
Di sebuah gedung apartemen milik HRY group, seorang lelaki paru baya dengan ekspresi wajah yang gelisah Sedang duduk berhadapan dengan Reyhan dan juga Ben.
"A..apa yang akan kalian lakukan kepada saya,Sa..saya tidak tahu apa-apa"Ucap Pria itu dengan terbata-bata
"Jangan Takut,Anda akan baik-baik saja.. Sekarang yang saya mau Anda menceritakan apa yang anda lihat di lokasi kecelakaan ibu saya,enam tahun Yang lalu"Ucap Reyhan dengan raut wajah serius
"Sa..Saya di ancam akan di bunuh jika saya membongkar rahasia itu"Ucap pria paru baya itu
"Anda akan aman.. percayalah..Saya dengar istri anda sedang sekarat dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit..Jika anda mau mengatakan Rahasia itu,Tuan muda akan menanggung semua biaya pengobatan istri anda"Ucap Ben
Pria itu terdiam sejenak,ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Baiklah Saya akan menceritakan semuanya,"Ucap pria itu
"Saat itu,Saat saya sedang berjalan pulang ke rumah,saat sedang berjalan saya mendengar suara dentuman yang cukup keras dari arah pingiran jurang, karena merasa penasaran Saya melihat dari balik semak-semak,Saya Melihat sebuah mobil menabrak sebuah pohon,baru saja saya ingin menghampiri mobil itu Tapi saya langsung mengurungkan Niat saya karena sebuah mobil datang mendekati mobil yang menabrak pohon tersebut"Ujar Pria itu
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Reyhan semakin penasaran
"Seorang pria Keluar dari mobil..dia membawa korban kecelakaan itu keluar dari mobil yang sudah hancur di bagian depan,Saya Melihat Wanita itu masih hidup walaupun berlumuran darah.. awalnya saya kira dia akan menyelamatkan Wanita itu..Tapi ternyata Saya salah,pria itu mengambil sebuah batu dan memukul kepala wanita itu hingga Wanita itu tewas, kemudian pria itu memasukkan kembali wanita itu kedalam mobil yang sudah hancur Tadi...Saya benar-benar takut,"Ucap pria itu lalu kembali mengusap wajahnya dengan kasar
Reyhan mencengkeram lututnya,ia benar-benar marah, matanya memerah dan berkaca-kaca.
"Lalu bagaimana pria itu bisa mengetahui jika anda adalah saksi mata kecelakaan itu"Tanya Ben
"Beberapa hari setelah kejadian itu,Saya melihat di TV, berita kecelakaan itu, Polisi sedang menyelidikinya..Saya benar-benar tidak tenang..dan akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke kantor polisi untuk menjadi Saksi atas kecelakaan itu..Tapi"Ucap pria itu
"Tapi apa?" Tanya Reyhan
"Seorang petugas polisi yang saya datangi, malah membawa saya kepada pria itu..iya dia pria yang membukul Wanita itu hingga tewas..Pria itu mengacam akan membunuh saya jika saya membuka mulut atas kasus itu.. Karena Takut saya pun mengurungkan niat saya lalu pindah jauh dari rumah saya yang dulu"Ujar pria itu
"Apa Anda masih mengenali wajah Pria itu?"Tanya Ben
"Apa ini orangnya.."Ucap Reyhan sambil menyodorkan sebuah foto
Pria itu nampak ketakutan saat melihat sebuah foto yang di sodorkan Reyhan.
__ADS_1
"i...iya dia orang itu,Saya masih ingat betul dialah orangnya"Ucap pria itu
"Ben tunggu apalagi,Cepat telepon polisi untuk menangkap pak Sukmawan"Ujar Reyhan
"Maaf tuan..Anda belum mempunyai bukti yang cukup.. polisi tidak akan percaya begitu Saja dengan ucapanya"Ucap Ben
"Siaall..Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang,sudah jelas dia pelakunya,dia yang membunuh ibu ku"Ucap Reyhan dengan emosi
"Sebenarnya...."Ucap pria itu menggantung
Reyhan kembali berbalik melihat pria itu "sebenarnya Apa?"Tanya Reyhan
"Sa...saya merekam kejadian itu dengan kamera ponsel Saya"Ucap pria itu
"Benarkah,mana Video itu,Apa kamu masih menyimpannya?"Tanya Reyhan
"Hm..Video itu ada di memory card ini"Ucap pria itu sambil menyodorkan sebuah memori card kepada Reyhan
"Maafkan saya karena saya sudah bersembunyi Selama ini"Ucap pria itu lagi
"Reyhan mengambil memory card itu lalu mengengamnya dengan erat.
~~
"Kehamilan mu semakin besar,Kapan kamu akan meninggalkan tua Bangka itu"Ucap Haikal yang sedang duduk di samping Miska
"Secepatnya,kamu yang sabar ya sayang...ini semua demi masa depan anak kita"Ucap Miska
"Bagaimana lagi aku harus bersabar,ini semua gara-gara kakakmu Sukmawan,kita jadi seperti ini karena dia"Ucap Haikal
"Aku minta maaf...Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa"Ucap Miska
"Aku punya rencana"Ucap Haikal
"Rencana..?Apa itu"Tanya miska
__ADS_1
"Buat Anwar Hardiansyah mati"Ucap Haikal
"Apa?!!...Apa kamu sudah gila"Ucap Miska dengan kaget
"Ia aku memang sudah gila,Aku sudah tidak bisa menunggu lagi"Ucap Haikal dengan emosi
"Ta..tapi bagaimana caranya,Aku takut.."Ucap Miska
Haikal berjalan menuju kesebuah laci, ia mengambil sesuatu dari dalam laci tersebut.
"Dengan ini.. Racun ini akan menyerang jantung nya.. orang-orang Tidak akan tahu jika kita sudah meracuninya... mereka akan mengira jika suami mu itu terkena serangan jantung"Ucap Haikal
"Apa kamu yakin ini akan berhasil?"tanya Miska ragu
"Tentu... percayalah"Ucap Haikal
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG 💓