Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.133-Bab.7 ( punya pesona tersendiri)


__ADS_3

Niana dan King sedang berada di depan meja resepsionis. Mereka sedang menunggu apa masih ada kamar yang tersisa. Jika mereka menghubungi Ben tentunya untuk mendapatkan satu kamar lagi sangat lah gampang, namun mereka tidak akan pernah melakukan hal itu.


Setelah beberapa saat, akhirnya resepsionis yang bertugas menghapiri mereka. Raut wajah Niana dan King nampak terkejut saat mendengar apa yang di ucapkan sang resepsionis. Seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar King kembali bertanya.


"Jadi, semua kamar yang ada di Marina bay, penuh?" tanya King tak percaya.


"Betul sekali tuan, sebab ini akhir tahun jadi, banyak masyarakat yang nak tengok pergantian tahun di Marina bay," tutur si resepsionis.


"Cik, kalau ada kamar biasa pun tak apa," ucap Niana penuh harap.


"Maaf Nona, kelas biasa, VIP, maupun VVIP, semuanya dah penuh ... kalau boleh tahu, untuk apa pesan kamar lagi, bukannya Nona dan Tuan ni baru lepas kawin, pengantin baru kan?" tanya si resepsionis itu pada akhirnya.


Niana dan King saling menatap satu sama lain, mereka bingung harus menjawab apa, sepertinya mereka harus menyerah sekarang, tak ada gunanya hanya sia-sia, sekarang lebih baik menerima kenyataan kalau mereka harus tidur dalam satu kamar lagi. Pertanyaannya, apa di antara mereka akan ada yang mengalah, tidur di sofa malam ini.


Karena tidak ada harapan, Niana dan king kembali ke kamar mereka. Waktu menunjukkan pukul enam sore, Niana beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, tak lupa ia membawa pakaian ganti untuk langsung di pakai di kamar mandi, mana mungkin ia muncul dengan menggunakan handuk, sementara King juga berada di kamar yang sama dengannya.


Setelah selesai, Niana beranjak untuk makan malam di restoran yang berada di Marina bay, di sana banyak sekali tempat-tempat makan yang menyajikan makanan, mulai dari makanan khas Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, Indonesia dan masih banyak lagi.



Marina bay sands.


Sumber foto: google.


Seperti yang sudah di duga, Niana yang sedang berjalan bersama dengan King bertemu dengan salah satu pemilik restaurant yang tidak lain adalah teman kuliah Niana.


"Nia!" sapa Ali saat mendapati Niana sedang berjalan dengan seorang pria yang asing baginya.


Niana dan King menoleh ke belakang, dan Ali sudah berada di belakang mereka. Niana jarang sekali memiliki teman laki-laki, dan Ali adalah salah satu temanya yang sefrekuensi dengannya, sama-sama bercita-cita tinggi, gemar membaca dan hebatnya di umur yang menginjak dua puluh satu tahun, Ali sudah mengembangkan sayapnya di bidang kuliner.


"Ali ... kamu jadi membuka restaurant di sini?" tanya Niana.

__ADS_1


"Of course, aku baru satu pekan kat sini." ucap Ali pada Niana, Ali beralih melihat King yang sedang berdiri di samping Niana, "Ini siapa, boyfriend?" tanya Ali.


"Ahaha bukan lah, ini abang sepupu aku dari Indonesia," tutur Niana.


"Oh macam tu," ucap Ali sambil menganggukkan kepalanya.


Niana menoleh kearah King, ia memberi kode agar King menyapa Ali, awalnya King tidak mau, tapi saat melihat mata Niana membulat kesal, akhirnya ia mengulurkan tangannya dengan malas.


"Perkenalkan saya King," ucap King sambil mengulurkan tangannya.


Dengan cepat Ali menyambut uluran tangan King, "Saya Ali." Ali memperhatikan wajah King dengan seksama, sepertinya ia pernah melihat wajah King di suatu tempat, bahkan nama King pun tak asing baginya. Sejenak Ali berpikir, hingga ia teringat sesuatu.


"Kamu ini King, King yang jadi brand ambassador LV tu kan?" tanya Ali memastikan.


"Ya begitulah," ucap King sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Seketika wajah King nampak cerah, ternyata ada yang mengenalinya di sini. Niana mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Ali, dari mana Ali bisa tahu tentang King.


"Aku ini memang terkenal di mana-mana, tidak usah heran begitu," sahut King tiba-tiba.


"Betul lah, di seberang gedung ni, ada butik barang-barang branded, salah satunya LV, aku lihat wajah dia di dalam butik itu," tutur Ali.


"Benarkah, kalau begitu aku harus kesana," ujar King.


"Makan dulu lah, lapar ni," keluh Niana.


"Jom, mampir di resto aku lah, banyak diskon," ujar Ali.


"Boleh lah, jom." Niana beranjak pergi bersama Ali, sementara King melangkah dengan malas mengikuti keduanya.


Setelah selesai makan malam, King dan Niana pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di seberang pusat kuliner. Cukup menempuh tiga puluh meter saja untuk sampai ke pusat perbelanjaan barang-barang mewah di Marina bay.

__ADS_1


Untuk sampai ke sana, King dan Niana melewati sebuah taman buatan yang sangat indah. Di penuhi dengan pohon-pohon buatan yang berfungsi untuk menampung air hujan dan menyimpan energi matahari. Area itu di biasa di kenal dengan nama Gardens by the Bay.



Gardens by the Bay.


Sumber foto: Google.


King menghentikan langkahnya sejenak, memandangi pohon buatan yang nampak sangat indah saat malam hari. Ia menyesal karena baru ke Singapura sekarang, sejak kecil ia tidak pernah ikut ke Singapura bersama dengan orang tuanya, ia lebih memilih menemani kakeknya memancing atau pun menghadiri Rapat anggota direksi HRY grup.


Sejak ia menjadi salah satu Aktor film, King lebih memilih projek film yang mengambil lokasi di luar benua ataupun luar kota. Tak ia kira Singapura pun memiliki pesona tersendiri.


"Pemandangan di sini bagus kan?" tanya Niana pada King dengan senyuman manisnya.


King menatap Niana yang berdiri di sampingnya, dari cahaya lampu yang remang-remang ternyata Niana terlihat begitu cantik. Baik Niana ataupun negeri singa, mereka sama-sama punya pesonanya sendiri, yang hanya bisa di lihat saat kamu masuk kedalamnya.


Seketika King membuyarkan lamunannya sendiri, ia mengutuk dirinya sendiri karena ia sempat memikirkan hal seperti itu.


Apa yang aku pikirkan, semua wanita juga cantik, bukan dia saja, lihatlah dari sudut pandang yang lebih luas lagi king, dia bahkan bukan tipe mu samasekali," Batin King.


King kembali melanjutkan langkahnya dengan cepat, meninggalkan Niana yang masih berusaha menyusulkan dengan langkah kaki kecilnya.


Mereka hampir sampai ke pusat perbelanjaan, King nampak sudah tidak sabar melihat wajahnya terpampang di sana. Maklum, selama kurun waktu tiga tahun, akhirnya ia berhasil mewakili Indonesia menjadi brand ambassador Louis Vuitton atau biasa di kenal dengan LV.


Dari arah berlawanan, tiba-tiba seorang wanita berhambur mengahampiri King dan dengan dan dalam hitungan detik wanita itu sudah memeluk King dengan erat, tepat di depan mata Niana. Niana nampak sangat terkejut bukan karena ia cemburu, tapi karena wanita itu adalah wanita yang ada di dalam foto itu.


Wanita ini kan, yang ada di dalam foto itu, foto di dalam dompet King, apa mereka benar-benar mempunyai hubungan" Batin Niana.


Bersambung 💓


Jangan lupa like+Komen+vote ya readers 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2