Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.125 (happy ending part.2 edisi pernikahan Ben dan Jihan)


__ADS_3

Malam ini menjadi Momen paling mengharukan setelah momen mengharukan lamaran Ben beberapa bulan yang lalu. Tidak mau menunggu lama untuk meresmikan hubungan mereka, Ben dan Jihan langsung tancap gas mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara mereka.


Meski sedikit di warnai konflik dan drama, karena perbedaan pendapat antara mereka, pada akhirnya Ben mengalah juga, di dunia ini memang hanya ada dua peraturan dalam menjalani hubungan antara laki-laki dan perempuan, yang pertama, perempuan selalu benar dan yang kedua, Jika pun perempuan melakukan kesalahan, kembali lagi ke peraturan pertama tadi.


Jihan mengenakan gaun pengantin modern berwarna putih dan Ben mengenakan setelan jas berwarna hitam, sangat cantik dan tampan, nampak sangat serasi sekali.


Pesta pernikahan Ben dan Jihan kini sedang di gelar, dengan konsep garden party. Semua orang silih berganti datang untuk mengucapkan selamat kepada Ben dan Jihan.


Raya dan reyhan tentunya tidak ketinggalan, mereka bertindak sebagai tuan rumah dan menyapa para tamu. Pagi ini Raya sudah sangat cantik dengan setelan kebaya modern berwarna moca dengan kondisi hamil besar, tidak menyurutkan semangatnya untuk ikut ambil alih dalam acara Ben dan Jihan.


Tidak hanya Raya dan Reyhan, tentunya Anwar dan paman raya tidak ketinggalan, anwar sibuk memperkenalkan besannya itu kepada rekan-rekan bisnisnya yang saat ini ikut hadir. Pelayan kediaman hardiansyah turut hadir tanpa terkecuali, kali ini mereka turut ikut serta melacarkan acara ben dan Jihan, dengan seragam yang kompak.


Aruni dan Haris datang bersama, merek baru saja resmi berpacaran beberapa hari yang lalu, Haris menngadeng tangan Aruni, naik ke atas pentas untuk memberikan ucapan selamat.


"Selamat seketaris Ben dan nona Jihan," ucap Aruni.


"Terimakasih Aruni," ucap Jihan.


"Jangan lama-lama, cepat menyusul," ucap Ben pada Haris.


"Haha ... tentu saja, nantikan saja kabar baiknya," ucap Haris.


"Tentu saja," ucap Ben.

__ADS_1


Aruni dan Haris turun dari atas pentas, ikut bergabung dengan Raya dan Reyhan yang sedang asik mengobrol dengan para tamu.


Ben mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu, semua nampak meriah, mewah, dan semua nampak bersenang-senang, ikut bahagia dengan pernikahannya.


Hari ini, benar-benar datang untuk seorang anak yatim piatu sepertinya, yang dulu hidup tanpa arah, tanpa adanya orang yang menyayangi. Kini semuanya terasa sempurna, ia memiliki keluarga hardiansyah sebagai sumber kekuatannya dan kini memiliki Jihan sebagai sumber kebahagiaannya.


Jihan bersandar di pundak Ben, ia tersenyum ke arah langit, membayangkan wajah kedua orang tuanya yang terlihat samar. Sekarang ia sudah punya pegangan hidupnya lagi, bukan menggantikan posisi kedua orang tua yang selalu di hati, namun lebih kepada mewakili kedua orang tuanya.


Bukan hanya Ben, jihan pun juga tidak menyangka, kebahagiaan untuk anak yatim piatu Sepertinya akhirnya tiba. Meskipun hidup berkecukupan sejak kecil, tapi Jihan selalu mendambakan keluarga yang sempurna, ada ayah, ibu dan anak-anak yang bahagia, meskipun tak sempat merasakan kebahagiaan bersama kedua orang tuanya, Jihan berharap akan merasakannya indahnya mempunyai keluarga yang lengkap bersama dengan Ben.


Apa yang orang-orang bilang itu semuanya adalah benar, hidup itu adalah rahasia sang pencipta. selalu ada timbal baliknya.


~~


Ben dan Jihan sekarang sudah berada di kamar hotel, suasana menjadi begitu canggung antara Jihan dan Ben. saat masuk kedalam, Ben langsung masuk kedalam kamar mandi, bukan untuk mandi atau buang air kecil, namun karena ia terlalu gugup, kenapa jadi terlabalik seperti ini, biasanya wanita yang akan gugup di malam pertama mereka. Sebegitu kakunya kah seorang seketaris Ben.


Jihan benar-benar tidak menyangka Ben akan seperti ini. Tapi bukan Jihan namanya jika tidak bisa bersikap agresif. Ia melepaskan gaun yang tadi ia pakai, membuka sanggul di rambutnya, hingga kini rambutnya panjang terurai.


Jihan berjalan menuju kamar mandi, dengan hanya mengenakan bra dan celana pendek. Jihan langsung membuka pintu kamar mandi yang memang tidak terkunci.


Saat masuk kedalam, ia memdapati Ben sedang mencuci mukanya di wastafel. Ben langsung berbalik ke arah Jihan, matanya membulat saat mendapati tubuh istrinya yang kini sudah setengah polos.


"A ... ada apa?" tanya Ben gugup.

__ADS_1


Jihan menatap Ben dengan tajam, ia langsung melangkah mendekati Ben, dan menarik Dasi Ben, mendekatkan wajahnya di telinga Ben.


"Aku sudah menantikan saat ini, jangan buat aku menunggu lagi, sayang," ucap Jihan di telinga Ben.


Seketika darah Ben berdesir hebat, naluri laki-lakinya yang sudah lama terpendam kini telah bangkit, Ben melingkarkan tangannya di pinggang ramping Jihan, menatap mata Jihan lekat.


"Mau mandi bersama," ucap Ben dengan suara yang sudah mulai berat.


Jihan mengangguk tanda setuju. Ben melepaskan pakaiannya hingga tersisa segitiganya saja, Ben menarik Jihan kebawah shower. Membiarkan air dingin membasahi tubuh mereka, Ben semakin menegang, hingga pada akhirnya mendaratkan ciuman di setiap inci tubuh Jihan, Jihan tak mampu berkata ,selain ******* halus yang keluar dari mulutnya.


Mereka menyudahi ritual mandi mereka. Ben menggedong tubuh Jihan ala bridal style, yang sudah terbalut handuk kimono, begitu pula dengan dirinya. Jihan benar-benar wanita yang agresif, belum juga sampai ke atas ranjang, ia sudah menelusuri lehernya Ben dan bermain-main dengan jakun yang menonjol di di leher Ben menggunakan indra pengecapnya.


"Aku tidak akan membiarkan mu tidur nyenyak malam ini," ucap Ben dengan suara yang terdengar berat, karena menahan hasratnya.


"Aku menantikannya," ucap Jihan.


Malam itu menjadi malam yang panjang untuk keduanya. Entah siapa yang akan lebih mendominasi, yang jelas surga dunia sedang mereka rasakan.


Kesabaran Ben menahan naluri lelakinya, meski beberapa kali di uji oleh Jihan dengan berbagai godaan yang menggoyahkan pendirian Ben. Tapi sampai titik terakhir, Ben bisa menjaga Jihan, hingga menjadi miliknya seutuhnya.


Percayalah, merusak apa yang belum menjadi milik mu, akan membuat mu kehilangan momen paling indah di malam pertama.


bersambung 💓

__ADS_1


jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊


__ADS_2