Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.123 ( Kematian Miska)


__ADS_3

Di taman rumah sakit saat malam hari, Haris dan Aruni duduk bersama di sebuah bagku taman. Setelah ucapan Haris di lorong rumah sakit, Aruni langsung mengajak haris untuk bicara di taman.


"Kamu benar-benar menyukai Ben?" tanya Haris, memecah keheningan antara mereka.


"Ketahuan ya ... apa negitu jelas?" tanya Aruni


"Aku ini dokter, sudah S2, bukannya sombong tapi aku cukup ahli dalam membaca karakter seseorang," ujar Haris.


"Begitulah, tapi aku benar-benar tidak ada maksud untuk menghancurkan hubungan Tuan Ben dan Nona jihan, aku hanya Menyukainya tanpa mengharap balasan, tapi ternyata semakin dalam, semakin tidak mampu untuk bertahan, cinta bertepuk sebelah tangan itu, sakit," ujar Aruni, meluapkan isi hatinya.


"Aku mengerti masalah mu, yakinlah, di luar sana banyak laki-laki lain, yang akan memberikan kamu cinta yang sesungguhnya, tentu saja tidak bertepuk sebelah tangan," ujar Haris, sambil menatap Aruni yang ada di sampingnya.


Aruni langsung beralih menatap Haris, yang ada di sampingnya, tatapan mereka saling bertemu, tak ada respon, Aruni Hanya diam dan membiarkan otaknya menetralisir ucapan haris tadi.


Sebenarnya siapa dia, kami hanya bertemu beberapa kali dan dia sangat mengerti aku," Batin Aruni.


~~


Pagi ini Raya mengerjapkan kedua matanya, kesadarannya sudah mulai pulih, samar-samar terdengar suara Reyhan yang terus saja memanggil namanya.


"Sayang, kamu sudah sadar," ucap Reyhan yang sedang duduk di samping istrinya.


Kesadaran Raya sudah benar-benar pulih, ia melihat kesamping, menatap Reyhan masih tanpa bicara.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Reyhan saat tidak mendapatkan respon dari Raya.


"A ... aku baik-baik saja," ucap Raya pada akhirnya, membuat Reyhan merasa lega.


Anwar dan paman Raya yang tadinya duduk di sofa kini berhambur menghapiri Raya, hanya melihat saja, tanpa banyak bicara, mereka tahu Raya tidak boleh di ajak bicara terlalu banyak.


"Syukurlah," ucap Anwar dan paman Raya secara bersamaan.


"Iya ayah ...paman," ucap Reyhan.


Reyhan menekan sebuah tombol yang ada di atas ranjang rumah sakit, untuk memanggil dokter ataupun perawat yang bertugas. Tak lama Haris datang bersama satu orang perawat di belakangnya. Haris mulai memeriksa kondisi Raya yang masih lemah, karena kekurangan cairan dan syok berat yang di alaminya.


"Kondisinya semakin membaik," ucap dokter Haris.


"Dok, kapan saya boleh pulang?" tanya Raya lirih.

__ADS_1


"Sayang kenapa kamu ingin pulang cepat, kamu lebih baik beristirahat di rumah sakit saja, sampai kesehatan kamu membaik," ujar Reyhan.


"Aku merindukan rumah," ucap Raya.


"Bisa saya atur, kamu boleh pulang besok, saya akan menugaskan dua orang perawat yang akan merawat kamu selama masa pemulihan ini," ujar Haris.


"Terimakasih dok," ucap Raya.


"Kamu yakin ini aman, saya tidak mau terjadi sesuatu dengan cucu dan menantu saya," ucap Anwar tiba-tiba.


"Betul itu, apa tidak apa-apa," ucap paman raya membenarkan ucapan Anwar.


"Saya yakin tuan, selama Raya beristirahat total, pemulihan pasca syok yang dia alami akan sangat cepat," ujar Haris.


"Terimakasih, Ris, aku percayakan padamu," ucap Reyhan menepuk pundak Haris.


~


Sementara itu di ruangan lain, Ben sedang duduk di ranjang rumah sakit sambil menikmati sarapan paginya, Namun ia baru tahu jika makanan di rumah sakit itu tidak enak, ini memang pengalaman pertama Ben di rawat inap di rumah sakit.


Jihan yang sejak tadi mencoba membujuk Ben untuk menghabiskan makanannya, kini mulai menyerah.


"Sedikit lagi kak, ayolah," ucap Jihan sambil terus menyodorkan sedok berisi bubur di depan mulut Ben.


Jihan menngelengkan kepalanya tanda tidak boleh, "Dokter haris bilang, makan sembarangan hanya akan membuat bekas jahitannya lambat kering," ujar Jihan.


Tak lama terdengar suara pintu terbuka, sontak jihan dan Ben menoleh ke arah pintu.


"Eh Aruni," ucap jihan lalu tersenyum kepada Aruni.


Aruni berjalan mendekati Jihan dan Ben, dengan membawa sekeranjang buah di tangannya.


"bagaimana keadaan tuan?" tanya Aruni sambil meletakkan sekeranjang buah itu di atas meja yang ada di samping ranjang rumah sakit.


"Sudah lebih baik," ucap Ben.


"Terimakasih ya Aruni, karena kamu sudah menghubungi aku malam itu," ucap Jihan.


"Iya Nona, sama-sama," ucap Aruni.

__ADS_1


"Besok akan ada pertemuan di Restaurant XX, aku dan tuan muda tidak sempat hadir, tolong kamu wakili ya," ujar Ben.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu, saya harus ke kantor, masih banyak pekerjaan yang belum selesai," ucap Aruni.


"Cepat sekali, tinggallah lebih lama," ucap Jihan.


"Saya ingin Nona, tapi saya masih banyak pekerjaan,"


"Jangan memaksanya ... Aruni, terimakasih sudah datang," ujar Ben.


"Iya tuan, kalau begitu saya pamit," ucap Aruni.


Hari ini adalah hari terakhir saya menyimpan rasa ini untuk anda tuan, untuk seterusnya saya akan berusaha melupakan anda" Batin Aruni


~


Miska meringkuk di atas tempat tidur tipis yang di sediakan di sel tahanan, kini semuanya terasa tidak ada artinya lagi, semua sudah berakhir, untuk hidupnya. Ia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil yang ia simpan di Balik pakaian dalamnya, berbentuk bubuk, dan berwarna putih.


Tanpa fikir panjang miska menuangkan bubuk itu ke dalam mulutnya, hingga beberapa detik kemudian, Miska mulai merasakan efeknya, terasa pusing, hingga tidak bisa mengontrol dirinya, ia mulai kehilangan kesadarannya dengan mulut yang mengeluarkan busa.


Seorang polisi wanita yang sedang berjaga, mengintip ke arah sel tempat miska di tahan, polisi wanita itu sangat terkejut, melihat kondisi miska yang sudah tidak sadarkan diri. Polisi wanita itu berlari untuk meminta bantuan, selang beberapa saat beberapa anggota dari kepolisian masuk kedalam sel tahanan itu, mereka memeriksa denyut nadi yang kini sudah tidak terasa lagi, Miska menghabisi nyawanya sendiri secara tragis.


Semangat hidup yang sudah lama redup, dan yang tersisa hanyalah kebencian, namun saat kebencian yang di salurkan gagal, dia tak punya alasan lagi untuk apa dia bertahan.


Seseorang yang tidak mempunyai rasa syukur dalam dirinya, cenderung lebih mudah terjerumus, terjerumus dalam gemerlapnya dunia, hingga secara tidak sadar mengacungkan hidupnya sendiri.


Kini Miska telah pergi untuk selamanya, membawa dosa-dosa yang belum sempat ia perbaiki.


Tim forensik, membawa jasad Miska ke dalam ambulans untuk di otopsi. Setelah mengetahui kematian Miska, Haikal mengamuk di dalam sel tahanan.


"Tidak ... tidak mungkin!" teriak Haikal sambil mengamuk.


Karena semakin membuat resah, akhirnya petugas dari kepolisian yang sedang berjaga di sel tahanan pria, menyuntikkan obat penenang kepada Haikal, sampai pada akhirnya, Haikal hilang kesadarannya.


Karena takut Haikal akan mengakhiri hidupnya seperti Miska, tim dari kepolisian memindahkan Haikal ke rumah sakit jiwa untuk memeriksa kejiwaannya.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG 💓


JANGAN LUPA LIKE+KOMEN+VOTE YA READERS 🙏🙏😊


__ADS_2