan menyelidikinya segera"Ucap ben Ragu-ragu
"Baiklah,Dan Satu lagi,Terus bujuk penyidik itu untuk membuka mulut, Berikan dia uang berapapun yang dia inginkan,Aku tunggu informasi dari mu secepatnya"Ucap Reyhan
"Iya Tuan muda,Kalau begitu Saya permisi"Ucap Ben
~
"Hey kak Ben"Ucap Jihan dengan Ramah
"Hey,kapan kamu sampai?"Ucap Ben terbata-bata karena merasa gugup
"Baru saja,Apa kak Reyhan ada di atas"Tanya Jihan
"Iya,Tuan muda sedang berada di ruang kerjanya"Ucap Ben sambil melihat ke kiri-kanan Tak berani menatap wajah Jihan
"Kak ben kenapa?"Tanya Jihan karena bingung melihat tingkah aneh Ben
"Aku tidak apa-apa"Ucap Ben
__ADS_1
"Apa bisa kita bicara sebentar?"Tanya jihan
"Bicara? Kenapa bukannya kamu ingin menemui Tuan muda?"Tanya Ben balik
"Nanti saja,Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kak ben, Setelah hari itu,Kak ben selalu menghindari ku, Bahkan saat aku di luar negeri kak ben tidak pernah menghubungi aku,Kalau Kak ben menolak Ajakan ku kali ini,Aku akan sangat kecewa"Ucap Jihan dengan wajah Cemberut
Ben Menghela Nafas berat Lalu menatap Jihan yang ada di depannya "Baiklah,Ayo ikut aku"Ucap Ben lalu beranjak turun mendahului Jihan
Jihan tersenyum penuh kemenangan, dengan cepat ia menyusul Ben menuruni Tangga.
~~
Di sebuah Cafe,Ben duduk berhadapan dengan Jihan,
"Apa yang ingin kamu bicarakan?"Tanya Ben
"Santai Saja kak,Apa kak ben tidak ingin mengetahui kabar ku sekarang,apa kak ben tidak ingin Tahu bagaimana kehidupan ku saat jauh dari kakak"Ucap Jihan
"Aku sangat ingin mendengar Cerita mu,Maaf Tapi Aku sibuk dan banyak pekerjaan"Ucap Ben
"Apa kakak tidak pernah merindukan aku walau sehari?"Tanya Jihan
"Rindu?Tentu saja aku merindukan adik kecil ku,Kamu selalu banyak tanya,Bawel dan kamu selalu Menangis Saat aku menolak untuk membelikamu es krim,Haha"Ucap Ben
"Adik kecil?Aku sudah dewasa sekarang,Umurku 21 Tahun,Aku Wanita dewasa bukan anak kecil lagi"Ucap Jihan dengan cemberut
"Bagi ku kamu tetap adik kecil ku"Ucap Ben sambil tersenyum kepada Jihan
Wajah Jihan nampak kesal mendengar pernyataan Ben"Aku tidak ingin di anggap adik oleh kak ben,Aku ingin kakak Melihat ku sebagai Wanita dewasa"Ucap Jihan dengan kesal
"Jihan, mungkin kamu sudah salah paham dengan perhatian ku kepadamu,Aku menganggap kamu adik ku karena kita sama-sama tidak memiliki orang tua,Aku ingin melindungi kamu dan menjaga kamu sebagai adik ku, Mengerti"Ucap Ben
Jihan tertunduk lesu mendengar ucapan Ben"Baiklah, tapi Mulai sekarang Berhentilah menghindar, Karena itu sangat menyiksa,Aku tidak akan memaksa kakak untuk menerima perasaan ku,Jadi bersikap lah seperti biasa"Ucap Jihan lalu menyeruput kopinya
__ADS_1
Ben tidak bisa berkata apa-apa lagi,ia hanya terus menatap Jihan yang ada di Depannya.
Kamu benar-benar keras kepala,Tapi sekarang kamu sudah tumbuh semakin dewasa dan cantik,,eist apa yang aku pikirkan, Tidak,tidak boleh,Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri,Aku hanya akan menggap kamu sebagai adik, tidak lebih"batin Ben