
"Prakkk."
Satu tamparan keras mendarat di wajah King, saat ia baru saja sampai di kediaman Hardiansyah. Reyhan benar-benar murka, karena berita tentang King dan Kinan yang sudah beredar kemana-mana. Semenjak kabar itu beredar luas, foto-foto lama King bersama Kinan, kini mulai bermunculan, dan kabar jika King menemani Kinan di rumah sakit pun sudah bocor ke publik, di duga ada oknum perawat di rumah sakit tempat Kinan di rawat yang menyebarkan foto King saat berada di rumah sakit.
"Pa, tahan jangan emosi dulu," ucap Raya sambil menahan tangan suaminya yang hendak mendaratkan tamparan untuk kedua kalinya di wajah King.
King hanya bisa berdiri dengan kepala tertunduk sambil memegangi wajahnya yang terasa amat perih. Jika ada hari yang paling sial dalam hidupnya, maka saat ini adalah hari tersial untuk King.
"Saka, ayo duduk lah, lalu jelaskan kepada kami apa yang terjadi sebenarnya," tutur Raya lembut.
King melangkahkan kakinya duduk di hadapan sang papa, mamanya pun langsung ikut duduk di sampingnya. Sorot mata tajam Reyhan tidak pernah lepas dari sang putra. Ia benar-benar kesal, kecewa karena berita itu dan juga saat ia mengetahui jika Niana pulang ke Singapura secara tiba-tiba, amarahnya benar-benar memuncak.
Hal itu juga membuat Reyhan semakin yakin, jika Niana pergi karena berita tentang King dan Kinan, yang sudah Niana ketahui sebelum menyebar ke publik.
"Kabar itu tidak benar, aku dan Kinan tidak mempunyai hubungan lebih dari sekedar teman, malam tadi aku dan Joshua menemukan Kinan pingsan di apartement pacarnya, jadi aku dan Joshua membawanya kerumah sakit, direktur agensi mengatakan jika kabar bohong itu di sebarkan oleh Alex pacar dari Kinan," tutur King.
"Alex? apa Alex yang kamu maksud adalah anak dari pemilik MC group?" tanya Reyhan.
"Iya papa benar, Joshua dan pihak management sudah melaporkan Alex atas dugaan penganiayaan."
"Lalu bagaimana dengan Niana, apa dia benar-benar sudah pergi?" tanya Raya.
"Iya ma, Niana salah paham dan menyangka jika aku mempunyai hubungan dengan Kinan, aku menysulnya ke bandara tapi dia sudah pergi," jelas King.
"Saka, sekarang papa minta kamu berhenti dari pekerjaan mu, dan mulai fokus ke perusahaan dan juga istri kamu, sudah cukup selama ini papa memberikan kamu waktu untuk bermain-main dengan duniamu sendiri," tegas Reyhan.
"Tapi pa, aku menyukai pekerjaan ku," sahut King.
"Saka, papa kamu benar, ini sudah waktunya untuk kamu berhenti bermain film dan fokus ke perusahaan, jika bukan kamu siapa lagi nak, adik kamu Rachel masih sangat kecil, coba pikirkan lagi," tutur Raya.
King benar-benar berat untuk memutuskan berhenti dari dunia yang membesarkan namanya. Meski bukan karena materi, tapi King sangat mencintai pekerjaannya. Reyhan beranjak pergi dari ruangan itu, sementara Raya masih berusaha membujuk putranya.
__ADS_1
~
Reyhan meraih ponselnya yang ada di atas meja kerjanya, raut wajahnya benar-benar sangat serius saat ini. Bukan Reyhan namanya jika tidak bisa membereskan suatu masalah dengan cepat. Ia akan menghubungi orang kepercayaannya untuk membereskan semua masalah yang sudah telanjur terjadi.
[Selamat siang tuan besar.]
[Aku minta kamu batalkan kerja sama kita dengan MC group dan tarik semua saham kita dari sana, jika perlu buat perusahaan itu bangkrut dalam waktu dua puluh empat jam. Berani-beraninya dia menyebarkan berita bohong tentang putra ku]
[ Akan segera saya laksanakan tuan]
[Dan satu lagi, segera hentikan pemberitaan tentang putra ku, baik itu media cetak, media online dan juga di semua stasiun televisi].]
[Baik tuan, akan saya kabarkan secepatnya.]
Reyhan mematikan panggilan itu, ia juga merasa perlu menghubungi Ben untuk menjelaskan masalah yang menimpa kedua anak mereka saat ini. Ia tidak akan membiarkan pernikahan anak mereka hancur hanya karena berita bohong itu. Reyhan mulai mencari nomor Ben di ponselnya, setelah beberapa saat menunggu akhirnya tersambung juga.
[Hallo Ben.]
[Ada suatu hal yang ingin aku jelaskan, ini mengenai King dan Niana]
...****...
Jam menunjukkan pukul satu siang waktu Singapura, Niana sudah tiba di bandara beberapa menit yang lalu, karena pulang tanpa pemberitahuan sebelumnya, akhirnya Niana harus pulang dengan menggunakan taksi.
Niana sudah masuk kedalam taksi, ia menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi lalu mengaktifkan ponselnya yang mati sejak pagi tadi. Niana membuka artikel terbaru tentang King, ia terlihat biasa-biasa saja saat melihat media online yang memberitakan tentang hubungan King dan juga Kinan, karena ia sudah mengetahuinya lebih dulu.
Niana membaca artikel itu sampai akhir, meskipun hatinya benar-benar terluka karena berita itu. Ia sudah menduga jika pada akhirnya dirinya lah yang akan mundur dari hubungan ini, sejak awal hubungan mereka memang hanya sebatas perjanjian yang berubah menjadi rasa sayang dan berakhir dengan kehancuran.
Niana mengeluarkan kartu sim cardnya dan membuangnya lewat jendela mobil. Ia kembali ke Singapura untuk menenangkan diri dan menyelesaikan kuliahnya, ia tidak ingin masalah cinta membuat fokusnya teralihkan dan akhirnya kuliahnya jadi berantakan.
Untuk sejenak ia ingin melupakan, jika dirinya sedang jatuh cinta, dengan seseorang yang masih sah menjadi suaminya sampai saat ini, melupakan momen-momen indah yang beberapa bulan ini ia lalui bersama suaminya itu.
__ADS_1
...Jika memang tidak ada lagi kesempatan, maka aku akan mundur secara perlahan, namun jika cinta mu untuk ku memang nyata, maka saat ini juga aku ingin memaksa takdir membawa mu datang kepada ku, apa aku terlalu egois, saat masih mengharapkan kamu di atas semua kenyataan pahit yang memberatkan ku," batin Niana....
...***...
Kinan duduk bersandar di ranjang rumah sakit, ia tidak henti-hentinya memikirkan King tiba-tiba saja hilang dari ruang rawatnya. ia ingin menghubungi King, namun ponselnya masih ada di apartment Alex. Akhirnya ia memutuskan untuk menyalakan TV, untuk mengusir rasa bosan ya mulai mendera di tengah kesendiriannya.
Saat menyalakan TV, hal yang pertama kali ia lihat adalah kabar tentang King yang di gosipkan menjadi orang ketiga dari hubungannya dengan Alex.
Kinan mulai mengerti kenapa King tiba-tiba saja menghilang pagi tadi. Sebagai seorang sahabat, Kinan sadar jika ia sudah terlalu banyak merepotkan King dan selalu membawa King masuk kedalam permasalahan hidupnya.
Sesal tinggallah sesal, ia sudah menerima semua kenyataan yang kini dihadapkan padanya, setidaknya meskipun tidak bisa memiliki King, ia tidak ingin kehilangan sosok sahabat sebaik King.
Pintu ruangan Kinan tiba-tiba saja berbunyi, seseorang muncul dari balik pintu dan orang itu adalah manager Kinan yang bernama Jessy.
Saat jessy melihat kondisi Kinan dengan perban di mana-mana, ia langsung berhambur memeluk Kinan, ia menyesal karena pergi keluar kota begitu lama, dan membiarkan Kinan teraniaya seperti ini.
"Jes, kenapa kamu baru datang sekarang?" tanya Kinan yang sudah terisak-isak di pelukan Jessy.
"Maafkan aku Ki, urusan ku baru selesai, kamu yang sabar ya, setelah ini aku tidak akan pernah membiarkan kamu kembali lagi dengan Alex," ujar Jessy sambil menepuk pundak Kinan.
Jessy melepaskan pelukannya saat merasa Kinan sudah lebih tenang. Ia tidak duduk di samping Kinan, ia ingin mendengar langsung dari mulut Kinan, tentang kabar yang saat ini sedang viral di jagat maya.
"Apa semua berita itu benar, kamu dan King..." belum sempat Jessy melanjutkan ucapannya Kinan sudah menimpali ucapan Jessy, " Tidak Jes, semua tidak benar, berita itu bohong, aku benar-benar tidak enak dengan King, karena membantu ku, ia jadi kena imbasnya."
"Lalu apa rencana kamu setelah ini?" tanya Jessy.
"Aku memerlukan bantuan mu.. aku akan melakukan Konferensi pers untuk memperbaiki nama baik ku dan juga nama baik King," pinta Kinan pada Jessy.
Bersambung 💓
Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊😍
__ADS_1